Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 66 DOA SEORANG IBU


__ADS_3

" Kamu sementara waktu tinggal disini saja ya Nak, sampai kamu mendapatkan pekerjaan kembali. "


" Tidak Bu, Rissa tidak mau menambah beban Ibu disini. Adik-adik masih sangat membutuhkan Ibu, tapi Rissa sudah dewasa dan mandiri Bu. Rissa bisa mencari pekerjaan lain Bu. "


" Tapi kerja apa Nak ???? "


" Kerja apa saja Bu, yang penting halal Bu. '


" Ya Nak, doa Ibu menyertaimu Nak. "


" Iya Bu, terima kasih Bu. "


" Tapi untuk malam ini kamu nginep disini ya Nak. ''


" Iya Bu, tapi besok pagi Rissa balik lagi Ke kosan ya Bu. "


" Kenapa tidak besok sore saja Nak ??? "


" Lebih cepat lebih baik Bu, Rissa ingin mencari kerja yang baru Bu. "


" Ya sudah kalau begitu Nak. "


Aku langsung istirahat sementara Ibu sibuk memasak untuk kami semua. Aku sungguh merindukan kamar ini, sudah lama sekali aku tinggalkan. Meskipun kecil tapi bersih dan nyaman. Namun rumah ini sekarang terasa sepi, karena Kakek dan Nenek sudah tiada. Dulu saat Nenek masih ada, dialah yang selalu memperhatikan dan memanjakanku. Bahkan bisa dikatakan bahwa akulah cucu kesayangannya. Hingga akhirnya aku memejamkan mataku dan tidak terasa aku tertidur pulas.


Tok. tok. tok. tok.


Bunyi pintuku di ketuk seseorang.


" Siapa ????? "


" Aku Kak, " Jawab Putri, Adikku yang bungsu.


" Iya masuk saja. "


" Kak, aku boleh minta sesuatu gak sama Kakak ??? "

__ADS_1


" Memangnya minta apa dek ????? "


" Aku gak punya uang sama sekali Kak, dan tidak mungkin aku meminta sama Ibu. Ibu pasti marah-marah Kak. "


" Memangnya mau buat apa sih Dek ???? "


" Aku ingin seperti teman-teman Kak, makan Fried Chicken kayak KFC di kota-kota itu Kak. Disini ada Kak KFC-KFC an Kak. "


" Kan makan ayam goreng sama aja dek. "


" Beda Kak, temen-temenku sudah sering makan-makan disana. Hanya aku yang sama sekali belum kesana Kak. Aku ingin sekali kesana Kak. "


" Tapi kan kita harus sadar diri Dek, kita ini bukan orang kaya. Kita hidup pas-pas an bahkan juga kekurangan Dek. "


" Iya aku tahu Kak, tapi setidaknya sekali saja aku ingin makan disana Kak. Pengen banget Kak, aku selalu berbeda sama yang lain Kak. Apa salahnya sekali-kali aku makan disana sama teman-temanku Kak ????? "


Aku pun jadi tidak tega melihat Adikku seperti ini. Aku tahu rasanya berbeda dari teman-temanku, aku tidak mau adikku juga merasakan seperti yang aku rasakan dulu. Nelangsa, pasti itu yang dirasakan adikku kalau dia tidak bisa seperti teman-temannya yang lain. Untuk kali ini biarlah Adikku bisa ngerasain sama seperti teman-temannya yang lain.


Aku mengambil selembar uang lima puluh ribuan dan kuberikan pada adik bungsuku tersebut.


" Iya Kak, aku akan selalu ingat kata-kata Kakak. Tenang saja Kak. "


" Ya sudah Kakak mau mandi dulu ya. "


" Iya Kak, tadi Putri disuruh bilang ke Kak Rissa disuruh makan Kak. "


" Iya Put, terima kasih ya. "


" Iya Kak, sekali lagi terima kasih ya uangnya. Nanti kalau Putri sudah besar dan bisa kerja, Putri janji gantian Putri yang bakal traktir Kakak. ''


Aku tertawa dengan kata-kata Adik bungsuku tersebut.


