Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 177 PERTUNANGAN KAMI


__ADS_3

Akhirnya pagi pun datang, aku segera membantu Ibu di dapur dan setelah itu langsung mempersiapkan diri ku dan berhias secantik mungkin. Sajian makanan dan minuman untuk tamu pun juga sudah siap dan tertata dengan rapi di meja. Kami sekeluarga juga sudah siap menyambut tamu istimewa kami kali ini.


" Rissa, selamat ya Nak hari ini akan menjadi hari bahagia untuk mu. Kamu akan dipersunting oleh Pangeran tampan dari Kota, Nak Arsel. Semoga acara hari ini lancar ya dan sesuai yang kita semua harapkan. Dan pastinya semoga keluarganya Nak Arsel menyukai sajian kita hari ini. "


" Iya Bu, semoga saja Bu. Rissa juga berharap seperti itu. Ibu doakan ya semoga pilihan dan keputusan Rissa ini adalah yang terbaik untuk semuanya ya Bu. "


" Iya Nak. "


" Tapi sepertinya Ayah kandung Rissa benar-benar tidak peduli pada hari pertunangan Rissa ini ya Bu, " Ucap ku sedih.


" Kamu jangan sedih ya sayang, datang atau tidaknya dia yang penting Rissa sudah memberi kabar padanya. Rissa fokus saja pada pertunangan ini ya, " Kata Ibu ku sambil menyeka butiran air mata ku yabg mulai menetes di sudut mata ku.


" Iya Bu, " Jawab ku lirih.


Akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, dan keluarga Kak Arsel tiba di rumah kami dengan selamat. Kami semua langsung keluar dan menyambut keluarga Kak Arsel dengan ramah.


Papanya Kak Arsel, Mamanya Kak Arsel, Oma dan Kak Arsel langsung turun dan segera menghampiri kami. Semuanya datang dengan wajah yang ceria dan bahagia. Terkecuali Mamanya Kak Farrell yang terlihat tidak senang berada di rumah kami. Aku tahu dan sadar diri, dia mungkin kurang nyaman berada di kampung karena tidak seperti di istana seperti rumahnya.


Kami pun saling bersalaman dan mempersilahkan keluarganya Kak Arsel untuk masuk ke dalam rumah. Dan aku sangat bahagia sekali karena Papanya Kak Arsel sangat mengerti dan menerima sekali keadaan keluarga kami apa adanya. Mereka tidak hanya kaya harta, tapi juga kaya hati. Mereka juga membawakan beberapa peningset lamaran yang banyak sekali untuk ku.



Bahkan selama acara berlangsung Oma selalu duduk di dekat ku dan menggandeng tangan ku. Aku tahu Oma sangat menyayangi ku seperti rasa sayangnya pada Kak Arsel.


Papanya Kak Arsel pun menyampaikan maksud dan tujuannya untuk mewakili Kak Arsel melamar ku, dan setelah itu diterima dengan baik oleh keluarga ku. Kini saatnya Momen spesial yang kami tunggu-tunggu dari tadi, yaitu Kak Arsel memakaikan cincin pertunangan di jari manis ku.

__ADS_1


Aku sangat terharu sekali karena model cincinnya indah dan cantik sekali. Aku tidak menyangka Kak Arsel benar-benar menghargai ku sebagai wanita istimewa di hatinya. Dia memberikan momen Pertunangan Kami dengan begitu luar biasa. Sungguh model cincin yang sangat indah sekali. Dan Kak Arsel pun memakaikan cincinnya di jari manis ku dan begitu pun sebaliknya aku juga memakaikan di jari manis Kak Arsel.



" Sayang, kamu tahu apa makna dari bentuk cincin ini ??? " Kata Kak Arsel padaku.


