
Tidak terasa hari ini adalah hari kelulusanku, aku berharap bisa lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Dengan begitu aku bisa mendapatkan beasiswa Ke perguruan tinggi. Aku sudah tidak sabar ingin merasakan bangku kuliah.
" Riss, gak terasa ya hari ini adalah hari kelulusan kita. Semoga kita semua lulus ya Riss. "
" Iya Rell, aku berharap sekali Rell nilai ku bisa bagus. Aku ingin mendapatkan beasiswa Ke perguruan tinggi Rell. "
" Aku yakin kamu pasti bisa Riss, semangat ya Riss. Aku hanya bisa berdoa agar kamu selalu bahagia ya Riss. "
" Iya Rell. "
" Jaga diri baik-baik ya Riss, jangan sedih apalagi menangis. Percayalah suatu saat nanti kamu akan mendapatkan kebahagiaan itu. ''
" Jangan ngomong kayak gitu dong Rell, aku jadi ngerasa kalau kamu sebentar lagi bakal ninggalin aku Rell. "
" Riss, ada atau tidak adanya aku kamu harus tetap menjadi perempuan tangguh yang bisa menggapai cita-cita kamu setinggi langit. "
" Tapi aku masih sangat membutuhkan kamu Rell. "
" Kamu adalah perempuan yang mandiri Riss. Ada atau tidak adanya aku, kamu pasti bisa melakukan semuanya sendiri. Kamu juga wanita yang kuat Riss, aku bangga bisa menjadi bagian dalam hidupmu. Meskipun hanya sebagai sahabatmu Riss. "
Aku tidak kuasa menahan perasaanku, aku ingin sekali mengatakan pada Farrell kalau aku sangat mencintainya. Kenapa Farrell tidak bisa memahami isi hatiku. Aku hanya ingin dia tahu betapa aku mulai mencintainya, aku tidak mau menyesal kalau Farrell tidak mengetahui perasaanku yang sebenarnya.
Namun akhirnya kami semua harus berkumpul Di lapangan sekolah. Kepala sekolah akan memberikan pidato serta pernyataan perihal kelulusan kami. Kami semua sangat deg-deg an menanti kabar kelulusan ini. Bahkan ada yang harap-harap cemas dengan menangis, memejamkan mata sambil terus berdoa dan juga diam seribu bahasa.
Betapa terkejutnya kami bahwa sekolah kami tidak lulus 100 %. Otomatis pasti ada yang tidak lulus dan tetap tinggal Di kelas 3. Kami semua menangis, karena salah satu dari kami pasti ada yang tidak lulus. Ternyata yang tidak lulus tersebut tidak berasal dari kelas kami, namun belum disebutkan nama-nama yang tidak lulus dari kelas lain tersebut. Aku sangat bersyukur setidaknya kelas kami lulus semua.
Tiba saatnya pengumuman untuk predikat nilai kelulusan terbaik di sekolah kami. Aku hanya bisa berdoa semoga namaku adalah salah satu yang dipanggil. Meskipun tidak terbaik yang pertama setidaknya aku bisa di nomor yang ketiga. Karena siswa yang mendapatkan nilai-nilai terbaik tersebut, mendapatkan kesempatan masuk Ke Universitas tanpa tes.
Aku tidak pernah menyangka kalau namaku dipanggil sebagai siswa dengan nilai terbaik dan tertinggi dengan kata lain aku lah siswa berprestasi predikat kelulusan nomor satu. Aku menangis dan bersujud di tanah, aku tidak menyangka akan mendapatkan semua ini. Usahaku dan perjuanganku untuk menuntut Di sekolah favorit selama ini tidak sia-sia.
Aku pun maju Ke depan untuk mendapatkan piagam penghargaan dan juga ucapan selamat dari para guru dan kepala sekolah. Bahkan aku sampai menangis di pelukan Wali Kelasku. Beliau lah salah satu saksi bisu perjuanganku selama ini, berkat motivasi dari beliau aku bisa berdiri disini. Beliau memang pahlawan tanda jasaku.
Kini di tanganku aku mendapatkan piagam penghargaan siswa berprestasi dengan begitu kesempatan ku untuk masuk Ke perguruan tinggi semakin dekat dan tinggal selangkah lagi.
__ADS_1
" Terima kasih Ya Allah, Alhamdulillah perjuanganku selama ini memberikan hasil yang berkah, " Batinku.
