
Aku menutup telfon dari tunangan ku tersebut, lalu memasukkan ponsel ku ke dalam tas ku. Aku melihat sekeliling jalan dengan bis yang akan membawa ku ke Surabaya.
Saat aku sibuk melihat pemandangan, seseorang menepuk pundak ku. Sontak saja aku kaget dan takut kalau-kalau dia adalah tukang yang suka menghipnotis penumpang bis seperti gosip yang aku dengar. Perlahan aku menoleh ke arah seseorang yang menepuk pundak ku tersebut.
Kalian tahu siapa orang yang menepuk pundak ku tersebut ?????
Dia adalah Rayhan, Mantan Cinta Pertama Ku !!!!
" Rissa, " Sapa Rayhan.
" Rayhan, ini kamu ??? " Aku balik bertanya.
" Kenapa Riss, kamu sudah lupa sama aku ??? "
" Ya gak sih, kamu sedikit berubah dari yang dulu."
" Apa aku terlihat lebih ganteng apa lebih jelek dari yang dulu Riss ??? "
" Lebih tampan, " Jawab ku sambil tertawa.
" Benarkah ??? "
" Iya. "
" Aku boleh duduk di samping mu ??? "
" Ok, silahkan setidaknya aku memiliki seorang teman untuk mengobrol. "
" Kamu mau kemana ? "
" Surabaya. "
" Oh iya, berarti kita memiliki tujuan yang sama. Aku juga mau ke Surabaya. "
" Kamu kuliah apa kerja di sana ??? "
" Kuliah, jurusan Psikologi. Kamu Ray ??? "
" Aku juga kuliah jurusan Teknologi Informatika (TI) Riss. "
__ADS_1
" Iya Ray. "
" Kok kita gak pernah ketemu sama sekali sih di kampus ??? "
" Ya kamu tahu lah, kampus kita kan besar dan luas banget. Apalagi fakultas kita berdiri sendiri-sendiri dan jaraknya juga lumayan jauh. Boro-boro mau ketemu, aku pulang dari kuliah ya langsung balik ke kosan. Hehe. "
" Iya Riss, aku juga jarang banget nongkrong-nongkrong gitu. Kecuali diajak temen-temen ya baru aku mau keluar. "
" Oh gitu. "
" Iya Ris. "
" Iya. "
" Riss, aku boleh ngomong sesuatu gak sama kamu ??? "
" Boleh kok, silahkan saja. "
" Aku mau minta maaf ya tentang hubungan kita dulu. Aku tahu kamu pasti sakit hati kan, aku salah Riss dan aku sudah egois. "
" Sudahlah Ray, semua itu hanyalah kenangan masa lalu. Setidaknya aku bisa merasakan yang namanya sakit hati karena cinta itu seperti apa. Dan hal itu yang membuat ku menjadi kuat dan bertahan hingga saat ini. "
" Terkadang aku menyesal pernah meninggalkan kamu waktu itu Riss, aku lebih menuruti kemauan orang tua ku untuk lebih memilih Raysa. Aku benar-benar menyesal telah membuang sebuah berlian hanya demi sebuah emas KW. "
" Aku sudah tidak bersamanya lagi Riss, apalagi saat aku tahu dia hanya memanfaatkan ku saja demi harta. Keluarganya bangkrut, sehingga dia hanya mau memanfaatkan ku saja. Karena itu aku berpisah dengannya. "
" Oh begitu Ray, ya sabar saja. Pasti kamu bakal dapat penggantinya yang jauh lebih baik lagi. "
" Lalu gimana dengan mu Riss ??? "
" Kamu masih ingat dengan Farrell ??? "
" Teman sekelas kita dulu kan ??? Iya kenapa Riss ??? Tapi aku pernah dengar berita tentangnya kalau dia kecelakaan kan ??? "
" Setelah kita putus, dialah orang yang berusaha menjagaku dan mencintai ku dengan tulus. Namun aku tidak pernah bisa menerima cintanya."
" Tapi waktu itu bukannya kalian pacaran ??? "
" Kita gak pernah pacaran Ray, dia hanya membantu ku untuk membuatmu cemburu. Dia mau melakukan apa saja, demi membuat ku jatuh cinta padanya. Dialah orang yang selalu berusaha membuat ku bahagia saat aku sakit hati karena mu waktu itu. "
__ADS_1
" Maafkan aku Riss, aku benar-benar bodoh sekali."
