
Tidak terasa kami sudah hampir menghabiskan waktu bersama. Menurutku Erika orangnya sederhana dan baik banget.
" Hai Riss, aku pulang dulu soalnya aku ada acara keluarga ni. Atau biar aku antar kamu Ke kosan kamu ya. Jadi sewaktu-waktu aku pengen main Ke tempatmu, kan enak Riss. "
" Gak usah repot-repot Rik, aku pulang jalan kaki saja. Lagian Kosan ku dekat kok dari sini Rik. "
" Memangnya aku gak boleh ni tahu kosan kamu. "
" Bukannya begitu Rik, tolong jangan salah paham seperti itu padaku. "
" Ya sudah ayo terima tawaranku, aku anter kamu pulang ya. "
" Ya sudah kalau begitu. "
Kami menuju Ke parkiran kampus, dan benar saja seperti dugaan awal ku Erika berasal dari golongan menengah keatas. Mobil milik Erika adalah mobil bagus keluaran terbaru. Aku sempat tidak percaya diri saat naik mobil miliknya Erika. Namun Erika memperlakukanku dengan sangat baik.
Selama di perjalanan kami tidak banyak bersuara, karena Erika juga sedang fokus menyetir mobil. Tidak berapa lama kami sampai Di kosanku, dan Erika menatapku heran.
" Kamu pasti heran kan aku berada Di kosan ini ???. Aku berada disini hanyalah sebuah kebetulan dan keterpaksaan. Ceritanya sangat panjang sekali, dan kalau aku harus cerita sekarang sepertinya waktunya tidak akan cukup Rik. Namun yang pasti aku seperti berada di tempat yang salah selama disini, aku ingin pindah saja Rik. "
" Tidak perlu kamu jelaskan, aku tahu cerita hidupmu rumit. Yang pasti aku ingin membantu kamu, jadi jangan segan-segan saat kamu butuh bantuanku ya. "
" Ya Rik, makasih ya. Ya sudah masuk yuk. "
" Ya sudah Riss, tapi bentar aja ya soalnya aku ada acara keluarga ni. "
" Iya Rik. "
Aku mengajak Erika masuk Di kamarku. Kita pun berbincang sejenak.
" Kamu sudah bayar berapa bulan Riss ??? "
" Tiga bulan Rik. "
" Ya sudah nikmati saja fasilitas yang ada saat ini, kan rugi nanti kalau kamu mau pindah sekarang. "
" Ya juga sih Rik, hanya saja aku merasa tidak level berada Di kosan mewah ini Rik. "
" Santai saja, tidak perlu minder Riss. Mereka bergaya, sok kaya, bermobil, berduit kan punya orang tua mereka. Bukan kerja keras mereka sendiri. Kamu juga gak perlu minder dengan ku, biasa saja. Kita sama saja kok Riss. "
" Makasih ya Erika, setidaknya di mataku kamu orang yang baik meskipun kita ini berbeda status. "
" Ya Riss, senang bertemu dan berteman denganmu Riss. Selama ini aku tidak pernah memiliki teman yang tulus sepertimu. Mereka hanya ingin dekat dengan ku karena uang ku saja Riss. "
" Ya Erika, aku juga senang memiliki teman sepertimu, kamu orang baik Rik. "
__ADS_1
" Ya Riss, ya sudah aku pamit pulang dulu ya. Besok aku main kesini lagi, oiya ngomong-ngomong kamu suka makanan apa ??? "
" Gak usah repot-repot, kamu mau kesini temani aku saja aku senang kok Rik. "
" Ya sudah Riss, aku pulang dulu ya. "
" Iya Rik. "
Aku mengantarkan Erika sampai di pintu gerbang Kosan. Semoga aku dan Erika bisa menjalin hubungan pertemanan ini menjadi sebuah persahabatan seperti yang pernah aku lakukan bersama Almarhum Farrell.
Baru saja aku melangkahkan kakiku masuk, tiba-tiba saja cowok sombong yang bernama Bryant muncul dari mobilnya.
" Hei, anak kampung berhenti. "
Aku berhenti dan membalikkan badanku.
