Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 153 KAMU BUKAN TUHAN, ERIKA !!!!


__ADS_3

Akhirnya aku sampai juga di Kos, setelah Kak Arsel mengantarku tadi. Kini hatiku terasa berbunga-bunga mengingat apa yang sudah terjadi hari ini. Bahkan malam ini aku berharap mimpi indah bersama Kak Arsel yang hadir dalam mimpiku.


Hingga pada akhirnya aku terlelap dalam buaian malam, setelah rasa lelah yang aku jalani seharian ini. Untuk pertama kalinya aku bisa tidur tenang dalam kebahagiaan yang baru saja datang menghampiriku.


Keesokan harinya........


Aku terbangun dan segera bersiap-siap untuk belajar dikarenakan hari adalah jadwal ujian. Bagaimanapun juga, pendidikan adalah prioritas utama buatku. Aku harus tetap mempertahankan prestasi yang selama ini melekat padaku. Aku adalah mahasiswa yang bergantung pada beasiswa, sehingga setiap semester aku selalu dituntut untuk mendapatkan IPK di atas rata-rata yaitu harus di atas 3,00. Namun berkat kegigihan ku, aku bisa mendapatkan IPK mendekati Cum laude.


Akhirnya aku segera menuju Ke Kampus untuk mengikuti ujian. Dan aku bersyukur semua materi yang pelajari, keluar semua dalam semua pertanyaan dalam ujian kali ini. Bahkan dalam ujian mata kuliah yang kedua pun aku bisa mengerjakan dengan mudah dan cepat.


Setelah selesai mengerjakan semua ujian ku, aku segera keluar ruangan. Kali ini aku sengaja untuk menunggu Erika untuk menyelesaikan masalahku dengannya. Dan tidak beberapa lama orang uang aku tunggu datang juga.


" Aku mau ngomong sama kamu Erika. "


" Apalagi sih Riss, sebenarnya malas banget aku ngomong sama kamu. "


" Namun kali ini penting Rik, aku ingin menyelesaikan masalah kita. "


" Sudah ngomong saja. "


" Aku mau kita ngomong maslah ini Di kantin kampus sekarang juga. "


" Ya sudahlah ayo, cepetan. "


Kami akhirnya pun sampai juga Di kantin Kampus, dan kami memesan minuman untuk melepaskan dahaga. Dan tidak lama kemudian minuman yang kami pesan sudah tersaji di atas meja. Dan ini waktunya aku memulai pembicaraan kami.

__ADS_1


" Erika sebelumnya aku ucapin terima kasih sama kamu, karena kamu pernah menjadi sahabat terbaik buatku. Dan sampai kapanpun semua kebaikan kamu akan selalu aku ingat Rik. "


" Udahlah gak usah berbelit-belit, langsung aja ke poinnya kamu mau ngomong apa. "


" Sebenarnya aku ingin dan berharap kita bisa memperbaiki hubungan kita seperti dulu lagi. Tapi sepertinya kamu masih belum bisa memaafkan aku Rik. "


" Udahlah gak usah banyak omong, cepetan apa yang mau kamu omongin. "


" Sebelumnya aku minta maaf sama kamu Rik, mungkin bagi kamu apa yang aku lakuin adalah salah dan egois. Namun selama ini aku sudah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan maaf darimu. Tapi kamu tidak pernah menghargai setiap usahaku. Dan aku ingin kamu tahu satu hal dan mendengarnya dari mulutku sendiri, bukan dari orang lain. "


" Apa ??? "


" Aku jadian dengan Kak Arsel, aku sudah putuskan menerima cintanya. "


Erika langsung terdiam, dan aku melihat ada genangan air mata di sudut matanya. Dan aku sangat memahami pasti Erika sakit hati dan kecewa padaku.


