
Setelah Mamanya Farrell pergi, aku kembali terngiang-ngiang tentang kata-katanya terkait keputusan yang aku ambil ini. Untuk saat ini aku memang tidak punya ambisi lagi untuk kuliah, aku tidak menginginkannya sama sekali.
Lalu tidak sengaja aku melihat piagam penghargaan ku yang ada diatas meja. Sekejap aku mengingat betapa besar pengorbanan dan perjuanganku untuk bisa mendapatkannya. Hati kecilku seakan meronta-ronta untuk mengumpulkan kekuatan yang tersisa untuk melanjutkan Ke perguruan tinggi.
Aku menatap piagam penghargaan itu dengan tatapan kosong. Aku tidak memiliki tujuan hidup saat ini.
" Apa yang harus aku lakukan ???. Kenapa terasa berat ujian hidup yang harus aku jalani. Betapa sakit dan hancurnya aku kehilanganmu Farrell. Aku sudah terbiasa hidup denganmu, kini tanpamu aku seperti mayat hidup yang tidak memiliki arti apa-apa !!!! "
Entah setan darimana yang merasuki ku, tiba-tiba aku mengambil obat nyamuk cair yang ada Di kamarku. Aku merasa hidupku benar-benar hancur dan masa depanku suram tanpa Farrell di sisiku.
" Maafkan aku Ibu, aku terpaksa melakukan ini. Aku sudah tidak sanggup hidup terus menerus seperti ini. Sungguh aku tertekan dengan kehidupan yang serba sulit dan kejam ini. Aku sangat mencintai Farrell, dan aku berharap aku bisa menyusul dan bertemu Farrell disana, " Rintih ku.
Aku menangis tersedu-sedu dan tanpa berfikir panjang aku langsung meminum racun tersebut. Hingga pada akhirnya aku merasakan tenggorokan ku benar-benar sakit dan nafas ku tersendat-sendat. Jujur yang ada di fikiran ku saat itu adalah urusanku di dunia ini sudah selesai dan aku bisa secepatnya menyusul Farrell.
Hingga pada akhirnya aku tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa dan terkapar menjemput maut. Aku berharap Tuhan mengabulkan doaku agar kematian datang menjemput ku.
Namun, ternyata Tuhan sama sekali tidak mengabulkan keinginanku untuk mengakhiri hidupku. Aku tidak tahu bagaimana awal ceritanya karena aku sudah berada Di rumah sakit dan Tuhan memberiku kesempatan untuk tetap hidup. Aku tidak tahu rahasia apa yang sedang dia rencanakan untukku.
Yang pasti Di ruang UGD ini adalah bukti tangan Tuhan telah menyelamatkanku lewat dokter yang memeriksaku dan berusaha semaksimal mungkin mengeluarkan racun tersebut dari lambung ku. Berulangkali aku muntah-muntah dan pada akhirnya aku bisa melewati masa kritis ku tersebut.
Saat aku mulai membuka mataku, yang pertama kali aku lihat adalah Ibuku yang terus menerus menangis sambil memegang tanganku. Dia merasa sangat senang sekali aku bisa sadar dari maut yang hampir merenggut nyawaku.
" Kamu sudah sadar Nak, Alhamdulillah ya Allah, " Kata Ibuku mengucapkan syukur.
__ADS_1
" Rissa kenapa Bu ??? " Jawab ku lemah.
" Tidak apa-apa sayang, tapi kamu kenapa tega melakukan itu. Apa kamu sudah tidak menyayangi Ibumu ini Nak ??? "
Aku mencoba mencerna kata-kata Ibuku dan aku baru ingat apa yang sudah terjadi. Aku meneteskan air mataku karena aku masih diberi kesempatan untuk hidup. Upayaku untuk melakukan Bunuh Diri gagal !!!!. Mungkin Allah masih sayang padaku, dia tidak mau hidupku berakhir seperti itu. Entahlah aku harus bersyukur karena aku masih selamat atau harus sedih karena upaya untuk mengakhiri hidupku gagal.
" Kenapa Allah tidak mencabut saja nyawaku Bu, aku sudah tidak mau hidup lagi Bu, " Aku menangis sambil meronta-ronta.
