Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 174 CALON CUCU MENANTU KESAYANGAN


__ADS_3

Di dalam mobil, Kak Arsel sesekali terus memandangi ku. Sepertinya masih kebayang akan kejadian barusan.


" Aku gak bisa bayangin kalau kamu benar-benar pergi ninggalin aku sayang, " Kata Kak Arsel.


" Aku juga sayang, aku juga takut kehilangan kamu. "


" Kapan-kapan kalau kamu mau kemanapun, izin dan pamit sama aku ya sayang. Meskipun aku masih tidur pun, kamu harus tetap bangunin aku dan izin sama aku ya sayang. "


" Iya sayang. "


Kak Arsel pun kembali fokus menyetirnya. Dan tidak terasa sebentar lagi kami akan sampai di kota Malang. Aku sudah tidak sabar ingin segera sampai di tempat tujuan. Aku ingin segera menghirup udara segar, karena rasanya pengap sekali lama-lama menghirup udara AC mobil.


Dan akhirnya mobil yang kita tumpangi berhenti di sebuah Villa yang mewah namun asri sekali. Halamannya pun juga sangat luas sekali. Sekilas, aku tampak sangat menyukai tempat ini. Mirip sekali dengan keadaan di desa ku. Jauh dari polusi dan hiruk pikuk perkotaan.


" Ayo masuk, " Ajak Kak Arsel.


" Iya, " Jawab ku sambil tersenyum.


Kak Arsel langsung mengetuk pintu, dan tidak berapa lama seorang wanita yang berusia lanjut terlihat muncul menyambut kehadiran kami berdua. Yang membuat ku terkesan adalah saat melihatnya terlihat bahagia sekali menyambut kedatangan kami berdua. Bahkan kami langsung disuruh masuk ke dalam rumah dan menyuruh kami untuk duduk di sofa yang sangat empuk sekali.


" Arsel, cucu Oma tersayang. Akhirnya kamu sudah sampai disini sayang. Kamu tahu Oma dari tadi nungguin kalian disini. Karena apa ??? Karena Oma ingin yang pertama kali membukakan pintu buat kalian, " Kata wanita berusia lanjut tersebut.


" Makasih ya Oma sudah melakukan ini semua buat kami. Kenalin Oma, ini Rissa calon tunangan Arsel. Bidadari cantik yang sudah mencuri hati Arsel. Wanita terhebat yang selalu Arsel ceritakan pada Oma, " Kata Kak Arsel memperkenalkan diri ku.


" Oma, kenalin saya Rissa, " Kata ku memperkenalkan diri.


" Kamu cantik sekali sayang, bahkan hati mu juga sama cantiknya. Wajah dan hati mu terlihat jelas memancarkan aura yang positif, " Puji Omanya Kak Arsel.


" Sayang, kenalin dia adalah Oma ku. Dialah kejutan yang ingin aku tunjukkan padamu. Oma sangat berarti sekali dalam hidup ku, karena sejak bayi dialah yang mengasuh dan merawat ku. Dia tidak mau pengasuhan ku jatuh pada baby sitter, karena dia tidak percaya dengan orang asing atau orang luar. Oleh sebab itu aku ingin memperkenalkannya padamu. "

__ADS_1


" Senang bertemu dan berkenalan dengan Oma. Dan semoga Oma merestui hubungan kami, " Harap ku.


" Kamu tahu sayang, Oma adalah orang pertama yang aku kasih tahu dan tempat bercerita saat awal pertama mengenal mu. Bahkan dia adalah orang pertama yang memberi dukungan untuk segera menghalalkan mu. Dari cerita-cerita ku dia bisa menilai bahwa kamu adalah wanita yang baik, dan dia sangat menyukai mu sayang. Makanya dia berharap bisa bertemu langsung dengan mu sayang. Dan malam ini aku menepati janji ku untuk mempertemukan para wanita yang sangat aku cintai dan sayangi ini, " Kata Kak Arsel.


