
Aku pun akhirnya diperbolehkan pulang dari Puskesmas, kali ini aku diizinkan untuk istirahat terlebih dahulu. Bryant melarang ku mengikuti berbagai program kerja yang dimulai hari ini. Mau tidak mau aku harus menuruti perintahnya. Bryant mengantarkan ku sampai depan pintu dan setelah itu dia langsung pergi begitu saja.
Saat aku menuju ke tempat untuk tidur ku, aku merasakan ada yang aneh dan berubah. Sebuah kasur baru yang bagus dan tebal. Berkali-kali aku mengeceknya apakah ini benar tempat ku atau bukan. Masih dalam kebimbangan, tiba-tiba ada sms masuk.
" Gue hanya berusaha memberikan yang terbaik buat lo, oleh karena itu gue ingin lo mendapat tempat ternyaman. Semua itu gue lakukan karena gue sayang tanpa meminta imbalan. "
Aku tahu Bryant yang sudah melakukan ini semua untukku. Dia hanya tidak mau melihat ku sakit lagi. Namun aku tidak pernah menyangka, dia sejauh ini memperhatikan ku. Dia berusaha menjadi laki-laki terbaik meskipun dia tidak memiliki hubungan dengan ku.
Malamnya kelompok kami ada acara pengajian bersama. Dan ini masuk dalam salah satu program kerja kami, yang intinya untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga jiwa sosial yang selalu dimiliki masyarakat di desa ini.
Aku mengikuti acara ini dengan memakai jilbab serta baju gamis untuk menghargai kegiatan ini. Aku sangat kagum sekali dengan karakteristik masyarakat disini yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai sosial dalam kemasyarakatan nya. Setelah acara pengajian ini selesai, kami pun bubar. Aku melihat Bryant termenung duduk bersimpuh seorang diri. Lantas aku mendekatinya.
" Bryant, kamu kenapa ??? "
" Entahlah, malam ini gue seperti mendapat hidayah. Gue sadar bahwa selama ini gue sudah menjadi orang yang tidak berguna. Gue sudah menjadi orang yang egois, individual dan tidak pernah peduli pada sesama. Disini gue mendapatkan pelajaran tentang artinya hidup sederhana namun bermakna. Dulu gue sangat membenci orang-orang miskin dan menganggapnya rendah. Tapi kini justru gue yang merasa rendah. "
" Tidak perlu berfikir sejauh itu, kamu sudah mau sadar dan memperbaiki diri lebih baik itu sudah bagus Bryant. Kita hidup di dunia ini memiliki takdirnya masing-masing. Kamu beruntung memiliki takdir sebagai orang yang bergelimang harta, sedangkan orang-orang seperti ku juga sangat bersyukur bisa hidup sederhana seperti ini. Karena dibawah kami masih ada orang yang nasibnya lebih buruk dari kita. "
" Sekali lagi maafin gue ya Riss, dulu gue pernah menghina lo karena lo miskin. Gue sangat membenci lo, sehingga gue mendapat karmanya. Gue jatuh hati pada lo dan itu membuat gue sadar bahwa kekayaan tidak menjamin kebahagiaan. Maafin gue Riss, " Ujar Bryant seraya memeluk ku.
" Iya, sudah gak apa-apa Bryant. Gak enak nih pelukan disini, nanti ada yang ngeliat gimana. "
" Iya maaf, " Kata Bryant sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
" Oiya, Bryant ngomong-ngomong makasih ya kasurnya. Aku gak nyangka kamu perhatian sama aku, tapi gimana caranya kasur itu bisa ada di tempat ku ??? "
" Gak usah lo pikirin, itu tugas anak buah gue. Yang penting gue bisa tenang ngelihat lo gak kedinginan lagi. "
" Kamu jangan berbuat terlalu baik pada ku Bryant."
