
" Terima kasih ya Rell, kamu mau menurutiku membeli Kaos Couple yang sama denganku. "
" Tidak masalah Riss, asal kamu bahagia. "
" Kamu memang sahabat terbaikku Rell. "
" Iya Riss, makasih ya. Gak sekalian diabadikan dengan foto di studio Riss ??? "
" Ha ????????. Memangnya kamu mau foto denganku Rell ??? "
" Ya karena kita sudah membeli kaos kembar jadi sekalian saja kan kita abadikan sebagai kenang-kenangan kan Riss ??? "
" Kenang-kenangan ???? "
" Iya kenang-kenangan, aku juga ingin memiliki foto berdua denganmu dan nanti aku taruh Di kamarku. "
" Tapi ada syaratnya Rell. "
" Syarat apa Riss ????? "
" Biarkan kali ini aku yang membayarnya Rell. "
" Astaga aku tidak pernah hitung-hitungan denganmu Riss. "
" Kalau kamu gak mau ya sudah. Gak usah maksa foto denganku. "
" Ya sudah kalau kamu maksa Riss, yang terpenting buatku adalah tidak memberatkanmu Riss. "
" Iya Rell, ya sudah aku ganti baju dulu ya Rell. "
" Iya Riss, sambil nunggu kamu ganti baju dan siap-siap aku sekalian ke Pom bensin ya buat ganti baju disana sama cuci muka biar di foto nanti kelihatan fresh. "
" Oh iya sudah kalau begitu Rell, aku masuk dulu ya. "
" Iya Riss. "
Aku langsung bergegas masuk Ke kosan untuk ganti baju dan membersihkan mukaku agar juga kelihatan fresh saat di foto nanti. Aku sedikit memoles mukaku dengan bedak dan lipstik namun senatural mungkin. Aku tidak mau terlihat menor, aku lebih suka terlihat natural biar terkesan ABG banget bukan ibuk-ibuk.
Setelah berkaca dan terlihat cantik aku langsung keluar kosan, namun ternyata Farrell belum datang juga. Aku mulai khawatir takut terjadi apa-apa dengannya. Aku langsung mengambil handphoneku dan menghubungi Farrell. Tapi beberapa kali aku telepon tetap tidak diangkat. Hanya doa yang saat ini bisa aku lakukan.
__ADS_1
Namun tidak lama kemudian Farrell datang, aku pun bisa bernafas lega.
" Kamu darimana saja Rell, aku hubungi berkali-kali tidak kamu angkat ???? "
" Maaf Riss, tadi Di pom bensin tidak sengaja ak ketemu temanku jadi kita ngobrol. Aku tidak bisa mengangkat telfonmu karena aku masih ada Di jalan Ris. Maaf ya Riss. "
" Iya Rell, aku hanya takut kamu kenapa-kenapa Rell. Soalnya kamu lumayan lama dan tidak ada kabar sama sekali. "
" Iya sudah sekali lagi aku minta maaf ya, jangan manyun gitu dong nanti cantiknya hilang lo ya, " Farrell mencoba merayuku agar aku tidak ngambek.
" Iya Rell, ya sudah ayo kita berangkat. "
" Ok tuan putri, siap. "
Kami pun segera menuju foto studio dan syukurlah tempatnya tidak seramai biasanya, jadi kami tidak perlu mengantre lama.
Kami pun langsung dipersilahkan masuk Ke studio foto dan langsung dilakukan pemotretan. Awalnya kami sangat kaku dan gugup, sampai kata fotografernya kami di katain seperti mau foto KTP.
Akhirnya karena fotografernya sangat baik, gaya kami dipandu sehingga kami bisa berpose seromantis mungkin. Hasilnya malah seperti foto prewedding kali ya.
Namun ada satu pose yang membuatku deg-deg an tidak karuan, yaitu saat kami berpose berpandangan satu sama lain sambil saling melingkarkan pelukan kami. Aku sampai mengeluarkan keringat dingin saking nervous nya. Selain itu aku juga tampak gemetaran karenanya.
Akhirnya sesi pemotretan pun selesai juga. Kami menunggu hasil foto kami selesai dicetak. Aku sangat berharap hasil fotonya bisa bagus dan memuaskan.
