Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 121 JEMBATAN CINTA


__ADS_3

Aku tertidur sangat nyenyak sekali, hingga tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelfon ku.


" Halo. "


" Rissa ??? "


" Iya, siapa ya ??? "


" Arsel. "


" Apa ???? Arsel ??? " Aku terperanjat dari tidurku.


" Kok kamu kaget gitu sih ??? "


" Ya bukannya gitu sih, aku cuma gak nyangka saja kamu mau menelfon ku. "


" Kamu baru bangun tidur ya ??? "


" Iya, aku baru bangun. "


" Aku tahu, karena semalam kamu pasti gak bisa tidur kan??? "


" Iya kok kamu tahu ??? "


" Iya lah, aku tahu. Kamu ada acara gak hari ini ?? "


" Gak ada sih, memangnya kenapa ??? "


" Aku ingin ketemu sama kamu. "


" Apa ???. Kamu mau ketemu sama aku ??? " Mata ku berbinar-binar dan hatiku terasa berbunga-bunga untuk pertama kalinya setelah sekian lama tidak merasakannya lagi.


" Iya, bisa gak ??? Sekalian kamu refreshing, siapa tahu dengan kita ketemu kamu bisa cerita-cerita sama aku. "


" Memangnya kita mau kemana Arsel ???? "


" Jembatan Cinta. "


" Jembatan cinta ????? "


" Iya jembatan cinta, aku yakin kamu pasti seneng banget di sana nanti. Tempatnya indah banget, cocok buat kamu yang saat ini hatinya sedang bad mood. Bisa dikatakan tempat itu nanti bisa menjadi mood booster buat hati kamu. "


" Iya sudah kalau begitu aku siap-siap dulu ya. "


" Baik, setengah jam lagi aku tahu aku jemput kamu di kosan kamu ya Rissa ???


" Iya Arsel. "


Aku menutup telfonnya, dan entah kenapa aku bahagia sekali Arsel menghubungiku bahkan mengajakku jalan-jalan. Setidaknya aku memiliki teman baru untuk saat ini setidaknya bisa mengalihkan pikiranku tentang Farrell. Karena bagaimana juga aku harus bisa melupakannya dan membuka hatiku untuk cinta yang baru.


__ADS_1


Visual pemeran Farrell, sahabat dan cinta Rissa yang berujung pada kematian. Dari sini kita belajar bahwa jodoh dan maut hanya Tuhan yang tahu.


Aku lalu membersihkan diri dan segera memilih baju yang cocok aku pakai hari ini. Karena bagiku hari ini adalah my first moment bersama Arsel. Berkali-kali aku berkaca di cermin dan berharap penampilanku ini tidak mengecewakan Arsel.


Tiba-tiba ponselku berdering dan benar saja Arsel yang menghubungiku.


" Halo. "


" Rissa, aku sudah di kosan kamu. "


" Oke, aku keluar sekarang. "


" Iya, aku tunggu. "


Aku segera keluar dari kamarku, dan entah dimana aku memiliki keberanian dan melupakan tentang Cassandra.


Aku sudah sampai di depan dan ku lihat Arsel menungguku di ruang tamu kosan. Aku tersenyum padanya dan dia mulai memujiku.


" Kamu cantik sekali Rissa. "


" Makasih, " Jawabku tersipu malu.


" Sudah siap kan ???. Ayo kita berangkat. "


" Ayo. "


Arsel membukakan pintu mobil untukku, aku benar-benar diperlakukan sebagai seorang wanita. Sungguh aku merasa bahagia sekali hari ini.


" Iya Arsel, aku juga senang. Tapi kamu sering banget ya ke jembatan cinta itu ??? "


" Baru dua kali ini, yang pertama waktu itu aku ke sana bersama teman-teman kampus. Sungguh aku menyukai pemandangan di sana. Terlebih jembatan cintanya. Makanya aku berjanji akan ke sana lagi dengan orang yang spesial buat ku. "


" Maksudnya ???? "


" Jawabannya nanti ada di jembatan cinta, " Jawab Arsel sambil tersenyum padaku.


" Oh begitu, " Aku penasaran dengan kata-kata Arsel barusan.


Kami pun fokus pada perjalanan kami. Hingga pada akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Pada pandangan pertama aku jatuh cinta pemandangan disini. Sungguh pemandangan terindah yang pernah aku lihat.


