Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 178 JANGAN MENANGIS IBU...


__ADS_3

Aku memandang wajah Ibu ku, wajah yang sudah menunjukkan penuaan dirinya tapi sifat keibuannya sungguh sangat melekat dalam dirinya. Pandangannya tampak kosong ke depan dan seolah-olah dia sedang memikirkan sesuatu. Aku pun mendekatinya.


" Bu, Ibu kenapa ?? Apa yang Ibu pikirkan ??? "


" Gak ada Nak, Ibu gak apa-apa kok. "


" Rissa tahu saat ini Ibu sedang memikirkan sesuatu kan ??? "


" Hanya kepikiran satu hal saja Nak. "


" Tentang Mamanya Kak Arsel kan ??? "


" Kok kamu tahu Nak ??? "


" Iya Bu, Rissa pun juga merasakan apa yang Ibu rasakan. Ibu jangan terlalu banyak mikir ya, Mamanya Kak Arsel memang seperti itu. Tapi


Papanya Kak Arsel dan Oma sangat menyayangi dan mendukung Rissa sepenuhnya Bu. "


" Tapi tetap saja, itu akan menjadi penghalang cinta dan hubungan kalian. ''


" Bu, Ibu tahu kan yang namanya cinta itu harus diperjuangkan kan ???. Rissa tahu dari awal memang Mamanya Kak Arsel tidak menyukai Rissa, tapi Rissa tidak peduli Bu. Karena apa ??? Karena Rissa sangat mencintai Kak Arsel apa adanya dan begitu juga Kak Arsel Bu. "


" Tapi Ibu kepikiran dan takut kalau kamu menikah dengan Arsel nanti, hidup kamu tidak pernah bahagia dan tersiksa Nak. Ibu tidak bisa membayangkan kamu hidup serumah dan seatap dengan Mama mertua kamu yang tidak menyukai mu. Dia pasti menghalalkan segala cara untuk membuat kamu berpisah dari anaknya. Ibu takut Nak, seandainya kamu mengatakan ini dari awal mungkin Ibu akan berfikir ulang menyetujui pertunangan ini. "


" Bu, percaya sama Rissa dan juga Kak Arsel. Kami akan tunjukkan pada Ibu bahwa pilihan kami ini adalah yang terbaik dan tepat Bu. Kami akan selalu berusaha untuk mengambil hati Mamanya Kak Arsel Bu. Cepat atau lambat hubungan kami pasti bisa membaik selayaknya Mama mertua dan menantunya Bu. "

__ADS_1


" Kamu tahu, dari kecil hingga sekarang Ibu tidak pernah bisa memberikan apa yang bisa membuat mu bahagia. Bahkan sekedar untuk membantumu dalam biaya pendidikan pun Ibu tidak bisa. Tidak hanya itu, untuk pergi Ke Surabaya menengok mu sekedar melihat kampus kamu saja Ibu tidak mampu. Meskipun waktu itu kamu pernah menawarkan untuk mengirimi uang Ibu agar Ibu bisa Ke Surabaya, tapi Ibu tidak tega menyusahkan mu. Karena Ibu tahu kamu di Surabaya berjuang seorang diri dengan uang yang tidak seberapa. "


" Ibu jangan ngomong seperti itu Bu, Rissa jadi sedih. Melihat Ibu masih sehat seperti ini saja, Rissa sudah sangat bahagia Bu. "


" Kita ini memang orang miskin Nak, dan Ibu minta maaf karena kamu harus terlahir dalam kemiskinan dan harus mendapatkan penghinaan seperti ini. Ibu sungguh merasa sakit hati sekali saat Mamanya Arsel menghina kita seperti itu, Ibu merasa keluarga kita sama sekali tidak ada artinya sama sekali. Tapi feeling Ibu mengatakan bahwa kamu akan bahagia bersama Arsel suatu saat nanti. "


" Rissa bersyukur terlahir seperti ini, karena memiliki seorang Ibu seperti Ibu sungguh anugerah luar biasa buat Rissa. Ibu jangan khawatir ya Rissa pasti bahagia hidup dengan Kak Arsel, karena Rissa sungguh sangat mencintainya Bu. Sama halnya saat Rissa mencintai Alm. Farrell dulu Bu. Jadi tolong restui kami sepenuh hati Ibu. "


" Nak, seumur hidup Ibu tidak pernah mampu memenuhi keinginan kamu. Dari kecil kamu selalu hidup penuh kekurangan dan berbeda dengan anak-anak yang lain. Kamu selalu hidup dalam keprihatinan dan selalu menangis. Jadi kalau memang dengan kamu benar-benar mencintai Arsel dan itu bisa membuat mu bahagia, Ibu akan memenuhi itu semua Nak. Asal kamu bahagia Nak, " Kata Ibu sambil meneteskan air mata sampai sesenggukan.


