
" Riss, jika nanti umurku tidak panjang dan aku belum sempat mendapat maaf dari Morgan, tolong ajak Morgan ke kuburanku. Setidaknya mungkin Morgan bisa sadar dan memaafkanku ketika melihatku sudah tiada. "
" Kak Steffan gak boleh ngomong begitu ya. Kakak harus kuat dan terus berjuang. Kakak pasti diberi umur panjang dan kelak kita akan kuliah bareng-bareng seperti impian Kak Steffan selama ini," Tidak terasa air mataku menetes membasahi pipiku.
" Jangan menangis Riss, kamu adalah perempuan yang tangguh. Satu pesan Kakak buat kamu Riss, Kamu harus berjuang menjadi Kupu-Kupu Tak Bersayap seperti impianmu selama ini. Kakak sangat yakin suatu saat nanti kamu bakal menjadi orang yang sukses. Tapi janji ya ketika kamu nanti sukses, datang ya ke makam Kakak. Agar Kakak bisa melihat langsung Kupu-Kupu Tak Bersayap itu. "
" Jangan pergi Kak, jangan tinggalin aku Kak. Kalau Kakak pergi siapa yang membantuku mengerjakan tugas-tugas sekolah yang tak mampu aku kerjakan Kak, terutama tugas Matematika, " Kini aku malah menangis sesenggukan.
" Riss, percayalah ketika Kakak nanti sudah tidak ada di dunia ini, pasti nanti kamu akan menemukan pengganti orang-orang yang akan selalu ada di sampingmu. "
" Aku juga janji sama Kakak, secepatnya aku akan buat Kak Morgan datang menjenguk Kakak. "
" Aku tidak butuh dijenguk Riss, aku hanya butuh maaf dari Morgan. Itu saja. Ya sudah Kakak matiin dulu ya Riss telfonnya, Kakak mau istirahat dulu. "
" Iya Kak, semoga ada keajaiban untuk Kakak. Jangan lupa obatnya diminum ya Kak. "
" Iya Riss. "
Aku tidak tega melihat Kak Steffan yang kini hampir sekarat terus berharap mendapat kata maaf dari Kak Morgan. Hingga akhirnya aku putuskan menghubungi on s pppkak Morgan saat itu juga.
" Hallo,,,, "
" Ya ada apa Riss. "
" Aku mau kita ketemu hari ini juga. Aku tunggu Di kosan sekarang. "
" Memangnya ada apa Riss, aku malas kalau kamu ngomongin soal kata putus lagi Riss. "
" Bukan masalah itu, ada masalah yang lebih penting sekarang. "
" Masalah apa yang lebih penting Riss ???? "
" Kalau Kak Morgan ingin tahu jawabannya, aku tunggu sekarang Di kosan, " Aku pun langsung mematikan handphone ku.
Aku bersiap-siap dan menunggu kedatangan Kak Morgan Di depan kos. Tidak beberapa lama kemudian Kak Morgan tampak datang. Mungkin dia naik motor seperti pembalap internasional, cepet banget.
" Riss, sudah menunggu lama ya ???. Aku tadi berusaha secepat mungkin untuk sampai disini. Ngomong-ngomong apa yang mau kamu bicarakan Riss. "
__ADS_1
" Ayo ikut aku sekarang ke suatu tempat Kak. "
" Sekarang ????. Kemana Riss ????? "
" Nanti Kakak juga pasti akan tahu sendiri. "
" Tapi Riss, jangan buat Kakak semakin penasaran. "
" Makanya ayo cepat berangkat biar Kakak gak penasaran lagi. "
" Iya Riss, ayo berangkat. "
Di sepanjang jalan kita hanya diam dan tak ada yang berusaha mengajak bicara. Namun tiba-tiba aku berbicara dan membuat Kak Morgan kaget.
" Kita Ke Rumah Sakit Umum Dr. Handoko sekarang. "
" Rumah sakit ???? Memangnya siapa yang sakit Riss ???? "
" Nanti jawaban Kakak ada di dalam sana. Ayo masuk."
Kita pun mencari alamat Kamar Kak Steffan dirawat setelah aku tadi sempat SMS Kak Steffan. Tepat Di ruang Mawar, kamar kelas VIP aku pun langsung membuka pintu. Untungnya Kak Steffan sedang sendirian Di kamarnya. Aku tahu antara Kak Morgan dan Kak Steffan tampak syok melihatku bisa mempertemukan mereka.
