
Sesampainya Di Kosan aku mencoba menghubungi Kak Morgan tapi tetap saja tidak aktif. Sebenarnya aku ingin Ke rumah Kak Morgan namun aku takut kalau ada Orang Tua Kak Morgan dirumahnya. Akhirnya aku putuskan untuk pergi bekerja di Laundry saja.
Waktu itu laundry dalam keadaan sepi, dan tidak seramai biasanya. Aku mencoba mengecek handphone ku dan ternyata Kak Steffan yang menelfonku berkali-kali. Aku mencoba menghubungi balik Kak Steffan namun nomornya juga tidak aktif. Ada apa dengan mereka berdua. Perasaanku sudah tidak enak dan tidak karuan. Aku takut Kak Morgan berulah gara-gara kesalahpahaman ini.
Sepulang dari laundry aku menyempatkan diri membeli roti Di toko, karena aku lagi tidak nafsu makan nasi. Namun aku syok bukan main melihat sesosok laki-laki Di depan kosku yang wajahnya terluka dan lebam.
" Kak Morgan, itu wajahnya kenapa, " Aku mendekati kak Morgan dan mengecek lukanya.
" Aku sudah melakukan tugasku sebagai pacar kamu. Aku sedikit memberi pelajaran pada si kutu buku itu, yang sudah mencoba mendekatimu. "
" Apa ????????. Apa apaan sih Kak Morgan ini !!!!! Kayak anak kecil saja. "
" Kamu sadar gak sih, dia itu selalu ingin mengambil apa yang aku punya !!!! "
" Gak Kak, bukan seperti itu. Kak Steffan bukan tipe orang seperti itu. "
" Buktinya sekarang dia mulai mendekati kamu Riss, aku gak mau kecolongan untuk yang kesekian kalinya lagi. "
" Kak andai Kakak tahu yang sebenarnya terjadi mungkin Kakak tidak akan tega memukuli Kak Steffan."
" Apa maksudmu Riss. "
" Tidak ada maksud apa-apa Kak. "
" Apa rahasia yang tidak aku ketahui dari kalian berdua ????. Jadi kalian merahasiakan sesuatu dariku ???? "
" ........... "
Aku hanya diam dan tidak mau melanjutkan pembicaraan dengan Kak Morgan. Aku pun pamit untuk masuk Ke kosan dan meninggalkan Kak Morgan dengan kondisi seperti itu.
Sebenarnya aku tidak tega membiarkannya dengan luka seperti itu, aku ingin mengobati atau mengompres lukanya tapi rasa kecewaku pada Kak Morgan jauh lebih besar dari rasa peduliku.
Di dalam kamar aku mencoba menghubungi Kak Steffan. Setelah tiga kali aku hubungi akhirnya terangkat juga.
" Hallo Kak Steffan ???? "
" Iya Riss ada apa ???? "
" Kak Steffan gimana keadaannya, maafin Kak Morgan ya Kak. "
__ADS_1
" Jadi kamu sudah tahu semuanya Riss. "
" Iya Kak barusan Kak Morgan Ke kosanku. Aku malu dengan kelakuan Kak Morgan Kak. Maafin Jak Morgan ya ??? "
" Morgan gak salah kok Riss, ini semua salahku. Wajar kalau dia seperti itu karena dia takut kehilangan kamu, seperti sama halnya takut kehilangan Thania Riss. "
" Iya Kak, tapi tetap saja Kak Morgan keterlaluan. Aku gak suka dengan sifatnya yang seperti itu. "
" Riss, mungkin kamulah yang bisa merubah Morgan lebih baik lagi. Kamu jangan menyerah. Morgan sebenarnya laki-laki yang baik Riss, cuma saja dia tidak bisa mengontrol emosinya Riss. Itu memang kelemahannya dari dulu. "
" Iya Kak aku tahu, terus gimana dengan luka-luka Kak Steffan ??? "
" Gak apa-apa Riss, gak ada yang perlu di kawatirkan. Alhamdulillah Jakak baik-baik saja. "
" Ya syukurlah kalau seperti itu Kak. "
" Iya Riss. "
" Iya sudah Kak, aku tutup dulu ya. Semoga luka Kakak cepat sembuh ya. "
" Iya Riss, terima kasih ya Riss. "
Ternyata Di depan sekolah aku bertemu dengan Kak Morgan. Awalnya aku terus menghindar darinya karena aku kecewa dengan kelakuannya.