" Jangan Menangis Ibu.... " Aku menghapus air mata Ibu yang mengalir di kedua pipinya.


Sambil terus menangis Ibu berpesan padaku, " Apapun yang terjadi dengan mu suatu saat nanti, dan apabila kamu sudah tidak diharapkan lagi di sana, pulanglah kembali kemari Nak. Pintu rumah Ibu akan selalu terbuka untuk mu selama Ibu masih ada di dunia ini Nak. "


" Ibu jangan khawatir ya, semua itu tidak akan pernah terjadi Bu. Jangan berfikir sejauh itu Bu, jadi Ibu tenang saja ya, " Aku berusaha meyakinkan Ibu.


Ibu langsung memelukku, dia pun menangis sesenggukan dalam pelukan ku. Aku paham yang Ibu rasakan, dia hanya mengkhawatirkan keadaan ku saja. Dia tidak mau membiarkan aku menangis ataupun merasa sedih.


" Ibu juga berpesan pada kamu, meskipun kamu sudah bertunangan dengan Arsel kamu tetap harus menyelesaikan kuliah mu. Tetap wujudkan impian mu selama ini Nak. Bukannya apa, kamu harus bisa menjadi wanita yang mandiri dalam segala hal. Berkaca lah pada diri Ibu, Ibu hanya lulusan SD sehingga sulit mencari kerja sehingga Ibu hanya bergantung pada Ayah mu. Kamu harus selalu ingat untuk cita-cita yang sudah kamu perjuangkan selama ini untuk menjadi... "


" Kupu-Kupu Tak Bersayap Bu, " Jawab ku memotong kata-kata Ibu ku.


" Iya Nak. "


" Ya sudah kalau begitu ayo kita beres-beres Bu, Rissa bantu. "

__ADS_1


" Iya Nak. "


Kami pun langsung membersihkan rumah kami. Dan setelah semuanya bersih, aku langsung masuk ke kamar ku. Aku mengecek ponsel ku dan ternyata ada 15 panggilan tak terjawab dari Kak Arsel. Sehingga aku pun langsung menghubunginya kembali.


" Halo, Sayang ada apa kamu kok telfon ??? Maaf aku tadi masih bantu Ibu beres-beres rumah. "


" Iya gak apa-apa sayang, aku telfon kamu cuma mau minta maaf saja. "


" Minta maaf buat apa sayang ??? "


" Tentang perkataan Mama ku tadi. "


" Gak apa-apa kok sayang, udah biasa. Mama kamu kan memang ngomong sesuai kenyataannya sayang. Aku sadar diri keadaan keluarga ku memang seperti itu. "


" Ya gak gitu sayang, Mama aku kelewatan menghina kamu dan keluarga kamu kayak tadi. Tolong sampaikan permintaan maaf ku sama keluarga kamu terutama Ibu kamu ya. "


" Ya sudah gak apa-apa, kamu tutup saja gak enak kalau nanti di dengar Mama kamu Sayang. "


" Dia sudah tidur, jadi gak bakalan dengar sayang. "


" Oiya sudah kalau begitu sayang. "


" Aku janji sayang, apapun yang terjadi aku akan selalu membuat kamu bahagia. Aku sudah berjanji pada Ibu mu untuk hal itu bukan ??? "


" Iya sayang, kita berdua harus berjanji untuk selalu menjaga, menghargai, menyayangi dan juga membahagiakan satu sama lain. "

__ADS_1


" Iya sayang aku sudah meminang mu dengan bismillah, dan aku pun juga akan menjaga janji suci kita selamanya. "


# Cie cie...... So sweet kan... 😍🥰😘


__ADS_2