" Janji ya Dek, nanti bakalan traktir Kakak kalau kamu sudah kerja ??? "


" Iya Kak. "

__ADS_1


Putri langsung keluar dari Kamarku dengan perasaan yang bahagia karena sudah mendapatkan apa yang dia mau. Aku juga ikut bahagia melihatnya bahagia seperti itu.


Aku sudah bersiap untuk makan malam, dan sebelumnya aku sudah mandi dan berganti baju. Menu masakan Ibu yang disajikan di meja kali ini sangat menggugah seleraku, sudah lama sekali aku tidak menyantap masakan Ibuku. Ada sayur lodeh pepaya, sambal pecel, sayur kecambah, sayur kangkung, tempe goreng, peyek ikan asin dan juga kerupuk. Tidak lupa teh hangat melengkapi makan malam kita hari ini. Benar-benar nikmat sekali makanan kami malam ini. Kami semua makan dengan lahap, Bahkan adikku sampai nambah lagi.


Suasana makan malam ini adalah momen yang sangat aku rindukan. Meskipun Ayah yang bersamaku kini bukanlah Ayah kandungku sendiri, tapi dia menganggapku seperti anak kandungnya sendiri. Dia tidak pernah membeda-bedakanku dengan adik-adikku. Bahkan dia tidak pernah sekalipun memarahi apalagi memukulku. Bukankah Ayah tiri yang baik dan mengayomi juga sebuah rezeki ????? "


Tidak hanya itu kedua adikku juga menganggapku seperti saudara kandungnya sendiri. Tidak ada yang berbeda pada kami. Kami semua sama, karena bagaimanapun juga kami dilahirkan dari rahim yang sama. Aku sangat menyayangi mereka berdua, dan berharap semoga suatu saat nanti aku bisa membahagiakan mereka berdua.


Setelah selesai makan malam aku duduk Di teras depan rumahku. Aku melamun memikirkan masa depanku. Aku sedang berusaha memutar otak agar bisa mengais rezeki untuk menyambung hidup. Setelah ini aku harus bekerja dimana ????. Aku tidak bisa menumpang Di rumah Ibuku, sedangkan saat ini perekonomian keluarga Ibuku juga sedang bermasalah. Di tambah Ayah tiriku juga belum ada pekerjaan. Aku tidak bisa berlama-lama disini, karena aku tidak mau menjadi beban untuk keluargaku.


Tiba-tiba Ibuku datang mendekatiku.


" Untuk sementara waktu tinggallah disini sementara waktu sampai kamu mendapatkan pekerjaan lagi Nak."


" Tidak Bu, Rissa tahu keadaan Ibu saat ini sedang sulit Bu. Kalau Rissa lama-lama disini yang ada Rissa akan membebani Ibu. "


" Tidak ada namanya Anak yang membebani orang tuanya Nak. "


" Masalahnya kalau Rissa terus-terusan disini yang ada Rissa tidak bisa mencari pekerjaan yang baru Bu. Rissa tidak bisa terus mengharapkan kerja Di laundry itu Bu. Karena hingga saat ini belum ada kepastian sama sekali kalau akan buka lagi Bu. "


" Maafkan Ibumu ini yang tidak bisa membantumu apa-apa Nak. "


" Doa dari Ibu yang jauh lebih penting Bu. "


" Iya Nak, Ibu akan selalu mendoakanmu yang terbaik. Semoga kamu segera mendapatkan pekerjaan baru, dan yang lebih baik pastinya dari yang kemarin. "


" Ya Bu, Doa Seorang Ibu itu pasti akan dikabulkan oleh Allah Bu. Cukup doakan Rissa setiap hari, Insya Allah Rissa akan selalu diberi kemudahan Bu. "


" Iya Nak, ya sudah ayo kita masuk cepat istirahat sana. Jangan tidur malam-malam. Kamu besok ingin makan apa Nak ???? "


" Tidak usah repot-repot Bu, terserah Ibu saja. "


" Ya sudah kalau begitu, cepat tidur sana. "


" Iya Bu. "

__ADS_1


Aku memasuki kamarku, untuk malam ini aku ingin menikmati tidur malamku dengan nyenyak. Semoga besok aku mendapat jalan keluar untuk mengais rezeki. Amin.


__ADS_2