" Cincin emas putih bertabur batu permata yang berbentuk mahkota ini, melambangkan bahwa kamu adalah ratu di dalam hati ku. Sengaja aku memesan dan mendesain sendiri cincin ini khusus buat kamu sayang. Aku berharap kamu lah ratu yang selamanya menemani ku dan melahirkan putra dan putri mahkota kita suatu saat nanti. "


" Makasih sayang untuk momen istimewa di pertunangan kita hari ini. Aku bahagia sekali sayang, " Ucap ku terharu.


" Sama-sama sayang, kamu cantik sekali hari ini. Aku sungguh beruntung mendapatkan dan memiliki wanita seperti mu. "


" Sekali lagi makasih sayang. "



" Silahkan di cicipi makanan atau minumannya Ma, " Aku mencoba menawarkan diri.


" Iya makasih, " Jawabnya singkat.


" Mungkin Mamanya Arsel lagi diet, " Ucap Oma.


" Ayo dong Ma di cicipi sedikit makanannya, enak banget lo Ma. Lagian makanan seperti ini tidak ada lo di Surabaya Ma, " Kata Kak Arsel membujuk Mamanya.


" Gak, Mama alergi sama makanan kampung seperti ini. Sudah deh, ayo kita cepat pulang. Betah banget sih disini. Gatel-gatel tahu gak sih lama-lama berada di tempat kayak beginian. Udah kotor, sempit dan bau lagi. "

__ADS_1


Sontak saja kami semua yang ada di sana kaget dengan kata-kata Calon Mama Mertua ku tersebut. Terlebih Ibu ku yang matanya langsung berkaca-kaca, dia pasti tersinggung sekali.


" Ibunya Rissa, jangan dimasukkan hati ya kata-kata Mamanya Arsel. Mungkin dia lupa rasanya menjadi orang miskin sehingga menjadi tidak tahu seperti ini, " Kata Oma.


Sebenarnya aku penasaran dengan kata-kata Oma. Apa maksud dari kata-kata nya tersebut ??? Maksudnya lupa menjadi orang miskin ???? Apa Mamanya Kak Arsel pernah menjadi orang miskin ??? Dan belum hilang rasa penasaranku, Papanya Kak Arsel pamit untuk pulang. Dia beribu-ribu menghaturkan permintaan maafnya untuk kelakuan istrinya tersebut.


Aku tahu Papanya Kak Arsel tersebut menahan malu dengan sikap istrinya tersebut. Bahkan dia seperti menahan emosi yang memuncak di kepalanya dan siap meledak kapanpun.


Oma pun memeluk ku dengan erat dan juga mencium kening ku dengan penuh kasih sayang.


" Sabar ya sayang dan Oma sekeluarga juga meminta maaf pada Rissa sekeluarga atas apa yang telah terjadi hari ini. Jangan terlalu di pikirin ya sayang. "


" Iya Oma, makasih Oma. Oma hati-hati di jalan. "


" Iya sayang. "


Kak Arsel juga menghampiri ku, dia memeluk ku dengan erat namun pandangan matanya tampak sedih sekali.


" Maafkan aku ya sayang, aku belum bisa bahagiakan kamu. Aku tahu sikap Mama ku pasti sudah menorehkan luka di hati kamu dan keluarga kamu kan. Sekali lagi maafkan aku sayang. "


" Gak apa-apa sayang, kamu tenang saja ya. "


" Makasih untuk pengertiannya sayang. "


" Iya sayang. "

__ADS_1


Kami mengantar Kak Arsel dan keluarganya menuju mobilnya. Hari ini aku merasa bahagia sekali karena sudah bertunangan dengan Kak Arsel. Namun di sisi lain aku sudah menorehkan luka di hati Ibu ku karena kata-kata calon Mama mertua ku tersebut sehingga membuat Ibu menjadi sakit hati. Selain itu tanpa kehadiran Ayah kandung ku, juga membuat ku sedih. Dan tidak terasa jatuhlah butiran-butiran air mata di ujung mata ku.


Aku menangis.........


__ADS_2