Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 88 SELAMAT JALAN SAYANG, TENANG DI SURGA


__ADS_3

" Rissa, kamu tidak mau memeluk atau mencium Farrell untuk terakhir kalinya sebelum dia dikafani ???? " Kata-kata Mamanya Farrell membuyarkan lamunanku.


" Apa boleh Tante ??? " Aku bertanya dengan gemetar dan mata berkaca-kaca karena aku masih takut dengan Papanya Farrell yang masih terus menatap ku.


" Boleh sayang, asal kamu jangan sampai meneteskan air mata ya sayang. "


" Iya Tante. "


Akhirnya aku langsung mendekati jenazah Farrell yang terbujur kaku di ruangan tersebut. Sekali lagi aku masih belum percaya kalau jenazah yang di depanku adalah Farrell, sahabat sekaligus orang yang kini sangat aku cintai. Dia adalah satu-satunya orang yang selama ini disamping ku baik suka dan duka. Dia laki-laki yang sungguh teramat baik dan tidak ada duanya. Betapa menyesalnya aku selama ini telah mengabaikan cintanya, padahal dia selalu setia menjaga cintanya hanya untukku. Kini, semuanya telah terlambat, laki-laki tersebut sudah habis masanya di dunia ini. Kita sudah berada di dunia yang berbeda, tinggal aku sendiri kini yang tersisa.


" Selamat Jalan Sayang, Tenang Di Surga. "


Hanya itu kata-kata yang mampu aku ucapkan, lantas aku langsung mencium keningnya dan memeluknya. Aku sadar ini adalah ciuman dan pelukan yang terakhir kalinya. Namun saat aku melihat wajahnya, aku melihat wajahnya bercahaya dan seakan tersenyum. Seakan tidak ada beban dan rasa sakit lagi yang dia rasakan. Dan sesuai janji ku aku menahan tangis ku di dalam hati ku.


Kini akhirnya jenazah Farrell waktunya di kebumikan. Sebenarnya Mamanya Farrell melarang ku ikut Ke pemakaman terkait kondisi ku uang belum stabil ini, namun aku memaksa untuk ikut. Aku ingin melihat langsung proses terakhir Farrell dikebumikan. Namun karena Kakaknya Farrell yang menemani ku akhirnya ku diijinkan ikut mengiring Farrell Ke tempat peristirahatannya yang terakhir.


" Rissa, kamu disini saja ya sama Tante Di rumah. "


" Tidak Tante, Rissa ingin melihat langsung Farrell dimakamkan. Rissa ingin terus melihat prosesnya sampai akhir. "


" Tapi keadaan kamu masih belum memungkinkan untuk ikut kesana sayang, Tante takut terjadi apa-apa nanti dengan kamu disana. "


" Tante jangan kawatir, Rissa baik-baik saja. "


" Rissa.... "


" Rissa mohon Tante, biarkan Rissa mengantarkan Farrell ke tempat peristirahatannya yang terakhir. "


" Tapi Rissa janji jangan nangis disana ya, kasihan Farrell sayang. "


" Iya Tante, Rissa hanya ingin melihat Farrell untuk yang terakhir kalinya. "

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu sayang. "


" Biar aku ikut dan menemani Rissa disana ya Ma, " Kakaknya Farrell menawarkan diri.


" Ya sudah kalau begitu, lebih baik seperti itu biar Rissa ada yang jagain, " Jawab Mamanya Farrell.


" Iya Ma. "


Akhirnya kami pun turut mengantar Farrell menuju ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Di sepanjang perjalanan Kakaknya Farrell terus mencoba menguatkan hati ku untuk tetap sabar dan terus beristighfar agar hatiku ikhlas dan tenang melepas kepergian Farrell untuk selama-lamanya.