Setelah acara selesai, aku langsung mencari Farrell.
" Rell, aku berhasil Rell. Aku Lulus !!!! Akhirnya aku bisa menggapai cita-citaku untuk kuliah Di Universitas Rell, " Ucapku penuh semangat.
" Iya Riss, selamat ya. Sebentar lagi kamu akan menjadi Kupu-Kupu Tak Bersayap Riss. "
" Tapi aku masih harus berjuang lagi di Universitas nanti Rell. "
" Tidak apa-apa Riss, yang penting kamu sudah membawa kunci menuju kesuksesan itu. Kamu harus terus berjuang demi kebahagiaan dan kesuksesan yang ingin kamu raih Riss. "
" Iya Rell, aku seneng banget Rell. "
" Iya Riss. "
" Pasti kamu juga ingin kuliah dan satu kampus denganku kan Rell ???. Kamu kan selalu ingin dekat denganku Rell. Iya kan ???? "
Aku sedikit kecewa dengan jawaban Farrell, baru kali ini kata-katanya mengecewakanku. Biasanya dia selalu menyenangkan hatiku, tapi baru kali ini dia bersikap dingin seperti ini.
" Kamu kenapa Rell ??? "
" Entahlah Riss, aku juga tidak tahu. Aku merasa hidupku kosong dan tidak punya masa depan. "
" Soalnya aku perhatikan dari tadi kamu bengong Mulu Rell. Apa kamu masih kepikiran masalah orang tuamu Rell ??? "
" Sebenarnya sih aku tidak begitu memikirkan mereka berdua Riss, tapi aku merasa aneh dengan perasaanku sendiri. "
" Aneh bagaimana Rell ??? "
" Aku juga tidak tahu dan tidak bisa menjelaskan Riss."
" Jangan membuatku kawatir Rell, " Ucapku hampir menangis.
__ADS_1
" Jangan menangis Riss, aku tidak apa-apa. Jangan mengkawatirkan keadaanku ya, " Jawab Farrell sambil menghapus air mataku.
" Iya Rell. Lalu bagaimana dengan masalah keluargamu Rell. "
" Aku sudah ikhlas dengan keputusan orang tuaku, karena mereka pasti membuat keputusan yang terbaik untuk kita semua. Kalaupun mereka harus bercerai, aku akan tetap mendukung mereka. Yang penting aku akan selalu menyayangi mereka selamanya. "
" Iya Rell. Aku yakin kamu pasti bisa melewati semua masalah ini. Kamu adalah laki-laki yang kuat Rell. "
" Iya Riss, terima kasih atas semangatnya. Aku bahagia memiliki sahabat yang sangat baik sepertimu Riss. "
" Iya Rell, ya sudah ayo kita pulang. Kita beri tahu perihal kelulusan ini ya pada keluarga kita. "
" Iya Riss. "
" Oiya aku boleh kan bonceng kamu ???. Aku juga mau pulang Kerumah. "
" Ayo Riss, mampir Ke kosan dulu kan ??? "
" Iya dong Rell. "
" Ok. "
Foto diatas hanyalah ilustrasi untuk mempermanis novel saja.
Kami pun berpegangan tangan menuju parkiran untuk mengambil Motornya Farrell. Entah kenapa hari ini aku ingin begitu dekat dengan Farrell. Aku ingin terus berada di sampingnya, aku ingin menemaninya selagi kita masih bisa bersama.
Setelah mampir Di kosan, kami langsung pulang menuju rumah kami. Entah kenapa aku merasa begitu dekat sekali dengan Farrell. Aku begitu menikmati momen naik motor bersama ini. Hingga pada akhirnya Farrell menarik kedua tanganku dan melingkarkannya ke pinggangnya. Dengan otomatis aku mulai memeluk Farrell.
Aku mulai merasakan hatiku berdetak kencang, aku sedikit gemetar dan canggung. Hingga secara tidak sadar aku mulai merebahkan kepalaku di pundak Farrell. Aku merasakan kembali romansa cintaku dan kali ini pada sahabatku sendiri. Sahabat yang sudah sekian lama menanti cintaku, tapi baru kali ini aku merasakan cinta yang sama. Namun hingga kini Farrell belum juga menyadari perasaanku cintaku ini.
__ADS_1