
Akhirnya kami tiba juga Di hutan Bambu tempat kegiatan Psychocamp kami. Kami harus berkumpul dengan kelompok kami masing-masing. Dan dipilihlah Bryant sebagai ketua kelompok kami, meskipun aku kurang yakin apa dia bisa menjalankan tugasnya sebagai ketua kelompok dengan baik.
Kami mulai berjalan menelusuri jalan setapak demi setapak. Disinilah peran kami sebagai anggota kelompok harus saling bahu membahu untuk bekerja sama satu sama lain.
Setelah sampai di tempat yang sudah ditentukan, kami berkerja sama membangun sebuah tenda. Kelompok kami ada delapan orang, laki-laki berjumlah tiga orang dan perempuan lima orang. Karena dimana pun untuk fakultas psikologi peminatnya lebih banyak kaum perempuannya.
" Kita hanya diberi tenda satu buah, jadi otomatis kita harus tidur bersama di dalam tenda. Tapi karena kita berlawanan jenis, sebagai pembatas gue ngasih saran tas kita masing-masing kita taruh di tengah-tengah sini. Gimana ??? " Bryant mengemukakan pendapatnya.
" Setuju. " Jawab kami bebarengan.
Kami pun segera bersiap-siap untuk pembukaan kegiatan Psychocamp hari ini. Disini akan dibahas serangkaian acara dari awal hingga akhir. Banyak sekali daftar acara yang harus kita semua lakukan. Apalagi ada kegiatan yang dilakukan pada malam hari. Inilah salah satu acara yang tidak aku sukai.
Sebagai acara awal hari ini semua kelompok harus menunjukkan aksi bakatnya masing-masing. Dan kelompok kami pun juga bingung mau menampilkan apa.
" Teman-teman silahkan bagi yang memiliki ide untuk menyumbangkan sumbangsihnya. Gue sebagai ketua disini tidak mau memaksa, tapi gue mohon kesadarannya untuk kita bisa saling bekerja dengan tim. Baik silahkan yang bisa kasih saran, " Bryant berkata pada kami
" Aku cuma mau bertanya saja mungkin disini ada yang bisa nyanyi, nari, acting, atau apalah bisa berpartisipasi untuk menunjukkan bakatnya mewakili kelompok kita, " Erika menambahkan.
" Tidak ada, " Jawab kelompok kami kompak.
" Wah, sepertinya kelompok kita ini golongan orang-orang yang tidak memiliki bakat apapun. Hehehe, " Erika berkelakar.
" Lalu bagaimana ini, bukankah sebentar lagi masing-masing kelompok wajib menyumbangkan satu aksinya untuk pertunjukan ??? " Aku mulai cemas.
" Ya sudah Lo dan gue Main Acting aja. "
" Acting apaan ??? " Aku bertanya pada Bryant.
" Lo jadi cewek miskin, dan gue jadi pangerannya yang jatuh cinta pada cewek seperti Lo. Namun pada akhirnya cinta kita bertepuk sebelah tangan karena ditentang oleh keluarga gue. Dan pada akhirnya Lo bunuh diri dan meninggal. "
__ADS_1
" Hey, kenapa jadi akhir hidup ku yang tragis ???. Kenapa gak kamu saja yang endingnya meninggal karena minum racun kek, apa kek !. Gak ah, lagian aku gak bisa acting. "
" Ok, gini aja endingnya kita sama-sama meninggal gara-gara bunuh diri. Jadi inti ceritanya seperti Romeo dan Juliet. Dan Lo Erika tugas Lo dandani dia agar sedikit menarik. "
" Maksud kamu aku terlihat jelek ??? Ya sudah kamu cari orang lain saja untuk beracting denganmu. Aku juga tidak tertarik untuk melakukan ini semua denganmu. "
" Sudah Riss, jangan marah-marah dulu ya. Please jangan dimasukkan ke hati ya kata-kata Bryant. Semua ini demi kelompok kita, demi sebuah nilai juga pastinya. "
" Ya sudah, demi nilai. Kalau boleh jujur aku malas melakukan acting dengannya. Kamu tahu kan Erika dia sangat menyebalkan sekali. Tiba-tiba dia baik padaku dan tiba-tiba juga dia sangat menyebalkan. "