" Rissa, yang kuat ya. Jangan sedih dan nangis terus agar Farrell tenang disana. "


" Insya Allah Kak. "


" Sabar dan teruslah istighfar agar hati kamu bisa ikhlas dan merasa tenang untuk melepas kepergian Farrell untuk selama-lamanya. Kakak tahu ini sangat berat buat kamu, tapi cobalah untuk menahan semua itu demi Farrell. "


" Iya Kak. "


Akhirnya kini waktunya berdoa untuk Farrel, aku dengan khusyuk mengamini doa yang dibacakan. Setelah selesai, orang-orang pulang Ke rumahnya masing-masing. Namun aku masih tetap duduk di samping makam Farrell.


Tiba-tiba sekilas aku seperti melihat Farrell tersenyum padaku. Sontak saja aku langsung menangis dan memeluk pusara Farrell. Aku sudah tidak bisa menahan lagi rasa sedih dan tangisan ku. Kali ini aku tidak bisa menepati janji ku pada Mamanya Farrell untuk tidak sedih dan menangis.



Aku menangis tersedu-sedu di makam Farrell, aku memeluk pusaranya. Sungguh aku masih belum bisa jauh dari Farrell. Begitu banyak kenangan ku saat bersamanya. Kenangan yang begitu indah dan manis yang mungkin tidak akan bisa aku hapus dalam ingatan ku.


" Aku sangat mencintaimu Farrell, begitu teganya kamu meninggalkan ku sendirian disini. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu Rell, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang selepas kamu pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya, " Tangis ku benar-benar pecah.


Melihatku seperti ini, Kakaknya Farrell langsung memelukku dan juga ikut menangis.


" Rissa, kuatkan hatimu. Aku tahu kamu adalah perempuan yang sangat kuat dan pintar seperti yang selalu Farrell katakan pada Kakak. Jangan seperti ini, Kakak yakin Farrell juga pasti sedih melihatmu seperti ini. Bangunlah Riss, ayo kita pulang. "

__ADS_1


" Tapi aku masih sangat membutuhkan Farrell di sisiku Kak. "


" Tapi untuk saat ini Farrell lebih membutuhkan doa kita Rissa, apa kamu tidak kasihan padanya ???. Tunjukkan perasaan cinta kamu dengan selalu mendoakannya di setiap shalatmu. Bukankah itu jauh lebih baik daripada kamu menangis seperti ini ???? "


" Iya Kak, ya sudah ayo kita pulang. "


" Ayo Rissa. "


Kakaknya Farrell berusaha membantuku untuk bangun, entah kenapa aku seperti merasakan berat yang luar biasa untuk bangun sendiri. Sebelum aku pulang, aku pamit pada Farrell.


" Sayang, aku pulang dulu ya. Aku janji akan sering-sering kesini bertemu kamu. Kalau aku merindukanmu, datanglah ke mimpiku ya, " Pintaku sambil mencium pusara Farrell.


Aku pun pulang namun sekali lagi aku menoleh ke pusara Farrell. Aku berusaha tersenyum meskipun hati ini hancur dan masih terasa perih akan kehilangannya.


Kakaknya Farrell menuntunku melangkah meninggalkan makam Farrell. Dengan langkah gontai aku mengikuti langkah Kakaknya Farrell tersebut. Sebelum meninggalkan area pemakaman sekali lagi aku melihat pusara Farrell. Entah sampai kapan aku bisa menerima kenyataan pahit ini.


" Kapanpun kamu merindukan Farrell, kamu bisa sesuka hatimu mengunjungi makamnya Riss, " Kata Kakaknya Farrell.


" Iya Kak, terima kasih. Pastinya aku akan sering-sering kesini saat aku merindukannya Kak. Aku belum bisa jauh darinya Kak. "


" Iya Rissa Kakak paham kok perasaanmu, tapi kamu juga harus mulai belajar ya untuk bisa mengikhlaskan dia. Dengan begitu kamu bisa melanjutkan hidupmu Rissa, masa depanmu masih panjang Riss. "


" Iya Kak, aku akan berusaha belajar untuk menerima kenyataan ini. Aku akan mencobanya Kak. "


" Janji ya. "


" Iya janji Kak. "


Aku tidak tahu apakah aku bisa menepati janjiku ini tapi setidaknya aku akan selalu mencoba.


" Selamat Jalan, Tenang Di Surga. "

__ADS_1


__ADS_2