Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 189 AWAL YANG INDAH KEMBALI


__ADS_3

Bryant langsung menyuruh ku masuk ke dalam mobilnya dan kami semua melanjutkan perjalanan kembali. Lama-lama aku sudah terbiasa dengan sifat menyebalkan si Bryant ini.


Akhirnya tidak terasa kami sudah sampai di tempat tujuan. Desa asing dan baru pertama kalinya aku kesini. Meskipun desa terpencil namun desanya asri dan sejuk karena dekat dengan lokasi persawahan dan juga pegunungan. Bisa dibayangkan kan gimana dinginnya hawa di sana. Jauh banget dengan cuaca di Kota nya yang sangat ekstrem sekali.


Kami berhenti di kantor balai desa dan kami benar-benar disambut dengan hangat oleh Bapak Kepala Desa beserta seperangkat desanya. Tidak hanya itu penduduk sekitar juga tersenyum ramah pada kami. Jadi masyarakat desa tersebut sangat kental keramahan dan kekeluargaannya.


Bryant bertugas memperkenalkan diri dibantu oleh Rayhan sedangkan aku sibuk mengurusi administrasi surat-surat mengenai KKN kami. Setelah semuanya beres, kami diberikan tempat untuk tinggal di sebuah bangunan di samping balai desa. Sebuah bangunan yang terdiri dari dua kamar yang bersebelahan. Kebetulan kelompok kami berjumlah dua puluh orang saja. Dua belas mahasiswa laki-laki dan delapan orang mahasiswi perempuan.


Kami pun segera membersihkan tempat yang akan kami jadikan kamar tersebut. Kami menyapunya, mengepelnya dan membuatnya benar-benar bersih. Meskipun aku sekretaris lantas tidak membuatku tinggal suruh-suruh saja. Aku juga turut andil berbaur dengan anggota ku yang lainnya.


Akhirnya kami semua mulai menata tempat untuk tidur kami. Aku tidak membawa kasur, namun aku hanya membawa karpet saja. Sedangkan teman-teman membawa kasur single yang tidak mungkin dibuat berdua.


Setelah itu kami disuruh berkumpul di aula untuk membahas beberapa program kerja selama sebulan penuh. Masing-masing fakultas harus menyumbangkan ide dan pikiran program kerja sesuai jurusan masing-masing. Program kerja yang paling mencolok dan sangat bermanfaat untuk desa ini adalah program kerja dari Rayhan.


Dimana Rayhan adalah jurusan Teknologi Informatika. Program kerja yang diusung adalah membantu promosi potensi desa melalui media sosial, menggagas Desa Melek Teknologi dan membuat Program Inisiatif. Dan itu sangat penting sekali demi kemajuan desa ini.


Aku tahu Bryant tidak mau kalah dari Rayhan, sehingga dia membuat program mengenai jurusan kami yaitu Psikologi. Program kerja kami diantaranya : Melakukan pendampingan pada anak, Membuka konsultasi belajar bagi siswa dan Melakukan pendekatan emosional pada warga untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan pola asuh anak yang baik.


Disini aku yang paling sibuk menyusun untuk membuat makalah dikarenakan aku adalah sekretarisnya. Makalah tersebut harus dikumpulkan sebagai tugas akhir dari perjalanan kami mengikuti KKN. Aku berharap kita semua bisa berpartisipasi dan saling membantu disini.


Setelah acara pertemuan kami malam ini, kami semua di izinkan untuk istirahat di kamar kami. Cuaca malam ini sangat dingin sekali, sehingga aku terpaksa harus memakai jaket dan kaos kaki. Saat aku merebahkan tubuh ku, aku merasa dinginnya lantai menembus ke kulit ku. Aku sedikit menyesal karena tidak membawa kasur kesini.


Malam ini aku benar-benar tidak bisa tidur, aku merasakan masuk angin dan badan ku sakit semua. Salah satu teman ku sampai meminjamkan selimut tebalnya untuk ku karena merasa kasihan pada ku. Aku merasa beruntung mendapatkan teman sekelompok yang baik-baik seperti mereka.


