
Tidak terasa pagi pun datang, suara alarm membangunkan kami.
" Riss, joging yuk sekalian beli sarapan. "
" Ya sudah ayo Rik, tapi aku cuci muka dan gosok gigi dulu ya. "
" Iya Riss, aku juga mau bersih-bersih juga. "
Setelah itu kami pun joging bersama, dan ini untuk pertama kalinya kami menghabiskan waktu seperti ini.
Jalanan sudah mulai rame dan banyak mahasiswa dan mahasiswi yang sudah mengantri untuk membeli makanan.
" Kamu mau makan apa Riss ??? "
" Aku pengen sarapan nasi kuning kayaknya Rik, soalnya sudah lama juga gak pernah makan nasi kuning. "
" Ok kalau begitu kita cari nasi kuning ya. "
" Lho kamu juga mau makan sarapan nasi kuning ??? "
" Iya gak apa-apa Riss, aku juga suka kok. "
" Oh ya sudah kalau begitu kita keliling dekat-dekat kampus sebelah sana siapa tahu ada nasi kuning. "
" Iya Riss. "
Kami berkeliling sambil berolahraga mencari depot atau warung yang berjualan nasi kuning. Hingga akhirnya kami menemukannya juga, warung di pinggir jalan lebih tepatnya.
" Rik, kamu mau makan di tempat seperti ini ??? "
" Memangnya kenapa Riss ??? Ada yang salah kah ?? "
" Bukannya apa, ini warung di pinggir jalan loh aku takut kamu gak nyaman makan disini. Kalau kamu gak nyaman kita nyari warung yang lainnya. "
" Sudah gak apa-apa kita makan disini saja. Keburu laper nih yuk masuk pesan nasi kuningnya. "
" Ya sudah kalau begitu. "
Kami memilih tempat duduk di depan sambil menikmati kendaraan berlalu lalang. Kami segera memesan nasi kuning dengan lauk pilihan kami masing-masing.
" Buk, saya nasi kuning dengan lauknya ayam goreng ya Bu, " Erika memesan pada Ibu penjual nasi kuningnya.
" Kalau saya lauknya telur saja Bu, " Aku menimpali.
" Iya Neng, " Jawab Ibu penjual nasi kuning tersebut.
" Kamu kok pesen telur saja sih Riss, gak pengen ayam ta ??? "
" Gak Rik, lagi pengen makan telur saja ni. "
__ADS_1
" Biar aku yang traktir Riss. "
" Gak usah Rik, untuk hari ini biar aku saja yang traktir ya. "
" Aduh biar aku yang traktir Riss. "
" Gak, pokoknya hari ini biar aku saja yang traktir. No Comment !!! "
" Ok ok kalau begitu, terserah kamu deh. "
Kami pun menikmati sarapan pagi ini dengan berbincang-bincang mengenai Cinta Masa Lalu kami masing-masing.
" Riss, pernah gak kamu sangat mencintai seseorang tapi karena keadaan akhirnya kamu kehilangan dia ?? "
" Pernah Rik, memangnya kenapa ??? "
" Sama aku juga Riss, aku pernah kehilangan orang yang benar-benar sangat kita cintai tapi akhirnya aku kehilangan dia juga. "
" Tapi dia masih hidup kan Rik ??? "
" Iya masih hidup, aku sudah lama tidak pernah berjumpa dengannya. Bahkan dia kuliah dimana pun aku sama sekali tidak tahu. Kami benar-benar kehilangan komunikasi sama sekali. "
" Kamu harusnya masih bersyukur kalau orang yang sangat kamu cintai itu masih ada di dunia ini Rik, sedangkan aku kehilangan orang yang sangat aku cintai tersebut untuk selamanya. "
" Iya sih setidaknya masih ada kesempatan buat ku untuk bertemu lagi dengannya. "
" Lalu kamu, apa tidak ada cita-cita untuk membuka hati kamu lagi dan jatuh cinta lagi ??? "
" Meskipun dia sudah meninggal ??? "
