
" Jangan pergi Riss. "
Aku segera menoleh ke belakang mencari asal suara tersebut. Dan aku tidak pernah menyangka apa yang aku lihat di depan mataku. Kak Arsel dan Bryant ternyata menyusul ku kesini.
" Untung saja kami datang tepat waktu, terlambat sedikit saja kami akan kehilangan kamu untuk selamanya Riss. Kamu jangan pergi ya Riss, " Kak Arsel memegang tanganku.
" Gue tadi bertanya sama teman kosan lo katanya lo mau pulang naik kereta api, jadi gue langsung menghubungi Arsel untuk menemani gue cari lo. Dan untungnya kita bertemu lo disini sekarang, " Bryant juga menimpali.
Tidak sengaja aku menatap Bryant melihat tangan Kak Arsel yang sedang memegang tanganku. Seketika itu juga aku melepaskan tangan Kak Arsel.
" Memangnya ada apa kalian datang kesini ??? Aku sudah putuskan pergi dari kota ini saat ini juga, tolong jangan halangi aku lagi. Jangan menambah masalahku lagi, aku sudah lelah hidup penuh tekanan seperti ini. "
" Rissa, aku akan ceritakan semuanya tapi sekarang kita turun dari kereta api ini sekarang juga, " Kak Arsel memaksaku untuk turun dari kereta api ini.
" Aku gak mau, aku mau pulang kampung Kak. Tolong ijinkan aku pergi sekarang. "
Kereta pun akan segera berangkat dan disaat itu juga Kak Arsel memaksaku turun dari kereta tersebut. Sedangkan Bryant sibuk membawakan barang-barang ku yang lumayan banyak. Kami pun segera meloncat dari kereta api tersebut. Dan disaat itu pula aku melihat Bryant jatuh tersungkur karena sibuk menyelamatkan barang-barang ku. Antara kasihan dan ingin tertawa melihat tingkah lucu Bryant tersebut. Karena selama ini seorang Bryant dikenal sebagai laki-laki cool, cuek dan perfect.
" Gila lo Riss, lo mau pulang kampung banyak banget bawaan lo. Kayak mau pindahan tau gak lo. Gue sampai jatuh gara-gara bawain barang-barang lo ini, " Bryant memulai pembicaraan diantara kami lagi.
" Lagian siapa yang nyuruh kalian datang menemui aku disini ??? Aku gak pernah menyuruh kalian untuk menghentikan aku kan ??? Lalu kenapa kalian kemari ???? "
__ADS_1
" Gak usah bertengkar ayo kita segera menuju mobil. Kita ceritakan semua di sana. "
Aku menolak permintaan mereka, aku tidak mau mendengarkan saran mereka. Tekad ku sudah bulat untuk meninggalkan semua yang ku miliki disini.
" Harusnya kalian tidak usah menghentikan langkahku. Kalian sudah menghancurkan semuanya. Kalian tidak tahu bagaimana perjuanganku berdamai dengan hatiku dan juga keadaanku saat aku harus meninggalkan semua impian dan cita-citaku disini. Kalian anak-anak orang kaya tidak akan tahu bagaimana perasaan ku saat ini. Aku kuliah disini membawa harapan dari keluargaku agar bisa sukses di kota orang ini. Namun kini aku pulang kampung membawa kekecewaan untuk keluargaku terutama Ibuku. Ibu yang selalu aku sayangi, namun di masa tuanya kini justru aku membawa luka di hatinya. Ibu akan menangis saat tahu aku gagal dan tidak bisa membahagiakannya. Aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk membahagiakan masa tua Ibuku. Aku memang anak yang berguna, " Aku menangis sesenggukan meratapi nasib hidupku yang malang.
Kak Arsel mendekatiku, dia menghapus air mataku dengan sapu tangan miliknya. Setelah itu dia memelukku dengan lembut.
