
Keesokan harinya aku membuka mataku, dan aku mulai sadar dengan apa yang sudah terjadi semalam. Aku membuka ponselku dan kulihat baterai ponselku habis dan mati. Aku langsung mengisi baterai karena takut ada yang sedang menghubungiku.
Aku membersihkan diri dan mengganti pakaianku, dan benar saja ada lima panggilan tidak terjawab. Ternyata Arsel yang sudah menghubungiku, aku segera ke depan untuk menemuinya.
" Arsel. "
" Rissa, kamu gak apa-apa kan ??? "
" Gak apa-apa Kak Arsel. "
" Kak ???? "
" Iya karena kamu kan lebih tua dari aku, jadi mulai sekarang aku panggil kamu Kakak ya ??? "
" Kita kan cuma beda setahunan saja, udah biar lebih akrab panggil aku Arsel saja. "
" Tapi manis lo kalau aku panggil kamu kakak. "
" Udah, terserah kamu sajalah mau panggil aku apa. Yang penting kamu seneng. "
" Iya Kak Arsel. "
" Ya sudah kembali ke pokok permasalahan, kamu ceritakan bagaimana kronologi teror yang kamu dapat semalam Riss. "
Aku menceritakan semuanya pada Kak Arsel, dari awal sampai akhir.
" Rissa, kamu tidak aman ada disini. Ayo kita cari kosan lain dan pindah saja dari sini. "
" Iya tapi kan Kak ??? "
" Kamu ada kuliah jam berapa hari ini ??? "
" Jam 13.00 Kak, tapi cuma absen saja soalnya dosennya ada acara ke luar kota. "
" Ok, ayo kita cari kosan. "
" Iya sudah kalau begitu. "
Aku dan Kak Arsel berkeliling mencari kosan baru yang dekat dengan kampus. Hingga akhirnya aku mendapatkan kosan yang cocok dan lebih aman karena tepat di daerah perumahan dan dekat dengan pos satpam.
Setelah itu aku langsung bersiap-siap untuk pindah saat itu juga karena teror tersebut membuatku ketakutan. Tapi aku bersyukur karena kosan yang aku tempati saat ini harganya lebih terjangkau dari sebelumnya.
" Makan dulu yuk, lapar nih Riss. "
__ADS_1
" Iya ayo Kak, aku juga lapar. Biar aku beres-beres nanti saja. "
" Ok. "
Kami mencari makan di daerah kampus, perlahan aku mulai terbiasa makan di luar.
" Kamu suka kan dengan kosan barunya ?? "
" Iya aku suka, semoga aku betah tinggal di sana. "
" Tapi Riss, mengenai perasaan yang pernah aku ungkapkan sama kamu waktu itu gimana ??? "
" Perasaan ???? "
" Ya Riss, kamu kan tahu kalau aku sayang sama kamu. Jadi gimana, apa kamu juga memiliki perasaan yang sama padaku ??? "
" Ehmmmm... Gimana ya Kak Arsel, untuk saat ini aku masih belum bisa meyakinkan diriku Tentang Perasaanku. Aku masih menganggap Kakak adalah sahabat, jadi sekali lagi aku minta maaf ya Kak. "
" Iya gak apa-apa Ris, aku akan selalu setia sama kamu. Aku akan menunggu sampai kamu bisa menerima cinta aku ini. "
" Iya, sekali lagi maafin aku ya Kak Arsel, karena aku tidak bisa membalas cinta Kakak. Untuk saat ini aku hanya ingin fokus pada kuliahku saja Kak. "
" Iya gak apa-apa Riss, aku ngerti kok Riss. Kamu tenang saja ya. "
" Iya Kak. "
" Iya aku janji. "
" Tapi kamu beneran kan mau menganggap ku sebagai sahabat kamu ???? "
" Iya Kak. "
" Makasih ya Riss, karena bagiku saat ini aku bisa dekat dengan kamu itu sudah cukup. Aku akan selalu menunggu kamu sampai kapanpun. Aku akan selalu ada di samping kamu, menjaga kamu dan menemani kamu selamanya. Jadi kamu jangan sedih apalagi takut menghadapi teror-teror seperti itu ya. "
" Iya Kak Arsel, makasih ya. Sekali lagi aku minta maaf karena untuk saat ini masih belum bisa menerima Kakak sebagai pacar aku. "
" Untuk sementara ini kamu aman disini, jadi kamu jaga diri baik-baik. Dan kalau ada apa-apa hubungi aku ya. "
" Iya Kak Arsel, makasih ya. "
" Ya sudah, aku pulang dulu ya. "
" Iya Kak. "
__ADS_1
Baru saja Kak Arsel menuju ke arah mobilnya, namun tiba-tiba ada mobil dari arah yang berlawanan hampir menabraknya.
