Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 94 HIDUP YANG BARU


__ADS_3

Tidak terasa malam sudah menjelang subuh, aku langsung bersiap-siap untuk berangkat Ke Surabaya pagi ini juga. Aku tahu maksud Mamanya Farrell mendadak mengajakku untuk mendaftarkan diri untuk kuliah Di Surabaya, dengan tujuan agar aku tidak berubah fikiran lagi. Semuanya beliau lakukan demi kebaikan masa depanku.


" Andai saja Farrell masih hidup dan menikahi ku, betapa beruntungnya aku memiliki Mama mertua sepertinya, " Aku berandai-andai.


Ibuku tiada henti-hentinya menangis akan kepergian ku. Namun kali ini dia tidak menangis sedih, tapi menangis terharu karena aku akan melanjutkan hidup dan mimpiku yang sempat tertunda.


" Rissa, Nak satu pesan Ibu jaga diri baik-baik ya Nak. Apapun yang terjadi tetaplah untuk menjaga kehormatan mu Nak. "


" Iya Bu, Rissa akan selalu mengingat pesan dari Ibu. Maafkan segala kesalahan Rissa selama ini ya Bu, Rissa selalu membuat hati Ibu sedih. Doakan agar Rissa bisa berhasil kuliahnya nanti ya Bu ??? "


" Iya Nak, doa Ibu selalu menyertaimu Nak. Dalam sujud Ibu, Ibu akan selalu mendoakan keberhasilan mu dalam menuntut ilmu Nak. "


" Terima kasih Bu, untuk saat ini Ibu adalah prioritas utama yang akan selalu Rissa bahagiakan. Rissa tidak mau mengecewakan Ibu lagi apalagi membuat Ibu sakit hati. "


" Iya Nak, selalu kasih kabar pada Ibumu ini ya Nak, ceritakan setiap perjalananmu menuntut ilmu disana. Meskipun Ibu ini bodoh dalam segala hal, tapi Ibu percaya dan yakin kalau Rissa akan berhasil dan tidak akan seperti Ibu. "


" Jangan berkata seperti itu Bu, karena buat Rissa Ibu adalah Ibu yang terbaik di dunia ini. Ibu adalah salah satunya alasan Rissa hidup di dunia ini. "


" Harusnya Ibu yang saat ini mendampingi mu, membantu mu untuk daftar kuliah Di perguruan tinggi. Tapi karena keadaan Ibu yang miskin dan bodoh ini, Ibu seperti tidak memiliki arti apa-apa buat kamu Riss. Ibu merasa tidak ada gunanya buat anak Ibu, " Ibu menangis dan mengusap air matanya dengan bajunya yang sobek-sobek.

__ADS_1


Aku sangat memahami perasaan Ibuku, mungkin beliau minder dengan Mamanya Farrell yang penampilannya memang aku akui sangat fashionable sekali. Berbeda sekali dengan Ibuku, beliau tidak pernah memakai baju sesederhana Ibuku, tapi semua itu karena memang beliau adalah orang kaya. Sangat berbeda sekali dengan kehidupan keluarga kami yang pas-pasan. Aku juga sering menangis melihat Ibu yang seringkali memakai baju yang tidak layak dan sobek-sobek serta lusuh sekali.


Tidak hanya itu saja kesenjangan sosial yang kita rasakan membuat Ibu seperti merasa tersisih seperti Ibu kandung ku sendiri. Sebenarnya aku juga ingin Ibu ikut mendampingiku Ke Surabaya, tapi aku juga tidak mau egois karena kedua adikku Di rumah juga sangat membutuhkan Ibu. Sehingga Ibu merasa perannya seperti digantikan oleh Mamanya Farrell. Namun aku yakin Mamanya Farrell tidak berniat untuk itu, tapi dia melakukan ini semua untuk kebaikanku.


" Ibu, Rissa mohon Ibu jangan merasa seperti itu, bagi Rissa Ibu sangatlah berarti buat Rissa. Ibu adalah surganya Rissa, dan doa-doa yang Ibu lantunkan setiap saat adalah sumber kelancaran untuk kesuksesan Rissa. Ibu harus selalu ingat, tidak akan ada yang mampu menggantikan posisi Ibu di hati Rissa. "


" Tapi tetap saja Ibu malu tidak bisa memberi apa-apa seperti ini Nak, " Jawab Ibu sambil terus menangis.


