Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 45 SELAMAT JALAN KAK STEFFAN !!!!!


__ADS_3

Aku tersadar dan ini adalah kenyataan. Kak Steffan meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Ya Allah kak Steffan,, dia menyerah pada penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Perjuangannya melawan penyakit kanker yang di deritanya berakhir sampai disini. Namun aku tahu cita-cita kakak akan abadi di Surga.


Kak Morgan pun mengumumkan atas kematian Kak Steffan ke sekolah. Sehingga dari Kepala sekolah, semua guru dan semua siswa datang melayat Ke rumah Kak Steffan. Aku bersama Kak Morgan pun berangkat duluan Ke rumah Kak Steffan. Sesampai Di rumah Kak Steffan aku mendapati jenazah Kak Steffan terbujur kaku Di tengah ruang tamu. Tampak mamanya Kak Steffan menangis tersedu-sedu di samping Kak Steffan.


Aku pun berusaha menguatkan Mamanya Kak Steffan.


" Tante, yang sabar ya Tante. Kak Steffan sekarang bahagia Di surga. Sekarang dia tidak harus menahan rasa sakit lagi karena penyakit kankernya Tante. "


" Iya, Tante cuma belum siap saja ditinggal Anak Tante, Steffan. Tante gak percaya dia pergi secepat ini, " Aku merasakan kesedihan yang mendalam pada Mamanya kak Steffan. Matanya sembab karena terlalu banyak menangis dan aku berusaha menguatkannya. Memeluknya..


Kak Morgan pun duduk di sampingku. Dia mengaji untuk Kak Steffan agar Kak Steffan tenang menuju dunia yang baru. Kak Morgan juga sesekali tampak mengusap air matanya yang jatuh membasahi pipinya. Aku tahu dia sedih sekali kehilangan sahabatnya tersebut. Dia tidak ada di detik-detik Kak Steffan menghembuskan nafas terakhirnya.


" Rissa, nanti jangan pulang dulu ya, " Ujar Mamanya Kak Steffan di sela-sela Isak tangisnya.


" Iya Tante ada apa ya Tante. "


" Tante ada sesuatu buat kamu. Titipan Steffan buat kamu. "


" Iya Tante. "


Para pelayat pun berdatangan. Tampak Kepala Sekolah, semua Guru dan Siswa datang untuk mendoakan kak Steffan.


Disaat waktunya memandikan jenazah Kak Steffan, tampak banyak banjir air mata menyelimuti duka meninggalnya Kak Steffan. Bahkan Mamanya kak Steffan jatuh bangun menangisi keadaan buah hatinya. Yah, ibu mana yang tidak hancur hatinya, melihat anak yang dikandungnya dan diasuhnya sepenuh jiwa raga kini pergi lebih dulu meninggalkannya selama lamanya.

__ADS_1


Kak Steffan pun dikafani dan setelah itu di shalatkan sebelum Kak Steffan di istirahatkan Di peristirahatan terakhirnya. Tampak Mamanya Kak Steffan menciumi jenazah anaknya tersebut berkali-kali.


Mamanya Kak Steffan mengucapkan kata-kata seperti ini, " Mama ikhlas nak, sungguh Mama ikhlas. Dan tunggu Mama Di sana ya nak. "


Sungguh meleleh hatiku melihat cinta seorang Ibu yang begitu besarnya pada anaknya yang sudah tiada.


Sebelum Kak Steffan dimasukkan ke keranda aku ingin melihat wajahnya untuk yang terakhir kalinya. Aku melihat wajah yang teduh, dan senyum yang indah.


" Surga tempatmu Kak, terima kasih untuk semuanya Kak. Semua kebaikan dan inspirasi darimu Kak, " Batinku dalam hati. Aku usap wajahnya dan aku hanya bisa melihat ketika jenazah Kak Steffan di masukkan dalam keranda.


" Ayo kita ikut ke pemakaman Steffan Riss, " Kak Morgan mengajakku ikut serta dalam proses pemakaman Kak Steffan.


" Iya Kak aku juga ingin mengantarkan Kak Steffan ke tempat peristirahatannya yang terakhir. "


" Iya ayo Riss. "


Sesampainya Di pemakaman, Kak Morgan ikut membantu jalannya proses Kak Steffan di masukkan Ke liang lahat. Aku melihat kak Morgan sampai menitikkan air matanya melihat sahabatnya itu dikebumikan.


