
Akhirnya sampai juga aku Di depan rumah sakit tempat Farrell dirawat. Kaki ku mulai gemetaran melangkah, sepertinya aku tidak sanggup melihat keadaan Farrell yang saat ini terbaring dengan luka penuh darah akibat kecelakaan tersebut.
Seperti yang dikatakan Kakaknya Farrell, saat ini Farrell sudah berada Di ruang ICU. Aku mencari berkeliling Ke rumah sakit mencari ruangan tersebut tapi tidak juga ketemu karena ini adalah pertama kalinya aku datang Ke rumah sakit tersebut.
Saking bingungnya, aku tidak bertanya pada pihak rumah sakit di mana ruang ICU tersebut. Aku hanya berkeliling seorang diri menelusuri setiap lorong rumah sakit sambil menangis. Hingga tidak sengaja aku menabrak perawat rumah sakit. Karena melihat ku seperti orang kebingungan sambil menangis, perawat tersebut bertanya pada ku. Aku menceritakan semuanya, hingga pada akhirnya perawat tersebut mengantar ku ke ruang ICU.
Tampak Mamanya Farrell sedang duduk di depan ruangan tersebut sambil menangis. Aku menyapanya dan bersalaman sambil memperkenalkan diri.
" Tante, saya Rissa sahabatnya Farrell. "
'' Iya Nak, Farrell sudah banyak cerita tentang kamu. "
'' Boleh saya melihat Farrell Tante ??? "
" Iya Nak silahkan. "
Perlahan kaki ini melangkah menuju kamar ICU tempat Farrell dirawat. Aku hanya bisa melihatnya dari kaca karena memang dilarang masuk. Hati ku mulai deg-deg an karena aku takut tidak sanggup melihat kondisi Farrell saat ini.
Saat pertama kali aku melihat keadaan Farrell yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, aku tidak sanggup melihatnya terlalu lama. Tubuhnya dipenuhi beberapa luka hingga kepalanya dan juga wajahnya juga dipenuhi dengan perban. Selain itu tubuh Farrell juga dibantu oleh beberapa alat bantu untuk membantunya bertahan hidup.
Farrell yang selama ini aku kenal laki-laki yang kuat, kini dia terbaring lemah tidak sadarkan diri. Seakan aku tidak percaya kalau yang ada disana adalah Farrell. Aku menangis untuk yang kesekian kalinya meratapi kondisi Farrell saat ini.
Hingga pada akhirnya aku merasakan pusing dan keadaan sekeliling terlihat gelap. Dan kini aku pingsan. Hari ini aku memang belum sempat sarapan ditambah lagi aku terus memikirkan keadaan Farrell. Sangat terasa sekali aku benar-benar kehilangan sosok laki-laki yang sangat berarti bagi ku itu.
Seandainya aku benar-benar peka, bahwasanya beberapa hari sebelum kejadian Farrell sudah memberikan beberapa gelagat mencurigakan yang selalu membahas tentang kematian, bahkan dia juga selalu memberikan kode selalu melambaikan tangan pada ku.
Seandainya waktu bisa aku putar kembali, aku ingin Farrell tidak mengalami kejadian tragis tersebut. Aku akan lebih keras pada Farrell untuk menyuruhnya langsung pulang Ke rumahnya tanpa terlebih dulu nongkrong bersama teman-temannya. Pasti kejadian kecelakaan tersebut tidak akan menimpa Farrell.
__ADS_1
Kini penyesalan itu tiada gunanya lagi, nasi sudah menjadi bubur. Kecelakaan tersebut membuat Farrell luka parah dan tidak sadarkan diri. Kecelakaan tersebut yang terjadi pukul 02.00 dini hari mengingatkan ku juga terbangun dan aku memang benar-benar melihat Farrell datang Ke kosan ku. Kalau memang itu benar, mungkin Farrell melakukan itu karena dia ingin pamit pada ku karena tidak bisa menelfon ku sesuai janjinya. Karena dia adalah laki-laki yang selalu berkomitmen pada janji-janjinya.
Hingga akhirnya aku mulai tersadar dari pingsan ku, kini aku melihat Kakaknya Farrell sudah tiba Di rumah sakit ini. Dia menjaga ku hingga kini aku mulai sadar. Tidak ada kata-kata yang mampu aku ucapkan, hanya bulir-bulir air mata ini yang mewakili perasaan hati ku saat ini.