" Iya Rissa sayang, sekali Arsel bercerita tentang kamu, Oma bisa langsung bisa menilai kamu seperti apa. Dan ternyata benar, kamu adalah wanita istimewa yang sangat tepat untuk mendampingi cucu kesayangan Oma ini. "


" Bagaimana Oma bisa menilai saya seperti itu ???? "


" Rissa, Oma ini sudah tua. Jadi Oma sudah memiliki banyak pengalaman menilai berbagai karakter seseorang. Bahkan Oma juga mengerti bagaimana dulu watak Mamanya Arsel saat pertama kali. Bagaimanapun seseorang berusaha menutupi sifat aslinya dan berpura-pura baik, Oma bisa menilai dan tahu. Tapi saat pertama kali melihat mu Oma tahu bahwa kamu adalah wanita berhati emas. "


" Terima kasih Oma, tapi jangan berlebihan seperti itu memuji Rissa. Rissa tidak seberharga itu. "


" Kamu benar-benar wanita yang tulus dan sederhana. Oma menyukai tipe wanita seperti mu. Ya sudah lanjut besok lagi ya ceritanya, ini sudah malam kalian istirahat dulu ya. "


" Iya Oma, " Jawab kami bersamaan.


" Oma sudah menyiapkan untuk kamar kalian masing-masing. Dan kamar kalian bersebelahan, jadi kalau apa-apa kan enak. Pesan Oma cuma satu, jagalah kehormatan kalian masing-masing sampai waktunya tiba. "


" Iya Oma, " Jawab kami.


Kak Arsel membantu ku membawakan barang-barang ku. Dan setelah itu dia langsung beristirahat di kamar sebelah ku. Aku menyukai kamar ku kali ini, sangat bersih dan rapi sekali. Dan saat pertama kali aku merebahkan tubuh ku di kasur, terasa empuk sekali. Sepertinya aku benar-benar bisa tidur dengan nyenyak malam ini.


Dan benar baru saja memejamkan mata, aku sudah tertidur lelap sekali. Rasa lelah ku seharian ini, terbayar sudah malam ini.


Keesokan harinya aku terbangun, lantas aku mencoba dan ku lihat pintu kamarnya Kak Arsel masih tertutup rapat. Aku segera menuju dapur, ku lihat Asisten rumah tangga Oma terlihat sibuk sekali memasak.


Lalu aku mencoba mencari keberadaan Oma. Setelah berkeliling, aku melihat Oma sedang berada di halaman belakang di dekat kolam renang. Aku pun segera menuju ke arahnya.


" Oma, boleh Rissa disini ??? "

__ADS_1


" Tidak apa-apa sayang, Oma malah senang kalau disini ada temannya. "


" Iya Oma. "


" Oma sudah lama tinggal disini sendirian ??? "


" Semenjak Opanya Arsel meninggal beberapa tahun yang lalu, Oma memutuskan tinggal disini. Kamu pasti sudah tahu kan sikap Mamanya Arsel ?? "


" Iya Oma, " Jawab ku sambil menunduk.


" Kamu gak usah takut, masih ada Oma yang akan selalu mendukung kalian. Dari awal Oma memang gak suka dengan sikap menantu Mama tersebut. Sikapnya yang materialistis, sombong, egois, dan sok memerintah membuat Oma tidak tahan hidup seatap bersamanya. Sehingga Oma lebih baik mengalah untuk hidup tenang disini. Namun Arsel yang selalu mengusahakan untuk mengunjungi Oma setiap ada waktu. Sehingga Oma tidak merasa sendirian dan kesepian lagi. ''


" Iya Oma. "


" Rissa, kamu benar-benar sangat mencintai Cucu Oma, Arsel kan ??? "


" Iya Oma, Rissa sangat mencintai Kak Arsel tulus dari hati Rissa. "


" Kalau begitu berjanjilah untuk satu hal. "


" Apa itu Oma ??? "


" Perjuangkan dan pertahankan hubungan kalian ini apapun dan bagaimanapun resiko yang akan kalian tanggung ke depannya. Membina sebuah hubungan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Akan banyak ujian demi ujian yang akan kalian lalui. "


" Iya Oma, Rissa sadar akan hal itu. Terlebih perbedaan status kami yang telah melekat dalam diri kami masing-masing. "


" Rissa, bagi Oma status sosial kamu tidak menjadi masalah buat Oma. Oma menerima kamu apa adanya. Oma tulus menyayangi kamu karena bagi Oma, Rissa adalah Calon Cucu Menantu kesayangan Oma. "


" Calon Cucu Menantu Kesayangan ???? " Tanya ku penuh rasa haru dan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2