
Sesampainya di kosan, aku hanya bisa menangis mengingat apa yang sudah terjadi malam ini. Padahal aku berharap malam ini menjadi malam yang sangat membahagiakan buatku. Tapi kenyataannya aku mendapatkan hinaan yang luar biasa menyakitkan hatiku. Bahkan Kak Arsel juga pada akhirnya tidak membelaku, justru dia lebih mementingkan perasaan Mamanya. Dia tidak mempedulikan bagaimana perasaanku yang dihina sedemikian rupa oleh Mamanya.
Aku tahu bagi Kak Arsel, mamanya adalah segala-gala nya dan tidak boleh ada seorang pun yang boleh menyakiti hatinya. Meskipun Mamanya berulang kali menghina ku pun, dia hanya memintaku untuk selalu mengerti. Lalu sampai kapan aku harus menahan semua ini demi kesabaran yang tiada batas ??????.
Lalu aku harus bagaimana ??????
Di sini aku yang tidak mendapatkan ketidakadilan, lalu apa aku harus diam saja sampai harga diriku diinjak-injak terus menerus. Hanya demi menjaga hati Mamanya Kak Arsel ?????.
Aku terus menangis, meneteskan air mataku agar rasa sakit di hati ini sedikit terobati. Sungguh aku benar-benar mencintai Kak Arsel, namun di sisi lain Mamanya Kak Arsel sangat membenciku. Dia akan mengupayakan segala cara untuk menyingkirkan ku dalam kehidupan Kak Arsel.
Erika, dialah calon menantu idaman yang diinginkan Mamanya Kak Arsel. Baginya Erika adalah wanita yang luar biasa dan cukup sempurna sebagai pendamping hidup Kak Arsel.
" Ah sudahlah, kalau jodoh gak akan kemana, " Batinku mengakhiri kesedihan malam ini.
Akhirnya untuk menenangkan hatiku, aku shalat isya' sambil berdoa menumpahkan segala apa yang aku rasakan di hati ini. Setelah itu aku membaringkan tubuhku di kasur. Aku mencoba memejamkan mataku dan beristirahat. Dan tidak berapa lama, akhirnya aku terlelap juga.
Keesokan harinya aku bersiap untuk kuliah, namun ditengah perjalanan aku bertemu dengan Kak Arsel. Sepertinya dia juga ada kuliah di jam yang sama denganku.
" Ayo bareng sayang, " Kata Kak Arsel sambil menggandengku masuk ke dalam mobilku.
" Gak usah, aku bisa jalan kaki. Lagian sudah dekat dengan kampus, " Jawabku sambil melepaskan tanganku dari Kak Arsel.
" Aku tahu aku salah sayang, tolong maafkan aku."
__ADS_1
" Lalu aku harus ngertiin Kak Arsel ??? Begitu terus ????? Sampai kapan ???? "
" Aku akan mencari jalan keluarnya sayang, aku juga mencoba meminta Mama untuk bisa menerima kamu sayang. "
" Dan jawabannya dia tetap tidak mau menerimaku kan ??? ''
" Iya sayang, tapi kita harus tetap berjuang bersama untuk bisa mengambil hati Mama sayang. Aku yakin suatu saat Mama pasti bisa menerima kamu sepenuhnya sayang. "
" Tidak akan mungkin, selagi sikap Kak Arsel yang mengatasnamakan Mamanya Kakak bagai segala-gala nya di dunia ini. Sedangkan aku disini harus terus bersabar menerima perlakuan darinya. Aku akan tetap menghormati dan menghargainya kalau memang dia benar Kak. Tapi Kak Arsel tahu sendiri Mamanya Kak Arsel salah, tapi bukannya menegurnya malah menyalahkan orang lain. Aku juga punya batas kesabaran juga Kak, terlebih saat harga diriku diinjak-injak !!!! "
" Sayang, Mamaku adalah kelemahan ku. Itulah mengapa aku tidak bisa menyakiti hatinya. "
" Ya sudah berarti Kak Arsel ingin membahagiakan Mamanya Kakak kan ???? "
" Ya sudah Kak Arsel menikah saja dengan Erika, bukankah itu adalah keinginannya selama ini ??? "
" Kenapa kamu berkata seperti itu sayang ??? "
" Aku hanya mencoba membantu Kakak untuk membahagiakan Mamanya Kakak saja. "
Aku langsung pergi meninggalkan Kak Arsel sendiri, setidaknya agar dia sadar bahwa aku pun juga ingin dimengerti olehnya.
