Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 19 PERDANA DINNERKU


__ADS_3

" Kamu cantik Riss, " Itu adalah kata-kata yang terucap dari bibir Farrel untuk yang pertama kalinya.


" Makasih. "


" Ayo naik, " Aku pun naik ke sepeda motor Farrel.


" Kita mau kemana rell. "


" Kita cari tempat makan yang romantis. "


" Di tempat biasa saja rell, aku malu. "


" Malu kenapa sih. "


" Aku jelek, bajuku juga tidak bagus. "


" Yang penting aku sedang bersama cewek yang hatinya tulus. "


" Kambuh deh gombalnya. "


" Hahahaha. "


Aku menikmati perjalanan kami, untuk pertama kalinya aku keluar dan jalan jalan dengan seorang cowok. Jalanan yang padat dan sangat ramai sekali, sesekali Farrel menutupi mukaku dengan tangannya saat asap kendaraan mengepul di jalanan.


Dia menceritakan tentang kehidupannya, dia mengatakan kalau dia sangat menyayangi saudaranya, kakak perempuannya. Tapi saat ini kakak perempuannya sedang menempuh pendidikan kuliah di kota besar yang lumayan jauh. Sepertinya dia merindukannya, baginya kakak perempuannya adalah sosok yang hebat dan selalu ada buatnya.


Tiba tiba Farrel menepi dan memberhentikan motornya di parkiran sebuah restoran yang bagus. Aku merasa seperti salah kostum, yah seandainya aku punya baju yang lebih bagus mungkin aku tidak akan merasa seperti ini.


" Ayo Riss. "


" Eh, i iya Rell. "


" Kenapa. "


" Aku gak salah kostum kan Rell. "


" Gak, sudah ayo masuk, " Farrel menggandengku masuk Ke dalam.


" Iya Rell. "


" Tempatnya bagus ya Rell, " Ini pertama kalinya aku masuk Ke sebuah restoran yang sangat bagus sekali. "


" Riss, kamu mau pesen apa ?? "


" Terserah kamu Rell. "


" Kamu mau Seafood. "


" Seafood ??? Gak, ah aku gak suka. "


" Coba kamu pilih sendiri saja ini. "


" Cap Jay aja sudah. "

__ADS_1


" Gak mau nambah menu lain ??? "


" Gak rell. "


" Aku tambahin ayam goreng ya ?? "


" Terserah kamu saja Rell. "


" Minumnya apa Riss ? "


" Es teh saja sama air mineral satu Rell. "


" Ok. "


Suasana di restoran sangat romantis, ada beberapa lagu cinta yang sedang di putar. Di putaran lagu kedua tampak lagu berjudul Cinta Pertama. Aku tersenyum, lagunya enak banget untuk di dengar. Aku terhanyut menikmati lagu itu, tampaknya Farrel memandangiku sejak tadi.


Saat ku tersadar aku jadi salah tingkah, untungnya suasana bisa cepat mencair karena pesanan makanan dan minuman kami sudah siap dihidangkan. Cap Jay nya terlihat sangat nikmat apalagi banyak sosis dan ayamnya, tapi juga terdapat udang di dalamnya. Aku alergi udang, sehingga aku tidak menjamahnya sama sekali.


" Kamu suka gak tempat ini ?? "


" Iya suka Rell, tempatnya bagus dan suasananya romantis. "


" Itu ngomong-ngomong udangnya kok gak dimakan sih, gak suka ya ??? "


" Bukannya gak suka Rell, Aku alergi udang. Aku kalau makan udang nanti kulitku bentol-bentol dan merah. "


" Kok tadi kamu gak bilang gak usah pakai udang. "


" Mana aku tahu Rell, soalnya biasanya kalau aku beli cap jay dirumah gak ada udangnya kalau disini ada. "


" Iya Rell. "


" Itu ayam gorengnya juga di makan Riss. "


" Iya Rell. "


" Mau nambah lagi gak, atau mau dibungkus buat dimakan di kos. "


" Oh gak Rell, aku sudah kenyang ini. "


" Beneran ?? "


" Iya. "


Kami pun menghabiskan makanan dan minumannya. sampai pada akhirnya Farrel pamit mau menyanyikan sebuah lagu untukku Di tempat yang sudah di sediakan pihak restoran.