" Ada apa lagi sih ??? Kalau tujuan kamu kesini mau ketemu cewek kamu, tolong jangan ganggu aku. "
" Siapa yang mau gangguin Lo sih, GR !!!! "
" Lalu apa ???. Mau menghina aku lagi ??? Silahkan !!"
" Gue cuma mau nyapa Lo aja cewek kampung, gak boleh ya. "
" Ingat ya cewek kampung, kita satu fakultas dan siap-siap saja Lo bakal gue kerjain setiap hari. "
" Terserah apa katamu, " Aku terus berlalu meninggalkannya
Aku rasa ada yang tidak beres pada Si Bryant itu, tapi aku tidak mau tahu tentangnya. Saat aku mau masuk ke kamar ku, tidak sengaja aku berpapasan dengan Cassandra ceweknya si Bryant itu.
" Hai, nama Lo Rissa kan. Gue ingetin ya sama Lo, Lo harus tahu diri Lo siapa. Gue tahu kok Lo itu orang miskin yang sok kaya dengan tinggal Di kosan elit ini. "
" Sandra, sebenarnya aku punya salah apa sih sama kamu dan juga Bryant itu. Kenapa kalian sepertinya benci banget sama aku ??? "
" Salah Lo hadir dalam hidupnya Bryant !!!! "
" Sandra, asal kamu tahu aku tidak sengaja bertemu dengan Bryant. Aku tidak mau berurusan dengan cinta kalian, karena aku juga sadar diri aku siapa. "
" Bagus, dan satu lagi Mahasiswa gratisan. "
" Apa katamu barusan Mahasiswa Gratisan ???? "
" Iya, memang nyatanya kamu Mahasiswa gratisan kan ??? Kamu masuk Ke kampus ini gak pakai modal !!!. Jadi jangan sok dan belagu deh ya !!! "
" Aku gak tahu dengan maksud kalian, sebegitu bencinya kalian sama aku padahal kita tidak pernah saling kenal satu sama lain. "
__ADS_1
" Udah deh sana pergi Lo, gue mau shopping sama cowok aku. Cewek kampung !!! "
Aku berusaha menahan emosi ku, kini aku berurusan dengan pasangan yang menyebalkan dan juga lebai. Aku hanya hampir tertabrak si Bryant itu tapi kenapa efeknya bisa sepanjang dan sedrama ini ???.
Sebenarnya aku sakit hati saat Sandra mengatakan kalau aku ini Mahasiswa gratisan. Dia tidak pernah tahu perjalanan panjang ku mendapatkan beasiswa tersebut. Tapi percuma orang sepertinya tidak akan tahu tentang beratnya apa itu berjuang.
Tiba-tiba Handphone ku bergetar dan ku lihat Erika menghubungiku.
" Hai Rissa, ini aku Rika. Save ya nomorku. "
" Iya Rik, aku save. "
" Kamu lagi apa ??? "
" Lagi santai saja Rik, lho katanya kamu ada acara keluarga. Kok malah telfon aku sih Rik ?? "
" Acaranya batal Riss, makanya aku suntuk ni. "
" Oh begitu, ya sudah main Ke kosan Rik. "
" Shopping yuk Riss. "
" Shopping ???. Ya sudah aku anterin kamu deh. "
" Aku traktir deh kamu nanti ya. "
" Aku paling gak suka kamu bersikap kayak gini Rik, aku tersinggung. "
" Ya ampun Rissa, aku gak ada maksud apa-apa kok. Sumpah aku gak ada maksud buat kamu tersinggung."
" Ya Rik, gak apa-apa. Kamu kenapa sih ??? "
" Aku agak sedih aja saat ada yang ngatain ku Mahasiswa gratisan Rik. Rasanya mengena di hatiku Rik, sedih banget aku. "
" Siapa yang ngatain kamu seperti itu, bilang sama aku. "
" Ada lah, ya sudah biarin sudah. "
" Ya sudah aku jemput kamu Ke kosan ya, kamu siap-siap sana. Aku sampai sana kamu harus sudah siap ya. "
" Iya Erika, aku siap-siap dulu ya. "
" Ya Riss, yang penting hari ini kita Happy-happy ya. "
" Terserah kamu lah. "
__ADS_1