" Aku memahami apa yang kamu rasakan Riss, jangan pernah mengatakan kalau aku tidak tahu apa yang kamu rasakan lagi. Sama sepertimu, aku juga pernah berada di titik terbawah. Saat aku hampir kehilangan semua yang kumiliki, aku sempat merasakan menjadi orang miskin meskipun tidak lama. Namun aku bersyukur dengan kejadian tersebut, aku menemukan dan mengenal hidup yang baru. Dunia yang baru dan itu adalah kamu Riss. "
" Makasih Kak Arsel, makasih Kakak masih peduli padaku. Aku bersyukur karena masih dikelilingi oleh orang-orang baik seperti Kak Arsel. "
Dan karena terbawa perasaan akhirnya aku membalas pelukan Kak Arsel padaku. Aku tumpahkan segala kesedihanku padanya. Dan disaat itu pula aku melihat Bryant meninggalkan kami berdua. Namun saat aku menatap kepergiannya, dia menoleh kearah kami dengan tatapan yang bagiku itu adalah tatapan yang aneh sekali. Namun tatapan apa ??? Mungkinkah dia benar-benar merasakan cemburu saat melihatku menangis dalam pelukan Kak Arsel ??? "
" Kamu sudah gak apa-apa kan Riss ?? Ayo kita kembali, Erika sangat membutuhkanmu Riss ??? "
" Erika ????? Ada apa dengan Erika Kak ???? "
" Saat ini dia sedang membutuhkan donor darah, namun persediaan darah di Rumah Sakit sedang habis. "
" Aku bisa mendonorkan darahku untuk Erika Kak."
__ADS_1
" Masalahnya golongan darah Erika tergolong golongan darah yang langka Riss. Keluarganya juga sudah menghubungi pihak-pihak terkait namun belum juga mendapatkan golongan darah yang sesuai. "
" Aku memang tidak tahu apa golongan darahku Kak, tapi kalau sama aku bersedia memberikan darahku untuk Erika Kak. Ayo kita segera ke Rumah Sakit. "
Kami pun segera menuju mobilnya Bryant, dan saat kami bertiga berada di dalam mobil rasanya kaku dan tidak nyaman sekali. Apalagi saat aku melihat raut wajah Bryant yang tidak seperti biasanya. Namun aku berusaha meredam semua ketidaknyamanan ini demi Erika yang saat ini sedang berjuang untuk hidup.
" Bryant kita ke Rumah Sakit sekarang ya, " Aku memulai pembicaraan kami.
Tanpa menjawab kata-kataku, Bryant langsung tancap setir mobilnya menuju Rumah Sakit. Dan ketika kami semua sudah tiba di Rumah Sakit, aku langsung menawarkan diri untuk di tes golongan darah.
Betapa bahagianya semua yang ada Di rumah Sakit, saat mendengar bahwa golongan darahku sama dengan Erika. Dengan begitu, aku bisa menyelamatkan nyawa Erika yang saat ini sedang kritis karena mengalami pendarahan hebat akibat infeksi rahim yang dideritanya. Semua ini adalah karena efek kuret yang dilakukan saat terjadi keguguran waktu itu.
Namun saat aku sudah selesai mendonorkan darahku, aku merasakan pusing yang sangat hebat sekali. Dan akhirnya aku pingsan ditempat saat itu juga. Semua itu terjadi karena sedari pagi aku belum sempat sarapan. Saat aku mulai siuman, aku melihat Kak Arsel membawakan ku beberapa botol susu dan juga nasi kotak.
Tidak hanya itu Kak Arsel langsung menyuapiku makan dan minum susu agar aku bisa sehat lagi. Namun saat aku melihat sekeliling aku tidak menemukan Bryant lagi.
" Bryant kemana Kak Arsel ??? "
" Oh iya tadi dia pulang pamit duluan, karena ada acara. Dia cuma titip salam, agar aku jagain kamu. Oh iya makasih ya Riss, karena berkat kamu Erika sudah melewati masa-masa kritisnya. "
" Iya Kak, sama-sama. "
__ADS_1
Dalam hati, aku bersyukur Erika sudah melewati masa-masa kritisnya karena Setetes Darahku yang kini mengalir di tubuh Erika. Namun di sisi lain, urusanku dengan Bryant belum selesai, aku bahkan tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini. Akankah dia sengaja pergi tanpa pamit padaku, untuk menutupi rasa cemburunya ??????.