Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 135 BIARKAN AKU MATI


__ADS_3

" Menangis lah kalau ingin menangis, " Bryant membuyarkan lamunanku.


" Aku bersyukur Erika bisa tersenyum kembali seperti barusan, tapi kenapa aku merasa hati aku sakit sekali. "


" Itu karena lo cemburu dengan Erika dan Arsel. "


" Gak mungkin, karena selama ini aku tidak memiliki perasaan apa-apa dengannya. "


" Cinta itu kita gak pernah tahu kapan datangnya. Dan itu artinya secara gak sadar lo sebenarnya mulai suka dengan Arsel Riss. "


" Entahlah, tapi yang pasti sekarang aku harus hapus semua tentang Arsel. Karena Erika berhak bahagia setelah semuanya yang telah terjadi. ".


" Lalu bagaimana dengan kebahagiaanmu sendiri ??? "


" Aku tidak tahu kapan kebahagiaanku akan datang. Karena aku selalu terbiasa dengan kesedihan, " Jawabku pilu.


" Sepertinya otak lo butuh refreshing. Besok ke pantai yuk, mumpung kuliah kita libur. "


" Memangnya siapa kamu ajak aku ke pantai. "


" Hai, kita ini teman satu kampus, satu fakultas lagi. Lupa ya lo, " Bryant menyeringai.


" Aku gak mau. "


" Kenapa lo selalu menolak ajakan gue ??? "


" Karena setiap dekat sama kamu, hidup aku makin sial. Lagian aku takut Cassandra bikin ulah lagi sama aku ataupun orang-orang yang dekat denganku. "


" Kali ini lo percaya sama gue, saat ini Cassandra sedang ketakutan karena sedang dicari Polisi. Bahkan dia saat ini sedang sembunyi di luar kota."


" Bagaimana kamu bisa tahu ??? "


" Gue nyuruh anak buah gue untuk nyari Cassandra, dan itu kabar yang gue dapatkan. "


" Apa kamu bisa memastikan kalau kali ini aku aman jalan dengan kamu ??? "


" Iya, lo percaya saja sama gue. Gimana mau gak ke pantai sama gue ???. Atau apa sekalian gue ajak Erika sama Arsel ???? "


" Gak usah. "


" Iya memang lebih baik kita berdua saja. "


" Memangnya kenapa ??? "


" Karena gue gak mau lihat lo nangis lagi. "


" Kenapa ?? "


" Karena......... "


" Karena apa ??? "

__ADS_1


" Karena kalau lo nangis, jelek banget tahu. "


" Apaan sih, ya sudah gak usah ke pantai. ''


" Ye ngambek ni.. Makin cantik tahu, " Bryant menggodaku.


" Terserah kamu. "


" Gue yakin lo butuh teman saat ini Riss, setelah masalah yang datang selama ini. Lo gak bisa menghadapi masalah ini sendirian. Dan saat ini hanya gue satu-satunya orang yang mengerti keadaan lo. Jadi lo gak usah gengsi atau malu, lo cerita saja apapun yang lo rasain sama gue. "


" Makasih Bryant. "


" Ya sudah sampai ketemu besok pagi ya, kita refreshing ke Pantai. "


" Aku mikir-mikir dulu ya. "


" Mau gak mau, suka gak suka gue jemput lo besok disini ya. "


" Terserah kamu saja, aku masuk dulu ya. "


" Riss.... "


Aku berhenti melangkah dan menoleh ke arah Bryant.


" Ada apa lagi sih ?? "


" Ingat ya, jangan nangis lagi saat gue tidak ada di samping lo. "


" Iya. "


Aku berusaha melupakan tentang mereka, namun yang ada wajah Arsel terus muncul dalam ingatanku. Akhirnya aku paksa menutup mataku sambil mendengarkan lagu-lagu rock yang bikin hatiku tidak sendu lagi.


Dan benar saja, tidak berapa lama aku langsung tertidur pulas karena memang lelah sekali. Sejenak aku bisa melupakan semua masalah yang mendera hidup dan hatiku.


Hingga pagi pun menjelang datang. Aku masih terlelap dan malas untuk bangun pagi. Hingga aku tiba-tiba ponselku berbunyi, ternyata Bryant yang menghubungiku.


