Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
63.wajah yang sebenarnya


__ADS_3

_____


Happy Reading....


___________________


Aisyah terkejut matanya langsung menatap Felisha yang juga tengah menatapnya. Aisyah tak percaya mendengar suara dari Felisha yang begitu sinis padanya, sepertinya Felisha tak sepolos dan semanis yang dia pikirkan.


"Apa ada masalah dengan mu? " Tanya Aisyah mengernyit.


"Tidak, tapi sepertinya kamu yang mencari masalah denganku. "Jawab Felisha yang semakin sinis.


" Buat apa aku mencari masalah denganmu? Aku tidak begitu mengenalmu dan juga tidak ada hal yang membuat ku untuk mencari masalah, jadi buat apa aku susah-susah melakukan itu? " Jawab Aisyah.


"Apakah kamu tidak sadar, dengan mendekati Kak Rico berarti kamu telah mencari masalah denganku?"


"Tidak, aku tidak sadar sama sekali karena kamu juga bukan siapa-siapa Bang Rico, jadi kenapa aku harus sadar? Mau aku dekat dengan Bang Rico seharusnya kamu juga tidak keberatan kan? Kamu bukan orang tuanya."


Sepertinya pertarungan antara kedua gadis itu telah di mulai dan itu semua karena Rico. Mereka sama-sama mengharapkan Rico tentunya.


"Kenapa kamu nggak pulang? Sepertinya kamu melupakan jodohmu yang ada di rumah, sebaiknya kamu pulang dan urus baik-baik jodohmu dan jangan mengurusi orang yang akan menjadi jodoh orang lain." Felisha semakin nyinyir.


"𝘋𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘶? " Batin Aisyah bingung.


"Kenapa diam, bingung ya karena aku bisa tau. Saya peringatkan kamu ya, lebih baik kamu pulang dan jaga baik-baik jodohmu itu sebelum semuanya menjadi kacau, apalagi kalau bokap loh tau loh berhubungan dengan pria lain, pasti kamu akan habis. "Ucap Felisha.


Benar-benar di luar dugaan Aisyah, gadis di hadapannya ini sepertinya tak sebaik yang Aisyah kira.


Aisyah beranjak dan mendekat ke arah Felisha. " Terima kasih sudah mengingatkanku, tapi seharusnya kamu tidak perlu ikut campur dengan semua urusanku. Lebih baik kamu urus sendiri yang menjadi urusan mu. "Jawab Aisyah.


" Dan..., kamu tenang saja, aku akan selalu menjaga jodohku dengan baik. Aku juga tidak akan pernah membiarkan satu orang pun mendekatinya." Jawab Aisyah.


Felisha melirik begitu sinis, aura wajahnya berubah seratus sembilan puluh derajat dari sebelumnya yang terlihat lemah lembut, lucu imut dan tak berdaya.


"𝘐𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩 𝘸𝘢𝘵𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘨𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘪𝘯𝘪? 𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘭𝘢𝘪𝘯𝘺𝘢. 𝘋𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘪𝘳𝘢. " Batin Aisyah.


𝘌𝘬𝘩𝘮...


Keduanya langsung menoleh dengan bersamaan dan mendapati Rico yang yang sudah ada di belakang mereka berdua. Felisha langsung mengubah wajahnya kembali seperti sebelumnya, ramah dan begitu manis sementara Aisyah terus berwajah datar dia tak ad niatan untuk bermanis-manis yang penuh dengan kebohongan. 'Inilah aku dan seperti inilah aku sesungguhnya' itulah yang ada di dalam hati Aisyah.


"Wah..., kalau bersih begini kan manis, Kak. Kak Rico jaga baik-baik dong kulitnya apalagi di bagian wajah karena itulah yang menjadi pokok dalam tubuh. Kalau wajahnya bagus, tampan semaunya juga pasti akan ikut. " Seru Felisha.


Aisyah menganga tak percaya, ternyata saingannya ini hanya mencari penampilan saja, baginya penampilan adalah yang pertama bukan hatinya. Sungguh luar biasa.


