Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 33 JATUH CINTA LAGI


__ADS_3

Aku dan Kak Morgan berhenti Di salah satu rumah yang sangat besar. Rumahnya tampak mewah dan asri.


" Ini rumah Kakak ???? "


" Ya Riss, kenapa. "


" Kayak istana ya Kak. "


" Biasa saja. "


" Kakak selalu merendah. "


" Apa yang perlu dibanggakan Riss, ini rumah milik Orang Tuaku. Aku patut bangga kalau aku memiliki sesuatu dari hasil jerih payahku sendiri Riss. "


" Iya Kak, berarti Kakak tidak mau hidup di bayang- bayang Orang Tua ya Kak. "


" Iya Riss , aku ingin mandiri. Meskipun aku anak tunggal tapi aku tidak mau diperlakukan seperti raja disini. "


" Iya Kak. "


Tampak seorang perempuan berusia lanjut usia menunggu kami Di depan rumah. Dia tersenyum pada kami.


" Riss, ini Nenekku. Panggil saja Nenek Jannah. "


" Nek, perkenalkan namaku Rissa. "


" Iya cantik ayo masuk " Kata Nenek Jannah. "


" Iya Nek. "


" Oalah jadi ini ta orang yang selalu dibicarakan oleh Cucuku Morgan. "


" Memangnya Kak Morgan ngomong apa Nek ???? "


" Hussssss apaan sih Nenek ini, " Sela Kak Morgan.


" Morgan cuma ngomong kalau punya teman namanya Rissa dan anaknya baik. "


" Oh gitu Nek. "


" Ya sudah ayo Nenek tunjukkan kamar buat kamu, ayo jangan sungkan-sungkan. "


" Rissa takut ngrepotin Nenek, Rissa gak enak Nek. "


" Sudah Nak anggap saja rumah sendiri. "


Aku dibantu Kak Morgan untuk naik tangga. Karena kebetulan kamar kami ada Di lantai dua. Mungkin karena aku yang menahan kesakitan akhirnya Kak Morgan menggendongku.


" Nah, ini kamar kamu. Untuk sementara waktu kamu tinggal disini ya. "


" Iya Nek makasih ya ".


Nenek menyuruhku untuk istirahat dan aku melihat sekeliling kamar. Kamarnya sangat luas dan dilengkapi TV juga. Astaga kamarnya bagus banget.


Tiba tiba aku dikagetkan dengan suara pintu yang terbuka.

__ADS_1


" Astaga Kak Morgan ngageti aja sih. "


" Riss, kamu pengen makan apa ??? "


" Aku belum lapar Kak. "


" Ya sudah aku mau tidur dulu sampai menunggu kamu lapar. Nanti kalau kamu lapar bangunin aku ya. "


Tanpa disangka Kak Morgan tidur di dekatku.


" Ya tapi Kak, kenapa Kakak tidur disini ????? "


" Memangnya kenapa ????. Jangan mikir macem- macem lagian itu pintu kebuka. Aku cuma mastiin saja kamu disini baik-baik saja. "


" Aku gak enak sama nenek Kak. "


" Itu urusanku. "


Kak Morgan memejamkan matanya. Dia terlihat tampan sekali. Dia sama tingginya dengan Kak Steffan. Tapi menurutku lebih keren Kak Morgan pantas dia populer Di sekolah.


" Riss, seandainya aku suka sama kamu gimana, " Kak Morgan mengatakannya tetap dengan mata terpejam.


" Apa Kak, hahahahaha gak mungkin Kak Morgan suka dengan cewek seperti ku. "


" Entahlah aku juga masih memahami perasaanku Riss. "


" Aku tahu Kak Morgan masih belum bisa melupakan perasaan Kakak buat Kak Thania, meskipun kini Kak Thania sudah meninggalkan kita semua. "


" Aku Ke kamar dulu Riss, aku mau istirahat. "


Kak Morgan meninggalkanku begitu saja ketika aku menyinggung nama kak Thania.


" Ayo dimakan Nak Rissa. "


" Makasih Nek, aku bisa ambil sendiri Nek. "


" Kamu masih sakit, sudah ayo dimakan. "


" Kak Morgan sudah makan Nek ???? "


" Gak tahu tuh dia gak mau makan katanya. "


" Kenapa Nek. "


" Nenek juga gak tahu. Mungkin dia ada pikiran. "


" Iya Nek. "


" Ya sudah Nenek mau bantu bantu Bik Inem dulu, Rissa habiskan ya makannya. Nenek tinggal dulu. "


" Iya Nek. "


Jam pun menunjukkan pukul 21.00. Dan aku tidak melihat Kak Morgan sama sekali. Aku pun memberanikan diri menuju kamarnya. Kebetulan pintunya terbuka sedikit. Kulihat Kak Morgan menangis sambil memandangi foto seseorang, foto kak Thania.


