
Akhirnya kami pun sampai di kosan ku, Kak Arsel langsung pamit untuk kembali ke kantornya kembali.
" Sayang, aku langsung pamit balik ke kantor ya ??? "
" Iya sayang, gak apa-apa. "
" Tapi ingat ya pesan ku, sekarang kamu adalah tunangan aku jadi jangan berduaan lagi dengan laki-laki lain selain aku. "
" Iya sayang. "
" Setidaknya kamu izin sama aku sayang. "
" Iya sayang. "
" Ya sudah aku balik ke kantor lagi ya Yang, " Ucap Kak Arsel sambil mengecup kening ku.
" Iya hati-hati sayang. "
Aku langsung masuk ke dalam kamar ku, lelah sekali setelah hampir seharian dalam perjalanan. Namun baru saja aku memejamkan mata, ponsel ku berdering. Tanpa melihatnya aku mengangkat telfonnya.
" Halo, " Aku mengangkat telfon ku.
" Halo, Riss. "
Aku mencoba mencerna suara seseorang yang sedang menelfon ku tersebut, suara yang tidak asing aku dengar namun itu bukan suara Kak Arsel.
" Bryant, " Ucap ku pelan.
" Iya, ini gue. Gimana kabar lo Riss ???? "
" Baik. "
" Lo sudah di Surabaya ??? "
" Ini baru sampai. "
" Syukurlah. "
" Kenapa ??? "
" Gue rindu. "
" Rindu ??? "
" Iya rindu. "
" Sama siapa ??? "
" Lo. "
" Aku ???? "
" Iya Riss, gue merindukan lo. "
" Gimana mungkin ??? "
" Ya Riss, gue ingin bertemu. "
__ADS_1
" Ya besok kan kita bertemu di kampus. "
" Malam ini apa kita tidak bisa bertemu ?? "
" Maaf Bryant, kamu tahu kan aku sekarang sudah menjadi tunangan Kak Arsel. Bagaimana kalau nanti dia tahu kalau kita bertemu berduaan ?? "
" Ya sudah kalau lo gak mau kita bertemu berduaan, biar gue ajak Mama gue sekalian. "
" Buat apa Bryant ??? "
" Biar Mama gue tahu bahwa gue telah jatuh cinta pada wanita berhati malaikat seperti lo. "
" Lalu apa biar Mama kamu tahu kebenarannya bahwa cinta mu bertepuk sebelah tangan begitu ???? "
" Tenang saja Riss, Mama gue orang nya fear kok. Hubungan kami sudah seperti teman. Mungkin kalau dia tahu lo menolak gue, dia bakalan mengejek gue habis-habisan. "
" Hubungan yang romantis antara anak dan Mamanya ya. "
" Iya Riss. ''
" Seandainya Mama gue mengenal lo, mungkin kalian akan menjadi sahabat yang baik. Dia sederhana sama seperti lo. Meskipun dia seorang istri pengusaha tajir, tapi dia tidak memiliki jiwa sosialita seperti kebanyakan orang lainnya. Pantang baginya buat menyombongkan diri. Gue yang malu, gue dulu orangnya sombong, angkuh, egois sampai Mama gue bilang kalau harta gak bakalan dibawa Mati. Makjleb kan kata-katanya ? "
" Iya Bryant. "
" Lo ngantuk Riss ??? "
" Iya, aku capek banget ni. "
" Ya sudah kalau gitu sampai jumpa besok di kampus ya. "
" Iya Bryant. "
Keesokan harinya,
Aku terbangun dan hari ini ada jadwal kuliah pagi, makanya aku segera bersiap-siap. Sesampai di kampus, pemandangan tidak biasa ada di depan mata ku. Sejenak aku tidak percaya dengan apa yang ku lihat saat ini. Seseorang sedang duduk menunggu ku di depan Fakultas.
" Bryant, " Batin ku dalam hati.
Aku diam terpaku melihatnya seperti itu. Dia pun juga terpaku melihat ku yang baru datang ini.
Tidak direncanakan sebelumnya, kami memakai warna baju yang sama. Mungkin ini semua hanyalah sebuah kebetulan semata. Dan tiba-tiba Bryant mendekati ku. Dan siapa yang menyangka kalau dia langsung memeluk ku begitu saja. Sontak aku kaget karena tidak menyangka Bryant akan senekat ini padaku.
