Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 57 TERIMA KASIH FARRELL


__ADS_3

Ternyata Farrell mengajakku Ke taman kota. Aku heran kenapa Farrell membawaku Ke tempat ini. Farrell pun menggandeng tanganku untuk masuk dan mencari tempat duduk yang paling nyaman untuk di duduki.


" Kenapa kamu membawaku kesini Rell ??? "


" Kamu mau curhat kan ???? Aku tahu kamu pasti akan menangis, lalu apa aku harus membawamu Ke cafe atau tempat-tempat rame lainnya agar semua orang tahu tentang kesedihanmu ???? "


" Iya sih Rell, kamu memang mengerti aku Rell. Kamu sahabat terbaikku. "


" Iya Riss, makasih. Karena aku ingin menjadi orang yang sangat berarti untukmu Riss. Aku ingin menjadi satu-satunya orang yang menghapus setiap luka dan air matamu. Dan aku juga ingin menjadi orang yang pertama melihatmu bahagia Riss. "


Aku terharu akan kata-kata Farrell yang menyentuh kalbuku. Meskipun terkesan sederhana namun yang dikatakan Farrell sangat dalam dan bermakna. Aku sangat beruntung mengenalnya, menjadi sahabatnya. Semoga persahabatan ini selalu abadi selamanya.


" Aku beruntung bisa mengenalmu Rell, kamu selalu ada di saat aku sedih. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa kamu Rell. "


" Ihhhhhhh, so sweet banget sih. Jadi malu ni, " Farrell menggodaku.


" Bener Rell. "


" Iya makasih ya, kamu sudah mau menjadi sahabat terbaikku. Sudah jangan sedih atau takut aku tidak akan pernah ninggalin kamu kok Riss. Janji deh, " Farrell memberikan jarinya sebagai tanda janjinya padaku.


" Janji ya Rell, jangan pernah tinggalin aku sendiri disini. Aku gak punya siapa-siapa lagi sekarang Rell, " Jawabku dengan suara serak dan air mata yang berkaca-kaca.


" Iya Riss, aku gak akan kemana-mana. Aku akan selalu ada bersamamu Riss. "


Tiba-tiba dengan refleksnya aku langsung memeluk Farrell dengan erat. Aku menikmati memeluk Farrel dan seakan-akan aku tidak mau lepas darinya. Farrell pun melakukan hal yang sama, dia juga memelukku dengan erat sekali.


" Kamu jangan sedih ya Riss, ayo kamu cerita sama aku masalah apa yang sedang kamu pikirkan saat ini."


" Tentang Ayahku Rell, " Jawabku dengan nada bergetar.


" Iya kenapa dengan Ayahmu Riss ??? Apa yang sudah dia lakukan padamu ???? "

__ADS_1


" Aku sedih Rell, niatku ingin menjalin silaturahmi dengannya. Tapi ketika aku berusaha menghubunginya dia malah marah-marah dan menuduhku yang bukan-bukan. "


" Iya marahnya itu gimana dan nuduh kamu kayak gimana ??? "


" Iya marah karena aku sudah mengganggu waktunya dan menuduhku hanya ingin meminta uang padanya. Siapa yang gak sakit hati dikatain seperti itu sih Rell. "


" Ya mungkin itu hanya karena memang karakter Ayahmu seperti itu, jangan diambil hati ya. "


" Bagaimana tidak aku ambil hati Rell, dia juga gak mau dukung aku sekolah disini Rell. Meskipun aku berprestasi disini, tidak bisa dijadikan alasan untuk melunakkan hatinya yang keras seperti batu. Dia malah ngatain aku sombong Rell. "


" Ya sudah mungkin saja suatu saat nanti Ayahmu bakal sadar juga kok. Saat ini Ayahmu masih belum bisa nerima saja karena kamu bersikukuh sekolah disini. Sabar ya, " Farrell membujukku.