" Lagu ini khusus aku persembahkan buat seorang cewek yang benar-benar tulus hatinya, cewek yang belum bisa membuka hatinya untukku tapi dia sahabat terbaikku, Rissa "


Semua orang yang ada di dalam Restoran bersorak dan melihatku. Aku malu dan tampak merona merah pipiku. Orang orang berteriak agar aku mau menerima cintanya Farrel. Sebuah lagu pun dinyanyikan Farrel dengan sepenuh hati dan penghayatan yang benar- benar menyentuh hati bagi yang mendengar. Semua orang Baper dan terbawa suasana keromantisan lagu cinta dari Farrel.


Ketika lagu hampir selesai dinyanyikan, Farrel menyuruhku maju ke depan. Aku menggeleng karena aku malu dan barusadar kalau aku hanya memakai sandal jepit. Tapi karena orang-orang memberikanku dukungan untuk mau maju ke depan, akhirnya aku maju ke depan dengan langkah gemetaran.


Lantas Farrel meminta tolong kepada salah satu pelayan restoran disana untuk merekam dan memfoto kami berdua. Farrel pun melanjutkan lagunya yang hampir selesai, aku benar benar nervous berdiri di depan banyak orang yang melihatku.

__ADS_1


Di saat lagu sudah berakhir Farrel memegang tanganku, menggenggam jemariku dan berkata yang mungkin membuat semua beberapa cewek di dunia ini iri padaku.


" Kamu teramat istimewa, kamu cewek yang luar biasa, kamu telah meluluhkan hatiku, kamu duniaku, jangan pernah menangis lagi bidadari hatiku, " Sembari Farrel mencium tanganku.


Orang-orang pun tampak baper dan bertepuk tangan pada kami. Bahkan beberapa orang tampak memotret dan merekam video Farrel dan aku.


" Suaranya bagus, " Puji beberapa orang saat itu.


" Mbak kasih satu kesempatan buat cowoknya, kasihan kalau cintanya bertepuk sebelah tangan mbak, " Kata beberapa orang yang menghampiriku.


Aku hanya tersenyum pada mereka tanpa memberi jawaban.


Akhirnya Farrel mengajakku pulang karena malam semakin larut, setelah Farrel membayar semuanya dia menggandeng tanganku keluar restoran.


" Kamu seneng gak malam ini riss ?? "


" Seneng Rell. "


" Gitu aja. "


" Terus gimana Rell. "


" Maksudku kamu gak baper gitu, gak tersentuh gitu sama sekali dengan laguku. "


" Iya Rell,, suara kamu bagus banget aku suka. "


" Terus dengan perasaan kamu gimana Riss. "


" Iya-iya aku sempat baper saat kamu nyanyiin lagu itu buat aku Rell. "


" Yessss !!! Iya ta Riss. "


" Iya Rell. "


" Makasih ya Riss. "


" Oiya ngomong ngomong kan kamu sudah traktir aku nih, jadi aku juga punya utang kapan-kapan gantian aku ya yang traktir. "


" Gak usah Riss, aku ikhlas kok Riss. "


" Ya gak bisa gitu dong Rell, pokok kapan-kapan kalau aku punya uang lebih giliran aku yang traktir kamu, tapi aku gak bisa Di restoran mahal kayak tadi. Di pinggiran jalan gitu gak apa-apa kan ya ?? "


" Iya gak apa apa Riss. "


" Beneran kamu gak gengsi Rell. "


" Ngapain gengsi, yang penting makan.. Iya gak. "


" Ok rell. "


Kami pun sudah sampai di depan kos. Farrel pamit ingin langsung pulang dan dia berpesan jangan pernah mengambil bunga yang sudah dibuang tadi dan berjanji akan menggantinya dengan bunga yang berbeda. Aku pun mengiyakan saja.


Setelah Farrel meninggalkan kosku, aku langsung masuk kamar. Di dalam kamar aku mengingat lagi momen-momen saat bersama Farrel di restoran tadi. Farrel sangat romantis, suaranya sangat bagus sekali tapi kenapa aku masih belum bisa membuka hatiku untuknya.

__ADS_1


Dan malam ini Farrel memberikanku malam yang indah, Perdana Dinnerku yang justru masih membekukan hatiku untuk sedikit memberi kesempatan pada Farrel. Entah sampai kapan aku bisa membuka hatiku untukku.


Tapi,,, terima kasih sudah memberikan malam yang indah ini untukku.


__ADS_2