Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 143 DIANTARA KALIAN


__ADS_3

" Arsel, sekarang gini saja. Kamu pilih aku atau Rissa ????? "


" Apa maksud kamu Rik ??? Kak Arsel bertanya pada Erika.


" Kamu tinggal pilih saja antara aku atau Rissa. Aku tidak bisa kayak gini terus. "


" Maaf Erika, aku tidak bisa memilih. "


" Kamu tidak bisa memilih atau tidak bisa menjawab karena dalam hati kamu, kamu suka kan sama Rissa ???. Arsel aku tahu kamu gak mau menyakiti aku kan ??? "


Kak Arsel mendekati Erika, dia memeluk Erika sambil menangis.


" Erika, kamu adalah wanita terbaik yang pernah mengisi hati dan hidupku. Aku pernah mencintaimu lebih dari apapun. Tapi tolong maafkan aku karena saat ini aku tidak bisa lagi mencintai kamu. Aku tidak mau berpura-pura mencintai kamu, aku tidak mau membohongi perasaanmu. Jadi lebih baik aku katakan sejujurnya meskipun kenyataannya pahit untuk kita semua. "


Erika melepaskan pelukan dari Kak Arsel, lalu dia mendekatiku.


" Plak !!!! " Tamparan keras mendarat di pipiku.


Tidak pernah aku sangka Erika tega menamparku seperti ini, tapi aku sadar diri karena ini semua juga salahku. Apa yang dilakukan Erika adalah semata perasaannya yang saat ini sedang benar-benar terluka.


" Jadi gara-gara perempuan ini kamu sudah gak mencintai aku lagi ???? " Sambil terisak Erika bertanya pada Kak Arsel.


" Iya, " Jawab Kak Arsel jujur.


Sambil memegangi pipiku yang masih perih karena tamparan yang begitu kerasnya, aku mencoba menjelaskan sesuatu pada Erika.

__ADS_1


" Erika, kamu boleh tampar aku sepuasnya asal itu bisa menebus sedikit rasa bersalahku. Tapi yang harus selalu kamu tahu Rik, meski Kak Arsel mencintaiku tapi aku tidak menerima cintanya. "


" Tidak menerima cintanya bukan berarti kamu juga tidak mencintainya kan ??. Sudahlah gak usah munafik, aku tahu sebenarnya kamu juga sangat mencintai Arsel. Kamu tidak menerima cintanya karena kamu tidak enak sama aku kan ??? "


" Bukan seperti itu Rik, aku bukan tipe orang yang akan bahagia di atas penderitaan orang lain. Terlebih itu kamu Rik, aku tidak setega itu. Bahkan aku sudah berusaha untuk bisa membuat kamu bahagia meskipun kenyataannya malah menjadi seperti ini Rik. Tolong kamu jangan salah paham sama aku Rik. "


" Seandainya kamu gak pernah hadir dalam kehidupanku dan aku tidak pernah mengenalmu, mungkin hidupku tidak akan menjadi hancur seperti ini Riss. Memang benar ya kamu memang pembawa sial, aku benar-benar menyesal pernah mengenal orang seperti kamu. "


" Lalu apa yang harus aku lakukan agar aku bisa menebus semua kesalahanku padamu Rik ???. Katakan saja setidaknya itu bisa membuat kamu bahagia. "


" Hanya satu pilihannya. "


" Pergi dan tinggalkan semuanya, jangan pernah kembali. Tinggalkan kota Surabaya ini. "


Aku syok dengan jawaban Erika yang diluar perkiraan ku. Aku tidak bisa berkata apa-apa saat Erika mengatakan hal tersebut padaku. Apa mungkin aku harus meninggalkan semuanya, mimpi dan cita-citaku selama ini. Apa mungkin aku harus menuruti permintaan Erika tersebut. Bagaimanapun juga perjalananku sampai disini tidaklah mudah. Butuh banyak perjuangan dan pengorbanan yang begitu besar hingga aku bisa di titik ini...


" Tidak ada, karena selama kamu masih ada disini, Arsel tidak akan pernah bisa melupakan kamu Riss. Karena kalau aku tidak bisa memiliki Arsel, kamu juga tidak akan pernah bisa memilikinya. Adil kan ??? "


Aku sejenak langsung terdiam dan mencoba untuk berfikir. Hingga tiba -tiba Kak Arsel mendekati kami berdua.


