
Akhirnya aku sampai juga di rumah. Namun aku dibuat tercengang dengan pemandangan di rumah ku. Betapa tidak, ada sebuah mobil mewah yang di parkir di depan rumah ku. Saat aku masuk ke dalam rumah, aku semakin terkejut karena rumah ku penuh dengan beberapa barang. Selain itu juga tampak dua orang laki-laki yang duduk di kursi ku.
Belum selesai rasa keheranan ku, Ibu semakin membuatku terkejut dengan langsung menyuruh ku duduk.
" Rissa, mereka ini adalah suruhan dari Papanya Arsel, calon Papa mertua kamu Nak. Mereka datang jauh-jauh kemari karena disuruh oleh Papanya Arsel untuk memberikan ini semua. Dan katanya dia tidak mau pergi sebelum kita menerima semua pemberian ini Nak. "
" Tapi ini maksudnya apa Bu ??? "
" Ini semua pemberian dari Tuan Besar untuk persiapan pertunangan Nona Rissa dengan Tuan Muda Arsel. Dan sesuai perintah, kami tidak akan pergi dari sini sebelum pemberian ini diterima, " Kata salah satu laki-laki suruhan Papanya Kak Arsel tersebut.
" Tapi semua ini apa tidak berlebihan ??? " Kataku sambil melihat beberapa kardus yang entah isinya apa.
" Kami akan terus disini sampai Non Rissa menerima semua ini, " Kata salah satu laki-laki suruhan Papa Kak Arsel.
" Baik, kalau begitu saya terima semua pemberian ini. Sampaikan ucapan terima kasih saya ya. "
" Baik, kalau begitu kami permisi kembali ke Surabaya kembali. Akan saya sampaikan pada Tuan Besar. "
Setelah mereka berdua pamit dan pergi dari rumah, aku dan Ibu hanya bisa termenung melihat beberapa kardus tersebut. Dan pada akhirnya aku membuka beberapa kardus tersebut.
Kalian tahu apa isinya ??????????.
Ternyata isinya adalah beberapa baju untukku yang harus aku pilih untuk acara pertunangan ku dengan Kak Arsel. Bahkan semua keluarga ku mendapatkan jatah baju masing-masing. Tidak hanya itu, ada juga bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan bahan kebutuhan pokok lainnya.
Aku tahu Papanya Kak Arsel mengirimkan semua barang-barang ini, karena beliau tahu keadaan perekonomian keluarga kami dan sedikit ingin meringankan beban kami. Dia sangat menghargai harga diri keluarga kami, oleh sebab itu dia tidak memberi bantuan pada kami dalam bentuk uang. Sungguh aku benar-benar merasa calon Papa mertua ku tersebut sangat baik sekali.
Lalu aku menceritakan perihal apa yang sudah terjadi dan aku alami di rumah Ayah kandung ku tadi.
" Ya sudah Nak, yang penting kamu sudah berusaha meminta restu dari Ayah kandung mu. Apapun jawaban yang keluar dari mulutnya, yang penting kamu sudah kasih tahu tentang masalah pertunangan kamu Nak. Sudah gak perlu di pikirin, kalau dia masih menganggap kamu sebagai anak pasti datang. Sudah sana kamu makan atau istirahat dulu. Ibu sudah masak, kamu kan belum sempat sarapan dari tadi.
" Iya sudah nanti saja Bu, Rissa mau istirahat dulu. Rissa capek sekali Bu. "
Aku segera masuk ke kamar ku, dan baru saja aku hampir memejamkan mata ponsel ku berbunyi. Tanpa melihat siapa yang menelpon ku, aku langsung mengangkatnya.
