Izinkan Hati Yang Memilih

Izinkan Hati Yang Memilih
37.Sungguh Rumit


__ADS_3

______


Happy Reading..


_________________


" Aisyah, Meyka, maaf saya nggak bisa ikutan pulang sekarang, ada hal penting yang harus aku kerjakan. " ucap Shelvia dengan wajah yang memelas.


"Kenapa wajahnya harus ditekuk begitu, udah nggak enak semakin tidak enak lihatnya. " celetuk Aisyah yang sama sekali tak menyukai ekspresi wajah Shelvia yang tak seperti biasa.


" Hilih.. Kamu nggak tau kan, Syah. Ini ni ekpresi limited edition, bahkan kamu aja nggak bisa kan seperti ini. " Tandas Shelvia dengan sedikit emosi, dan kembali melakukan ekpresi yang sama untuk yang kedua kalinya.


Aisyah menggeleng, mana ada, " Mana ada ekpresi jelek gitu di bilang limited edition! Yang ada hanya... , hahaha... " Tidak meneruskan dengan kata-kata namun Aisyah malah langsung tertawa entah apa sebenarnya yang ingin dia katakan, hanya dia sendiri dan yang di atas yang mengetahuinya.


Shelvia berdecak sebal sepupunya itu sepertinya kepala butuh di getok pakai palu biar sedikit waras. Kalau lagi kumat dingin banget kayak gunung salju, tapi kalau obatnya habis ngocehnya panjang banget kayak kereta, " Hadeuh. "


Farel dan juga Meyka sudah masuk kedalam mobil sedangkan Aisyah dan Shelvia sepertinya harus menyelesaikan pergulatan mereka dalam bersilat lidah, tak bosan-bosan mereka melakukan itu, apalagi Aisyah yang terus melayaninya tak akan ada habisnya.


" Sudah sana berangkat! " Seru Aisyah.


" Ngusir nih ceritanya, oke lah kalau begitu. " Shelvia memberikan smirk kebanggaannya di hadapan Aisyah, itu sungguh menyenangkan apalagi kalau Aisyah sampai menggerutu lagi, uh... Asyiknya.


" Nggak usah pasang tuh smirk butut, norak! Cepat sono pergi, ingat bekerja dengan hati dan benar jadi hasilnya juga akan memuaskan. " Pesan Aisyah.


" Oke lah, siapa takut, " Ucap Shelvia dengan yakin, " Assalamu'alaikum. " Shelvia pun melenggang pergi setelah mengucapkan salam.


" Wa'alaikumsalam. " Jawab Aisyah, namun Shelvia sudah berjalan beberapa langkah.


" Kebiasaan. " Ujar Aisyah.


Aisyah berbalik dan akan masuk ke dalam mobil milik Farel, karena Shelvia tidak ikutan jadi Aisyah bisa lega dan leluasa hati duduk di belakang bersama dengan Meyka.


"𝘚𝘦𝘢𝘯𝘥𝘢𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩, 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴. " Batin Meyka yang kini tengah melamun menatap Farel yang sudah standby di kursi pengemudi dan hanya tinggal menunggu Aisyah masuk.


𝘎𝘭𝘦𝘬𝘬...

__ADS_1


Pintu mobil tertutup setelah Aisyah masuk dan menariknya dengan tangan, " Sudah Kak. " Aisyah melirik sebentar ke arah Farel memberitahu kalau dia sudah masuk dan siap untuk pulang sekarang.


" Mey. " Panggil Aisyah, namun ternyata Meyka masih asyik di dunianya sendiri. Meyka masih terus menatap Farel tanpa kedip membuat Aisyah mengernyit.


"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘺𝘬𝘢? 𝘈𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢... 𝘔𝘦𝘯𝘺𝘶𝘬𝘢𝘪 𝘒𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭?." Batin Aisyah yang mengikuti arah pandang Meyka yang tertuju pada Farel.


Farel yang melihat Aisyah melirik kepadanya menjadi salah tingkah sendiri, dia mengira kalau Aisyah benar-benar telah menatapnya, ya memang menatapnya sih, tapi bukan karena dia ingin tapi karena dia mengikuti Meyka.


" I- iya. " Gugup Farel. Farel langsung menyalakan mesinnya, menginjak pedal dan mobil pun mulai berjalan dengan pelan.


"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭? 𝘈𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘨𝘶𝘨𝘶𝘱. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘔𝘦𝘺𝘬𝘢?. 𝘞𝘢𝘩 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘯𝘪𝘩, 𝘬𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘧𝘢𝘩𝘢𝘮. " Batin Aisyah.


