Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 141 IPK TERTINGGI


__ADS_3

Di setiap semester aku mendapatkan IPK Tertinggi di angkatan ku. Tidak heran banyak dosen yang memberi ku kepercayaan dalam membantu setiap tugas mata kuliah mereka. Dengan senang hati aku membantu mereka, bukan dengan maksud mencari perhatian atau mengambil hati mereka. Justru aku melakukan semua ini ikhlas dan agar aku bisa lebih banyak pengalaman untuk belajar.


Diantara sekian banyak teman yang satu angkatan denganku, ada yang suka dan tidak suka denganku. Tapi setiap ada tugas kelompok mereka berebut agar bisa satu kelompok denganku. Dengan demikian, mereka juga akan mendapatkan nilai terbaik.


Namun disaat sedang jam istirahat apalagi hangout di luar, tidak ada yang mengajakku pergi sama sekali. Mungkin karena aku orang miskin, mereka takut aku minta dibayarin. Bahkan ketika mereka sedang mengobrol tentang barang-barang mewah dan branded, mereka tidak pernah melibatkan aku dalam pokok pembicaraan mereka.


Selama ini hanya Erika dan Bryant yang tulus menganggap ku ada. Namun karena Erika juga sudah memutuskan persahabatan kita, hanya tinggal Bryant yang masih setia menemaniku.


Kebetulan ketika lomba model kemarin, mereka baik padaku karena posisiku benar-benar dibutuhkan. Meskipun dari sekian banyak teman-teman yang jauh lebih cantik dariku, tetap aku yang dipercaya unyuk menggantikan Erika. Aku juga tidak tahu kenapa.


Hari ini aku ingin menjenguk Erika di rumah sakit, karena bagaimanapun juga kita pernah memiliki hubungan yang hangat dan baik sekali. Aku sungguh mengkhawatirkan keadaannya. Aku naik ojek untuk mempercepat perjalanan ke rumah sakit.


Ketika aku sampai di rumah sakit, aku bertanya pada petugas rumah sakit. Aku pun sudah mendapat nomor kamar Erika. Kini aku berada di kamarnya, dan aku lihat Erika sedang tertidur sendirian. Perlahan aku masuk ke kamarnya, dan duduk di sampingnya.


Aku menggenggam tangan Erika dengan lembut, aku ingat sekali tangan ini yang dulu selalu menuntunku kemanapun. Sungguh aku merindukan momen-momen bahagia saat kita masih menjadi seorang sahabat.


Tiba-tiba Erika terbangun dan langsung menatap ke arah ku. Dia langsung melepaskan genggaman tanganku. Bahkan dia memalingkan mukanya dari hadapanku.


" Ngapain kamu kesini ??? "


" Erika, aku khawatir dengan keadaan kamu. Saat aku tahu bahwa kamu mengeluh sakit perut dan pingsan, aku sangat takut terjadi apa-apa denganmu. Kamu sakit apa Rik ??? "


" Kamu gak perlu tahu aku sakit apa, itu gak penting. Oiya selamat ya. ''


" Selamat buat apa Rik ??? "


" Selamat kamu sudah menggantikan posisi aku dan menang juara tiga. Meskipun kamu tidak berhasil meraih juara satu, tapi aku sangat menghargai usaha kamu. "


" Iya Rik, mungkin seandainya kamu yang menjadi perwakilan fakultas kita, kamu pasti bisa meraih juara satu. "

__ADS_1


" Iya sudah mau gimana lagi kan. Oh iya dengar-dengar juga kamu ditunjuk sebagai mahasiswa kepercayaan dosen-dosen ya Riss. Aku bangga padamu Riss, karena masa depanmu selangkah di depan dariku. Kamu lebih hebat dariku, tidak seperti masa depanku yang kelam ini."


