
Setelah selesai mengantar Erika belanja baju dan tas, akhirnya kami menuju Ke restoran di Mall untuk mengisi perut. Kami sengaja memilih tempat duduk agak masuk Ke dalam, dan disaat itu pula tidak sengaja aku melihat laki-laki menyebalkan itu lagi. Sebenarnya aku malas dan ingin pulang saja tapi aku tidak enak dengan Erika.
Dan benar saja laki-laki menyebalkan itu mendatangiku.
" Hei, anak kampung ngapain lo kesini ???. Ingin kelihatan kaya di depan orang lain ???. Ingat ya, lo itu sudah memiliki garis kemiskinan jadi seumur hidup status itu akan melekat dalam diri lo. Jangan mimpi deh sok-sok an jadi orang kaya. "
" Hei, siapa namamu Bryant ya !. Kamu tu ngapain sih selalu ngurusin hidup aku. Padahal aku gak pernah ngurusin hidup kamu. Tolong anggap saja kita gak pernah kenal. "
" Hei memangnya gue sok kenal sama Lo. Jangan GR Lo !!!. Dasar udah miskin, jelek, sok tenar Lo. Amit-amit gue kenal sama Lo. "
" Lalu maksud kamu apa datang pada kami berdua ??? " Erika masuk dalam pembicaraan kami.
" Hei jangan ikut-ikutan deh Lo, memangnya Lo siapa ???. Lo kacungnya si buruk rupa miskin ini ??? "
" Kenalin Erika Azzallea Uniqieu Mahardika. "
" Mahardika ??? "
" Iya Mahardika kenapa ??? "
" Lo putri mahkota dari keluarga dan perusahaan Mahardika ??? "
" Iya aku keturunan satu-satunya keluarga Mahardika."
" Kok Lo bisa kenal sama si buruk rupa miskin ini ???. "
" Memangnya kenapa kalau aku kenal dia ??? Masalahnya dimana ????. Bahkan kami sudah berteman. "
" Harusnya Lo sadar dong, dia siapa dan kita ini siapa. Kita sama dia itu tidak selevel tahu gak sih ??? ''
" Memangnya kenapa sih ??? Emang gak boleh ya kalau aku berteman dengan dia, masalahnya dimana buat kamu ??? "
" Kita ini berbeda status sosial sama dia, Lo pasti bakal nyesel temenan sama dia. "
__ADS_1
" Kenapa sih kamu benci banget sama dia, hati-hati lho terlalu benci juga bisa jadi cinta. "
" Maksud Lo gue jatuh cinta sama cewek kampung ini ??? Gak bakalan !!! "
'' Ya terserah kamu sih. "
" Lo lihat cewek gue yang disana itu dan bandingkan sama cewek kampung ini. Bagai bumi dan langit tahu gak. "
" Kalau Rissa di makeover juga gak kalah cantiknya kok sama cewek kamu. "
" Gak mungkin, lihat saja wajah cewek kampung ini kusam banget. Bandingkan saja sama kulit wajah cewek gue mulus dan glowing banget tahu gak. ''
" Rissa kalau perawatan dan pakai skincare juga pasti glowing banget la. Gak usah ngajari aku ratunya salon kecantikan. ''
" Gue percaya sama Lo, kelihatan banget lo rajin perawatan. "
" Gue berani taruhan kalau Rissa mau merawat diri pasti jauh lebih cantik dari cewek kamu dan ...... "
" Dan apa ??? "
" Ha ???? Gue jatuh cinta sama cewek kampung ini ???. Mimpi kali Lo ya. Gak bakalan !!!!! "
" Lihat saja nanti. "
" Kalian ngomong gitu gak mikirin perasaan aku ya. Kalian sibuk nilai-nilai penampilan aku, memangnya aku suka ????. Asal kalian tahu aku nyaman dengan penampilan seperti ini, memangnya seburuk itukah penampilan aku ???. Sejelek itu kah aku di depan kalian ??? " Aku tidak terima dengan penilaian-penilaian kalian akan penampilan ku, " Aku tidak terima saat Erika dan Bryant berbicara mengenai penampilan ku.
