
Hari berganti hari dan tidak terasa kita sudah hampir menyelesaikan program tugas KKN ini. Tinggal menghitung hari, kita semua akan meninggalkan desa tercinta ini. Pastinya kita semua akan merindukan masa-masa kita selama berada disini.
Saat aku duduk sambil menyelesaikan makalah program kerja kami, tiba-tiba Rayhan datang mendekati ku dengan wajah yang sangat serius.
" Riss, " Sapa Rayhan.
" Iya Rayhan, ada apa ??? "
" Riss, lagi sibuk ta ???. Aku boleh curhat gak ??? "
" Gak kok, cuma mau nyicil tugas makalah kita aja. Kamu mau curhat apa ??? "
" Aku mau curhat mengenai perasaan hati aku Riss. "
" Oh gitu, iya silahkan saja Ray. "
" Kalau menurut pendapat kamu nih, misalnya kita cemburu melihat orang yang pernah menjadi bagian dalam hidup kita bersama orang lain wajar gak sih ??? "
" Ya wajar aja sih, berarti kita masih memiliki hati pada dia. Memangnya siapa sih yang kamu maksud ??? Raysa ta ???.
" Bukan. "
" Lalu ?? "
" Kamu. "
" Aku ??? "
" Iya, aku cemburu melihat mu bersama laki-laki lain. Aku gak suka setiap melihat mu dengan Bryant. Aku ingin bisa dekat dengan mu lagi Riss, namun Bryant tidak pernah mengizinkan ku untuk mendekati mu. Bahkan saat tidak sengaja aku mendengarkan kamu sedang menerima telfon dari tunangan kamu Arsel, entah kenapa aku merasa sakit di hati ini. "
" Kenapa kamu baru jujur dan mengatakannya sekarang Ray ?? "
" Kapan aku punya waktu untuk bersama mu Riss ??. Kamu tahu sendiri kan Bryant selalu full time bersama mu. Lantas kapan aku bisa mengungkapkan perasaan ku ??? "
__ADS_1
" Rayhan, aku hargai perasaan kamu dan aku juga gak menyangka kamu mencintai ku lagi. Namun maaf ya Ray, aku tidak memiliki perasaan itu lagi sama kamu. Kamu masih ingat kan bagaimana dulu kamu memperlakukan aku, kamu tega ninggalin aku disaat aku masih sangat menyayangi kamu. Kamu lebih mengikuti kata Orang tua kamu daripada kata hati kamu sendiri, kamu tega mencampakkan aku hanya demi wanita lain dan Itu sakit Ray. Tapi sekarang aku selalu menganggap mu tidak lebih dari sekedar teman. Kamu tetaplah bagian dari masa lalu ku Ray. Kamu memang cinta pertama ku, namun maaf kamu bukan cinta terakhir ku. Sekali lagi aku minta maaf sama kamu ya Ray. "
" Iya gak apa-apa Riss, aku juga gak bisa memaksa kamu untuk bisa mencintai ku lagi. Kamu memang cinta pertama ku Riss, kenangan indah bersama mu tidak akan pernah bisa aku lupakan. Aku adalah laki-laki bodoh yang sudah melepas sebuah berlian, hanya demi mendapatkan emas kw. Sungguh kini hanya tersisa penyesalan terbesar dalam hidup ku, melepaskan wanita berhati malaikat hanya demi wanita berhati iblis. Kini aku hanya bisa melihat mu dari jauh Riss. Karena dengan melihat mu bahagia bersama laki-laki yang kamu cintai, itu sudah lebih dari cukup. "
" Makasih ya Rayhan, kamu sudah mau mengerti aku. "
" Iya. "
Tidak berapa lama Bryant datang, melihat kami berduaan dia langsung bereaksi dan menyuruh Rayhan langsung pergi.
" Kalian ngapain disini ??? " Tanya Bryant.
" Aku cuma mau mengatakan apa yang harus aku katakan pada Rissa, " Jawab Rayhan.
" Apa maksud lo ??? "
" Aku cuma mau bilang padanya bahwa aku masih sayang padanya. "
" Beraninya lo ngomong seperti itu, memangnya lo siapa ??? Pergi lo dari sini !!!!! " Hardik Bryant.
