Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 38 KAK STEFFAN DI VONIS SAKIT KANKER !!!!!!


__ADS_3

Hari ini kelas kami kosong, karena guru yang harusnya mengajar tidak masuk dikarenakan ada acara yang mendesak.


Aku pun duduk Di depan kelasku hingga tiba-tiba ada seseorang yang memanggilku.


" Riss Rissa, " Aku pun menoleh.


" Kak Steffan, ada apa kak ???? "


" Riss, ada yang mau aku omongin sama kamu Riss, penting banget Riss. "


" Iya kenapa Kak. "


" Aku tidak bisa ngomong sekarang disini Riss. "


" Lho kenapa Kak ?? "


" Aku gak mau lihat Morgan salah paham sama aku lagi. "


" Iya Kak aku paham, terus kita ketemuan dimana Kak."


" Tapi kamu harus pastikan Morgan gak bakal tahu pertemuan kita ini Riss. Please Riss hanya kamu yang bisa menolongku kali ini. "


" Penting banget ya Kak. "


" Iya Riss, anggap saja ini permintaan terakhir yang harus kamu penuhi. "


" Memangnya Kak Steffan mau kemana ?????? "


" Gak kemana-mana Riss. "


" Iya sudah Kak, kita ketemuan di cafe D Coffe yang ada di ujung jalan, dekat kosku itu saja nanti malam ya Kak. "


" Iya sampai jumpa nanti malam. Tapi tolong pastikan Morgan tidak tahu ini semua. "


" Iya Kak aku janji. "


Kak Steffan pun pergi dan kembali Ke kelasnya. Ada perasaan yang tidak enak yang aku rasakan saat itu.


Apa yang ingin dia bicarakan denganku. Sepertinya benar-benar penting sekali. Apalagi dia mengatakan kalau ini adalah permintaan terakhirnya. Astaga apa maksudnya semua ini. Ada dua jawaban dari maksud perkataannya itu antara dia ingin pindah sekolah dan kematian !!!!!!!.


Tapi bagaimana mungkin, ah sudahlah nanti malam aku sudah pasti mendapat jawabannya.


Sepulang sekolah Kak Morgan mengantarku pulang.


" Riss, nanti malam ada acara gak ??? "


" Kenapa Kak. "


" Gak apa-apa sih, jalan-jalan yuk. Boring nih. "


" Maaf Kak aku gak bisa Kak, nanti malam aku rencana mau ke laundry tempatku kerja. Rencana mulai besok aku mau masuk kerja lagi. "

__ADS_1


" Kamu gak usah kerja lagi Riss. "


" Gak bisa gitu dong, aku juga butuh uang buat bertahan hidup. "


" Kamu kerja sama aku aja ya sayang ya, " Sambil cengar cengir dan kembang kempis hidungnya kak Morgan menggodaku.


" Memangnya mau kerja apa Kak. "


" Terserah kerja apa kek, jadi guru les ku kek, jadi guru ceramahku kek, jadi tukang pikirku kek. Hehehehe, Peace !!!!! "


" Dari awal kan sudah aku bilang sama Kakak, kita ini berbeda Kak. Kakak sudah di support hidup Kakak oleh keluarga, sedangkan aku kalau gak kerja dapat uang darimana ???? "


" Aku bisa bantu kamu, aku masih punya uang tabungan kok sayang. Sudah pakai saja uang tabunganku. "


" Berarti Kakak belum sepenuhnya memahami ku. "


" Ya gak gitu aku kasian dan gak tega aja ngelihat orang yang aku cintai kerja banting tulang sendiri. "


" Kalau Kakak beneran cinta sama aku, tolong dukung aku Kak. "


" Iya iya sayang aku dukung kamu kok. "


" Iya sayang. "


Setelah sampai Di depan kos, Kak Morgan langsung ijin pulang karena dia ingin aku bisa lekas istirahat dan tidur.


Terpaksa hari ini aku berbohong pada Kak Morgan karena aku hanya ingin berusaha membantu Kak Steffan yang sepertinya memang butuh bantuanku.


Jam sudah menunjukkan pukul 17. 00 sore. Waktunya aku bersiap-siap bertemu dengan Kak Steffan. Aku juga sengaja melarangnya menjemputku, sehingga kita langsung bertemu saja disana. Saat aku sudah siap, aku berjalan kaki menuju Cafe tempat kita bertemu.