" Halo. "
" Halo sayang, gimana kabar kamu ??? "
" Alhamdulillah baik sayang, kamu sendiri gimana ? "
" Kurang baik sayang. "
" Maksudnya sayang ??? Kamu sakit ??? "
" Iya sayang. "
" Sakit apa sayang ??? "
__ADS_1
" Hati aku yang sakit sayang ??? "
" Memangnya kenapa ??? "
" Karena separuh hati ku telah pergi dan belum juga kembali. "
" Ada-ada saja deh kamu sayang. "
" Beneran Sayang, untuk pertama kalinya aku merasakan perasaan seperti ini. Rasa jauh darimu membuat ku gelisah tidak menentu. Aku bahkan seperti orang gila karena terus memikirkan semua tentang mu. Aku sungguh-sungguh sangat merindukan mu sayang, aku tidak pernah bisa jauh dari mu. Jangan lama-lama pergi dari ku sayang, karena sehari saja aku tidak melihatmu aku tidak mampu sayang. "
" Iya sayang, aku tahu. "
" Besok aku punya kejutan buat kamu sayang. Kamu pasti akan sangat terkejut sekali. "
" Kejutan ???? "
" Iya, sebuah kejutan yang gak bakal kamu sangka dan bikin kamu syok. "
" Kejutan apa lagi sayang, hari ini Papa kamu sudah bikin aku dan keluarga ku syok tahu gak. Tiba-tiba Papa kamu kirim berbagai barang sebegitu banyaknya. Aku jadi gak enak dan gak tahu cara ungkapin rasa terima kasih ku tahu gak."
" Papa gak ada maksud apa-apa kok Sayang, dia murni hanya ingin sedikit membantu kamu dan keluarga kamu. Tanpa ada maksud merendahkan harga diri keluarga kamu. Aku harap kamu pun juga menghargai apa yang sudah dilakukan Papa ya. "
" Iya sayang, aku hanya ingin mengucapkan rasa terima kasih ku ini. "
" Ya sudah, sebentar ya kebetulan ini Papa ada di rumah. Kamu langsung bilang sendiri sama Papa ya. "
Dan tidak beberapa lama, benar juga yang berbicara adalah Papanya Kak Arsel.
" Halo Risa, ada apa ?? "
" Om, sebelumnya Rissa mohon maaf kalau mengganggu waktunya. Rissa hanya ingin mengatakan tentang apa yang sudah Om berikan pada Rissa dan keluarga. Rissa terharu sekali atas kebaikan Om yang sangat perhatian, dan peduli pada Rissa maupun keluarga. Dan dari lubuk hati Rissa yang paling dalam, Terima Kasih Calon Papa Mertua. Atas segala kebaikan yang sudah Om berikan pada Rissa dan keluarga, entah dengan cara apa Rissa bisa membalasnya. "
" Rissa cukup bahagiakan saja anak kesayangan Om, Arsel. Itu sudah lebih dari cukup, bisa kan ?? "
" Iya bisa Om, Rissa janji akan selalu membahagiakan Kak Arsel. "
" Ya sudah kamu lanjutkan lagi ngobrol sama Arsel nya, kasihan dia beberapa hari ini kayak orang gila karena kamu tinggal pergi. "
" Iya Om. "
" Iya sudah. "
" Iya Om. "
" Sudah lega kan ngomong langsung sama Papa Sayang ??? "
" Iya sudah lega karena bisa ngucapin terima kasih secara langsung sama Papa kamu sayang. "
__ADS_1
" Iya sayang. "
" Aku boleh nyanyi gak sayang ??? "
" Boleh saja. "
" Lagu yang mewakili perasaan rinduku pada mu sayang. "
" Iya sayang. "
Aku hanya diam sambil mendengarkan dan menikmati lagu yang dinyanyikan Kak Arsel,
Dan waktu kan menjawab
Pertemuanku dan dirimu
Hingga sampai kini
Aku masih ada di sini
Ku hanya diam
Menggenggam menahan
Segala kerinduan
Memanggil namamu
Di setiap malam
Ingin engkau datang
Dan hadir di mimpiku
Rindu
Dan bayangmu
Akan selalu bersandar di hatiku
Janjiku pasti kan pulang bersamamu
Aku pun terus menghayati dan menikmati lagu yang dinyanyikan Kak Arsel tersebut, sampai tidak terasa aku tertidur dengan nyenyak sekali. Bahkan aku tidak sadar panggilan teleponnya sudah terputus. Mungkin Kak Arsel yang mematikannya karena sadar aku sudah ketiduran saat mendengarkannya bernyanyi.
Aku berharap bisa bermimpi indah, tentang masa depan ku yang akan di penuhi kebahagiaan yang selalu aku impikan selama ini.
Semoga saja.......
__ADS_1