
Aku pun masuk Ke kosan dengan langkah yang gontai. Masing terngiang-ngiang kata-kata dari Mamanya Kak Morgan yang sangat mengiris-iris harga diriku.
Aku menelungkupkan wajahku di kasur, tidak terasa butiran-butiran air mataku jatuh membasahi sprei ku. Untuk pertama kalinya aku merasa direndahkan seperti ini hanya karena status sosialku.
Hubungan percintaan ku selalu kandas hanya karena perbedaan status sosial. Apa mungkin orang miskin sepertiku dilarang jatuh cinta ????
Tiba-tiba handphone ku berdering dan ternyata Kak Morgan yang menghubungiku.
" Hallo. "
" Riss, bagaimana kabar kamu ??? "
" Tidak apa-apa Kak, " Terpaksa aku berbohong tentang kenyataan yang sebenarnya.
" Maaf aku baru bisa menghubungimu sekarang Riss. "
" Iya gak apa-apa Kak. Kak Morgan kenapa hari ini tidak masuk sekolah ??? "
" Aku butuh waktu untuk sendiri Riss. Aku butuh waktu untuk menyelesaikan masalahku ini Riss. "
" Semua masalah pasti ada jalan keluarnya Kak. "
" Tapi kali ini berbeda Riss. Apa kamu mau mencoba untuk datang lagi Ke rumah untuk meminta restu pada Orang tuaku lagi ??? "
Lama aku terdiam, bagaimana mungkin aku mengiyakan saja permintaan Kak Morgan kali ini setelah aku diperlakukan seperti tadi. Sama saja dengan bunuh diri. Bukannya aku egois atau tidak mau mempertahankan hubunganku dengan Kak Morgan, tapi masalahnya kali ini tidak ada lagi solusi terbaik untuk kami.
Keputusan Orang tua Kak Morgan tidak bisa diganggu gugat. Apalagi ancaman Mamanya Kak Morgan tadi, yang akan mengeluarkanku dari sekolah apabila aku terus berhubungan dengan Kak Morgan. Aku tidak mau mengorbankan sekolahku hanya karena masalah cinta ini.
Lalu aku melanjutkan pembicaraanku lewat telfon dengan Kak Morgan.
" Maaf Kak, aku tidak punya keberanian lagi untuk mengulangi kesalahan yang sama. "
" Apa maksudmu Riss ??? "
" Kata-kata yang diucapkan oleh Orang tua Kak Morgan memang ada benarnya juga, aku sadar akan hal itu. Bagi mereka harusnya aku sadar diri tempatku dimana. Dengan masuk di kehidupan Kak Morgan adalah kesalahan fatal yang pernah aku lakukan. "
" Kamu gak mau memperjuangkan hubungan cinta kita Riss. "
__ADS_1
" Bukannya aku tidak mau mempertahankan atau memperjuangkan hubungan kita, tapi aku tidak berani mengambil resiko Kak. "
" Cuma sampai di titik inikah kamu berkorban untuk cinta kita Riss, aku kecewa dengan sikap kamu Riss. "
" Terserah Kak Morgan menilaiku gimana, yang pasti aku melakukan yang terbaik untuk diriku sendiri dan juga kebaikan untuk Kak Morgan. "
" Aku kecewa padamu Riss. "
Tiba-tiba telefon dimatikan. Aku merasa bersalah pada Kak Morgan. Tidak fair baginya aku perlakukan seperti itu. Tapi di sisi lain, ketika mengingat ancaman dari Mamanya Kak Morgan aku takut sekali. Ancamannya tidak main-main.
Keesokan harinya...
Seperti biasa aku selalu bekerja Di laundry untuk menyambung hidupku. Kebetulan saat itu laundry sedang sepi, dan aku sudah menyelesaikan tugas-tugasku semuanya.
Tiba-tiba Kak Morgan langsung masuk dan menarikku keluar untuk ikut bersamanya. Terpaksa aku izin untuk pulang lebih dulu. Aku tidak tahu akan dibawa kemana malam ini. Bahkan Kak Morgan mengendarai motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Aku benar-benar takut dengan kenekatan yang dilakukan Kak Morgan kali ini.
Hingga pada akhirnya Kak Morgan membawaku ke Cafe Cotta lagi, tempat yang kapan hari kami kunjungi. Tanpa basa basi Kak Morgan memesan dua cangkir cappucino latte untuk kami.
