Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 136 DUA BULAN KEMUDIAN


__ADS_3

Akhirnya Kasus Cassandra menemukan titik terang, karena Cassandra sudah terbukti bersalah dan berhasil ditemukan. Saat ini dia sudah masuk penjara dan merasakan akibat dari hasil perbuatannya sendiri.


Semua itu juga tidak lepas dari kerja keras Bryant yang menyuruh anak buahnya untuk terus menemukan keberadaan Cassandra. Untung saja Cassandra belum berhasil mengganggu keluargaku, karena Cassandra merencanakan untuk membakar rumahku di kampung.


Aku tidak tahu kenapa Cassandra bisa menjadi orang yang begitu kejam dan pendendam. Orang tuanya pun tidak tinggal diam, mereka berusaha sekuat tenaga mengeluarkan Cassandra dari penjara. Bahkan yang membuatku sakit hati adalah saat orang tua Cassandra menemui ku dan memberiku uang yang cukup besar agar Cassandra bisa keluar dari penjara. Tentu saja aku menolaknya karena aku masih mempunyai harga diri.


Tapi yang pasti aku sangat bersyukur karena setidaknya masalah ku bisa terselesaikan. Cassandra mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Dan aku berharap di dalam penjara dia bisa sadar dan berubah.


Dua Bulan Kemudian setelah aku hampir melakukan percobaan bunuh diri dengan menghanyutkan diri di pantai, kedepannya masih banyak kejadian baru yang aku alami.


Salah satunya siang ini setelah aku pulang dari kuliahku. Antara bahagia dan sedih aku mendapatkan kabar kalau Erika akan segera bertunangan dengan Kak Arsel. Erika dan Kak Arsel menemui ku dan mengabarkannya secara langsung.


" Riss, ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu. "


" Ada apa Rik. "


" Semoga kamu juga bahagia dengan kabar yang akan aku sampaikan ini. "


" Iya Rik, apapun itu asal kamu bahagia aku juga pasti bahagia. "


" Aku dan Arsel akan segera bertunangan. "


Sejenak aku syok dengan apa yang baru saja aku dengar dari mulut Erika sendiri. Aku merasakan hatiku sakit sekali saat mendengarnya, mataku juga terasa panas saat melihat mereka berdua. Pertahanan ku mulai runtuh saat air mataku hampir jatuh membasahi pipiku. Tapi aku kuatkan hatiku di depan mereka berdua, jangan sampai mereka tahu bahwa kebenarannya aku sungguh amat terluka.


Sekuat tenaga aku bersikap tegar dan bahagia mendengar mereka akan bertunangan meskipun sebenarnya hatiku berkata lain. Aku tersenyum pada Erika dan sungguh bahagia melihatnya bahagia dengan Kak Arsel, cinta pertamanya. "


" Selamat ya Erika dan Kak Arsel, aku sungguh sangat bahagia sekali mendengar kalian akan segera bertunangan. Semoga kalian bahagia dan selalu diberi kelancaran sampai jenjang pernikahan ya. "


" Kamu tulus kan mengatakannya ??? "


Sejujurnya aku tersinggung mendengar ucapan Erika seperti ini, tapi aku mencoba kuatkan hatiku untuk terus bersabar.

__ADS_1


" Apa selama menjadi sahabatmu dulu aku pernah mengingkari kamu Rik ??? Apa aku pernah menyakiti hatimu dan merusak persahabatan kita ???? "


Erika langsung diam terpaku saat aku mengatakan hal tersebut. Bahkan dia menjadi salah tingkah sendiri.


" Bukan seperti itu maksudku Riss, kan kamu juga sempat kenal dan berteman dengan Kak Arsel selama ini. Aku takut kamu juga menyimpan rasa padanya. Dan kamu tidak suka dengan hubungan kami. "


" Kita dulu pernah bersahabat Rik, bahkan lebih dari seorang sahabat. Pastinya kamu tahu sifat ku seperti apa. Aku tidak seburuk apa yang ada dalam pikiranmu itu Rik. Asal kamu bahagia bersama Kak Arsel, aku pun juga pasti bahagia, " Aku menatap ke arah Kak Arsel sambil tetap menahan air mataku yang ingin menetes ini.


Kak Arsel menatapku dan seperti ingin mengatakan sesuatu, namun dia hanya diam dan tidak berkata apa-apa.