" Ya sudah Rissa, nanti kita pukuli beramai-ramai si Bryant itu asal kamu mau tampil ya ??. Sini aku dandani yang cantik agar si Bryant itu terpukau dengan kecantikan yang kamu miliki. "
" Ah lebai deh kamu, memangnya kamu tukang sihir bisa bikin aku cantik ??? "
" Riss, kamu itu cantik. Beneran kamu itu aslinya cantik tapi sayangnya anugerah itu gak kamu rawat. Coba lah meskipun kamu gak pakai skincare, setidaknya kamu pakai pelembab dan warna lipstik yang sedikit cerah biar kelihatan segar dan kusam kayak gini Riss. Jangan warna lipstik yang natural gini jadinya pucat kan jadinya. "
" Lho memangnya kenapa Riss ??? "
" Kamu sih harusnya kalau kuliah di Psikologi harus pintar baca karakter seseorang, bukan malah pintar menilai tentang kecantikan Rik. "
" Hahaha ada-ada saja kamu Riss. "
" Ya kamu sih ada-ada saja Rik, sekarang ini siapa sih Rik yang tidak mau tampil cantik. Jujur aku pun sebenarnya juga ingin terlihat cantik Rik, tapi kalau aku membeli skincare, yang ada aku tidak makan Rik."
" Iya maaf deh, aku gak ada maksud seperti itu Lo Riss. "
" Iya sudah cepat lanjutin make up nya, jangan menor-menor ya aku gak suka. "
" Hemm kamu ngeraguin kemampuan make up ku ni ??? "
__ADS_1
" Ya gak gitu sih soalnya aku kan disini perannya cewek miskin, kalau make up nya menor kan gak nyambung sama peranku nanti Rik. "
" Tenang saja Bos, dijamin nanti bikin pangling semuanya. "
" Terserah kamu la. "
Tidak berapa lama akhirnya Erika selesai make over wajahku. Dan entah kenapa semua yang mengenal ku terpukau akan penampilanku. Katanya Erika ini adalah riasan model sekarang yaitu make up flawless, tampilan riasan yang natural tapi terlihat elegan dan cantik.
Bahkan saat kelompok kami dipanggil untuk menampilkan unjuk gigi, Bryant terlihat gugup saat beracting denganku. Namun justru saat momen seperti ini aku teringat tentang Farrell sehingga aku benar-benar mendalami peran ku saat ini. Hingga sampai di ujung acting ku aku benar-benar meneteskan air mata dan menangis tersedu-sedu.
Aku sungguh-sungguh mendalami peranku saat ini, apalagi peranku ini juga pernah aku alami. Saat aku mengenal cinta pertamaku dan hubungan itu harus kandas karena tiada restu dari orang tua. Sungguh tragis sebuah cinta suci harus berakhir hanya karena perbedaan status sosial.
Hingga di akhir acara, semua orang yang menyaksikan penampilan kami bertepuk tangan dan bersorak mengatakan acting kami bagus. Bahkan banyak yang memuji kami adalah pasangan yang serasi sekali.
" Jangan bermimpi kalau kita ini adalah pasangan yang serasi seperti apa yang mereka bilang. Ingat ya lo bukan tipe cewek gue. Jadi jangan harap gue bakal jatuh cinta sama lo, " Bryant berbisik di telingaku.
" Memangnya siapa yang suka sama cowok gila, sombong dan nyebelin kayak kamu ???. Amit-amit deh, gak banget !!! " Aku membalas hinaan dari Bryant. "
" Syukurlah kalau Lo sadar diri. "
" Iya. "
" Tapi gue gak nyangka ya Lo bisa acting sambil nangis-nangis kayak gitu ??? Lo benar-benar mendalami peran Lo ya ?? "
" Aku memang benar-benar mendalami peranku tadi, tapi aku membayangkan wajah laki-laki yang sangat aku cintai bukan wajahmu yang menyebalkan itu !!! "
" Apa ????? "
Aku pun pergi berlalu meninggalkan laki-laki menyebalkan itu.
__ADS_1