Keesokan harinya aku merasakan badan ku sangat panas sekali, namun aku memaksakan bangun dan segera mandi walau hanya sebentar. Saat Bryant memerintahkan anggota kelompok untuk berkumpul di aula, aku memaksakan diri untuk tetap ikut meskipun teman-teman melarang ku. Wajah pucat ku benar-benar sama sekali tidak bisa aku tutupi dengan bedak maupun lipstik.


Aku tahu saat aku keluar dan berada di aula, baik Bryant dan Rayhan memperhatikan ku. Namun aku berusaha sekuat mungkin, aku tidak mau terlihat lemah di hadapan semua orang. Namun tetap saja Bryant bertanya pada ku.

__ADS_1


" Riss, muka lo pucat sekali. Lo sakit ??? "


" Gak kok, aku gak apa-apa. "


" Lo yakin ??? "


" Iya gak apa-apa, sudah kamu lanjutin saja untuk briefing kita pagi ini. "


" Ok, kalau begitu. "


Bryant pun langsung melanjutkan briefing kami pagi ini. Namun tiba-tiba aku merasakan pusing yang begitu hebat, dan pada akhirnya aku tumbang dan pingsan. Semua yang ada di aula maupun Bapak Kepala desa beserta perangkatnya juga ikut khawatir melihat keadaan ku. Terlebih Bryant langsung membopong ku menuju puskesmas terdekat.


Akhirnya aku mulai sadar dan mendapati diri ku tengah di rawat di puskesmas. Tempatnya memang kecil dan sederhana, namun sangat bersih dan rapi. Dan aku menyadari Bryant menatap ku dengan penuh rasa khawatir.


" Lo sudah sadar Riss, lo gak apa-apa kan ??? "


" Lo kenapa gak bilang aja sih kalau sakit, dengan begitu lo bisa istirahat di kamar. "


" Aku gak mau ngerepotin semua orang, makanya aku berusaha sekuat mungkin. "


" Lo gak tahu betapa khawatirnya gue saat melihat lo pingsan tadi ??? "


" Maaf. "


" Lo bisa bilang gitu, karena memang lo gak peka dengan perasaan gue. Lo gak pernah peduli sedikitpun pada gue. Lo gak pernah tahu betapa besarnya perasaan sayang dan khawatir gue sama lo. Lo gak mau tahu tentang semua itu. Hiks.. hiks.., " Tangis Bryant pilu.


Aku tersadar bahwa Bryant kini menangis pilu di depan ku. Laki-laki sekuat dan setegar dia, ternyata hatinya bisa rapuh juga.

__ADS_1


" Bryant, kamu menangis ??? "


" Pertama kalinya gue menangis karena wanita seperti lo. Lo hancurin hati gue, lo gak pernah menghargai gue. "


" Maafin aku Bryant, aku tidak bermaksud seperti itu. Oke, mungkin aku yang keterlaluan karena selama ini aku selalu mengacuhkan mu. Sekali lagi maafin aku ya, aku tahu kamu sangat peduli pada ku. Jadi izinkan aku untuk menebus kesalahan ku dengan cara apapun yang kamu mau. "


" Dengan cara apapun ???? " Ucap Bryant bernegoisasi.


" Iya. "


" Kalau begitu gue mau mulai sekarang lo mau menjadi teman gue, itu aja gampang kan ??? "


" Selama itu mampu menebus kesalahan ku dan gak bikin kamu nangis lagi. "


" Emangnya siapa yang nangis ??? " Ucap Bryant mengelak.


" Kamu tadi nangis kan ??? "


" Lo salah paham, gue tadi gak nangis cuma acting aja. "


" Tapi acting nya dari hati ya, dalem banget kayaknya. "


" Terserah lo aja. "


" Berarti benar ya kata Rayhan kalau casing kamu itu seperti Superman tapi hatinya seperti hello kitty, hehe. " Ucap ku meledek.


" Rayhan ngomong kayak gitu ???. Wah mau merusak pamor gue ternyata dia.

__ADS_1


Kami berdua pun tertawa bahagia, dan ini semua adalah Awal Yang Indah Kembali antara hubungan ku dengan Bryant yang beberapa hari terakhir membeku.


__ADS_2