" Kak Morgan, " Aku duduk disamping Kak Morgan.

__ADS_1


" Mungkin kamu sekarang menilai aku cowok yang lemah, yah aku memang lemah Riss. Kelemahanku adalah seorang cewek. Sekali aku ditinggalkan aku akan hancur !!!!! Kamu tahu aku tipe cowok yang paling gak bisa melupakan seorang cewek yang sangat aku cintai meskipun dia sudah mati sekalipun !!!!!!! " Ku lihat air mata kak Morgan berlinang membasahi pipinya. Begitu dalam Luka dan duka di hatinya.


" Iya Kak aku mengerti perasaan Kakak. "


" Dulu aku sangat berharap Thania membalas cintaku dan nyatanya Steffan yang merebutnya dariku !!!! Aku benci dia Riss, benci !!!!! "


" Kak, jangan larut dalam kesedihan. Masa depan Kakak masih panjang Kak. Ayo kakak harus belajar menerima kenyataan kalau kak Thania sudah tenang disana Kak. Atau Kakak mau Kak Thania gak tenang disana karena Kakak belum bisa mengikhlaskan kepergian Kak Thania. Sebenarnya permintaan Kak Thania gak banyak kok kak, dia hanya ingin Kakak baikan dengan Kak Steffan. "


" Aku belum bisa Riss maafin Steffan. "


" Iya Kak aku tahu Kak Morgan belum bisa maafin Kak Steffan, tapi pelan-pelan Kakak harus bisa membuka hati Kakak lagi dengan Kak Steffan. "


" Terus aku harus gimana Riss ??? "


" Yang pertama Kakak sekarang harus membuka lembaran baru, Kakak harus menata hati Kakak, terima kenyataan kalau Kak Thania sudah tidak ada didunia ini. Kakak harus membuka hati Kakak untuk orang lain lagi Kak. "


" Dan orang itu kamu ????? "


" Ah, bukan itu maksud aku Kak, " Aku pun jadi salah tingkah.


Tiba-tiba Kak Morgan memelukku erat sekali, dia larut dalam kesedihannya. Dia masih meneteskan butiran- butiran air mata di pipinya. Aku pun juga ikut terbawa perasaan dan ikut menangis. Baru kali ini aku melihat seorang cowok yang kelihatannya kuat ternyata hatinya rapuh penuh kesedihan.


" Riss, bantu aku melupakan Thania, " Kak Morgan menatapku erat-erat.


" Iya Kak aku akan bantu Kakak. "


" Riss, kamu cantik sekali. "


" Mak maksud kakak a apa. "


Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku Kak Morgan mencium bibirku, aku awalnya sempat menolak namun pelukan Kak Morgan makin kuat dan mau tak mau aku harus menikmatinya. Aku merasakan jantungku berdetak kencang sekali dan bulu kudukku berdiri.


Ini adalah ciuman bibir yang ku terima dan tersadar aku melepaskan pelukan dan ciumannya.


" Maaf Kak, harusnya Kakak tidak melakukan ini padaku. "


" Maaf Riss, aku terbawa suasana. Aku tidak sadar melakukannya. Tolong maafin aku Riss, aku mohon Riss. "


" Iya kak, ya sudah aku ke kamar dulu ya Kak. "


Namun tak sengaja aku terjatuh dan terasa sakit sekali kakiku yang terluka.


" Aduhhh sakit, " Jeritku.


" Rissa.... " Lalu Kak Morgan menggendongku kembali ke kamar. Terasa nyaman berada dalam gendongan Kak Morgan. Untuk pertama kalinya aku merasa sedekat ini dengan seorang cowok. Entahlah apa yang sedang aku rasakan, mungkinkah aku merasakan Jatuh Cinta Lagi dengan kakak kelasku ini ?????????.


" Kak,,, "


" Iya Riss ada apa ??? "


" Kapan Kakak siap ke makam Kak Thania ????? "


" Entahlah.... "


" Aku siap kapanpun kakak butuh bantuanku. "

__ADS_1


" Iya, ya sudah kamu istirahat sekarang. Tidur yang nyenyak dan mimpi yang indah. "


Kak Morgan, kalau kau memang cintaku yang kedua aku harap kau tidak meninggalkanku seperti cinta pertamaku. Doaku dalam hati..


__ADS_2