
" Ya Allah, betapa berat ujianmu kali ini. Baru kali ini aku merasakan tidak memiliki apa-apa. Aku juga bingung karena disaat yang bersamaan Ibuku juga sangat membutuhkan bantuanku. Aku harus bagaimana Ya Allah ?????? " Aku merintih dalam kesendirianku.
Aku menghapus air mataku, aku bisa mengabaikan penderitaanku tapi tidak untuk penderitaan Ibuku dan keluarga yang aku sayangi. Demi Uang Dua Juta Rupiah, jalan satu-satunya adalah aku menjual kalung pemberian Almarhum Kak Steffan. Tidak apa-apa karena Almarhum Kak Steffan pernah mengatakan kalau aku bisa menggunakan kalung tersebut dalam keadaan mendesak. Kali ini aku mendapatkan jalan buntu, dan hanya ini satu-satunya cara yang bisa membantuku keluar dari masalah ini. Karena kebahagiaan keluargaku sangat penting sekali untuk saat ini. Aku tidak bisa membiarkan Ibuku sedih dan menderita sendirian. Tidak apa-apa aku menjual barang berhargaku saat ini, karena siapa tahu suatu saat nanti aku bisa membelinya kembali dengan rezeki yang aku dapatkan.
Aku mengambil kalung pemberian Almarhum Kak Steffan beserta suratnya dan akan aku jual Di toko perhiasan Di kota. Aku pun bersiap untuk mandi dan mencuci semua bajuku, karena dari kemarin aku terlarut dalam kesedihan dan malas mau ngapa-ngapain.
Setelah pekerjaan Di kosan beres semua, aku pun segera bersiap pergi Ke toko emas atau perhiasan. Semoga saja kalungnya laku mahal, kalau bisa laku lebih dari dua juta rupiah.
" Bismillah, demi Ibu yang sangat aku sayangi, " Doaku dalam hati.
Sesampainya Di toko perhiasan, salah satu Pelayan melayaniku dengan ramah. Dia pun segera mengambil kalungku dan menghitung harga jualnya. Setelah itu dia menyampaikan harga jual kalung tersebut padaku.
" Mbak, untuk harga jual kalungnya laku Dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah mbk. "
" Mbak, maaf apa tidak bisa ditambahkan lagi mbak soalnya saya sangat membutuhkan uangnya mbak. Tolong ya mbak ditambahi mbak. "
" Tidak bisa mbak. "
" Tolong mbak, tolong banget mbak ditambahi sedikit saja mbk. Kalungnya kan juga bagus dan tidak ada cacatnya sama sekali mbk. Bahkan saya belum sempat memakainya sama sekali mbk. Tolong mbak samean tambahi sedikit saja mbk. "
" Ya sudah coba aku tanyakan dulu ya mbak sama Bu bosnya mbk. Semoga saja bisa ditambahi sedikit ya mbk. "
" Iya mbak tolong banget mbak. "
" Ya mbk, tunggu ya mbk. "
__ADS_1
" Iya mbak, saya tunggu. "
Aku melihat pelayan tersebut tampak bernegoisasi dengan pemilik toko perhiasan ini. Ya semoga saja pemilik toko perhiasan ini luluh hatinya dan mau menambahi sedikit. Sambil menunggu, aku melihat-lihat cincin pernikahan yang sangat bagus-bagus sekali. Dan aku sangat tertarik dengan salah satu cincin pernikahan di etalase tersebut. Sebuah cincin emas bermata satu dan dikelilingi batu permata yang kecil-kecil cantik sekali. Aku berharap suatu saat nanti ada pangeran yang melamarku dengan cincin impianku tersebut. Namun impian dan lamunanku buyar saat pelayan toko perhiasan menghampiriku.
" Mbak, setelah saya nego okelah ditambahi lima puluh ribu rupiah dan ini sudah pas dan jangan minta tambah lagi. "
" Oiya sudah tidak apa-apa mbak kalau begitu. "
" Jadi total uang yang mbak terima dua juta tiga ratus ribu rupiah ya mbak, " Kata pelayan toko perhiasan tersebut sambil memberikan uangnya padaku.