" Kak Arsel, awas !!!!!! " Aku berteriak mengingatkannya.
Untungnya Kak Arsel bisa menyelamatkan dirinya. Aku sangat bersyukur sekali Kak Arsel bisa lolos dari maut.
Namun aku masih bertanya-tanya siapa yang hampir menabrak Kak Arsel tadi. Apa semua ini ada hubungannya dengan Cassandra atau teror yang aku dapatkan kemarin ini ???? "
Aku segera berlari menuju ke Kak Arsel, karena aku sangat mengkhawatirkan keadaannya.
" Kakak, gak apa-apa kan ???? Ada yang lecet atau luka gak ???? " Aku segera mengecek keadaan Kak Arsel.
" Syukurlah aku tidak apa-apa kok Riss, tidak ada luka sedikitpun kok. Kamu tenang saja ya Riss. Untungnya tadi aku masih bisa menghindar saat mobil misterius itu hampir menabrak ku. Tapi siapa pelakunya ???. Kalau orangnya memang tidak ada niatan buruk atau tidak sengaja menabrak harusnya dia kan turun untuk meminta maaf. Anehnya dia langsung kabur begitu saja. "
" Sepertinya bukan hanya aku saja yang diincar teror tersebut, tapi juga orang-orang yang dekat sama aku. Jadi aku takut terjadi apa-apa dengan Kak Arsel, lebih baik mulai sekarang Kak Arsel menjauhiku saja ya. "
" Apaan sih kamu Riss, udahlah gak usah mikir sampai segitunya. Aku bisa jaga diri aku kok, kamu tenang saja ya. "
" Tapi Kak, tetap saja aku tidak tenang Kak. Aku takut pelaku teror itu mencelakai Kakak dan orang-orang yang dekat sama aku. "
" Kamu tenang saja ya Riss, bukankah aku sudah berjanji sama kamu untuk selalu menjaga kamu. Aku tidak mau mengingkarinya. "
" Tapi.... "
" Sudahlah, yang penting kamu yang jaga diri baik-baik. Tidak perlu keluar kosan kalau tidak penting-penting amat Riss. Jangan lupa kamar harus selalu kamu kunci ya. "
" Iya Kak Arsel makasih ya. "
" Iya, ya sudah kamu cepat masuk kamar sana, jangan sendirian diluar. "
" Iya Kak, sekali lagi hati-hati di jalan ya. Aku benar-benar mengkhawatirkan keadaan mu Kak. "
" Masak sih kamu mengkhawatirkan keadaan ku ???. Bukankah kamu tidak memiliki perasaan yang sama sepertiku ??? "
" Hanya saja aku peduli dengan Kakak, karena aku sudah menganggap Kakak seperti seorang sahabat. Aku tidak mau Kakak terluka. "
" Iya makasih Riss, aku sangat menghargai tentang perasaanmu. Asal kamu bahagia, aku juga akan bahagia sekali. Ya sudah aku pulang dulu ya."
" Iya Kak, sekali lagi hati-hati ya Kak. "
" Iya. "
Aku segera masuk Ke dalam kamarku, karena tugas negara hari ini sangat banyak sekali. Aku harus menata dan merapikan barang-barang ku hari ini juga. Tampaknya hari ini aku sangat sibuk sekali.
__ADS_1
Aku menghubungi Erika dan memberi kabar bahwa Kosan ku telah pindah dan setidaknya kini lebih aman dan terjangkau. Erika langsung mengatakan kalau besok dia akan datang ke kosan ku.