Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
167.Penyekapan


__ADS_3

Happy Reading...



Semua keluarga Aisyah selamat, mereka sudah kembali lagi ke pesantren setelah tadi hampir menghadapi kematian yang yang sangat menegangkan.



Semua orang yang tidak tau apa yang terjadi merasa sangat senang karena mereka semua sudah kembali dengan selamat. Semua orang yang tadinya sempat tertidur di sembarang tempat dan kini mereka semua sudah bangun.



"Akhsan, apa Rico tidak ikut dengan kalian, tadi?" tanya Tasya



Akhsan juga Ikhsan baru sadar sekarang, kalau tadi Rico sempat merasa gelisah dan kini dia juga malah tidak ikut kembali ke pesantren. Apa mungkin terjadi sesuatu?



"Tadi Rico ikut kok, Oma. Tetapi tadi dia bilang ada masalah... tetapi masalah apa ya? Apa mungkin ini mengenai Aisyah," Akhsan hanya menerka-nerka saja, soalnya Rico tidak akan se-gelisah itu jika tidak mengenai Aisyah.



Pastilah ada hal yang terjadi pada adik bontot mereka tetapi apa?



Belum juga mendapat perintah Ikhsan sudah berinisiatif menghubungi Aisyah tetapi setelah beberapa kali dia kecewa karena tidak mendapat jawaban apapun. Ikhsan beralih menghubungi Rico tetapi sama saja Rico pun tidak menjawabnya.



"Bagaimana, Bang?" tanya Faisal dia juga sangat khawatir.



Ikhsan menggeleng kecewa, dia tidak mendapat apapun semacam petunjuk.



"Mereka tidak menjawab," jawab Ikhsan.


__ADS_1


Mereka berdua yang tidak menjawab menumbuhkan rasa takut juga khawatir di hati mereka semua, ini tidak seperti biasanya.



"Dek, coba lacak keberadaan mereka!" ucapan Akhsan sedikit ngegas.



Ikhsan langsung bergerak kembali dengan ponselnya, memeriksa keberadaan keduanya melalui GPS yang selalu mereka pasang.



"Hutan? Kenapa mereka pergi ke hutan?" Ikhsan mengernyit. Bagaimana mungkin dia menemukan letak keberadaan Aisyah juga Rico di hutan sedang apa mereka atau apa yang mereka lakukan, tidak mungkin kan masalah pekerjaan.



"Kita ke sana sekarang," ajak Akhsan yang bergegas dengan tak sabar.



"Faisal ikut, Bang."



Akhsan mengangguk mengizinkan. Semakin banyak orang yang ikut pasti akan mudah menghadapi masalah jika itu memang masalah.




"Assalamu'alaikum.." pamit mereka bersamaan.



"Wa'alaikumsalam.." jawab semuanya yang langsung harap-harap cemas mengenai keselamatan mereka.



Di bangunan yang sangat besar di tengah-tengah hutan Aisyah dibawa, masih tak sadarkan diri Aisyah di bawa masuk ke sebuah kamar yang sangat istimewa.


Tetapi tidak dengan semua orang-orangnya Aisyah, mereka di bawa ke ruang bawah tanah yang sangat gelap juga sangat menakutkan. Di penjarakan selayaknya tawanan dan di perlakuan dengan tidak baik.


Ateez tidak memperlakukan Aisyah selayaknya musuh tetapi malah sebaliknya bahkan dia juga menurunkan Aisyah dengan sangat pelan.

__ADS_1


Sungguh sangat lancang tangan si Ateez, dengan sengaja dia membuka hijab yang Aisyah pakai melepaskan ikatan rambutnya yang panjang.


Ateez menyeringai. Tak salah dia menggilai Aisyah ternyata dia memang sangat cantik bahkan sangat menarik dan tak akan pernah bosan untuk menatap wajahnya yang sangat ayu.


Dibelai wajah Aisyah yang sangat mulus, wajahnya saja sangat indah apalagi yang lainnya? sungguh Ateez ingin cepat menikmatinya tetapi tidak akan nikmat juga kalau menikmatinya tanpa melihat bagaimana ekspresi Aisyah yang juga akan menikmati sentuhannya.