" Riss, jujur aku tidak mau kehilangan kamu. Aku sangat mencintai kamu Riss. Bagaimana mungkin kamu ingin pergi dariku. "
" Kak Morgan aku memiliki alasan untuk semua ini, " Aku berbicara dengan nada yang sangat serius.
" Aku bingung mau mengatakannya darimana. "
" Apa maksudmu Riss. "
" Kak Morgan tolong dengarkan aku baik-baik. Sebenarnya aku tidak mau mengatakan ini dan merahasiakan ini tapi aku tidak mau terlihat buruk di mata Kak Morgan. "
" Apa Riss. "
" Kemarin Mamanya Kak Morgan datang Ke kos ku. "
" Apa????? Bagaimana mungkin Mamaku bisa Ke kos kamu Riss. "
" Aku pun awalnya juga tidak percaya, tapi memang itu yang terjadi. "
" Mamaku ngomong apa saja ke kamu Riss. Jangan kamu dengerin kata-katanya Riss. Dia pasti hanya main-main. "
__ADS_1
" Mamanya Kak Morgan mengancamku akan mengeluarkanku dari sekolah kalau aku tidak menuruti kata-katanya untuk memutuskan hubungan dengan Kak Morgan. "
" Itu tidak akan pernah terjadi Riss, percayalah padaku."
" Kak Morgan, coba difikir dengan kepala yang jernih. Orang tua Kak Morgan adalah salah satu Donatur terbesar di sekolah kita. Beliau memiliki kekuasaan yang penuh untuk melakukan sesuatu. Dengan kekuasaan yang dimilikinya, dia dengan mudahnya bisa mengeluarkanku dari sekolah. Aku tidak mau mengorbankan sekolahku Kak. "
" Kalau begitu gimana kalau kita kawin lari saja Riss. "
" Maaf Kak, aku tidak sebodoh itu melakukan pekerjaan yang mungkin akan merugikan masa depanku. Aku tidak punya nyali untuk melakukannya Kak. "
" Bukankah dengan cara ini hubungan cinta kita bisa menjadi kuat Riss. "
" Justru sebaliknya Kak. Akan banyak masalah yang datang dan itu kian akan semakin memojokkan ku. "
" Terus aku harus bagaimana Riss ??? "
" Maaf Kak, dengan berat hati aku ingin mengakhiri hubungan ini Kak. "
" Tega kamu Ris. "
" Aku tidak punya pilihan lain Kak, Kak Morgan seharusnya juga sadar !!! Jangan seakan-akan menyalahkanku atas semua masalah ini. Aku melakukan ini juga untuk kebaikan Kak Morgan. Percuma kita melanjutkan hubungan ini tapi tanpa restu dari Orang tua. "
" Seharusnya kalau kamu beneran cinta sama aku kamu harus berusaha untuk bisa mengambil hati kedua Orang tuaku Riss. "
" Jangan egois Kak, Kakak selalu menyuruhku untuk berjuang terus !!! Aku selalu berusaha menuruti kemauan Kak Morgan. Tapi apa yang sudah Kak Morgan lakukan untuk memperjuangkan hubungan kita !!!!!! "
" Aku yakin kamu bisa mengambil hati Orang tuaku Riss. "
" Ah sudahlah Kak, capek aku itu terus yang dibahas !!!! Sudah jelas-jelas Orang tua Kak Morgan gak suka sama aku, masih saja berharap mereka bisa terima aku di keluarga Kakak !!!!! Aku sudah menghormati keputusan Orang tua Kak Morgan, jadi tolong hargai juga keputusan aku Kak. "
" Pokoknya aku mau kamu harus tetap berjuang untuk cinta kita Riss. "
" Ah sudahlah Kak, Kak Morgan ini gak ngerti-ngerti. Percuma ngomong sama orang egois seperti Kak Morgan!!!! Pokoknya aku mau hubungan kita berakhir cukup sampai disini, " Aku langsung keluar dari Cafe dan mencari Tukang ojek untuk mengantarku pulang.
" Riss, jangan pulang dulu. Biar aku antar kamu pulang, " Kak Morgan terus mengejarku.
Aku tetap berlari dan untungnya ada Tukang ojek yang lewat. Aku pun langsung pulang Ke Kosan.
__ADS_1
Bukannya aku egois, Demi Cita-Citaku Aku Korbankan Cintaku. Semuanya aku lakukan juga demi kebaikan kita semua. Demi Orang tua Kak Morgan, demi masa depan Kak Morgan dan juga demi Masa depanku.