Sementara Rico lebih memilih geleng-geleng kepala, dia juga tak habis pikir. Dia kira Felisha mendekati karena hati atau karena ketulusan, tapi nyatanya? Rico tepat mengambil keputusan untuk tidak menerima Felisha.


Kalau hanya karena tampang semata bisa saja dia akan meninggalkannya jika melihat dan mendapatkan yang lebih tampan darinya, tapi kalau harinya? Dalam keadaan apapun dia akan selalu bersamanya dan menemaninya hingga tua.

__ADS_1


Tak pernah Rico sadari ternyata inilah wajah asli dari Felisha, gadis yang dia kira lucu, cerewet, manja, dan begitu manis ternyata seorang gadis yang begitu pilih-pilih, dan ternyata yang dia pilih hanyalah tampangnya daja bukan hatinya.


"Bang, ini sudah sangat terlambat, Aisyah pamit ya, assalamu'alaikum. " Pamit Aisyah.


Tangan Rico terangkat ingin dia mencegahnya, bagaimana bisa Aisyah membiarkan dirinya hanya berdua saja di sana dengan Felisha, apa tidak ada rasa cemburu di hati Aisyah? Rico begitu tak mempercayai itu.


"Wa'alaikumsalam... Syah! " Panggilnya dengan tangan menggantung di udara.


Aisyah yang sudah berjalan beberapa langkah kembali berhenti dan kembali menoleh kearah Rico dan juga Rico.


Rico tersenyum senang, dia pikir Aisyah akan kembali dan tak membiarkan dia hanya berdua saja dengan Felisha, sementara Felisha yang sebelumnya tersenyum dia kembali berkedut.


"Oh iya, jaga hati baik-baik ya, Bang. Ingat, hatimu hanya satu, tidak akan bisa di bagi menjadi dua." Celetuk Aisyah dengan seringaian yang begitu mengerikan.


"Assalamu'alaikum." Pamitnya lagi dan kali ini benar-benar pergi dari sana.


Rico kembali menarik senyumnya, mulutnya menganga wajahnya terperangah kaku melihat Aisyah yang benar-benar pergi sekarang.


"𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘦𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪, 𝘚𝘺𝘢𝘩. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘍𝘦𝘭𝘪𝘴𝘩𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢. 𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶? " Batin Rico tak percaya.


Wajah Felisha begitu berbunga-bunga sekarang, alhamdulillah mereka hanya berdua saja di sana, tak ada yang lain yang akan diam anggap orang ketiga atau nyamuk yang tak di hiraukan kedatangannya.


"Kak Rico! " Panggil Felisha heboh, dia menoleh namun mulutnya tak mampu untuk tidak menganga karena Rico sudah pergi masuk dengan diam. "Bang Rico... ! " Teriaknya.


_____


Tak butuh waktu lama Aisyah sampai, ternyata begitu banyak yang mengantri di sana. Tak Aisyah sangka bakalan bertemu dengan seseorang di sana. "Kak Aira, kak Aira kan? " Pekik Aisyah.


Ya, Aisyah bertemu dengan Aira di sana, Aira juga sama seperti dirinya dia tengah menunggu pesanan buburnya.


Aira mengangguk. "Iya, kamu...? Kamu... " Sepertinya Aira melupakan Aisyah, apakah wajah Aisyah benar-benar berubah?.


"Aisyah, kak. Adik kak Faisal. " Jawab Ait memecahkan tanda tanya di pikiran Aira.


"Aisyah! Subhanallah, apa kabar? Kapan kamu pulang, dek." Tanya Aira yang begitu senang.


Keduanya saling berjabat tangan dan berpeluang sesaat melepaskan kerinduan mereka.


"Alhamdulillah.., Aisyah baik-baik saja kak. Udah beberapa hari juga Aisyah pulang. Bagaimana kabar kak Aira? Baik kan?" Tanya Aisyah setelah pelukan itu terlepas.


"Alhamdulillah, kakak baik. Subhanallah, Syah... , kamu makin cantik saja. " Puji Aira.


