
______
Happy Reading...
__________________
" Apa Ma! Aisyah masuk rumah sakit! Kok bisa? Emangnya dia kenapa, apa dia sakit atau dia kecelakaan atau dia keracunan?. " Tanya Shelvia begitu banyak saat di kabari oleh Airin sang Mama kalau Aisyah masuk ke rumah sakit lewat telfon.
Shelvia yang tengah berada di tempat yang di perintahkan oleh Aisyah saat ini begitu terkejut, pasalnya dia lihat tadi Aisyah baik-baik saja saat pulang dari kampus bersama dengan Farel, tapi kenapa sekarang tiba-tiba bisa masuk ke rumah sakit, aneh kan?.
Shelvia terlihat panik dia khawatir bukan kepayang mendengar sepupu nya itu sekarang di rawat di rumah sakit, seandainya bisa di Ingin lompat sekarang juga dan berharap bisa langsung sampai di rumah sakit Natas Hospital.
" Sekarang bagaimana keadaannya, Ma? Dia baik-baik saja kan? Dia nggak kenapa-napa kan?. " Tanya Shelvia lagi.
" Nggak apa-apa sayang, hanya saja dia masih tak sadarkan diri. Benturan di kepalanya membuat dia akan agak lama untuk pingsan. " Jawab Airin.
" Jadi, Aisyah jatuh!. " Shelvia begitu terkejut mendengar bahwa kepala Aisyah yang terluka akibat benturan.
" Aisyah di pukul beberapa kali oleh para brandal. "
"'Di pukul brandal!. " Pekik Shelvia hampir tak percaya, dia sangat mengenal Aisyah bagaimana mungkin dia akan kalah begitu saja pada para brandal meskipun di keroyok sekaligus, meskipun terlihat lemah lembut tapi Aisyah tak selemah itu.
" 𝘗𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘳𝘦𝘭𝘢 𝘥𝘪 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘣𝘳𝘢𝘯𝘥𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶, 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘦 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢. " Batin Shelvia yang terus bingung memikirkan sebenarnya apa yang terjadi pada Aisyah.
" Oke, Ma. Shelvia akan pulang sekarang, Shelvia akan langsung ke rumah sakit. Assalamu'alaikum.. "
" Wa'alaikumsalam, hati-hati sayang." Ucap Airin memperingatkan.
Setelah telfon terputus Shelvia langsung bergerak cepat untuk pergi ke rumah sakit, dia tak memperdulikan lagi pekerjaannya yang belum selesai dan lebih memilih pergi untuk mengetahui keadaan Aisyah sekarang.
Dengan motor matic berwarna putih Shelvia melaju melintasi jalanan kota. Dia ingin cepat sampai dan dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
_______
Airin yang selesai mengabari Shelvia kembali lagi ke ruangan Aisyah di rawat, dia ingin memastikan keadaan keponakannya itu. Di sana ada Rayyan dan juga Keisha yang setia menunggu Aisyah bangun, mereka sangat begitu sabar menunggu Aisyah siuman.
Keisha terus khawatir, dia terus menggenggam tangan Aisyah dan sesekali mengecupnya dan sesekali dia akan menempelkan nya di pipinya.
Setelah di kabari oleh Rayyan tadi Keisha begitu syok dan langsung berangkat ke rumah sakit di antar oleh Hasan. Sedangkan sekarang, Farel, Faisal dan juga Hasan sudah pulang.
" Sayang, sampai kapan kamu akan tidur terus begini? Apa kamu tidak kasihan sama Mama. " Ucap Keisha begitu sedih. Sesekali air mata Keisha jatuh melihat Aisyah yang terbaring tak sadarkan diri dan dengan beberapa luka lebam yang ada di wajahnya.
" Ini sebabnya Papa selalu menyuruh kamu belajar ilmu bela diri, supaya kamu bisa melindungi diri sendiri saat ada hal yang seperti ini! Sayangnya kamu selalu membangkang apa kata Papa, dan tak mendengarkan semua kata Papa. " Seru Rayyan begitu kesal.
__ADS_1
Dari kecil Rayyan selalu saja menyuruh Aisyah untuk berlatih ilmu bela diri namun Aisyah selalu menolaknya dengan alasan dia memiliki ketiga abang yang akan selalu melindunginya.
" Sudah lah, Pa. Semuanya sudah terjadi, jangan terus mengalahkan Aisyah." Keisha tersentak mendengar perkataan suaminya dan kini dia menjawabnya sesuai dengan isi hatinya.
" Mama selalu saja memanjakannya, sampai-sampai sekarang Aisyah seperti ini sama Papa." Ucap Rayyan yang malah menyalahkan Keisha.
Keisha menutup matanya mengambil nafas panjang untuk membuat dirinya tenang dan tak terpancing dengan Rayyan. Padahal jelas-jelas jarak antara Aisyah dan Rayyan, Rayyan sendiri yang membuatnya bukan Keisha apalagi Aisyah.
" Assalamu'alaikum. " Airin masuk dan menghentikan Rayyan yang sudah ingin mengatakan sesuatu lagi pada Keisha tentang semua keluhannya terhadap Aisyah.
" Wa'alaikumsalam. " Jawab Rayyan dan Keisha bersamaan dan dengan kompak dia menoleh ke arah Airin yang berjalan masuk berhiaskan senyum.