" Karena bagi ku dia adalah laki-laki hebat dan satu-satunya yang sangat istimewa memperlakukan aku dengan baik. Dia selalu ada untukku baik suka dan duka. Bagiku dia adalah segala-galanya untukku. "
" Lalu sampai kapan kamu akan seperti ini Rissa ??? "
" Sampai ada orang yang semacam Farrell hadir dalam hidup ku. "
" Tapi bagaimana mungkin Riss, ada orang yang sama persis seperti almarhum Farrell tersebut ??? "
" Mungkin saja suatu saat nanti Allah akan mengirimkan pengganti Farrell untukku Rik. "
" Ya sudah kalau begitu Riss. "
" Lalu apa istimewanya mantan mu tersebut Rik ??? "
" Dia adalah cinta pertamaku dan aku pun juga cinta pertamanya. "
" Wah soo sweet banget ya Rik. "
" Iya Riss, karena waktu itu kita masih belum begitu mengenal cinta dan ego kita masih sama-sama besarnya sehingga tidak ada yang mau mengalah. "
__ADS_1
" Maksudnya Rik ???? "
" Sifatku yang manja dan kekanak-kanakan membuatnya illfeell padaku Riss. Dia memintaku untuk berubah tapi aku gak mau, dan di saat itu dia memintaku untuk putus karena kami sudah tidak memiliki kecocokan lagi. "
" Lalu sekarang bagaimana ??? "
" Aku menyesal sekali Riss tidak mendengarkan kata-katanya untuk berubah. Setelah beberapa kali aku mengenal beberapa laki-laki, aku baru sadar tidak ada yang sebaik dan setulus dirinya. Seandainya saja Tuhan memberiku kesempatan, aku ingin bertemu dengannya lagi dan mengulang masa-masa indah kembali seperti waktu itu. "
" Iya Rik, semoga saja suatu saat nanti kamu bisa bertemu cinta sejati mu lagi ya. "
" Iya Riss, makasih doanya. Aku juga berdoa semoga kamu segera bertemu jodoh kamu dan bisa jatuh cinta lagi ya. Kita harus bahagia bersama-sama ya Riss. "
" Iya Rik, makasih doa terbaiknya ya. "
" Iya Riss, nanti kalau kita sudah bertemu cinta sejati kita, harus dikenalin Lo ya. "
" Iya Rik. "
" Gak sabar deh ngebayangin suatu saat nanti kita jalan-jalan bareng sama pasangan kita masing-masing. Seru banget kan ya ???? "
" Kamu ini ada-ada saja deh Rik, tapi lucu juga aku ngebayanginnya. "
" Nah kan, ya sudah sana cepat buka hati kamu dan mulailah untuk jatuh cinta lagi. "
" Iya iya, biarlah mengalir seperti air mengalir saja lah."
" Biar takdir yang berbicara begitu ta maksudnya ?? "
" Iya Rik. "
" Ya sudah ayo kita pulang, aku mau nepati janji ku untuk pulang Ke rumah hari ini. Biar kamu tenang, ya kan ??? "
" Iya harus gitu dong Rik, harus bisa tepati janji. "
" Iya Rissa sayang. "
Aku hanya tersenyum melihat tingkah sahabat baruku tersebut, aku mulai terbiasa dengannya.
Akhirnya kami pun pulang Ke kosan, aku menyuruh Erika untuk mandi terlebih dahulu sebelum pulang Ke rumahnya.
" Makasih ya Rissa, kamu sudah ijinkan aku tinggal disini. Kamu memang sahabat terbaikku yang aku punya. Aku sangat beruntung bisa mengenal kamu
Riss. "
" Sama Rik, aku juga senang bisa mengenalmu. Mengenalmu sama dengan merubah pandanganku akan orang kaya yang sombong dan egois. Dalam pandangan ku, kamu sangat berbeda sekali seperti orang kaya yang lainnya. "
" Makasih ya Rissa. "
" Iya Erika. "
__ADS_1
Kami pun saling berpelukan satu sama lain, dan Erika pamit pulang terlebih dahulu untuk menyelesaikan masalah keluarganya dan calon tunangannya. Dan aku selalu mendoakan yang terbaik untuk sahabat ku tersebut.