Doorrr...


Dengan sengaja Aisyah mengejutkan Meyka dan membuatnya kalang kabut untuk menyembunyikan kegalauannya. " A- aisyah.. Apa-apaan sih kamu tuh! Mau bikin jantungku copot?. " Gerutu Meyka tak terima.


" Jantungnya bisa copot ya? Seharusnya hatinya aja yang copot keluar dan minta dia mencari tempat persinggahan yang tepat. " Mata Aisyah berkedip genit, menggoda Meyka dan sesekali melirik ke arah Farel yang fokus.


" Maksudnya?. " Bingung Meyka.


" Hatimu sudah ada penghuninya, ya. Kenapa nggak bilang-bilang kamu bilang aku pasti bisa bantuin. Untuk sepupu sendiri aku janji nggak akan pasang tarif, asal semua berjalan lancar itu sudah menjadi bayarannya. " Ujar Aisyah yang langsung ke sumber permasalahan yang ada di dalam hati Meyka.


" Apaan sih, mana ada penghuni penghuni. Hatiku masih kosong melompong!. " Pungkas Meyka.


" Hilih.. Ngaku aja kalau situ sebenarnya... " Lagi-lagi Aisyah memainkan mata ke arah Farel dan membuat Meyka merengut kesal karena talah ketahuan sekarang.


" Tidak!. " Jawab Meyka dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah luar.


Melayani Aisyah lama-lama dia akan emosi dan semuanya akan ketahuan, apalagi orangnya ada di depan mereka bisa afzonk nantinya.


" Iya deh, iya. " Ucap Aisyah yang mengalah, tapi tidak dengan hatinya.


" 𝘚𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘪𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘬 𝘍𝘢𝘳𝘦𝘭, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘔𝘦𝘺𝘬𝘢? 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘪𝘵𝘪 𝘯𝘺𝘢. 𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘴𝘢. " Batin Aisyah.


Kadang Aisyah masih dilema antara Rico dan juga Farel, dia masih selalu berusaha memilih mana yang benar-benar tepat untuk dirinya.

__ADS_1


Aisyah tidak mau jika dia memilih Rico dan ternyata itu hanya karena na*sunya yang sesaat, tapi dia juga tak mau memilih Farel hanya karena di paksa oleh orang tuanya. Dia benar-benar ingin bisa memilih yang benar-benar sesuai dengan isi hatinya.


Melihat Meyka yang cemberut Aisyah berinisiatif memeluknya, dan meminta maaf padanya. " Maaf, aku hanya bercanda. Ciuuss... " Ucapnya dengan manja dan menaikan jarinya dan membentuk huruf V. Dia sangat menyesal.


" Maafin ya, nanti aku traktir bakso mang Diman, deh. Tapi maafin. " Ucapnya lagi.


" Nyogok. " Ketus Meyka.


" Nggak ada nyogok, ini beneran! Aku bener-bener menyesal. Please.. Please.. Please... " Rayu Aisyah dengan segenap usahanya.


" Dua porsi. " Tegas Meyka.


Aisyah terhenyak, " Itu perut atau karung?. " Ucapnya terkejut.


" Nggak mau ya udah, " Lagi-lagi Meyka hanya menjawab dengan ketus.


" Baiklah, jangankan dua porsi sama mang Diman nya juga bisa aku bayarin. " Jawab Aisyah.


" Kamu ada duit?. "


" Tenang, kedua Abang ku kan seorang Sultan. " Jawab Aisyah menyeringai.


" Hufffff.. Dasar!. "


" Udah maafin kan?. "


" Iya iya!. "


Farel terus terdiam dia sama sekali tak menggubris pembicaraan kedua gadis itu. Aisyah seketika diam, dia mengira kalau Farel telah mendengarkan obrolan unfaedah dari mereka berdua, tapi setelah melihat telinga Farel, Aisyah bernafas lega karena Farel sedang memakai headset.


" Alhamdulillah. " Gumamnya.Jalan ini sungguh rumit, dari Meyka yang menyukai Farel tapi Farel menyukai Aisyah, sedangkan Aisyah menyukai orang lain yaitu Rico. Entah bagaimana akhir dari mereka.


" 𝘈𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪, 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢. 𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘪, 𝘈𝘮𝘪𝘯𝘯... " Batin Aisyah seraya berdoa dengan begitu berharap.


____

__ADS_1


Bersambung..


_______________


__ADS_2