" Bu, doa Ibu jauh lebih penting dan berharga dari apapun. Surganya Rissa ada di telapak kaki Ibu Dan Ibu tolong jangan merasa Mamanya Farrell ataupun Mamanya Kak Steffan menggeser posisi Ibu, tidak Bu. Kita ambil positifnya saja Bu, mereka melakukan itu karena demi anak-anak mereka yang sudah tiada dan juga demi masa depan Rissa Bu. Bahkan kalau Ibu meminta Rissa berhenti mengejar cita-cita Rissa, saat ini juga Rissa membatalkan semuanya Bu. "


" Tidak Nak, tidak maafkan Ibu Nak. Ibu cuma sekedar merasa cemburu saja pada Mamanya Farrell dan Mamanya Steffan Nak. Mereka sangat menyayangimu sehingga membutakan mata Ibu Nak. Tapi Ibu sangat bersyukur dan berterima kasih pada mereka, mungkin lewat mereka Tuhan membantumu. Maafkan Ibu ya Nak, dan Ibu janji tidak akan memiliki fikiran-fikiran seperti ini lagi. "


" Iya Bu, Rissa sangat menyayangi Ibu. Dan sampai kapanpun Ibu adalah Ibu yang hebat dan luar biasa bisa mendidik Rissa seperti ini. Terima kasih Bu, dan maafkan anakmu ini yang masih belum bisa membahagiakanmu Ibu. "


Akhirnya Mamanya Farrell datang menjemputku, kini aku akan mulai menata Hidup Yang Baru di kota yang belum pernah aku jamah sama sekali. Dan tidak pernah aku sangka mamanya Farrell mengatakan sesuatu yang membuat Ibuku senang.


" Ibunya Rissa, maaf ya untuk hari ini memang saya sengaja tidak mengajak Ibu. Semua ini saya lakukan semata-mata agar Rissa lebih kuat dan tidak lemah Bu. Biarkan dia menata hidupnya sendiri, dan saya disini bukan bermaksud untuk mengambil posisi Ibu. Tapi saya disini hanya memfasilitasi Rissa agar dia bisa mengejar cita-citanya lagi Bu. Sekaligus memenuhi janji saya pada almarhum anak saya, Farrell. Jangan pernah salah paham pada saya ya Bu. "


" Terima kasih ya Mamanya Farrell. ".

__ADS_1


" Saya berjanji Bu, saya akan mengajak Ibu Ke Surabaya untuk menemui Rissa kalau semuanya sudah beres. "


" Terima kasih ya Bu, " Ibuku memeluk Mamanya almarhum Farrell sambil meneteskan air mata.


Aku bersyukur Ibu tidak salah paham lagi dan juga tidak merasa rendah diri lagi. Dan kini waktunya kami berpisah, kami saling berpelukan sambil bercucuran air mata. Aku harus berangkat dan berjuang dalam hidup yang baru. Aku pun juga berpamitan pada Ayah sambung ku dan kedua adik ku. Sebenarnya aku juga ingin berpamitan pada Ayah kandung ku, tapi aku takut mendapatkan perlakuan yang membuatku sakit hati.


" Rissa pamit Ke Surabaya dulu ya Bu, sampai jumpa lagi disana ya Bu. "


" Iya Nak, jangan pernah tinggalkan shalatmu ya Nak. Hati-hati di jalan, jaga diri baik-baik dan jangan telat makan ya Nak. "


" Iya Bu. "


" ibu tidak bisa memberi mu apa-apa Nak, tapi setidaknya aku tahu kamu akan selalu membutuhkan ini, " Jawab Ibu sambil memberiku Al Qur'an kecil berwarna merah muda.



Gambar diatas hanya ilustrasi saja.


" Terima kasih Bu, Al qur'an nya cantik sekali Bu. Rissa suka sekali, dan Rissa akan membacanya setiap saat Bu. "

__ADS_1


" Iya Nak. "


Aku pun melangkahkan kaki ku keluar rumah, terasa berat sekali langkah ini. Tapi aku bulatkan tekad ku untuk terus melangkah menata hidup yang baru.


__ADS_2