Hari ini aku tidak fokus mengikuti perkuliahan, aku selalu kepikiran tentang Kak Arsel. Hingga tidak terasa perkuliahan pun selesai juga. Dan seseorang menepuk bahuku, ternyata itu Bryant.
__ADS_1
" Lo kenapa Riss, gue perhatiin lo kayak ada masalah. Lo bisa curhat ke gue kok. Gue siap dengerin masalah lo, " Bryant bertanya padaku.
" Hanya saja, " Aku agak ragu-ragu ingin menceritakan pada Bryant.
" Hanya saja apa Riss ??? Lo gak usah kawatir, gue memang cinta sama lo. Tapi gue masih peduli sama lo, semua tentang masalah lo. Jangan pernah berfikiran buruk sama gue. Justru gue ingin bantu lo. Meskipun gue gak bisa memiliki lo, lo masih mau kan menerima gue sebagai sahabat lo menggantikan posisi Erika dalam hidup lo ??? "
" Iya Bryant, makasih ya kamu masih peduli sama aku. "
Setelah memastikan keadaan aman, terlebih sepertinya Erika sudah pulang. Aku mulai menceritakan masalahku pada Bryant, karena sejujurnya aku memang butuh seorang teman untuk mendengarkan keluh kesahku.
" Bryant, kamu tahu kan kalau aku sangat mencintai Kak Arsel, namun sepertinya hubungan kami memiliki sebuah halangan yang sangat besar sekali. "
" Apa itu Rissa, lo cerita saja sama gue. "
" Mamanya Kak Arsel gak merestui hubungan kami. Dia sangat membenci ku dan ingin memisahkan ku dengan Kak Arsel. Bahkan dia lebih setuju kalau Erika lah yang menjadi calon menantu idamannya. Terlebih Kak Arsel sangat menyayangi Mamanya tersebut dan tidak ingin melihatnya sedih. Dengan kata lain bahwa Mamanya adalah kelemahannya. Baginya perasaan dan kebahagiaan Mamanya itu jauh lebih penting, meskipun itu mengesampingkan perasaanku. Namun aku juga memiliki batas kesabaran juga, terlebih saat harga diriku diinjak-injak. Sungguh aku sakit hati sekali karena dia selalu memanggilku Perempuan kampung. "
" Lo jangan pernah mundur Riss, terlebih mengabaikan kebahagiaan lo lagi hanya demi Erika. Gue bisa merasakan di posisi Arsel, karena gue pun terlalu menyayagi Mama gue. Namun gue akan berusaha adil karena sekarang ada wanita lain yang juga ingin gue perjuangkan dan bahagiakan. Gue yakin Arsel hanya butuh waktu saja, suatu saat nanti dia akan sadar juga kok agar dia bisa lebih adil lagi pada dua wanita yang sama-sama dia sayangi. Lo jangan menyerah ya, justru lo bantu Arsel untuk terus berjuang mendapatkan restu dari Mamanya. Semakin lo mundur dan menghindar, sama saja lo memberi peluang pada Erika untuk merebut kembali kebahagiaan lo lagi dan mengambil alih posisi lo."
" Iya juga, benar sekali apa kata kamu. Aku Tidak Akan Menyerah, aku akan memperjuangkan kebahagiaanku. Aku akan membantu Kak Arsel untuk sama-sama berjuang bersama. Setidaknya masih ada Papanya Kak Arsel yang merestui hubungan kami. "
" Ya, memang harusnya seperti itu. Rissa yang gue kenal, memiliki kekuatan yang tiada batas. Dia bukan tipe orang yang lemah, justru dia adalah wanita hebat yang pernah gue lihat. Dan satu hal lagi yang harus lo tahu, tunjukkan bahwa meskipun mereka menyebutmu perempuan kampung tapi lo bukan perempuan bodoh !!!!! Karena apa ???? Karena lo adalah perempuan hebat dan cerdas Riss. "
" Makasih ya Bryant, kamu sudah memberiku semangat dan mau menjadi sahabatku. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih ya. "
__ADS_1
" Iya, " Jawab Bryant sambil tersenyum padaku.