
Aku masih Di rumah sakit sekarang saat Kak Morgan menghubungiku bahwa Kak Steffan kritis. Ya Allah baru kapan hari aku melihatnya masih dalam keadaan baik-baik saja.
Selama disana aku mendengar bagaimana Mamanya Kak Steffan mengatakan bahwa meskipun dalam keadaan sakit Kak Steffan semangat mengerjakan ujian Di rumah sakit. Dan Alhamdulillah Kak Steffan tetap mempertahankan juara kelasnya.
Aku tahu Kak Steffan memang salah satu siswa terpintar Di sekolah. Bahkan dia juga pernah mengikuti Olimpiade mewakili Sekolah dan berhasil mengungguli rekor juara Di tingkat provinsi. Banyak piala-piala kejuaraan yang di dapatkannya sejak sekolah SD.
Tidak heran dia memiliki cita-cita setinggi langit. Aku pun terinspirasi olehnya. Aku ingin menjadi seperti Kak Steffan, meskipun aku tahu harapan hidup Kak Steffan kini semakin tipis.
Kak Steffan pun kini akan dirujuk Ke rumah sakit terbesar Di luar kota. Semoga dengan peralatan yang lebih lengkap, Kak Steffan bisa memiliki peluang yang lebih besar lagi untuk bertahan hidup.
Namun disaat masa-masa kritisnya Kak Steffan masih tetap memintaku untuk menemui nya Di ruangannya.
" Kak Steffan, ada apa Kak ????????. Kenapa Kakak mencari Rissa ???? "
" Riss, apapun yang terjadi sama Kakak suatu saat nanti tolong kamu harus janji sama Kakak kalau kamu harus tetap semangat mengejar impian kamu. "
" Iya Kak. Pasti akan aku buktikan sama Kakak kelak, kalau aku bisa mengejar cita-cita ku meskipun itu berat. "
" Tunjukkan pada Kakak, bahwa kamu bisa dan berhasil menjadi Kupu-Kupu tak Bersayap suatu saat nanti. Janji ya Riss. "
Aku genggam kedua tangan Kak Steffan dan tak kuasa aku teteskan air mata penuh kesedihan ini. Aku merasa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu Kak Steffan. Terasa jelas sekali Tatapan mata Kak Steffan bahwa dia tidak mampu bertahan menghadapi rasa sakit yang teramat sakit karena penyakit kankernya.
Aku usap air mata Kak Steffan, ada penuh rasa penyesalan yang dia ucapkan padaku. Dia menyesal karena selama ini tidak bisa menjaga kesehatannya.
Namun ada satu hal yang paling dia sesalkan, dia tidak akan pernah bisa merasakan duduk Di bangku kuliah. Aku tahu bagaimana perasaannya kali ini, dia selama ini sangat berharap bisa menggapai cita- citanya.
Kak Steffan yang malang, dia adalah orang yang pintar, memiliki keluarga yang sangat perhatian dan berkecukupan. Namun ketika takdir berkata lain dengan sekejap dia kehilangan semua mimpi mimpinya.
Dari sini aku mendapat hikmah kehidupan, Mimpi dan Cita-cita itu tidak hanya cukup dengan adanya kecerdasan dan kemampuan ekonomi saja namun semuanya tergantung takdir yang Maha Kuasa.
" Rissa, Kakak punya sesuatu untuk kamu. Tolong kamu simpan baik-baik ya. Semoga ini semua bermanfaat buat kamu Riss, " Kak Steffan memberikan bungkusan pada ku.
__ADS_1
" Apa ini Kak ????. Jangan repot-repot Kak. "
" Aku tahu suatu saat nanti kamu pasti membutuhkannya dan aku harap kamu suka ya. Tolong dijaga baik-baik dan jangan dibuka sekarang. "
" Kenapa Kak ??? "
" Tolong kamu buka hadiah dari Kakak ini ketika Kakak sudah tiada Riss, " Tatapan Mata Kak Steffan membuatku bergetar karena disana ada kepedihan yang membuat tangisanku pecah. Aku menangis sesenggukan di samping Kak Steffan.
Aku memeluk Kak Steffan karena aku memiliki firasat kalau dia akan meninggalkan kita semua. Terasa berat sekali melepaskan Kak Steffan saat perawat mengatakan akan membawa Kak Steffan Ke rumah sakit terbesar Di luar kota.
