
Hari ini adalah hari ketiga kami mengikuti MOS. Hari ini adalah terakhir dan besok adalah Puncak Malam Acara MOS " Materi kita kali ini adalah tentang cita- cita masa depan.
" Rell, apa cita-cita untuk masa depanmu, " Kak Morgan bertanya kepada Farrell karena memang Farrel artis di kelas kami.
" Suatu saat nanti aku ingin menjadi Tentara kak. "
" Kenapa kamu ingin menjadi tentara. "
" Karena saya ingin menjadi abdi negara dan melindungi negara kak. "
" Hebat kamu Rell, di balik kekonyolanmu terselip cita- cita yang sangat mulia. Negara kita akan bangga memiliki tentara sepertimu, bagus tepuk tangan untuk teman kita Farrell. "
Semua teman teman pun bertepuk tangan.
" Terus kamu Rissa cita-citamu mau jadi apa, " Kak Morgan bergantian bertanya padaku.
" Dulu aku ingin menjadi guru kak, tapi sekarang aku berubah fikiran. Aku lebih tertarik sesuatu yang berhubungan dengan ilmu sosial dan masyarakat. "
" Maksudnya sosiolog, psikolog, atau psikiater. "
" Psikolog kak. "
" Kenapa ?? "
" Karena saya ingin belajar mengenai perkembangan dan tingkah laku manusia. Saya tertarik mengenai psikologi anak dan remaja. Karena sekarang ini banyak anak anak yang menderita Autis, Hiperaktif dan sebagainya. Selain itu kecenderungan kenakalan remaja, **** bebas sudah sangat memprihatinkan kak. Saya ingin mengaplikasikan ilmu psikologi saya nanti pada mereka. "
" Waw menjadi psikolog juga cita-cita yang mulia ya, keren dan salut deh buat kamu Rissa. "
" Iya kak. "
" Ok, yang lainnya cita-citanya mau jadi apa nih. "
Kak Morgan dan kakak kelas yang lain pun berkeliling dan menanyai semua teman-teman kami.
Tidak terasa acara MOS kita yang berjalan tiga hari pun selesai. Sebagai kenang-kenangan, tidak lupa kita berfoto bersama.
Dan besok malam kita akan bertemu kembali menghadiri acara puncak dari MOS. Semua peserta MOS diwajibkan memakai dresscode, untuk siswi perempuan memakai dress sedangkan siswa laki-laki memakai kemeja. Jadi intinya besok kita akan berkumpul dengan peserta MOS dan kakak kelas yang lainnya.
" Aku tidak punya dress buat dipakai besok, gimana nih.. Dimana ya kiranya aku bisa beli dress yang murah di kota ini, " Aku tampak melamun.
" Riss, melamun saja sih kamu ini. "
" Ih ngagetin saja sih kamu Rell ."
" Kenapa, Pasti lagi mikirin pakai baju apa buat besok iya kan. "
" I.. Iya Rell. Aku tidak punya dress Rell, rencananya aku mau beli Rell, tapi dimana ya toko dress yang murah disini. "
__ADS_1
"Ayo ikut aku, " Farrell menarik tanganku dan cepat-cepat mengajak pulang.
" Kita mau kemana. "
" Sudah diam saja. "
" Rell, jangan macem-macem lo ya sama aku. "
" Sudah jangan kepedean, meskipun aku cinta sama kamu tapi aku gak nafsu sama kamu. "
" Huh Farrell, meskipun aku jelek kan juga gak jelek- jelek amat. "
" Tuh sadar kalau jelek. "
" Tapi jelek-jelek gini kamu cinta sama aku kan. "
" Iya tapi nyatanya cintaku bertepuk sebelah tangan. Miriss ya. "
" Maaf Rell, " Aku menundukkan kepalaku.
" Gak perlu minta maaf, kamu gak salah karena kamu juga berhak nolak kok. "
" Farrell, jangan gitu dong kalau gitu aku turun saja deh. "
" Memangnya aku tukang ojek seenaknya kamu minta turun, udah diem!! Pegangan aku mau nambah kecepatan nih. "
Tiba-tiba kami berhenti di depan sebuah butik yang lumayan besar.
