
Hari ini aku berfikir kenapa serentetan teror tiada berhenti. Kali ini aku tidak hanya memikirkan ketakutan untuk diriku sendiri, namun juga keselamatan orang-orang yang dekat denganku. Apa aku harus menyerah, dan meninggalkan semua impianku ini demi keselamatan semua orang yang dekat denganku ????.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku.
" Riss, buka pintunya. Ini aku Erika. "
" Iya, Riss. "
Aku membuka pintu, dan kami langsung berpelukan. Lambat laun hubungan kami semakin erat dan sudah seperti saudara sendiri. Kami saling membutuhkan satu sama lain, dan saling melengkapi kekurangan masing-masing. Pokoknya kita tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
" Ayo masuk Rik. "
" Iya Riss. "
Tiba-tiba saja ponselku berdering, aku lihat Bryant menghubungiku. Sebenarnya aku malas mengangkatnya, namun Erika yang memaksaku.
" Halo. "
" Iya ada apa Bryant. "
" Gimana kabar lo Riss, apa terjadi sesuatu dengan lo Riss??? "
" Kenapa sih kamu masih hubungin aku lagi ?? "
" Riss, di kampus lo selalu menjaga jarak dengan gue padahal gue hanya ingin tahu keadaan lo saja. Gue peduli dan khawatir sama lo Riss, apalagi saat kemarin tidak sengaja gue melihat Cassandra bertemu dengan beberapa orang preman. Sayangnya mereka berhasil kabur, saat gue berusaha tangkap mereka. "
" Preman ???? " Aku mulai penasaran.
" Iya makanya gue curiga kalau Cassandra melakukan sesuatu sama lo. Gue yakin mereka sedang merencanakan sesuatu sama lo Riss. "
" Ya, beberapa hari ini aku mendapat teror. Dan oleh karena itu aku langsung pindah kosan. Tapi sepertinya mereka tetap saja tahu keberadaan ku, karena kemarin Kak Arsel hampir ditabrak orang yang tidak dikenal di depan kosan ku. "
" Apa ???. Benar kan kecurigaan gue selama ini. Targetnya bukan hanya lo Riss, tapi juga orang-orang yang dekat dengan lo. "
" Makanya kamu harus pergi dari kehidupanku Bryant !!!!. Semua masalah ini kan bermula dari kamu, pastinya selesai juga dari kamu !!!. Makanya aku mohon sama kamu Bryant, kamu temui Cassandra dan sampaikanlah maaf ku padanya. Dan semua masalah ini akan selesai. "
__ADS_1
" Ok, gue akan turuti semua permintaan lo. Hari ini juga gue akan cari Cassandra sampai ketemu, dan gue lakukan seperti apa yang lo mau. Gue lakukan semua ini untuk menebus semua kesalahan gue sama lo. Gue harap dengan cara ini lo bisa hidup tenang lagi Riss. "
" Iya. "
Sebenarnya aku berat mengucapkan kata-kata itu pada Bryant, bagiku ini terlalu egois dan tidak memikirkan perasaannya. Namun semua ini aku lakukan demi kebaikan mereka semua.
" Kenapa Riss ??? "
" Aku meminta Bryant agar jangan ganggu hidup aku lagi dan minta maaf sama Cassandra. "
" Kok kamu gitu Riss, bukankah kalau kayak gitu kesannya kamu egois ya Riss. "
" Karena hanya ini satu-satunya jalan agar masalah ini cepat selesai Rik. Aku gak mau menambah masalah lagi, aku gak mau orang-orang yang dekat sama aku ikut menjadi korbannya Rik. "
" Kamu gak usah khawatir Riss, aku adalah sahabat kamu. Dan kita ini sudah sangat dekat sekali layaknya saudara, jadi aku gak akan pernah ninggalin kamu Riss. "
" Iya makasih ya Riss, aku sungguh sangat beruntung Tuhan mengirimkan sahabat sebaik dan setulus kamu. Semoga selamanya kita akan menjadi sahabat yang selalu ada dalam suka dan duka ya Rik. "
" Iya Riss, apapun yang terjadi kita harus selalu bersama. Kita harus hadapi semua masalah yang ada diantara kita. Jangan pernah tinggalin aku Riss, karena aku sangat menyayangi kamu seperti saudaraku sendiri. "
" Ya sudah kita jalan yuk. "
" Kemana ??? "
" Studio foto. "
" Ngapain Rik ??? "
" Nyuci baju. Ya foto-foto la Riss, aku ingin memiliki kenang-kenangan foto bersama kamu Riss. Bukankah itu ide yang menarik Riss, iya gak ??? "
" Iya sudah terserah kamu. "
Namun saat kami tiba Di studio foto, ternyata sangat ramai sekali. Tapi Erika tidak putus asa, dia segera menghubungi salah satu temannya yang seorang fotografer dan juga seorang make over yang ahli dalam dunia tata rias permodelan. Kami memakai baju kasual dan didandani secantik mungkin.