Akhirnya jenazah Kak Steffan pun selesai dikuburkan. Kita semua yang ada Di pemakaman ikut terharu dengan suasana disana. Bahkan banyak yang menangis mengiringi kepergian Kak Steffan.


Aku menaburkan bunga mawar Di pusaranya. Kuburan itu masih basah dan dipenuhi taburan bunga. Disaat yang lain sudah pulang, aku dan Kak Morgan masih duduk bersimpuh Di samping pusara Kak Steffan.


Kak Morgan tampak memegang pusara Kak Steffan sambil menangis.

__ADS_1


" Steff, maafin aku ya. Selama ini aku punya banyak salah sama kamu. Seandainya kamu jujur dari awal mengenai penyakitmu, setidaknya mungkin aku bisa punya waktu lebih lama bersamamu steff. Aku kangen masa-masa bahagia kita. Aku kangen makan bareng kamu, nongkrong bareng kamu, ngopi bareng kamu dan aku kangen saat kamu marah-marah karena ngajarin aku yang gak bisa-bisa. Kenapa kamu pergi secepat ini Steff. Jujur aku masih gak percaya dengan semua ini Steff, " Kak Morgan memeluk pusara Kak Steffan dengan tangisan yang menyentuh hati.


Aku berusaha menghibur Kak Morgan.


" Sudah Kak Morgan, ikhlaskan kepergian Kak Steffan. Kak Steffan sekarang sudah gak ngerasain sakit lagi, Kak Steffan sudah bahagia Di surga sekarang Kak. Tugas kita sebagai orang yang pernah dekat dengan nya adalah selalu mendoakannya agar Kak Steffan mendapatkan tempat yang paling indah disana. "


Kami pun beranjak bangun dan melangkah meninggalkan pusara Kak Steffan. Sebelum pergi, sekali lagi kami menoleh Ke pusara kak Steffan. Kak Steffan sekarang sudah memiliki dunia yang baru, dunia yang berbeda.


Aku tahu kak Steffan bisa melihat kami dan tersenyum karena sesuai permintaan terakhirnya sebelum tiada dia ingin Kak Morgan ada disampingnya. Dan semua itu sudah terpenuhi.


Sesampai Di rumah Almarhum Kak Steffan, Mamanya Kak Steffan memanggilku dan membawaku Ke kamar Kak Steffan.


" Rissa, Tante cuma ingin memenuhi permintaan terakhir Steffan. Permintaan terakhirnya adalah dia ingin Tante memastikan kamu bisa kuliah. Jadi kamu tidak usah kawatir, kalau kamu nanti tidak mendapatkan beasiswa masuk Perguruan Tinggi Tante akan membantu biaya kuliah kamu nanti. "


" Iya Allah Kak Steffan, meskipun Kak Steffan selama ini berjuang melawan penyakitnya namun dia masih memikirkan masa depanku. Aku gak menyangka Kak Steffan sebaik ini sama aku Tante. Tante, gimana caranya aku membalas semua kebaikan Kak Steffan dan Tante sekeluarga, " Mataku tampak berkaca kaca.


" Riss, tolong penuhi permintaan Steffan, dia gagal menggapai cita-citanya karena ajal yang sudah merenggutnya. Setidaknya kamu lah yang bisa menggantikan cita-cita Steffan yang tidak bisa dia raih. Kamu anak yang baik, anak yang pintar dan Tante yakin suatu saat nanti kamu akan menjadi orang yang sukses. "


" Amin ya Allah. Iya Tante, sebelumnya Rissa mengucapkan terima kasih pada Tante dan keluarga. Rissa tidak tahu harus membalasnya gimana Tante. "


" Rissa, Tante belum melakukan apa-apa jadi jangan mengucapkan terima kasih. Kalau kamu membutuhkan sesuatu jangan sungkan-sungkan meminta tolong ya sama Tante. "


" Iya Tante. "

__ADS_1


Aku bersyukur bisa mengenal Kak Steffan, dia adalah orang baik dan kini sudah berpulang dalam kondisi yang baik pula.


Selamat Jalan Kak Steffan.... Semoga tenang di Surga_Nya...


__ADS_2