Di perjalanan menuju ambulan aku terus disamping Kak Steffan, sambil berurai air mata aku terus memberi semangat pada Kak Steffan.
Namun aku melihat senyumnya yang sangat indah dan dia melambaikan tangan padaku, sebuah firasat bahwa itu adalah ucapan selamat tinggalnya padaku. Astaghfirullah hal Adzim....
" Deg " Entah ada perasaan tidak karuan saat Kak Steffan melambaikan tangan waktu itu. Mungkin dia pun juga merasa kalau ajalnya sudah semakin dekat.
Saat Kak Steffan sudah berada Di dalam Ambulan, dia terus melihatku dan ingin mengatakan sesuatu tapi aku tidak mampu mencernanya. Ambulan yang di naiki Kak Steffan pun pergi dan aku hanya bisa melihatnya semakin menjauh.
Kak Steffan adalah salah satu inspirasiku, bahwa sebuah cita-cita itu harus diperjuangkan. Apapun dan bagaimanapun keadaannya !!!!!!!.
Aku berharap ada keajaiban dan mukjizat untuk Kak Steffan. Aku masih membutuhkan Kak Steffan terkait motivasinya yang selalu menyemangatiku. Dia salah satu orang yang bisa membuatku percaya diri menatap masa depan meskipun keterbatasan yang ada.
" Terima kasih Kak untuk semuanya selama ini, aku beruntung bisa mengenal Kakak. "
Bagiku Kak Steffan sudah seperti Kakak laki-lakiku. Semoga firasatku ini salah, dan aku bisa bersama dengannya lebih lama lagi. Aku tutup perpisahan Di rumah sakit ini dengan tetesan air mataku.
" Teruslah berjuang Kak, " Doaku dalam hati.
Hari ini adalah hari pertamaku memasuki kelas 2 di SMA Favorit ini. Aku mengambil jurusan Ilmu Sosial, karena sangat berhubungan dengan jurusan yang akan aku ambil nanti ketika kuliah Di Psikologi. Dan lagi-lagi aku sekelas dengan Farrell. Namun aku lebih memilih duduk terpisah dengannya. Aku ingin menjaga jarak dengannya.
Dari mata pelajaran yang ada aku paling menyukai pelajaran Sosiologi. Dan kebetulan guru yang mengajar mata pelajaran itu adalah Wali Kelasku. Sebut saja namanya Bu Hana, dia guru terhebat bagiku. Aku menjadi dekat dengannya karena aku selalu membantunya. Sosoknya yang keibuan dan sabar membuat kelas kami sangat kompak.
__ADS_1
Suatu hari Bu Hana memintaku membantunya mengoreksi tugas -tugas pekerjaan Sekolah.
" Rissa, bisa bantu Ibu buat ngoreksi tugas-tugas ini ? "
" Bisa Bu, mari saya bantu. "
" Ngomong-ngomong kamu ingin jadi Psikolog ya Riss ??? "
" Iya Bu, saya ingin menjadi Psikolog Bu. "
" Cita-cita mu bagus sekali, karena menjadi Psikolog itu cita-cita yang mulia. Dengan menjadi Psikolog kamu bisa membantu orang lain yang membutuhkan pertolonganmu. "
" Iya Bu, minta doanya ya Bu agar Rissa bisa menggapai cita-cita Rissa Bu. "
" Iya Riss, Ibu akan selalu mendoakanmu Riss. Yang penting sekarang belajarlah yang rajin dan semoga kamu bisa beruntung mendapatkan Beasiswa Ke Perguruan Tinggi. Ibu yakin kamu bisa Riss."
" Iya Bu. "
Tiba-tiba handphone ku ada panggilan masuk.
" Iya ada apa Kak Morgan. "
" Riss, Steffan Riss, " Dengan suara terbata-bata dan Isak tangis Kak Morgan memberitahukan sesuatu padaku.
" Kak Steffan kenapa Kak ?? "
" Steffan sudah meninggalkan kita untuk selama lamanya Riss. "
" Deg " Jantungku serasa berhenti berdetak.
Ini Mimpi Atau Nyata ??????
__ADS_1