" Pagar makan tanaman, mungkin itu kata-kata yang cocok buat kamu Riss. Aku gak menyangka kamu tega merebutnya dariku Riss. Kamu tahu kalau aku sangat mencintai Arsel, bahkan dia adalah cinta pertamaku. Dasar tidak punya perasaan, kamu merebut semua yang aku miliki Riss. Kamu sudah menghancurkan masa depanku, dan kamu juga mengambil semua yang aku miliki. "


" Apa menurutmu aku tidak pernah merasa bersalah padamu Rik ????. Maaf kalau aku mengungkit kembali kejadian malam itu, tapi semua itu terjadi juga karena kamu juga Rik. "


" Apa maksudmu ??? "


" Bukankah dari awal sebelum kejadian itu aku sudah berkali-kali menasehati kamu untuk pulang secepatnya kan. Tapi kamu malah asyik menghabiskan waktu di Cafe bersama teman-temanmu sampai larut malam. Bahkan malam itu aku juga tidak bisa tidur, karena aku berulang kali menghubungiku tapi tidak bisa. Seandainya saja kamu menuruti permintaanku untuk langsung pulang, pasti semua ini tidak mungkin terjadi kan ??? "


" Tapi tetep saja semua ini karena Cassandra yang dendam padamu Riss. "

__ADS_1


" Coba sekarang kamu fikir Rik, kenapa kamu selalu menjadikan aku tersangka utama disini. Lantas gimana dengan teman-temanmu yang sudah mengajakmu seneng-seneng di Cafe hingga larut malam ???? "


" Kok kamu malah menyudutkan teman-temanku sih !!!!! "


" Ya gak adil saja Rik kalau kamu selalu menjadikan aku sebagai orang yang selalu bersalah disini. Coba kamu pikir selama ini aku sudah berusaha meminta maaf sama kamu, bahkan aku berusaha membuat kamu bahagia dengan mengesampingkan kebahagiaanku sendiri. Aku mengalah dengan membiarkan Kak Arsel bersamamu, meskipun kenyataannya Kak Arsel lebih mencintaiku daripada kamu. Aku sudah banyak mengalah dalam banyak hal sama kamu Rik. Bahkan saat kamu dalam keadaan sekarat pun aku berjuang menyelamatkan nyawamu, meskipun aku sangat takut sekali melihat jarum suntik. "


" Kamu hitung-hitungan Riss ??? "


" Aku bukannya hitung-hitungan Rik, tapi aku ingin kamu sadar bahwa aku pun sudah berusaha berkorban dan berjuang demi kamu. Meskipun kamu gak pernah menghargainya. "


Tiba-tiba saja Erika mengeluarkan beberapa uang seratus ribuan dari dompetnya dan langsung melemparnya tepat ke wajahku.


ea


" Aku bayar semua kebaikan kamu padaku, dan jangan pernah mengungkitnya kembali. Gak usah munafik, orang miskin sepertimu pasti sangat membutuhkannya kan. "


Erika melakukan perbuatan yang sama dengan melemparkan uang ke wajahku, sama saja dia dengan menghancurkan harga diriku. Kali ini Erika benar-benar kelewatan, dan aku tidak tahan lagi diperlakukan seperti ini.


Aku segera memunguti uang-uang Erika yang berserakan dimana-mana. Dan aku ingin Erika merasakan apa yang aku rasakan. Aku melempar uang-uang pemberian Erika tepat ke wajahnya. Setidaknya agar dia juga tahu rasanya ketika harga diri diinjak-injak.


" Aku tidak butuh uang-uangmu, setidaknya sebelum kamu melempar uang-uang itu lagi padaku pastikan uang-uang tersebut adalah hasil keringatmu sendiri. Bukan uang hasil jatah bulanan dari orang tuamu !!!!! Jangan sombong selagi kekayaan yang kamu nikmati ini adalah milik orang tuamu dan bukan dari hasil kerja kerasmu sendiri. "


" Aku tidak akan menyerah dan aku akan balas dendam atas semua penghinaan ini. Kamu siap-siap saja karena aku akan buat hidup kamu menderita. Dan jangan berharap kalau kamu akan bahagia bersama Arsel. Justru sebaliknya, aku akan buat kamu menderita dan sengsara saat bersama Arsel. "


" Silahkan saja kamu susun segala rencana yang ingin kamu perbuat untuk menghancurkan ku. Aku tidak pernah takut. Kamu tahu kenapa ??? "

__ADS_1


" Kenapa ???? "


" Karena Kamu Bukan Tuhan, Erika. "


__ADS_2