" Bryant, aku mohon sama kamu untuk pergi meninggalkan kami. Kami butuh waktu untuk membicarakan sesuatu, " Aku meminta Bryant pergi.
" Apa ??? Lo ngusir gue Riss ???. Lo ngusir gue di depan laki-laki ini ??? " Tanya Bryant.
" Iya, " Jawab ku singkat.
" Tega lo Risss, " Kata Bryant sambil berkaca-kaca.
Aku tetap tidak bergeming, namun Bryant pergi meninggalkan kami. Aku tahu dia pergi membawa luka dan kekecewaan. Aku hanya ingin membicarakan masalah ku dengan Rayhan dan cepat selesai.
" Aku rasa masalah diantara kita sudah jelas dan selesai kan Ray. Aku menghargai perasaan kamu, dan aku harap kamu juga bisa menghargai keputusan ku bahwa aku tidak bisa membalas perasaan kamu. Kita hanya bisa berteman saja, tidak lebih. "
" Iya Riss, aku bisa mengerti dan menghargai keputusan kamu. Maaf ya, dan aku harap kita masih bisa menjalin hubungan baik selamanya. "
__ADS_1
" Iya Ray. "
Rayhan pun memeluk ku, dan aku hanya diam karena mungkin bisa saja ini adalah pelukan terakhir diantara kami. Setelah itu aku langsung pamit pergi mencari Bryant. Aku harus meminta maaf padanya, karena sudah mengusirnya.
Aku mencari di kamarnya tidak ada, aku mencari di sekitar balai desa pun juga tidak ada. Namun mobilnya masih terparkir rapi di garasi. Pastinya Bryant pergi tidak jauh dari sini. Aku pun terus mencari-carinya di luar balai desa dan berharap bisa menemukannya.
Aku terus berjalan mengikuti kemana langkah ini melangkah. Entah kenapa langkah ini terhenti di sebuah tempat. Aku merasakan Bryant ada di sekitar tempat ini. Sebuah persawahan yang disuguhi tanaman padi yang masih hijau, bikin mood menjadi lebih baik.
Tidak jauh dari situ ada sungai yang airnya jernih sekali, dan membuat ku turun dan menikmati riak air yang mengalir. Aku memandang ke depan sambil melamun memikirkan tentang hati ku. Tiba-tiba seseorang memeluk ku dari belakang, pelukan yang hangat dan seakan-akan menenangkan hati ku yang mulai bimbang.
Saat tersadar aku langsung berusaha melepaskan pelukan itu. Laki-laki yang berbadan tegap dan atletis, namun matanya sembab habis menangis kini tepat berada di depan ku.
" Bryant, " Ucap ku lirih.
" Lo tega sama gue Riss. "
" Bryant, kamu menangis ??? "
" Iya. "
" Apa ini semua karena aku sudah mengusirnya tadi ?? "
" Lo mungkin gak tahu sepenuhnya tentang karakter gue, lo boleh marah, bentak-bentak gue sesuka hati lo. Tapi gue paling gak bisa di usir kayak tadi. Hati gue sakit banget. "
" Bryant, aku gak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin menyelesaikan masalah ku dengan Rayhan tadi, makanya aku melakukan hal itu sama kamu. "
" Gue tahu lo mungkin benci sama gue, karena gue yang terlalu mencintai lo tapi tolong jangan sakiti hati gue seperti itu. Gimanapun juga gue juga punya perasaan, " Isak Bryant.
Entah darimana datangnya aku seperti merasakan hati ku sakit sekali. Aku benar-benar tidak tega melihatnya seperti ini. Melihat Bryant menangis, akhirnya aku pun juga ikut menangis. Aku pun memeluknya, mencoba menenangkan hatinya dan berusaha meminta maaf atas kesalahan yang sudah aku lakukan padanya.
Kini aku merasakan dilema yang mendera hati ku. Aku tidak tahu saat ini Pada Siapa Hati Ini Berlabuh ????
Bryant atau Arsel ????
__ADS_1