" Jangan berkata seperti itu, kamu juga hebat sekali kok Rik. Kamu berbakat sebagai model profesional. "


" Iya terima kasih Riss. Oiya Riss aku boleh tanya sesuatu gak sama kamu. "


" Tanya apa Rik "


" Kamu kan pernah dekat dengan Arsel, dia pernah cerita gak kalau pernah dekat dengan seseorang. "


" Memangnya kenapa Rik??? "


" Arsel sekarang berubah, gak kayak dulu lagi. Bahkan dia mengatakan kalau dia mencintai orang lain selain aku. Padahal kita baru saja bertunangan, tapi dia mengatakan hal itu padaku. Tega sekali dia menyakiti hatiku. "


" Sabar ya Rik, mungkin kamu hanya sekedar salah paham saja. Aku yakin Kak Arsel tidak memiliki niatan untuk menyakiti perasaan kamu. Aku tahu Kak Arsel adalah orang yang baik. "


" Ya semoga saja. Karena kalau sampai Arsel ninggalin aku, aku pasti gila. Karena hanya dia harapanku untuk terus hidup dibalik semua penderitaan dan kehormatan ku yang sudah direnggut oleh laki-laki ******* malam itu. "


" Semoga saja Riss, aku boleh minta tolong sama kamu ??? "


" Apa Rik, selama aku bisa pasti aku akan bantu kamu. "


" Aku minta tolong sama kamu, kamu coba bicara sama Arsel tentang perasaanku. Aku yakin kalau kamu yang bicara sama Arsel, pasti dia mau mendengarkan kamu. Kamu mau kan bantu aku ??? "


Aku langsung kaget mendengar permintaan Erika. Bagaimana mungkin aku yang berbicara pada Kak Arsel untuk mempersatukan mereka lagi. Sedangkan aku tahu Kak Arsel dari awal tidak memiliki perasaan apa-apa lagi padanya. Justru aku yang sudah memaksa Kak Arsel untuk bersama Erika. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Yang pasti aku hanya ingin mereka berdua bisa terus bersama dan bahagia.


" Riss, kok kamu malah melamun ??? "


" Oh tidak apa-apa kok, aku hanya sedikit kepikiran tentang kuliah saja, " Jawabku sambil tersenyum.

__ADS_1


" Memangnya kamu mikirin apa lagi Riss, bukankah kamu tetap selalu yang menjadi terbaik dalam angkatan kita ??? "


" Alhamdulillah Rik. "


" Aku salut padamu Riss, kamu sudah hampir menggapai impianmu selama ini. Masa depanmu sangat cerah, aku yakin kamu akan menjadi orang sukses. "


" Iya makasih Rik, karena di kampung aku sudah berjuang dari nol hingga di titik sekarang ini. Harapan aku disini cuma satu, lulus dengan IPK tertinggi. Sudah itu saja. "


" Aku akan selalu mendoakan yang terbaik buat kamu Riss. "


" Makasih Rik, apa tandanya ini kamu sekarang sudah memaafkan aku dan kita bisa menjadi seperti dulu lagi ??? "


" Sekali lagi maafkan aku Riss, aku sudah bisa memaafkan kamu tapi tidak untuk menjadi sahabat kamu lagi seperti dulu. Lebih baik kita memang seperti ini saja. "


" Maafkan aku yang masih terlalu berharap untuk menjadi sahabat kamu lagi. Namun aku bersyukur karena sekarang sudah tidak ada kebencian lagi diantara kita. "


" Ya Riss, tapi kamu harus ingat kalau aku meminta tolong padamu untuk membantuku bicara dengan Arsel ya. "


" Ya Rik aku akan mencobanya. Aku akan membujuk Kak Arsel untuk mempertahankan hubungan kalian. "


Dan disaat yang bersamaan tiba-tiba Kak Arsel datang. Aku kaget dan langsung deg-degan saat Kak Arsel menatapku. Aku sudah berjanji pada Erika untuk berbicara pada Kak Arsel terkait hubungannya tersebut.


Kini Kak Arsel sudah ada di depanku, tapi lidahku terasa kelu untuk mengatakan janji yang sudah terucap pada Erika. Aku menatap ke arah Kak Arsel dan rasanya hatiku bergetar tidak karuan.


" Kak Arsel, aku ingin mengatakan sesuatu pada Kak Arsel. "


" Kamu mau ngomong apa ??? "


" Tentang hubungan Kak Arsel dan Erika. "

__ADS_1


" Lupakan saja, itu bukan urusan kamu. Silahkan kamu pergi, aku ingin berdua dengannya. "


Terpaksa aku pun keluar dan tidak bisa mengabulkan permintaan Erika saat ini.


__ADS_2