" Ijinkan gue memeluk lo sebentar saja Riss, gue sungguh-sungguh merindukan lo, " Ucap Bryant.
" Tapi Bryant, kamu tahu kan aku sudah tunangan dengan Kak Arsel. Aku gak mau dia tahu dan salah paham dengan kita.
" Gue tahu Riss, " Bryant melepaskan pelukannya.
" Ya kamu memang harus tahu. "
" Tapi bukankah sebelum janur kuning melengkung, lo belum sepenuhnya milik Arsel. "
" Bryant, aku tahu kamu cinta sama aku, tapi maaf aku gak cinta sama kamu. Aku cinta sama Kak Arsel. Kamu harus tahu itu Bryant. "
__ADS_1
" Gue gak peduli lo cinta atau gak sama gue, yang pasti gue cinta sama lo. Meskipun pada ujungnya gue di campakkan, gue tetap cinta sama lo. "
" Terserah kamu sajalah Bryant, aku mau masuk kelas, " Jawab ku sambil berlalu meninggalkannya.
" Tunggu, " Kata Bryant memegang tangan ku.
" Gue akan selalu nungguin lo, gue akan selalu ada buat lo. Jika suatu saat nanti lo disakiti sama Arsel, datanglah pada gue. Gue akan selalu menerima lo apa adanya. Gue adalah orang pertama yang bakal ada di sisi lo, mendukung lo selamanya. "
" Kenapa kamu harus melakukan ini semua ??? "
" Semua ini karena cinta. "
" Karena Cinta ??? "
" Iya. "
" Tapi kenapa ???? kamu gak bisa ngelakuin ini semua Bryant. Lebih baik kamu mencari seseorang yang jauh lebih baik dari ku. "
" Sudahlah Riss, gue terima kok lo gak terima cinta gue. Tapi satu hal yang gak boleh lo lakuin. "
" Apa ??? "
" Lo gak bisa suruh gue pergi dari kehidupan lo, " Jawab Bryant sambil pergi mendahului ku.
Aku hanya bisa geleng-geleng kepala saja dengan kelakuan Bryant. Dan disaat itu pula aku dipanggil oleh salah satu dosen pengajar ku.
" Rissa, ke ruangan Ibu sebentar. "
" Iya Bu, " Jawab ku sambil mengikuti dosen ku tersebut.
Aku disuruh duduk di ruangannya untuk membicarakan sesuatu yang menurutnya penting.
" Rissa, maksud Ibu manggil kamu kesini karena ada sesuatu yang ingin Ibu tawarkan sama kamu. ''
" Kalau boleh tahu sesuatu yang penting apa ya Bu ??? "
" Ibu sudah mempelajari dan memperhatikan kalau prestasi kamu sungguh sangat luar biasa, bahkan nilai-nilai kamu sangat memuaskan. Oleh karena itu Ibu ingin menawarkan sebuah pekerjaan untuk menjadi Asisten Dosen. Kamu jangan khawatir, kamu akan di gaji kok. Bagaimana kamu mau atau tidak ??? "
" Beneran Bu, saya ditawari untuk menjadi Asisten dosen ??? "
" Iya Riss, itu pun kalau mau. "
" Saya mau dan bersedia kapan pun tawaran Ibu akan diberikan. "
" Ya sudah mulai besok bisa ya di mulai ??? Jadi nanti apabila ada salah satu dosen disini termasuk Ibu yang ada halangan untuk mengajar, kamu harus bersedia menggantikan kami. Tenang saja, nanti Ibu tetap akan memantau semua tugas kamu kok. "
" Iya siap Bu. "
" Ya sudah kamu tanda tangani surat kontrak asisten dosennya ya. "
" Iya Bu. "
Aku pun segera meninggalkan ruangan Dosen ku tersebut. Aku tidak menyangka akan mendapatkan pekerjaan ini, karena lama-lama aku tidak enak dibiayai orang tuanya Kak Steffan. Aku ingin mandiri dengan keringat yang aku hasilkan sendiri.
Asisten dosen adalah salah satu pekerjaan yang pernah aku impikan, dan saat ini sudah terkabul. Setidaknya semua ini membuktikan, aku tetap memprioritaskan pendidikan ku dari kisah asmara ku. Dan semua ini aku persembahkan untuk cinta sejati ku yang sudah bahagia di surga, Alm. Farrell.
__ADS_1