Setelah sampai Di kosan, kami pun langsung melihat hasil pemotretan kami hari ini. Dan hasilnya.....
Tara...........
Di luar dugaan, hasilnya bisa bagus dan Maksimal banget. Posenya bagai sedang foto prewedding Lo.
" Kamu cantik banget ya kalau di foto Riss ???? "
" Maksudmu apa Rell, apa aku aslinya kelihatan jelek gitu ta Rell ???? "
" Bukan gitu maksudku Riss, jangan tersinggung dong. Kamu aslinya cantik kok. Dan karena kecanggihan dan kehebatan kamera, kamu menjadi semakin cantik Riss."
" Bohong. "
" Suer deh. "
__ADS_1
" Aku juga akan menyimpannya Di kamarku Rell. "
" Iya Riss, jadi kalau sewaktu-waktu aku kangen padamu aku bisa memandangi wajahmu sepuasnya Riss. "
" Iya Rell. "
" Kamu seneng kan seharian ini jalan sama aku Riss. "
" Iya Rell, aku seneng banget hari ini. Kalau aku boleh jujur, hari ini adalah hari ulang tahunku yang paling membahagiakan buatku Rell. Dan semua itu karena mu Rell. "
" Aku ikut seneng kalau kamu bahagia Riss. "
" Iya Rell. "
" Semoga tahun depan aku masih bisa membahagiakan kamu seperti ini Riss. Aku ingin merayakan ulang tahunmu lagi ya Riss. "
" Amin iya Rell. Kamu harus janji sama aku ya Rell kalau kita akan selalu menjadi sahabat selamanya. "
" Iya Riss sahabat selamanya. "
" Makasih Rell. "
Sekali lagi aku memeluk Farrell, entah kenapa perasaanku mengatakan hari ini adalah hari ulang tahunku bersama Farrell. Dia tidak akan pernah hadir di ulang tahunku yang berikutnya. Aku tidak tahu kenapa feelingku mengatakan kalau waktuku bersama Farrell tinggal sedikit lagi.
Kali ini aku menatap Farrell dengan mata yang berkaca-kaca. Aku tidak kuasa kehilangan laki-laki hebat seperti dia, dia selalu disampingku meskipun aku hanya menganggapnya hanya sebagai sahabatku. Cintanya padaku amatlah besar, hingga dia tidak mau mencari perempuan yang pastinya banyak yang mau menjadi pacarnya.
Selama ini Farrell adalah laki-laki yang sangat baik, dia bertranformasi dari laki-laki playboy menjadi laki-laki yang setia padaku. Aku tidak paham apa yang bisa membuatnya begitu setia mencintaiku meskipun aku tidak bisa membalas cintanya. Sudah bertahun-tahun dia menungguku tanpa batas, dan aku belum juga memberi kepastian padanya.
" Kamu kenapa Riss ??? "
" Gak apa-apa Rell, " Jawabku gugup.
" Kamu kok ngeliatin aku kayak gitu ???? "
" Cuma aku mikir aja, kok kamu masih mau sih sama aku padahal hingga saat ini aku belum bisa menerima cintamu. "
" Inilah yang dinamakan cinta sejati yang tulus Riss, tidak mengharapkan lebih dan juga tidak berharap mendapatkan sebuah balasan. Tidak peduli bagaimanapun penolakan yang dia dapatkan, karena dengan melihat orang yang dicintainya bahagia itu adalah yang terpenting Ris. "
" Sebesar itukah perasaan cintaku padaku Rell ??? "
__ADS_1
" Kamu tidak akan pernah bisa membayangkannya Riss, karena yang terpenting untuk saat ini adalah kebahagiaanmu. Abaikan saja perasaanku Riss. "
Sekali lagi aku terpana akan kata-kata Farrell padaku. Bagaimana bisa aku tidak bisa membuka hati dan cintaku untuk laki-laki sebaik dia. Betapa egoisnya aku, melihat besarnya perjuangan dan pengorbanan dia selama ini belum juga meluluhkan hatiku sedikit saja buatnya. Laki-laki seperti Farrell ini sangat langka, karena biasanya kalau laki-laki sudah merasakan cintanya bertepuk sebelah tangan dia akan pergi dan mencari cinta yang lainnya.