" Jangan bersikap seperti itu Erika, karena kamu sama saja dengan menghancurkan masa depan, impian dan juga cita-cita Rissa. Kamu gak boleh egois seperti itu ya. "


" Dia juga sudah menghancurkan masa depanku, bahkan segalanya yang aku punya. "


" Apa menurutmu ini semua kesalahannya dia ?? "

__ADS_1


" Ya pasti lah, masih perlu dipertanyakan lagi ??? "


" Tapi...... "


Kak Arsel belum sempat melanjutkan kata-katanya, namun sudah dipotong oleh Erika.


" Riss, terserah kamu mau gimana. Yang pasti kalau kamu mau menebus semua kesalahan kamu padaku, dan menyelesaikan semua masalah kita sampai se_akar-akarnya kamu harus tinggalkan semuanya. Jadi deal kan kita sama-sama kehilangan masa depan kita. "


" Baik, akan aku pikirkan permintaan kamu Rik. Tapi asal kamu tahu, aku melakukan semua ini demi kebahagiaan kamu Rik. "


" Ya memang seharusnya seperti itu, lebih baik kamu kembali ke asal mu di kampung. Dan kita semua akan hidup tenang seperti sedia kala. "


" Aku tidak menyangka kamu bisa menjadi sepicik ini Rik. Kamu memberikan sebuah permintaan yang sangat sulit dan merugikan Erika. Selain dia harus kehilangan masa depannya, cita-citanya, impiannya dia juga bakal menahan beban mental pada keluarga bahkan tetangganya. Di desa itu masih kental dengan sebuah kata bahwa kegagalan sama dengan aib. Dia akan menanggung beban mental itu seumur hidupnya gara-gara berhenti kuliah, " Kak Arsel mencoba membelaku.


" Aku tidak peduli, yang penting dia pergi dari sini. Aku juga ingin hidup tenang tanpa ada dia lagi disini, " Jawab Erika.


" Lantas tidak adanya Rissa, aku mau kembali dan jatuh cinta lagi padamu Rik ??? Tidak Rik, bahkan aku tidak pernah menyangka cinta buta mu ini menyakiti dan menghancurkan orang lain. Terlebih itu adalah orang yang pernah menjadi sahabat baikmu. "


" Sudah Kak Arsel, aku akan menuruti permintaan Erika. Aku akan meninggalkan semuanya demi Erika. Mungkin dengan jalan seperti ini, bisa merubah penilaiannya padaku. Aku juga sama-sama wanita, sama sepertinya. Aku bisa merasakan kesedihannya, luka batinnya karena cinta yang tidak berjalan semestinya. Dan memang benar akulah yang salah disini, aku sudah masuk Diantara Kalian. Sekali lagi aku minta maaf, semoga dengan aku pergi dari sini bisa merubah semuanya seperti sedia kala, " Aku meneteskan air mataku.


" Kamu wanita yang baik Riss, hatimu juga sangat bersih sekali. Kamu selalu memikirkan kebahagiaan orang lain dan mengesampingkan kebahagiaan kamu sendiri. Aku yakin semuanya akan indah pada waktunya. Disini aku belajar suatu hal darimu Riss, bahwa mengalah itu jauh lebih baik daripada bersikap egois. Dan aku yakin orang sebaik dan setulus kamu akan mendapatkan kebahagiaan diwaktu yang tepat, " Kak Arsel mencoba menguatkan ku. "


" Terima kasih Kak Arsel. "


" Ya sudah ayo aku antar pulang, " Kak Arsel menawarkan diri.

__ADS_1


" Gak usah Kak Arsel, untuk kali ini ijinkan aku pulang sendiri. Aku gak mau merepotkan kalian lagi. Sekalian disini aku juga mau pamit pulang ke kampung. Terima kasih untuk semuanya, mohon maafkan semua kesalahanku. Dan untuk Kak Arsel, tolong jaga Erika. Aku tahu dia masih sama seperti dulu. Erika yang baik dan tulus. Hanya saja saat ini dia diselimuti rasa emosi. Erika, Kak Arsel aku pamit ya. Jaga diri kalian baik-baik, " Aku menghapus butiran-butiran air mataku dan segera meninggalkan mereka berdua.


__ADS_2