Tema yang kami pilih adalah outdoor, jadi kami memilih tempat yang kiranya bagus dijadikan obyek foto. Dari berfoto berdua hingga berfoto sendirian, kami benar-benar menikmatinya. Kami senang sekali akhirnya memiliki kenang-kenangan berfoto berdua maupun berfoto sendiri.
__ADS_1
" Riss, aku suka banget tahu gak bisa berfoto sama kamu. Lain kali kita foto-foto Di pantai yuk, pasti makin bagus dan seru ya. "
" Iya Rik, aku juga suka dengan suasana pantai. Setiap aku ke sana, aku mendapatkan kedamaian Rik. "
" Ok, kapan-kapan kita menghabiskan waktu di pantai. Sekalian aku sewa teman aku lagi untuk mau foto kita. Jangan lupa sekalian camping juga ya Riss, dan itu bagian kamu yang masak ya. Karena aku tahu masakan kamu enak sekali Riss."
" Iya sudah kalau begitu, aku janji bakalan masakin kamu yang enak-enak. "
" Jadi gak sabar deh ingin cepat-cepat ke pantai. Semoga terkabul ya Riss, jalan-jalan ke pantainya."
" Iya Rik. "
Setelah itu Erika mengantarku pulang Ke kosan. Aku pun menyuruhnya agar cepat pulang, karena hari sudah hampir malam. Aku takut kalau Erika pulang larut, terjadi apa-apa dengannya.
" Riss, maaf ya bukannya aku usir kamu ni tapi lebih baik kamu pulang ya. Hari sudah semakin larut, aku takut terjadi apa-apa sama kamu. Besok kamu kesini lagi ya, bukankah masih ada hari esok ???? "
" Padahal aku masih ingin disini dulu Riss, lagian aku naik mobil kan jadi meskipun pulang larut malam jadi aman kok. "
" Bukannya apa Rik, aku takut terjadi apa-apa sama kamu. Aku sangat mengkhawatirkan keadaan kamu Rik. Aku masih kepikiran dengan teror yang sedang aku hadapi ini. Jadi tolong jangan pulang larut malam ya. Jaga diri kamu baik-baik ya. "
" Iya Riss, kamu tenang ya. "
" Iya sudah Rik, agar kamu tidak kepikiran aku langsung pulang deh sekarang. Puas kan kamu Riss. "
" Iya sudah kamu hati-hati ya Rik, ingat jangan mampir kemana-mana lagi. Kamu harus langsung pulang Rik. "
" Iya siap bu bos, saya pulang. "
" Iya. "
Sambil terus menatap kepergian Erika, aku terus berdoa untuk keselamatannya. Entah kenapa aku sangat begitu takut terjadi apa-apa dengan Erika. Karena Di kota Surabaya ini, dialah yang paling dekat denganku. Dialah salah satunya orang yang selalu ada bersamaku dan sangat aku sayangi.
Aku kembali ke kamarku dan menguncinya, dalam hati aku berdoa agar Bryant bisa melunakkan hati Cassandra dan berhenti untuk membenciku. Selain itu aku juga berdoa untuk keselamatan Erika. Aku berharap masalah ini cepat berlalu, dan hidup yang normal kembali.
__ADS_1