" Sabar Nak, istighfar sayang. Kamu tidak boleh seperti ini, kamu harus bisa mengendalikan diri kamu Nak, " Ibu berusaha membuatku agar bisa mengontrol diriku.
" Tapi Rissa sudah tidak menginginkan hidup yang seperti ini Bu, " Jawabku sambil terus menangis.
" Lantas hidup seperti apa yang kamu inginkan hah ??????!!!!!! " Seseorang membentak ku dari arah pintu kamar Rumah Sakit.
" Ayo jawab Tante Riss, hidup seperti apa yang kamu inginkan ???? " Mamanya Farrell mengulangi pertanyaannya.
Mulutku tertutup rapat dan gemetar karena pertama kalinya aku melihat Mamanya Farrell semarah ini padaku. Aku hanya bisa meneteskan mataku karena tidak sanggup untuk berkata-kata lagi.
" Tante fikir kamu adalah anak yang cerdas dan cukup pintar seperti yang Farrell pernah katakan pada Tante. Tapi hari ini Tante tidak melihat itu dalam diri kamu. Betapa bodohnya kamu, telah menyia-nyiakan hidupmu dengan bunuh diri seperti ini. Apa yang kamu harapkan dengan melakukan ini ??? Kematian ????. Lantas dengan kamu mati apa urusanmu di dunia ini juga pasti berakhir ???? Tidak !!!!!!! "
" Tapi... Tante... "
" Coba fikir setelah kamu mati, kamu telah meninggalkan Ibumu dengan keadaan yang seperti ini. Bukankah kamu sudah berjanji ingin mengangkat derajat keluargamu menjadi lebih baik dan layak bukan ???. Tidak hanya itu saja, apa dengan kamu mati Farrell akan bahagia ???? Tidak !!!!. Justru Farrell akan sangat sedih karena kamu tidak memenuhi janjimu untuk terus melanjutkan hidup dan menjadi orang yang sukses. "
__ADS_1
Kata-kata Mamanya Farrell tersebut bagaikan tamparan yang begitu hebat dan dahsyatnya yang menyadarkan ku. Aku begitu terlarut dengan kesedihan yang mendalam hingga aku belum bisa menerima kenyataan yang ada.
" Maafkan Rissa Tante, Rissa masih merasakan kesedihan yang sangat mendalam karena kematian Farrell. Rissa masih belum terbiasa tanpa kehadiran Farrell di sisi Rissa. Rissa sungguh sangat merindukan Farrell Tante, " Aku meneteskan air mataku.
Mamanya Farrell memelukku, dia juga meneteskan air matanya. Akhirnya kita sama-sama larut dalam kesedihan kita masing-masing.
" Seandainya Rissa tahu jauh di lubuk hati Tante yang paling dalam, Tante juga sangat hancur kehilangan Farrell. Tante yang mengandung dan melahirkannya serta merawatnya hingga akhirnya kita dipisahkan oleh kematian tersebut. Rissa bisa bayangkan seberapa hancur hati Tante sebagai seorang Ibu ??? "
" Iya Tante, Rissa mengerti. "
" Oleh sebab itu Rissa harus tahu kalau Rissa tidak sendirian, kita sama-sama terluka karena kehilangan orang yang benar-benar kita sayangi untuk selama-lamanya. Tapi kita masih punya waktu untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita yang masih terbengkalai. "
" Iya Tante, " Jawabku sambil mengusap air mataku.
" Rissa, kamu masih muda sayang. Jangan sia-siakan hidupmu seperti ini. Bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah, justru kamu akan menyesal. Kamu anak yang cerdas sayang, Tante yakin kamu akan menjadi orang yang sukses suatu saat nanti. "
" Iya Tante, terima kasih Tante. "
" Rissa mau kan mencoba sekali lagi untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita Rissa untuk kuliah ???. Selagi pendaftaran belum ditutup sayang, terserah kamu mau kuliah dimana pun yang kamu impikan selama ini sayang. "
" Apa Rissa bisa melewati ini semua Tante ??? "
" Bismillah bisa sayang, kamu pasti bisa. "
__ADS_1