
Mungkin kata-kata yang tepat untukku sekarang adalah Aku Hanyalah Kepompong. Yang tak dilihat, diacuhkan dan dibuang. Tidak ada yang menarik dariku saat ini. Aku dibuat mainan, ditertawakan dan dibuat barang taruhan. Miris sekali.
Aku terbangun adzan subuh, aku mengadu pada Allah. Aku menangis dalam sujudku. Setelah itu aku belajar untuk mengulang lagi materi untuk ujian hari itu. Semoga aku bisa melaksanakan ujian hari ini dengan baik.
Namun sesaat mataku tertuju pada sesuatu.
" Sapu tangan, " Batinku.
Ya, sapu tangan itu adalah pemberianku untuk Rayhan, cinta dan pacar pertamaku. Memang benar sapu tangan itu masih disimpan oleh Rayhan, namun kini sapu tangan tersebut kembali pada si pemberi. Aku pun mencucinya agar bersih dan biar aku simpan saja sapu tangan itu bersama kenanganku.
Di sekolah waktu itu masih sepi, aku langsung menuju ke kantin sambil membawa buku untuk belajar disana. Aku benar benar lapar pagi ini karena semalam tidak sempat makan malam. Aku memesan nasi telur dadar sambal dan segelas teh hangat. Setelah makanan dan mimuman habis tak tersisa, aku tetap masih belajar disana.
Tiba-tiba dari kejauhan aku melihat Carla mendekatiku. Dan dia benar-benar marah padaku.
" Hei kamu Rissa kan. "
" Iya Carla ada apa ya ."
" Aku peringatkan kamu ya jangan ganggu Farrell lagi, gara-gara kamu aku selalu di banding bandingkan sama kamu !!!!! "
" Iya memangnya salah aku apa Carla ??? "
" Farrel selalu nyuruh aku bisa kayak kamu, harus begini begitu. Ya mana mungkin la seorang Carla disamakan dengan orang model kayak kamu. "
" Tapi aku sudah gak ada hubungan apa-apa lagi dengan Farrel, dia sudah memutuskan persahabatan kami. Aku pun sudah menerima keputusan itu Carla. "
" Ya baguslah kalau seperti itu, karena dari awal harusnya kamu sadar siapa kamu, tempat kamu dimana. Kamu gak pantes bersahabat dengan Farrell. Karena kamu tahu, Farrel itu orang kaya. Bisnis keluarganya dimana-mana, terus bagaimana mungkin seorang Farrell bisa punya hubungan dengan orang macam kamu ini. "
" Aku memang tidak selevel dengan kalian, tapi aku masih berhak kan sekolah Di sini. Tujuanku disini cuma satu " Sekolah " itu saja. Mungkin kalian ngeliat aku kayak sampah disini tapi akan aku buktikan kalau orang miskin sepertiku juga punya hak ada di sini."
" Halah, sekolah gratisan aja bangga. "
" Aku gak gratis sekolah disini, aku berjuang dengan beasiswa yang aku dapat. "
__ADS_1
" Hemmm, mungkin orang miskin sepertimu memakai guna-guna untuk memikat orang-orang seperti Farrel kan ????. Ngaku aja deh !!!! "
" Aku bukan orang seperti itu Carla. "
" Buktinya bagaimana mungkin seorang Farrell bisa mau deket sama orang yang gak selevel kayak kamu ini, hih penampilan aja kampungan. "
" Terserah kamu hina aku kayak gimana Carla, memang nasibku selalu diperlakukan seperti ini. "
" Sok-sok an berlagak kayak anak orang kaya, dasar Gembel !!!!! "
" Carla, jaga omongan kamu ya, " Tiba tiba Farrel datang dan memarahi Carla.
Aku meneteskan air mata saat Carla mengatakan kata " gembel " padaku, serendah itulah aku Dimata Anak- anak orang kaya seperti Carla dan juga mungkin yang lainnya.
" Sini ikut aku, " Farrell menarik tangan Carla dan menjauhkannya dariku..