" Sudah bangun belum lo Riss ?? "


" Baru bangun, kenapa sih ???? "


" Lo ini perempuan kok bangun siang sih, ah sudahlah cepat siap-siap sebentar lagi gue akan jemput lo di kosan. "


" Tapi... "


Telefon dimatikan, dan aku terpaksa menuruti permintaan Bryant. Aku segera bersiap-siap dan menunggu Bryant datang. Hingga Bryant datang aku langsung turun kebawah menemuinya.


" Ayo masuk. "


" Iya. "


" Akhirnya lo mau juga ya, setelah gue berulang kali maksa lo. Kenapa sih lo susah banget kalau gue ajak jalan ??? "

__ADS_1


" Karena aku takut. "


" Ok, tapi gue pastikan mulai hari ini lo pasti aman bersama gue. "


" Iya. "


Kami pun sampai juga di pantai, dan jujur saja aku sangat menikmati berada ditempat ini. Disini aku merasakan ketenangan dan kedamaian.


" Lo suka kan tempatnya?? "


" Iya aku suka, setidaknya disini aku bisa melepaskan semua kesedihanku dari semua masalah yang mendera ku selama ini. "


" Disini lo bisa teriak-teriak atau menangis sesuka hati lo. Gue akan berusaha menjadi teman yang baik buat lo. "


" Kenapa kamu baik sama aku ??? "


" Karena gue peduli sama lo, setidaknya ini cara gue untuk menebus kesalahan gue sama lo. Karena gue udah bawa lo ke dalam masalah yang cukup besar. "


" Semuanya sudah terjadi Bryant, mungkin ini sudah menjadi takdirku. "


" Kamu yang sabar ya. "


" Aku ingin meninggalkan semua ini Bryant, aku lelah hidup dengan kondisi seperti ini. "


" Jangan bodoh lo Riss, bukankah lo kemarin mendapat nilai IP tertinggi seangkatan kita. Lo jangan menyerah. "


Dan tiba-tiba ponsel ku berbunyi, no yang tidak dikenal menghubungiku. Lantas aku langsung mengangkatnya. "


" Kalau lo dan keluarga lo masih mau selamat, cabut tuntutan lo dari Kantor polisi sekarang juga!!! "


" Halo, ini siapa??? Halo... "


" Siapa ???? "


" Aku gak tahu, tapi dia mengancam akan membunuhku dan juga keluargaku Bryant. Aku takut, " Aku benar-benar ketakutan.


" Lo tenang ya, gue janji akan melindungi lo. "


Tiba-tiba ada foto yang dikirim dari orang yang tidak dikenal. Dan saat ku buka itu adalah foto rumahku di kampung. Aku langsung syok dan menangis seketika karena aku benar-benar mengkhawatirkan keluargaku.


Dan entah setan dari mana yang tiba-tiba merasuki ku, aku langsung berlari dan menenggelamkan diri ke pantai sehingga ombak menggulung ku ke tengah pantai. Bryant langsung berusaha menyelamatkanku. Namun saat itu yang ada dipikiran ku, hanya ingin mengakhiri semuanya.


Aku tidak sadarkan diri saat Bryant berhasil menyelamatkanku. Bahkan Bryant yang sudah memberiku nafas buatan sehingga nyawaku bisa terselamatkan. Dan saat aku tersadar aku menatap wajah Bryant penuh kekhawatiran padaku.


" Bryant.... "


" Lo sudah sadar Riss, lo gak apa-apa kan ??? "


" Kenapa kamu menyelamatkan aku, harusnya kamu Biarkan Aku Mati. Aku sudah capek hidup dengan penuh ketakutan seperti ini, " Jawabku sambil meneteskan air mata.


" Maafkan gue Riss, tapi lo jangan khawatir ya malam ini juga gue sudah suruh anak buah gue untuk menjaga keluarga lo. "

__ADS_1


'' Tapi tetep saja aku capek hidup seperti ini, aku ingin mati saja. Aku sudah gak sanggup hidup dalam tekanan seperti ini. Dari kecil aku selalu menderita seperti ini, Tuhan gak adil karena dia selalu memberiku ujian yang tiada henti. Biarkan aku mati Bryant, " Aku terus menangis dengan pilu.


Bryant memelukku dan berusaha menenangkan ku. Sekilas aku lihat matanya juga berkaca-kaca melihat keadaanku yang memprihatinkan ini.


__ADS_2