Kakaknya Farrell paham dengan apa yang kini aku rasakan, hingga dia pun langsung memeluk ku. Dia juga mengusap air mata ku dan menghibur ku.
" Kakak tahu apa yang kamu rasakan Riss. "
" Farrell Kak, aku tidak kuat melihat keadaan Farrell Kak. Seandainya bisa, biar aku saja yang menggantikan posisi Farrell saat ini, " Tangis ku pilu.
" Riss, kita sama-sama kawatir dengan keadaan Farrell sekarang, yang penting saat ini doa kita lah salah satu jalan untuk membantu Farrell agar bisa cepat sadar. "
" Iya Kak. Kalau boleh tahu bagaimana keadaan Farrell Kak, kenapa banyak sekali alat bantu yang dipasang pada tubuhnya ??? "
" Sebenarnya keadaan Farrell tidak baik-baik saja Riss, dia mengalami patah tulang di kakinya dan beberapa luka di sekujur tubuhnya. Dia juga mengalami luka serius dikepalanya Riss. Itu yang menyebabkannya dia tidak sadarkan diri sampai saat ini. Dan dokter menyarankan untuk melakukan operasi. "
" Iya Riss, operasi. Hanya itu lah yang bisa dilakukan tim dokter untuk menyelamatkannya dari ketidaksadarannya. "
Aku kembali menangis sesenggukan. Bayangan ku operasi tersebut akan membuat rasa sakit yang teramat sakit.
" Kalau kamu sudah merasa baikan ayo kita berkumpul bersama Mamanya Kakak di depan ruang ICU. "
" Kak, maaf sebelumnya ya, aku belum melihat papanya Farrell sama sekali Kak ''
" Dia tidak akan pernah datang Riss, karena dia tidak peduli lagi pada kami. Bahkan disaat-saat keadaan Farrell Di Ambang Kematian saja dia acuh tak acuh, " Jawab Kakaknya Kak Morgan serak.
" Maaf Kak, kalau pertanyaan ku tadi terlalu lancang Kak. "
__ADS_1
" Tidak apa-apa Riss, santai saja. "
" Iya Kak. "
Kami pun segera menuju ruang ICU, di sana aku melihat Mamanya Farrell masih terus menangis memikirkan keadaan Farrell. Aku tahu hati seorang Ibu pasti hancur melihat anak nya mengalami kecelakaan tragis hingga di ambang kematian seperti ini.
Saat aku duduk di dekat Mamanya Farrell, beliau mengatakan sesuatu pada ku.
" Rissa, Tante merasa senang sekali karena semenjak kenal dengan kamu Farrell menjadi anak yang baik sekali. Farrell banyak cerita tentang kamu, kamu adalah perempuan luar biasa. Dan satu lagi yang sering Farrell ucapkan berulang-ulang tentang kamu Riss. "
" Apa itu Tante ???? "
" Farrell sangat mencintai kamu Rissa, dia selalu mengulangi kalimat-kalimat yang sama setiap hari, " Jawab Mamanya Farrell sambil menangis bercampur tersenyum.
" Iya Tante, Farrell juga laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Aku beruntung bisa mengenalnya Tante. "
" Iya Riss, semenjak mengenal kamu banyak perubahan dalam diri Farrell. Tante bahagia sekali melihat anak laki-laki Tante satu-satunya menjadi anak yang lebih menghargai perempuan khususnya Mama dan Kakaknya. Dia tidak pernah menyakiti hati Tante sedikit pun. "
" Iya Tante, Farrell juga pernah mengatakan pada Rissa bahwa dia sangat menyayangi Tante dan Kakaknya. "
" Iya Riss. "
" Tapi kini hanya satu penyesalan terbesar Rissa Tante. "
" Apa itu Rissa ??? "
" Rissa sangat menyesal karena mulai bisa mencintai Farrell disaat moment seperti ini Tante. Seandainya waktu bisa Rissa putar kembali, Rissa ingin Farrell tahu perasaan Rissa saat ini yang mulai mencintainya, " Jawabku bergetar sambil meneteskan air mata ku.
__ADS_1
Mamanya Farrell langsung memeluk ku dan memberi ku nasehat untuk tetap sabar dan terus mendoakan yang terbaik untuk Farrell. Kami sama-sama terhanyut akan tangisan kami.