" Apa kabar Kak Steffan, gimana keadaannya ???? "
" Ya beginilah Riss, maaf Riss Kakak tidak bisa duduk Riss. Keadaan Kakak masih lemah Riss. "
" Iya gak apa-apa Kak. Kakak tiduran saja. "
" Gimana Kak, apa Kakak jadi di rujuk Di Rumah Sakit di luar kota Kak ??? "
" Sepertinya iya Riss, karena tidak ada perkembangan aku dirawat di sini Riss. "
" Ya Allah Kak, Kakak jangan pesimis ya. Kakak harus optimis bisa melewati ini semua. "
" Iya Riss,,. Morgan... kesinilah " Kak Steffan berusaha memanggil Kak Morgan.
Namun Kak Morgan malah pergi keluar meninggalkanku dan Kak Steffan. Aku pun berusaha mengejar Kak Morgan.
__ADS_1
" Kak Morgan mau kemana ???? "
" Buat apa kamu bawa Kakak kesini ????? "
" Kak,, Apa tidak ada sedikitpun rasa peduli dalam hati Kakak setelah melihat keadaan Kak Steffan sekarang????? "
" Aku mau pulang. "
" Sejak kapan Kak Morgan menjadi pengecut !!!!!!!! "
Kak Morgan menghentikan langkahnya.
" Lalu aku harus bagaimana ?????? "
" Kak Morgan, untuk saat ini ingatlah masa-masa kenangan indah Kak Morgan dengan Kak Steffan. Kenangan manis saat kalian masih bersahabat dan menjadi sahabat baik. Terlepas dari kesalahan Kak Steffan yang membuat persahabatan kalian hancur. Sekarang ini Kak Steffan membutuhkan dukungan kita Kak. Kak Steffan tidak minta apa-apa Kak, dia hanya minta kata maaf dari Kak Morgan. Sebelum Kak Morgan menyesal, dan sebelum Kak Steffan meninggalkan kita untuk selama-lamanya tolong Kak temui Kak Steffan untuk terakhir kalinya. Dia sudah menanggung rasa sakit yang teramat sakit karena penyakit kankernya Kak, jadi tolong jangan menambah beban dia hanya karena perasaan bersalahnya terus menerus.
Tiba-tiba aku melihat air mata Kak Morgan jatuh membasahi pipinya. Lalu dia melangkah menuju ruangan Kak Steffan. Astaghfirullah Hal Adzim, tangis Kak Morgan pecah saat memeluk Kak Steffan. Kak Steffan yang terbaring lemah pun juga ikut menangis dalam pelukan Kak Morgan. Aku jadi terharu dan ikut menangis karena aku sudah memenuhi permintaan terakhir Kak Thania. Aku sudah mendamaikan kedua sahabat baik ini. Semoga Kak Thania tenang disana ya Kak...😇😇
Dalam keadaan yang masih penuh haru, dua sahabat itu tampak saling maaf-maaf an.
" Steff aku minta maaf ya sama kamu, " Sambil menangis Kak Morgan terus meminta maaf pada Kak Steffan.
" Aku juga minta maaf sama kamu Morgan, " kak Steffan juga saling mengucapkan kata maafnya.
" Steff, kenapa kamu gak bilang ke aku kalau kamu sebenarnya sedang sakit keras seperti ini ??? "
" Aku malu Morgan, aku gak mau ngrepotin kamu. "
" Setidaknya aku bisa membantumu sebisaku Steff. "
" Gak Morgan, kamu datang kesini dan memaafkanku atas semua kesalahanku saja aku sudah sangat bahagia. "
" Ya kita semua bisa seperti ini dan bisa berbaikan karena Rissa, kita harus berterima kasih padanya. "
" Iya Morgan. "
Aku hanya tersenyum melihat kedekatan mereka lagi. Semua ini adalah bukti Janji Yang Sudah Ku Tepati. Aku bahagia bisa melakukan ini semuanya. Aku berharap dengan semua ini, kak Steffan bisa terus berjuang melawan penyakit Kanker Darahnya. Dia sudah terbebas dari perasaan bersalahnya terus menerus.
__ADS_1
Semoga kak Steffan bisa sembuh ya.