" Oiya sudah kalau begitu Mbak. "
" Tolong dihitung lagi uangnya sebelum meninggalkan toko perhiasan ini mbk. Karena kami tidak menerima komplain ada uang yang kurang setelah mbaknya pergi dari toko kami. "
" Iya mbak. "
" Mbak, uangnya pas ya mbak. sekali lagi terima kasih ya mbak. "
" Iya mbak sama-sama mbak. "
" Oke mbak. "
Aku pun segera berlalu dari toko perhiasan tersebut. Namun belum sempat aku memasukkan uang hasil menjual kalung tersebut, seseorang dengan paksa berusaha mengambil uangku. Aku pun berusaha mempertahankan uangku, namun pencopet itu nekat memukul pelipis di dekat mataku dengan barang tajam sehingga darah segar mengalir dari pelipisku. Pencopet tersebut berhasil membawa kabur uangku namun aku berusaha teriak sekencang-kencangnya.
" Copet, tolong !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! tolong !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Copet !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! "
__ADS_1
Sontak orang-orang langsung mengejar pencopet tersebut. Aku menangis tersedu-sedu, aku tidak bisa membayangkan kalau harus kehilangan uang tersebut. Tega sekali pencopet tersebut merampas uangku, padahal aku sangat membutuhkannya. Aku abaikan luka dan darah yang mengalir di wajahku, aku juga ikut berusaha mengejar pencopet tersebut.
" Ibu, Ibu, Ibu. "
Hanya kata itu yang terus keluar dan ku ucapkan saat itu. Aku terus ikut mengejar pencopet tersebut. Hingga pada akhirnya aku merasakan pandanganku gelap, dan gelap sekali. Aku pun mulai ambru dan jati ke tanah. Aku kehilangan kesadaranku dan pingsan saat itu.
" Aku pasrahkan semuanya padamu Ya Allah, " Doaku saat di detik-detik terakhir aku pingsan.
Sontak orang-orang yang tidak ikut mengejar pencopet tersebut membantuku. Setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Aku tidak bisa membayangkan yang akan terjadi apabila pencopet tersebut berhasil lolos dan mengambil semua uangku. Tamat sudah harapanku untuk membantu Ibuku.
" Maafkan aku Ibu, " Hanya kata itu yang mungkin aku ucapkan padanya.
Tidak berapa lama aku mulai sadar dari pingsanku, banyak sekali yang membantuku. Bahkan ada juga yang mengobati lukaku. Aku menangis karena aku berfikir pasti pencopet tersebut berhasil merampas uangku.
Namun tiba-tiba laki-laki paruh baya memberikan sesuatu padaku. Saat aku membukanya, Allah Maha Besar !!!!!!!!!! Uangku kembali, Astaghfirullah hal adzim. Allah mengirimkan malaikat lewat bapak itu yang baru aku ketahui dia adalah tukang becak yang biasa mangkal Di pasar tersebut. Bapak pemberani tersebut rela meninggalkan becaknya hanya ingin membantuku mengejar pencuri tersebut. Subhanallah.. Bergetar rasanya hati ini..
Aku pun mengusap air mataku dan menghampiri Bapak tukang becak, penolongku tersebut.
" Terima kasih Pak, mungkin kalau tidak ada Bapak saya akan kehilangan uang ini Pak. Saya tidak tahu bagaimana jadinya kalau uang ini berhasil dibawa copet itu pak, " Ucapku terisak pada Bapak tukang Becak tersebut.
" Iya Nak, tidak apa-apa. Sebenarnya dari awal Bapak melihat copet tersebut memperhatikan kamu dari awal Nak. Makanya saat copet tersebut merampas uangmu, Bapak langsung lari mengejarnya. Lain kali kamu harus lebih hati-hati lagi ya Nak. "
" Iya Pak, sekali lagi terima kasih Pak. Oiya Pak, sebagai bentuk terima kasih saya, ini buat Bapak ya, " Aku menyelipkan selembar uang seratus ribu rupiah pada Bapak tukang becak tersebut.
Namun apa yang dilakukan Bapak tukang becak saat aku memberikan uang padanya ?????? Lagi-lagi aku dibuat kagum pada malaikat penolongku tersebut.
__ADS_1
Subhanallah...