" Apaan sih. "
" Jaga omongan kamu Carla, sekarang kamu tarik kata- kata kamu dan minta maaf sama Rissa. "
" Minta maaf cepat Carla !!! "
" Hello, mana mungkin seorang Carla minta maaf sama si Upik abu ini !!! Yang benar saja !!! "
" Aku gak nyangka hatimu serendah ini Carla. Kamu tetap saja Carla yang dulu, Carla yang sombong culas dan tidak punya perasaan. "
" Terserah Farrel kamu ngomong apa, kamu lebih bela cewek miskin itu daripada aku ???. Aku rasa kamu benar-benar di guna-guna oleh dia. "
" Sekali lagi aku minta sama kamu kalau kamu masih mau kita tetap ada hubungan, minta maaf cepat !!!! "
Aku cepat-cepat meninggalkan mereka berdua, karena orang sepertiku memang tidak pantas menerima permintaan maaf seorang Carla.
Sekarang lebih baik aku fokus untuk ujian hari ini, apapun keadaanku sekarang hanya aku yang bisa merubah masa depanku yang lebih baik lagi.
__ADS_1
Suatu saat nanti aku berjanji akan membuka mata wahai kalian anak anak orang kaya, putra putri mahkota, pewaris kerajaan keluarga kalau aku juga bisa sukses dengan tanganku sendiri.
Alhamdulillah aku bisa mengerjakan ujianku dengan lancar dan aku ingin cepat pulang. Tapi Farrell mendekatiku..
" Riss, aku minta maaf ya dengan kejadian tadi pagi. "
" Mulai sekarang kamu gak usah seakan-akan kenal dengan aku. Lupakan semuanya, anggap saja apa yang sudah terjadi diantara kita hanyalah sebuah kesalahan. "
" Riss, aku tahu kamu terluka dengan kata-kata Carla tadi, tapi aku mohon kamu juga jangan marah sama aku. "
" Rell, sudahlah cukup bukankah kamu sendiri yang sudah memutuskan hubungan persahabatan ini jadi tolong banget gak usah nambah beban aku lagi. Aku cukup tersiksa dengan keadaan aku sudah menyetujui kalau kita sudah tidak ada hubungan apa pun kan, sudah cukup anggap saja aku sudah mati sekarang !!!"
" Riss,, "
" Cukup farrel !!!!!!!! Cukup !!!!!!!! Aku bilang cukup.. Dulu aku pernah bermimpi ingin menjadi sebuah Kupu Keupu, tapi nyatanya aku tetap menjadi kepompong sampai sekarang !!!!! Dan kalian selalu menganggap ku sampah. Aku masih punya perasaan, sungguh sakit diperlakukan seperti ini.
" Rissa, "Hampir saja Farrell berusaha memelukku tapi aku tolak pelukan Farrell.
" Kamu gak usah sok-sok perhatian lagi sama aku Rell, karena kita bukan sahabat lagi. Dan biarkan aku menikmati kesendirian ini. Kamu sudah ninggalin aku, kamu tidak ada saat aku membutuhkanku. Aku harap kamu selalu bahagia dengan Carla. "
" Tapi riss.. "
" Selamat tinggal "
Sakit, sungguh sakit sampai kapan penderitaan ini akan berakhir. Aku terjebak dalam hubungan yang rumit.
Jujur aku masih ada sedikit rasa yang tertinggal pada Rayhan, cinta pertamaku tapi kini dia bahagia dengan Raysa.
Aku kehilangan sosok sahabat baikku ( Farrel ) yang dulu selalu ada buatku, dimana aku ada masalah dia selalu menemani hari hariku. Aku memang belum bisa membuka hatiku untuknya, tapi kini dia sudah bahagia dengan Carla mantan cinta pertamanya.i
Dan yang terakhir aku bahagia bisa memiliki teman lagi di sekolah, Kak Steffan selalu memberiku dukungan untuk terus maju menatap masa depanku. Kak Steffan juga selalu mengajariku bila ada tugas sekolah yang tak aku mengerti.
Tapi kini justru Kak Steffan dan Kak Morgan ( kakak kelasku ) mempermainanku dan menjadikanku barang taruhan mereka. Entah masa lalu seperti apa yang membuat mereka saling membenci satu sama lain dan ikut menyeret ku ke dalam skandal hubungan mereka.
__ADS_1
Dan mimpi itu, mimpi di subuh hari dimana aku melihat seorang cewek seperti memberiku isyarat akan terpecahkanlah kasus ini..