" Ris Rissa tunggu Riss. Ok la maaf kalau aku udah bikin kamu kecewa Riss. Tapi aku mohon sama kamu, jangan hukum aku seperti ini. "
" Aku gak suka dengan kelakuan Kakak kayak gini, kayak preman tahu gak !!!!! "
" Iya maafin aku Riss. "
" Ya sudahlah aku mau masuk kelas !!!! "
" Riss tunggu Riss, ada yang mau aku tanyakan sama kamu Riss. "
" Apalagi ?????? "
" Rahasia apa yang kalian sembunyikan yang tidak aku ketahui ????. Tolong jujur sama aku ????? "
" Suatu saat nanti Kakak pasti tahu dan disaat itu juga Kakak akan benar-benar menyesal dengan kelakuan Kakak !!!!!!! "
__ADS_1
" Makanya itu kamu jujur sama Kakak sekarang. "
" Aku tidak bisa jujur sekarang Kak, aku sudah menjaga janji itu hingga waktunya tiba. "
" Berarti kamu tidak bisa menghargai aku sebagai pacarmu Riss. "
" Terserah Kakak mau bilang apa. Yang pasti aku hanya minta satu permintaan saja. Tolong perbaiki hubungan klKakak dengan Kak Steffan. "
" Bagaimana mungkin aku bisa baikan dengan dia Riss !!!!!! "
" Terserah, berarti Kakak memang tidak ada niatan untuk baikan dengan Kak Steffan. Aku masih punya satu hutang Kak pada almarhumah Kak Thania untuk membuat Kak Morgan dan Kak Steffan baikan lagi. "
Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku aku melihat Kak Steffan tampak pucat dengan luka-luka lebam yang banyak sekali di wajahnya. Entah berapa kali pukulan dari Kak Morgan yang dia dapat.
Sebenarnya aku lebih mengkhawatirkan sakit kankernya.
Dia pergi begitu saja melewati kami. Mungkin dia tidak mau menambah kesalahpahaman ini.
" Puas Kak Morgan memukuli Kak Steffan seperti itu !!!!!!! "
" Kamu jangan salah paham Riss. "
" Harusnya Kakak yang jangan Salah Paham. Dari awal aku sudah jujur gak ada hubungan apa-apa dengan Kak Steffan, malah Kak Morgan buat masalah dengan Kak Steffan. Tahu ah, malas banget aku dengan kelakuan Kak Morgan kalau gini. "
" Maafin Kakak Riss. "
" Tahu ah. "
Aku meninggalkan Kak Morgan begitu saja, mungkin dengan begitu Kak Morgan bisa sadar dengan kelakuannya. Aku tidak respect sama sekali dengannya kalau seperti ini. Aku ingin Kak Morgan bisa sadar dan berubah menjadi lebih baik lagi.
Aku tidak mau terlarut dengan hubungan cinta yang terlalu dalam, aku tetap harus menomorsatukan pendidikanku. Aku harus tetap juara kelas agar aku bisa tetap mendapatkan beasiswa berprestasi ini.
Setelah lulus dari SMA ini aku juga sangat berharap bisa melanjutkan Ke perguruan tinggi. Aku ingin kuliah di jurusan Psikologi. Semoga suatu saat nanti aku bisa menjadi seorang Psikolog yang profesional.
Hari-hariku selalu aku habiskan dengan belajar dan juga bekerja. Ayahku pun sampai sekarang belum juga sadar akan tanggung jawabnya sebagai orang tuaku. Dia tidak pernah memberiku nafkah hanya sekedar kebutuhan makanku.
Aku yang setiap hari terpontal pontal mengatur waktu agar bisa dapat uang untuk makan. Capek sudah jangan ditanyakan lagi, menangis ya adakalanya aku menangis disaat aku benar-benar bosan dengan hidup yang aku jalani saat ini.
Pernah saat shalat subuh aku benar-benar menangis karena lelahnya menghadapi kehidupan yang keras ini. Terkadang aku takut tidak bisa melewati kehidupan ini.
__ADS_1
Kalian anak muda yang hidupnya sudah berkecukupan, kadang masih suka mengeluh. Kalian tidak pernah tahu hidup orang yang dibawah kalian bahkan lebih nelangsa di banding kalian !!!!! Sadarlah kalian wahai yang suka mengeluh dengan nikmat yang sudah ditangan kalian !!!!!!!!.