Hingga pada akhirnya kami sampai di jembatan cinta seperti yang Arsel maksud. Kami berdua pun duduk di pinggiran jembatan cinta tersebut.



" Gimana kamu suka gak tempatnya Riss ???? "


" Iya suka banget, indah banget tempatnya. Gak nyangka ada tempat seindah ini disini ya. "


" Iya, dan kini aku sudah menepati janjiku membawa orang spesial kesini berdua denganku."


" Maksudnya ??. Aku gak ngerti deh dengan kata-kata kamu. "

__ADS_1


" Rissa, aku gak tahu semenjak awal pertemuan kita waktu itu aku tidak bisa melupakanmu. Aku gak tahu apa aku mulai suka sama kamu. Yang pasti aku tidak bisa melupakanmu sedetik pun. Aku berusaha mencari informasi tentangmu namun setelah itu aku tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekatimu. "


" Kenapa ??? "


" Tunggu disini ya, ada sesuatu yang hampir aku lupakan. "


" Arsel, kamu mau kemana ??? "


" Tunggu disini sebentar saja, jangan pernah kemana-mana. Aku akan segera kembali. "


" Iya, aku akan selalu menunggumu. "


Sambil menunggu Arsel kembali, aku menikmati pemandangan di sekeliling. Angin semilir dan sepoi-sepoi membuatku betah ada di tempat ini. Selain itu banyak sekali anak muda yang bermain dan kencan disini. Tidak heran mereka memanfaatkan untuk berfoto bersama. Aku hanya bisa tersenyum memandang mereka.


Tidak lama dari arah belakang, Arsel memanggil namaku. Aku penasaran barang apa yang ketinggalan di mobilnya dan membuatnya harus kembali mengambilnya.


" Rissa. "


Hampir saja aku menoleh ke arahnya, namun dia melarang ku untuk melihat kearahnya.


" Jangan menoleh kebelakang dulu, aku belum siap. "


" Kamu ini ada apa sih Arsel, pakai acara ada barang yang ketinggalan di mobil dan sekarang pakai acara belum siap segala. Aku gak ngerti deh sama kamu. "


" Iya Riss, sebelumnya aku minta maaf ya setelah kamu tahu nanti. Aku ingin memberimu sesuatu ya mungkin biasa saja bagimu, tapi sangat berarti buatku. Aku mendapatkan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Meskipun bentuknya tidak indah dan cantik, tapi maknanya luar biasa bagiku. "


" Iya memangnya apa sih, jangan buat aku penasaran dong. "


" Iya sudah kamu boleh menoleh ke arah ku sekarang tapi pejamkan mata kamu ya, sampai aku mengatakan kamu boleh buka mata kamu. "


" Iya sudah kalau begitu, aku menoleh sekarang dan pejamkan mata ya. "


" Iya Riss. "


Hampir kurang lebih nya dua menit, Arsel baru membiarkan ku membuka mata. Dan saat pertama kali aku membuka mata, aku terharu dan berkaca-kaca dengan yang ada di mataku saat ini.


" Arsel, ini maksudnya apa ???? "


" Aku mendapatkan ini tidak mudah, penuh perjuangan dan pengorbanan Riss. Aku berjanji akan memberikan ini pada orang yang bisa membuatku jatuh cinta kembali. Dan itu adalah kamu Riss. "


" Bunga ini ??? "


" Ini adalah bunga Edelweis, meskipun bentuknya tidak seindah dan secantik bunga mawar tapi maknanya sangat luar biasa Riss. Aku ingin memberimu bunga yang tidak biasa, bukan bunga murahan atau pasaran seperti yang lainnya. Karena bagiku kamu wanita berbeda dan istimewa buatku. "


" Makasih Arsel, aku suka dengan bunga dan cindera matanya. Sangat elegant dan unik sekali. Sungguh aku menyukainya. "


" Sama halnya dengan ku Riss, aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama kita bertemu. Bagiku kamu seperti bunga Edelweis itu, elegant dan unik sekali. Rissa, I Love you. "


Aku kaget dengan perkataan Arsel tersebut. Lalu Arsel mendekatiku, dia memberikan buket bunga edelweis tersebut padaku dengan tatapan mesra. Aku benar-benar tersentuh dan meneteskan air mata karena bahagia.


__ADS_1



__ADS_2