" Rissa, kamu jangan salah paham ya. Aku hanya berusaha membela kamu di depan cowok sombong itu. "
" Erika, aku tahu maksud kamu baik. Tapi aku tidak suka dengan cara kamu yang pakai acara taruhan-taruhan segala. Ini sama saja dengan kamu tidak menghargai aku sebagai teman kamu. "
" Rissa, jangan salah paham. Aku tidak ada maksud seperti itu. "
" Nah kan Lo harusnya sadar, cara kalian berfikir itu sangat berbeda sekali. Pikiran cewek kampung ini dangkal dan sok banget. Sudah deh jangan terusin berteman dengan dia, " Bryant membuat hubungan kami menjadi semakin kisruh.
__ADS_1
Aku meninggalkan mereka, aku sakit hati dengan kata-kata Bryant padaku. Laki-laki itu benar-benar tidak tahu rasanya menjaga perasaan seorang perempuan. Berbeda sekali dengan Farrell.
Mengenai Farrell, aku kembali teringat padanya. Mungkin hanya dialah satu-satunya sahabat sekaligus laki-laki yang sangat mengerti akan perasaanku. Kini aku kembali merindukan sosoknya, sungguh aku merindukannya. Hingga air mata ini kembali jatuh menetes di pipiku. Aku segera hapus air mata ini saat Erika datang menghampiriku.
" Rissa, aku minta maaf. Aku tidak ada maksud membuat mu sakit hati dan terluka seperti ini. Kalau begini jadinya sungguh aku sangat menyesal. Tolong maafkan aku Riss. "
" Mungkin benar apa yang Bryant pada kita Rik, kita memang tidak selevel dan aku memang tidak pantas berteman denganmu. Kita sudahi saja semua ini dan silahkan kamu berteman dengan yang selevel denganmu. "
" Tidak Riss, aku ingin kita selalu berteman bahkan menjadi seorang sahabat. Bagiku kamu adalah satu-satunya teman yang berhati malaikat. "
" Aku tidak bisa Rik, maafkan aku. "
Aku pergi berlalu begitu saja, hingga akhirnya Erika memelukku dan menangis.
" Sekali lagi maafkan aku Riss, aku sangat menyayangimu. Meskipun kita baru kenal tapi aku yakin kamu adalah teman terbaik yang aku miliki. "
Aku tidak tega melihat Erika memohon maaf ku seperti itu. Aku pun memberinya kesempatan dan menerimanya menjadi temanku lagi.
" Ya sudah kalau begitu, aku akan memberimu satu kesempatan. Tapi tolong hargai perasaan ku, biarkan aku seperti ini. Aku nyaman kok berpenampilan seperti ini. Kalau kamu malu dengan keadaan ku yang seperti ini, kapan pun kamu mau silahkan putuskan saja pertemanan kita. "
" Tidak, karena mulai hari ini kita adalah Sahabat Selamanya. "
Aku pun tersenyum dan segera memeluk Erika, dan kita berdua pun saling menangis haru. Semoga awal persahabatan kami ini adalah yang terbaik. Sebuah persahabatan yang akan kekal abadi selamanya. Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa Erika adalah pengganti Almarhum Farrell yang Tuhan kirimkan untukku.
" Makasih ya Riss kamu memberiku kesempatan untuk menjadi temanmu lagi. Dan aku janji tidak akan membuatmu sedih lagi, jangan menangis lagi ya sahabatku, " Pinta Erika sambil menghapus air mataku.
" Iya Rik, aku juga sangat berterima kasih karena kamu mau bersahabat dengan ku yang miskin ini. "
" Kamu memang miskin secara materi Riss, tapi kamu kaya hati. Itu yang paling penting, berbeda sekali denganku. Namun setelah bertemu denganmu, aku rasa aku akan belajar darimu tentang arti sebuah kesederhanaan. Terima kasih ya sudah memberiku pengalaman berharga ini. "
" Sama-sama Rik, kita sama-sama belajar ya demi persahabatan kita ini. Aku yakin kita akan menjadi sahabat untuk selamanya. "
" Iya Riss, jangan pernah bosan untuk mengajari ku segala kebaikan tentang kehidupan ini. "
__ADS_1
Kami saling tersenyum satu sama lain dan berharap persahabatan ini akan selalu terjalin selamanya.