" Tidak Ray, semuanya ini memang sudah takdir. Semua ini sudah jalan hidup darinya. "
" Lalu Farrell apa benar dia sudah meninggal ??? "
Aku terdiam lalu menghembuskan nafas yang panjang. Sesaat kemudian air mataku jatuh menetes di pipi ku. Aku menangis sesenggukan kala mengenang semua kenangan tentang Farrell. Entah kenapa meskipun kini Kak Arsel sudah menjadi tunangan ku, namun kenangan ku bersama Farrell selalu abadi dalam memori ku. Aku selu menangis kala mengingatnya kembali.
" Iya Ray, Farrell sudah meninggal. Dia kecelakaan sesaat setelah kita berdua bertemu. Bahkan setelah kecelakaan itu, arwahnya datang ke kosan ku untuk mengucapkan selamat tinggal padaku. Begitu besarnya cintanya pada ku, hingga dia ingin aku melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Bahkan aku ada disampingnya saat dia menghembuskan nafasnya untuk yang terakhir kalinya saat di Rumah sakit. Subuh waktu itu, aku bermimpi dia mencium keningku sambil mengelus rambut ku dan berpamitan bahwa dia akan pergi untuk selama-lamanya, " Aku bercerita dengan isak tangis.
" Aku tahu yang kamu rasakan Riss, tapi bagaimanapun juga kamu harus mengikhlaskan kepergiannya. "
" Aku ikhlas Rayhan, tapi yang membuat ku menyesal adalah aku tidak sempat mengucapkan bahwa aku juga mencintainya hingga akhirnya kita terpisahkan oleh kematian. Aku ingin Farrell tahu, bahwa sebenarnya aku mulai mencintainya waktu itu. Namun semuanya terlambat. "
" Farrell sudah bahagia sekarang di Surga Riss, karena aku tahu dia adalah laki-laki yang baik. Aku yakin Farrell bisa menyadari bahwa kamu juga sangat mencintainya, Farrell pasti tahu Riss. "
" Padahal saat ini aku sudah bertunangan dengan laki-laki lain, tapi entahlah kenapa aku masih belum bisa melupakan semua tentang Farrell meskipun dia sudah lama meninggal. "
" Itulah yang dinamakan cinta sejati Riss. Cinta suci yang tidak perlu diungkapkan, namun selalu ada di hati. Apalagi cinta itu dibawa sampai mati Riss, oleh karena itu kamu susah sekali untuk melupakannya. Karena memang Farrell itu sangat berarti sekali buat mu kan. Namun perlahan kamu tetap harus memprioritaskan tunangan mu saat ini Riss, dialah masa depan mu saat ini. Pasti Farrell pun mau kamu melanjutkan hidup mu dan berbahagia. "
" Iya Rayhan, itulah permintaan terakhirnya sebelum meninggal. "
" Iya benar kan, ya sudah sekarang kamu hapus air mata kamu itu. Gak enak kan kalau dilihat orang ??? "
" Iya Ray. "
" Ini, " Kata Rayhan sambil memberiku sebuah sapu tangan.
" Sapu tangan ???? "
" Ya sama seperti yang dulu pernah kamu lakukan padaku, memberi ku sapu tangan. Tapi kali ini biarkan aku yang memberi ku sapu tangan untuk mu. "
" Ehm, tidak usah Ray. "
" Ambil saja sapu tangan ini, aku tidak ada maksud apa-apa kok. Aku tahu diri kok, aku hanya mau memberi mu sapu tangan ini tapi tidak untuk menghapus air matamu. Karena ada laki-laki lain yang lebih berhak untuk itu, Tunangan mu. Jadi ambil sapu tangan ini dan silahkan hapus sendiri air mata kamu. Betul kan ??? "
" Iya sudah kalau begitu, " Jawab ku sambil mengambil sapu tangan dari Rayhan meskipun sebenarnya aku melakukannya hanya karena tidak enak padanya.
Aku pun langsung menghapus sisa-sisa air mata ku yang membasahi pipi ku.
__ADS_1
Aku tidak tahu kenapa Tuhan mempertemukan ku lagi dengan Mantan Cinta Pertama ku ini. Kejutan apa yang akan terjadi pada ku kedepannya ????
Ceritanya jadi makin seru kan ???????? 🥰😍.