" Gimana, apa Aisyah sudah ada tanda-tanda akan siuman?. " Tanya Airin yang kini berdiri tepat di sebelah Aisyah.
Keisha menggeleng, sedari tadi dia menunggu di sana namun sama sekali tak melihat ada tanda-tanda kalau anaknya itu akan bangun. Keisha begitu sedih, baru kali ini dia melihat putrinya benar-benar tak berdaya.
Airin langsung memeriksa keadaan Aisyah, sepertinya tak ada yang salah, semua pemeriksaan juga hasilnya baik tak ada yang serius pada Aisyah bahkan kepalanya pun juga tidak apa-apa tidak terjadi pendarahan sama sama sekali.
" Aneh. " Airin juga merasa bingung sendiri, sebenarnya apa yang terjadi pada Aisyah.
" Tunggu beberapa saat lagi, kalau dia belum juga bangun kita harus melakukan pemeriksaan yang lebih intensif lagi. " Ucap Airin.
" Aisyah!. " Teriak Shelvia yang sudah menerobos masuk begitu saja tanpa mengucapkan salam sama sekali.
Shelvia langsung berlari menghampiri Aisyah dan berdiri tepat di samping Airin. Luka-luka lebam di wajah dan juga wajah yang sangat pucat membuat Shelvia khawatir.
_____
Semua menunggu dengan diam, tak ada lagi kata-kata serius dari Rayyan ataupun Keisha karena di sana juga ada Shelvia yang terus di sisi Aisyah.
Shelvia yang duduk di atas ranjang Aisyah terlihat mengernyit bingung saat melihat Aisyah yang tersenyum meskipun masih tak sadar, Aisyah seperti seorang yang tidur dan tengah bermimpi entah mimpi yang datang dalam tidurnya saat ini.
" Tante, Aisyah kok tersenyum ya?. " Ucap Shelvia dan Keisha pun langsung berdiri dan melihatnya dengan dekat supaya lebih jelas.
" Nak, kamu sudah bangun. " Panggil Keisha namun Aisyah sama sekali tak bangun dan memberikan respon.
" 𝘏𝘢𝘩𝘢𝘩𝘢.. 𝘖𝘱𝘢 𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴𝘪𝘯 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩, 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘨𝘦𝘭𝘪. " 𝘎𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘢𝘬𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘵𝘪𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘩𝘢𝘬-𝘣𝘢𝘩𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘖𝘱𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘦𝘭𝘪𝘵𝘪𝘬𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘢𝘥𝘢 𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪.
𝘒𝘦𝘥𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢, 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢, 𝘵𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢. 𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘱𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪.
" 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩, 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨. 𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘶. 𝘖𝘱𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘖𝘱𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘪𝘭𝘪𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘶. " 𝘜𝘤𝘢𝘱 𝘍𝘢𝘩𝘮𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘖𝘱𝘢.
" 𝘚𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨, 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘖𝘱𝘢?. " 𝘛𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘩𝘦𝘣𝘰𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢. " 𝘥𝘪𝘢 𝘭𝘢𝘬𝘪-𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 ?. " 𝘛𝘢𝘯𝘺𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪.
__ADS_1
" 𝘓𝘢𝘬𝘪-𝘭𝘢𝘬𝘪. "
" 𝘈𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯?. "
" 𝘚𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘖𝘱𝘢 𝘭𝘢𝘩. " 𝘍𝘢𝘩𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘶𝘭 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘨𝘦𝘮𝘢𝘴 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢.
" 𝘛𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨?. "
" 𝘋𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨, 𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘶? 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘖𝘱𝘢 𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢. 𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪. 𝘒𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢. "
" 𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢?. "
" 𝘐𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘬𝘢𝘵𝘢 𝘖𝘱𝘢. 𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢. 𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘖𝘱𝘢 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘵. 𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘭𝘢𝘩, 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪. "
" 𝘉𝘦𝘯𝘢𝘳𝘬𝘢𝘩?. "
" 𝘐𝘺𝘢. 𝘓𝘪𝘩𝘢𝘵𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘶𝘫𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨. " 𝘑𝘢𝘳𝘪 𝘍𝘢𝘩𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘫𝘶𝘬 𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘬𝘦𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯.
𝘔𝘢𝘵𝘢 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘭𝘶𝘳𝘶𝘴 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵. 𝘚𝘦𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴, 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘭𝘪 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶.
𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵. 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘬𝘦 𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘍𝘢𝘩𝘮𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘖𝘱𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪, 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘍𝘢𝘩𝘮𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘮𝘢𝘯𝘪𝘴𝘯𝘺𝘢.
" 𝘖𝘱𝘢..𝘖𝘱𝘢.. " 𝘗𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩.
𝘚𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢, 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘮𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘮𝘢𝘯𝘪𝘴 𝘬𝘦𝘢𝘳𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢. 𝘚𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩 𝘮𝘢𝘯𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘭𝘶 𝘥𝘪 𝘣𝘶𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢.
" 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩! 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩.." 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳.
" 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩!!."
𝘓𝘢𝘬𝘪-𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳.
" 𝘈𝘪𝘴𝘺𝘢𝘩!"
" Aisyah.. Bangun Aisyah, bangun. " Teriak Shelvia
" Ya." Aisyah membuka mata dengan cepat dan bangun dari tidurnya. Aisyah terus celingukan karena laki-laki tadi tidak ada di sana.
" Cari siapa, Syah?. " Tanya Shelvia.
" Dia dimana, Kak? Dia dimana?. " Aisyah begitu bingung.
____
__ADS_1
Bersambung...
______________