Ateez akan bersabar menunggu hingga Aisyah sadar nanti setelah itu baru dia akan menikmatinya entah dengan bisa mendapatkannya secara mudah atau dengan cara memaksa.


Sembari menunggu Aisyah bangun Ateez memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu, dia akan sangat bergairah jika dia sudah segar. Tenaganya juga akan sangat kuat kan? Bisalah untuk beberapa ronde dan membuat Aisyah tak mampu untuk berjalan setelahnya.


Tak lama Ateez masuk ke kamar mandi Aisyah terbangun, dia sangat terkejut karena berada di dalam kamar asing yang sangat tidak dia kenali.


"Ini kamar siapa?" gumamnya. Tangannya langsung memegangi tengkuknya yang terasa sangat sakit tetapi saat itu Aisyah langsung panik setelah sadar hijabnya sudah terlepas dan rambutnya sudah tergerai begitu saja.


"Ada yang tidak beres," meskipun pusing Aisyah turun dari ranjang sebelum ada orang yang datang dia ingin secepatnya pergi dari sana. Aisyah juga sangat heran kenapa dia harus di bawa ke kamar pastilah orang yang membawanya berniat buruk padanya kan?


Aisyah mengambil hijab yang berserakan di lantai, dia kembali mengikat rambutnya juga langsung memakai kembali hijab dan menutupi kepalanya.


Langkahnya perlahan namun pasti menuju arah pintu yang ternyata telah di kunci.


"Sial, aku terjebak di sini," Aisyah mengedarkan matanya mencari jalan lain yang mungkin bisa dia lalui tetapi dia tidak menemukannya, hanya pintu itu saja yang menjadi akses satu-satunya untuk keluar masuk.


Aisyah hanya membutuhkan kunci untuk bisa keluar, dia terus mencari tetapi dia tidak menemukannya di manapun juga. Aisyah kembali berjalan ke arah pintu berusaha lagi untuk membuka paksa tetapi tetap tidak bisa.


"Mau pergi kemana bidadari ku?" Tangan Ateez langsung menarik lengan Aisyah hingga dia membalik dengan cepat dan langsung jatuh kedalam pelukannya.


Aisyah begitu terkejut karena pergerakan Ateez yang sangat cepat, bukan itu saja tetapi Ateez yang tak memakai apapun kecuali hanya melilitkan handuk saja di perutnya itu yang membuat Aisyah dilanda ketakutan dan dia harus waspada.


Aisyah jelas berontak, dia tidak diam saja karena perlakuan dari Ateez yang sepertinya memiliki niat buruk kepadanya, "lepas!" mata Aisyah membulat menantang.


"Hahaha..., kenapa harus buru-buru, bahkan kita belum melakukan apapun sekarang. Kita lakukan beberapa kalilah dulu lalu aku akan melepaskan mu. Oh salah! Aku akan melepaskan mu karena membiarkan kamu istirahat sesaat setelah itu kita akan memulainya lagi. Kamu akan selalu menjadi pemuas ku di sini bergantian dengan tawanan yang lain."


Ateez terus menyeringai, satu tangannya sudah berhasil menahan kedua tangan Aisyah di belakang tubuhnya sendiri semetara yang satu sudah mulai bergerak liar.


Cuih..


"Aku tidak akan pernah sudi menjadi pemuas mu!" Tak dapat menggerakkan tangannya membuat Aisyah berani meludahi wajah Ateez begitu saja. Dia sangat berani melakukan itu.


Ateez begitu marah matanya langsung melotot karena apa yang di lakukan oleh Aisyah barusan.


"Dasar perempuan tak tau diri! Seharusnya kamu berterima kasih karena aku membiarkanmu hidup! Karena kesalahanmu aku tidak akan mengampuni mu lagi! Aku tidak akan ada rasa kasihan padamu lagi!" Ateez begitu marah.


Di dorongnya Aisyah hingga dia terjengkang dan jatuh di kasur tempat yang tadi. Dengan terus menyeringai Ateez juga langsung menjatuhkan diri dan mengurung Aisyah hingga tak mudah untuk bergerak lagi.

__ADS_1



Bersambung....


__ADS_2