"Ahh.. Kak Aira bisa saja kak Aira malah yang lebih cantik. " Jawab Aisyah merendahkan diri sendiri.


Sembari menunggu mereka berdua duduk mengobrol, meskipun usia mereka terpaut tiga tahun namun itu tak membuat masalah untuk keakraban mereka, mereka begitu dekat bahkan sudah seperti adik dan kakak.


Saling cerita pengalaman, saling tukar cerita semua mereka berdua lakukan saat itu, hingga akhirnya pesanan mereka berdua tiba. Mereka hendak berpisah namun Aisyah begitu getol mengajak Aira untuk berkunjung ke rumahnya.

__ADS_1


"Ayolah, Kak. Papa dan Mama sangat merindukan kak Aira, dan tentunya ada satu orang yang sangat merindukan dan menginginkan kedatangan Kak Aira, ayolah.. " Aisyah terus merayu.


"Tidak, Dek." Tolak Aira.


"Ayolah Kak,, pokoknya Kak Aira harus ikut, titik tak pakai koma apalagi tanda tanya, ayolah.. " Kekeuh Aisyah.


Aira bernafas panjang akhirnya dia pasrah dan luluh juga dengan rayuan Aisyah. Aira ikut Aisyah untuk berkunjung ke rumahnya. Keduanya naik motor dan motor pun langsung melaju.


_____


Rayyan, Keisha dan juga Faisal tengah menunggu Aisyah di teras, mereka gelisah pamitnya hanya untuk membeli bubur ayam saja namun nyatanya begitu lama Aisyah tak kunjung datang.


"Pa, Aisyah kemana?" Keisha begitu gelisah.


"Tenang lah, Ma. Sebentar lagi Aisyah juga akan pulang. Dia kan sudah lama tidak ke sana mungkin dia sedikit lupa jalannya. " Jawab Rayyan mencoba menenangkan Keisha.


"Itu tidak mungkin, Pa. Tidak mungkin Aisyah akan lupa. " Keisha terus mondar-mandir tidak tenang. "Faisal, lebih baik kamu jemput adikmu. Mama benar-benar tidak tenang. "


"Baik, Ma. " Faisal langsung nurut, dia berjalan masuk untuk mengambil kunci mobil. Beberapa saat Faisal kembali keluar dan sudah ada kunci di tangannya. "Faisal berangkat ya, Ma, Pa. Assalamu'alaikum. " Faisal menyalami keduanya.


"Wa'alaikumsalam, cepat ya, Mama benar-benar khawatir. " Ucap Keisha.


"Iya, Ma. " Faisal mulai melangkah menuju mobilnya.


Baru saja Faisal membuka pintu dan belum masuk motor Aisyah sudah berhenti di sebelah mobilnya.


"Aisyah." Panggil Faisal.


"Aisyah, kamu darimana saja sih sayang, kamu membuat Mama khawatir. " Keisha langsung menghampiri Aisyah.


"Hehehe..., maaf Ma. Tadi keasyikan ngobrol sama kak Aira jadi lupa waktu. " Jawab Aisyah.


"Aira! " Keisha tersenyum senang menyambut kedatangan Aira yang langsung melakukan salam takzim pada Keisha.


"Assalamu'alaikum... , tante. " Ucap Aira.


"Wa'alaikumsalam, nak. Kamu semakin cantik sekarang. " Keisha membelai lembut dagu Aira namun matanya menoleh kearah Faisal yang tertunduk. "Iya kan, Faisal. " Ucapnya.


Faisal gelagapan, dia mengangkat wajahnya dengan gugup. "I- iya, Ma. " Jawab Faisal gugup.


Aisyah dan Keisha tersenyum geli melihat Faisal yang malu-malu sementara Aira juga, pipinya langsung merah merona.


Jangan lupakan Rayyan yang kini menatap Aira dan Faisal secara bergantian. "𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘫𝘶𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢. 𝘒𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘶𝘢𝘵. " Batin Rayyan.


____


Bersambung....

__ADS_1


__________________


__ADS_2