" Memangnya kenapa Riss ??? "
" Jangan menggoyahkan benteng pertahanan hati ku buat Arsel. "
" Gue gak pernah sedikit pun bermaksud untuk membuat lo mencintai gue Riss. Gue tahu dan sadar bahwa lo milik Arsel. Sudah kita pasrahkan saja sama Tuhan. Kalaupun lo memang jodohnya Arsel, gue ikhlas asalkan lo bahagia bersamanya. Tapi kalau memang lo jodoh gue, gue siap menerima lo apa adanya Riss. Gue gak tahu kenapa perasaan gue bisa sebesar ini sama lo, tapi gue pun gak mau memaksa lo. Semua ini karena masalah hati. "
" Iya Bryant, makasih ya. Aku beruntung Allah sudah mempertemukan ku dengan laki-laki sebaik diri mu. "
" Sama-sama Riss. "
" Semoga saja nasib gue gak seperti Farrell ya Riss. "
" Kenapa kamu bisa bilang seperti itu ??? "
" Gue masih ingat waktu kita terjebak di jurang waktu acara Psychocamp itu. Lo cerita tentang Farrell sama gue. Farrell sangat mencintai lo, hingga pada akhirnya maut yang memisahkan kalian berdua. Dan pada saat itulah lo baru menyadari bahwa lo mencintainya. Farrell pergi untuk selama-lamanya dengan membawa cinta yang bertepuk sebelah tangan. Semoga saja nasib gue gak seperti itu. "
" Kenapa setiap aku mendengar nama Farrell, aku merasakan sakit di hati ini. Itu semua kenangan ku Bryant, tolong jangan dikaitkan antara Farrell dan hubungan kita. Itu beda, kisah kita pun beda. Kamu harus tahu Farrell tidak akan pernah tergantikan, selamanya dia akan mendapatkan tempat tersendiri di dalam hati ku. Kamu gak akan pernah tahu kenangan terindah ku selama beberapa tahun bersamanya. "
__ADS_1
" Kalau begitu biarkan gue menjadi Farrell yang kedua. "
" Apa maksud kamu Bryant ??? "
" Jadikan aku kekasih bayang mu. "
" Kekasih Bayangan ???? "
" Iya, biarkan gue tetap hidup di samping lo, namun seolah-olah gue tidak terlihat. Yang penting gue bisa tetap melihat lo, mencintai lo dan menyayangi lo meskipun lo gak pernah anggap gue ada. "
" Kenapa harus seperti itu Bryant, bukankah itu gak adil buat kamu ??? "
" Tidak mengapa Riss, asal lo bahagia. "
" Tapi aku yang tidak tega Bryant, kamu sudah terlalu baik pada ku. "
" Tidak mengapa Riss, lo sangat berarti buat hidup gue. Melihat lo bahagia bersama Arsel saja, gue ikut bahagia kok. Sama halnya seperti Farrell, di sana dia pasti juga bahagia melihat mu bahagia. Apalagi kalau tahu lo lebih memilih gue, apa sih kurangnya gue ??? Gue lebih tampan, lebih kaya, lebih romantis dan pastinya lebih pengertian dari Arsel. Heran gue kenapa lo malah lebih memilih si Arsel itu. "
" Kambuh deh penyakitnya, lebai. "
" Riss, misal nanti lo nikah sama Arsel jangan undang gue ya ??? "
" Kenapa ??? "
__ADS_1
" Karena gue gak akan pernah sanggup melihat lo bersanding bersama laki-laki lain di pelaminan. Tapi gue selalu bersedia memberikan bahu gue buat sandaran ketika lo terluka. Ingat janji gue, kapanpun dan bagaimanapun gue mau menerima segala keadaan lo. Jadi jika suatu saat Arsel sudah tidak mengharapkan atau tidak mencintai lo lagi, datanglah pada gue. Karena gue selalu ada buat lo. Selama gue masih hidup, gue akan selalu menunggu lo. Tidak ada satu wanita pun yang mampu mengalihkan perhatian gue untuk jatuh cinta padanya. Hanya lo di dalam hati gue. "
Aku terharu akan ketulusan hati Bryant, hatiku terasa bergetar mendengar kata-kata yang keluar dari suaranya. Dan aku pun merasa baper dan tidak terasa bulir-bulir air mata menetes dari sudut mata ku. Sungguh aku terharu.....