" Rell, ngapain kita kesini. "
" Makan. "
" Oh jadi butik ini ada tempat makannya juga ya. Keren ya butiknya, tapi aku gak mau masuk ah. Aku gak laper, aku mau pulang aja mau ke toko baju. "
" Ayo masuk, " Farrel menarik tanganku dan masuk ke butik itu.
Aku melongo karena di dalam butik itu banyak sekali baju yang sangat bagus dengan aneka macam dan modelnya. Farrel pmmenuju ke tempat baju dress, dia tampak sibuk memilih-milih. Aku pun juga ikut memilih-milih.
" Rell, ini bagus gak, " Aku memperlihatkan dress warna ungu polos ke Farrell.
" Jelek.
" Tapi dress ini yang paling murah diantara yang lainnya Rell. "
" Ini cocok buat kamu, coba gih mana yang paling cocok. " Farrel memilihkan dress warna Salem dan hijau toska.
" Rell, gak ah. Modelnya itu loh sedikit terbuka dan kayak artis. Gak Pede aku. "
__ADS_1
" Sudah coba sana, " Farrel mendorongku masuk ke baju ganti.
Dengan terpaksa aku menurutinya. Awalnya aku mulai mencoba dress yang warna Salem. Aku pun menunjukkan ke Farrel. Farrel pun menyuruhku mencoba dress yang satunya, aku pun menurutinya.
Hingga akhirnya aku pun mencoba dress warna hijau toska.
" Riss, kamu cantik banget. Udah ayo beli yang ini. ".
" Gak Rell, aku gak bisa. "
" Gak bisa kenapa. "
" Rell, aku gak pantes pakai baju semahal ini. "
" Udah kamu jangan fikirin masalah harga, biar aku yang beliin ini buat kamu. "
" Gak Rell, aku gak mau kamu kayak gini ke aku. Tolong jangan atur hidup aku kayak gini. Kita memang tidak selevel rell, " Aku pergi keluar meninggalkan Farrel dan sontak Farrel pun langsung mengejarku.
" Please untuk besok malam saja Riss, kamu kan tahu sekolah kita itu sekolah favorit dan sekolahnya kaum orang elit. Aku hanya ingin kamu terlihat cantik besok malam. Percayalah, aku gak ada maksud apa-apa, aku cuma ingin kamu tidak terlihat berbeda dengan yang lainnya Riss. "
" Tapi tetap saja aku tidak pantas memakai dress semahal ini Rell. "
" Gini saja sudah anggap saja dress ini pinjaman dari aku, jadi kamu bisa mencicilnya semampu kamu. "
" Ya sudah kalau begitu aku setuju, " Kami pun kembali masuk dan membayarnya.
Keesokan harinya, aku sudah siap dengan penampilanku untuk malam ini. Ketika Farrel sudah sampai di depan kos aku baru sadar kalau aku tidak punya highhells, karena yang ku miliki hanya sepatu sekolah dan sandal jepit kesayanganku. Akhirnya aku menemui Farrel dengan sandal jepit.
" Kamu cantik sekali Riss, " Farrel tampak terpukau dengan penampilanku.
" Makasih Rell, "
Saat melihat ke bawah, Farrel langsung mengambil sesuatu dari jok sepedanya, sebuah kotak berisi sandal yang senada dengan warna dressku.
" Apa ini Rell. "
" Sepatu highhells kakakku, kamu pakai ya. "
" Iya Rell, bagus sekali Rell. Nanti kalau sudah selesai aku kembalikan Rell. "
" Gak usah, itu sepatu kakakku yang sudah gak muat kok. Kakakku sendiri yang menyuruhku memberikannya padamu. "
" Kakak kamu baik sekali Rell, sampaikan terima kasihku ya ke kakakmu. "
" Iya. "
Kami pun menuju sekolah dan sesampainya disana memang benar hampir seluruhnya penampilan mereka seperti Princess. Kami dihibur dengan penampilan band-band sekolah kami. Aku mengambil tempat duduk agak ke depan. Acara utama pun dimulai dengan dimeriahkan kembang api. Sambil menikmati acara yang disajikan, kami juga di manjakan dengan makanan dan minuman yang enak sekali.
__ADS_1