" Iya makasih Riss, tapi aku mengucapkan terima kasih padamu karena berkat kamu aku bertemu lagi dengan Arsel. Bahkan kini cinta kami juga dipersatukan kembali. "


" Iya Rik. "


" Ya sudah Riss, kalau begitu datang ya di acara tunangan kami. Karena bagaimanapun juga antara kita dulu pernah ada sebuah hubungan baik. Meskipun sekarang momen itu tidak akan bisa kembali lagi. "


" Iya, aku tahu Rik. Aku pastikan aku akan datang ke acara kalian berdua. "


" Ya sudah kalau begitu, kami pamit dulu ya. Kamu hati-hati di jalan. "


Saat Kak Arsel melewati ku, hatiku terasa deg-degan tidak karuan. Aku menatap pilu kearahnya. Laki-laki tampan, kaya sepertinya memang cocok sekali bersanding dengan Erika yang cantik dan juga kaya. Tidak ada celah kecacatan sedikitpun yang dimiliki mereka berdua.


Dan bersamaan dengan itu pula aku tidak kuasa lagi menahan air mata ini. Air mataku jatuh menetes dengan deras membasahi pipiku. Aku harus merelakan Kak Arsel bahagia bersama Erika. Erika sudah kehilangan kehormatannya karena kebodohan ku. Kini memang sepantasnya aku merelakan Kak Arsel sepenuhnya untuknya.


Tiba-tiba dari arah belakang ada yang memegang pundak ku. Sontak saja aku langsung menoleh ke belakang. Ternyata itu adalah Bryant.


" Ini gue bawain lo sapu tangan. "


" Buat apa ???? "


" Buat hapus semua air mata dan kesedihan lo. "

__ADS_1


" Tidak usah. "


" Kenapa sih lo selalu bersikap dingin sama gue ? ''


" Biasa aja. "


" Ya sudah hapus saja air mata lo, kenapa lo menangis. "


" Gak apa-apa, " Jawabku sambil berlalu meninggalkan Bryant.


Namun Bryant memegang tanganku dan mencegahku pergi.


" Gue tahu, saat ini lo sedang tidak baik-baik saja kan ??? "


" Aku mau pulang. "


" Cerita sama gue, apa lo sedih kayak gini ada hubungannya dengan Erika dan Arsel ?? "


" Ok, kalau kamu ingin tahu. Erika dan Kak Arsel akan bertunangan. Sudah puas kan ??? "


" Menangis lah kalau lo ingin menangis, jangan menangis sendirian saat gue gak ada. Mulai sekarang anggap gue adalah teman lo. "


" Tapi maaf aku tidak bisa, aku harus pulang. "


Dan tiba-tiba saja Bryant menarik ku sehingga aku jatuh dalam pelukannya. Aku berusaha melepaskan pelukannya, namun justru Bryant semakin erat memelukku.


" Menangis lah, gue tahu lo sangat sedih sekali mendengar kabar bahwa Erika dan Arsel akan segera bertunangan. Tapi lo harus tahu, setidaknya masih tersisa gue yang akan selalu ada buat lo. Meskipun gue tahu lo gak pernah suka sama gue. Tapi untuk kali ini, ijinkan gue yang menghapus kesedihan lo. "


Aku pun luluh juga, kali ini aku menangis sesenggukan menumpahkan segala kesedihanku. Aku tidak bisa membohongi perasaanku, aku sudah kehilangan sahabat sebaik Erika dan juga laki-laki yang mulai aku cintai. Tapi bagaimanapun juga sebelum aku bertemu Kak Arsel, Erika dan Kak Arsel sudah saling mencintai.


" Apa aku bisa melewati semua ini, melihat mereka bertunangan dan membiarkan hatiku perih karena rasa cemburu ini ??? "

__ADS_1


" Kamu yang sabar ya, kamu harus bisa merelakan semua ini Riss. Semua ini sudah takdirnya, dan jodoh pun tidak ada yang tahu. Ikhlaskan mereka berdua bahagia, dan aku yakin suatu saat nanti kamu akan mendapatkan kebahagiaan mu sendiri. "


Aku masih terus menangis, menikmati luka dan pilu yang terus menggerogoti jiwaku. Dan juga masih tetap dalam pelukan Bryant.


__ADS_2