Saat aku sampai Di cafe, aku melihat Kak Steffan sudah menungguku disana. Kak Steffan memakai kemeja warna putih dan di padupadankan dengan celana jeans warna hitam.


Mungkin hanya perasaanku saja atau apa aku melihat kak Steffan pucat sekali waktu itu.


" Maaf Kak sudah menunggu lama ya. "


" Gak kok Riss, aku juga baru datang. Kamu mau minum apa. "


" Terserah Kakak saja. "


" Aku pesenin minuman yang sama denganku saja ya."


" Iya Kak, maaf ya Kak. Kakak baik-baik saja kan, kok kayaknya Kakak pucat banget ya. "


" Gak apa-apa kok Riss. "


" Maaf ya Riss, aku memintamu ketemuan hari ini. "


" Iya Kak, gak apa-apa kok Kak Steffan. "


" Morgan sudah kamu pastikan kan gak tahu kita ketemuan disini ??? "

__ADS_1


" Iya Kak. "


Setelah menunggu agak lama, akhirnya Kak Steffan mengatakan maksud permintaan ketemuannya hari ini.


" Riss, Kakak mau ngomong jujur sama kamu. Aku harap Rissa mau bantu Kakak. Anggap aja ini permintaan Kakak yang terakhir. "


" Apa maksud Kak Steffan, Rissa gak ngerti Kak. "


" Riss, sebenarnya Kakak........, " Kak Steffan diam dan tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Tidak lama kemudian Kak Steffan meneteskan matanya. Dia menangis sesenggukan meratapi kesedihannya.


" Kak Steffan, Kakak kenapa ???? Pelan-pelan Kakak cerita sama aku Kak, siapa tahu aku bisa bantu. "


" Iya Riss. "


" Ayo Kak, Kakak cerita sama aku ya. Kalau aku bisa aku pasti bantu Kakak. "


" Iya Riss sebenarnya Kakak sakit Riss. "


" Apa, sakit ???????????. Sakit apa Kak ???? "


Sepertinya Kak Steffan butuh waktu untuk menenangkan hatinya saat mengatakan perihal sakitnya padaku.


" Kak, jujur sama aku Kak. Sebenarnya Kakak sakit apa ???? "


" Kakak sakit Kanker Ris. "


" Apa ??????????? Kak Steffan Di Vonis Sakit Kanker, " Aku langsung syok mendengar pengakuan Kak Steffan. Awalnya aku tidak percaya dengan pengakuan Kak Steffan namun Kak Steffan meyakinkanku.


" Ya Riss, Kakak sakit kanker darah ( Leukimia ) stadium 3. "


" Bagaimana mungkin Kakak bisa sakit keras seperti itu ???? . Karena aku melihat selama ini Kakak baik- baik saja kan Kak. "


" Aku juga syok Riss saat tahu penyakitku ini Riss. Saat aku periksa Di rumah sakit dan sesuai gejala yang aku alami dokter menyuruku tes darah dan biopsi sumsum tulang belakang. Dari situ Dokter memvonis ku sakit Leukimia atau kanker darah Riss. "


" Ya Allah Kak. "


" Jujur aku juga tidak percaya atas sakit yang ku derita ini Riss, tapi aku harus tetap semangat berjuang untuk sembuh Riss, meskipun peluang sembuh itu kecil Riss."


" Iya Kak, Kakak harus optimis Kakak bisa sembuh. Jangan lupa obatnya diminum Kak. "


" Iya Riss, Kakak akan mulai pengobatan dengan kemoterapi. "


" Iya Kak, Rissa hanya bisa doain Kak Steffan semoga di beri keajaiban agar bisa sembuh dan sehat kembali Kak. "


" Iya Riss, makasih ya. "


" Iya Kak, karena aku tahu Kakak itu kuat. Kakak pasti bisa meraih cita-cita Kakak yang selama ini Kakak impikan. "


" Iya Riss, semoga saja Kakak bisa melewati semua ini dan Allah memberi Kakak umur yang lebih panjang


lagi. "

__ADS_1


" Amin. "


__ADS_2