" Iya Rell, kenapa aku selalu salah dimatanya ya Rell. Sepertinya dimatanya hanya anak-anak tirinya lah yang pantas dia banggakan Rell. Aku hanya dipandang sebelah mata olehnya, aku bukan siapa-siapa dan tidak berarti untuknya Rell. "


" Sabar ya, tenang. Kamu harus yakin bahwa suatu saat nanti Ayahmu pasti juga akan sadar atas ketidakadilan yang sudah dia lakukan pada anak kandung dan anak tirinya. "


" Iya Rell. Tapi apa aku salah Rell kalau aku hanya ingin merasakan disayangi oleh Ayahku sendiri ??? Aku capek Rell mengemis perhatian padanya terus menerus. Aku hanya ingin disayangi sekali saja seumur hidupku Rell, " Aku mulai terisak menahan tangis.


" Aku sempat bahagia saat Ayah Kandungku waktu itu mau membiayai sekolahku namun saat aku lebih memilih sekolah disini, dia mulai membenciku lagi Rell. Aku sedih Rell, apakah aku terlihat seperti anak durhaka sehingga Ayah kandungku sendiri bahkan tidak mau menyayangiku, " Tangisku pun pecah.


" Gak Riss, kamu adalah anak yang berbakti. Kamu sudah menorehkan prestasi itu adalah salah satu baktimu untuk orang tuamu. "


" Tapi semua itu sama sekali tidak berarti untuknya Rell. Dia tidak bangga akan hal itu Rell. Entahlah aku selalu salah dimatanya. Baginya mungkin aku hanyalah anak yang tidak berguna dan pembawa sial Rell. "


" Sudah ya, meskipun begitu dia tetap Ayahmu. Biar saja bagaimanapun dia memperlakukanmu jangan dibalas dengan sesuatu yang buruk pula. Percaya sama aku Riss, ada saatnya suatu saat nanti Ayah kandungmu akan menyadari kesalahannya, " Ujar Farrell sambil menghapus air mataku yang mengalir deras di pipiku.


Aku hanya bisa mengangguk dan berusaha untuk mengakhiri tangisanku. Farrell pun memelukku dan mengelus rambutku. Aku merasa nyaman dan tenang dalam pelukannya. Aku akhirnya lega bisa mengeluarkan uneg-uneg ku pada Farrell. Aku akui dia memang paling bisa membuatku bersemangat kembali dan tetap tegar diatas segala cobaan yang datang.


" Sudah puas kan ceritanya ???? " Tanya Farrell.


" Iya sudah Rell, makasih ya Rell sudah mau dengerin curhatku. Maaf aku ngerepotin kamu terus. "

__ADS_1


" Gak kok kamu sama sekali gak ngerepotin kok. Aku justru malah seneng karena memang beginilah artinya sahabat yang harus saling menguatkan satu sama lain. Kamu jangan sungkan-sungkan kalau butuh apapun Riss. "


" Iya Rell. "


" Sudah beneran lega dan plong kan Riss ??? "


" Iya Rell aku sudah lega kok. Aku sudah semangat lagi ni. "


" Iya Riss, pokok pesanku buat kamu apapun masalahmu jangan sampai mempengaruhi hidupmu Riss. Apalagi mempengaruhi nilai akademis sekolahmu Riss. "


" Iya-iya Rell. Aku ngerti kok. Sekali lagi makasih ya untuk semuanya. Aku gak bisa bayangin kalau gak ada kamu Rell. Makanya kamu jaga diri baik-baik ya Rell. Jangan pernah pergi tinggalin aku. "


" Insya Allah Riss, aku akan selalu disampingmu. "


" Terima kasih Rell. "


" Ya sudah pulang yuk, kamu harus kerja kan ??? "


" Iya Rell, aku waktunya bayar Kosan. "


" Aku pinjemi dulu ya buat bayar kosannya ??? "


" Gak usah Rell, insya Allah nanti ada kok buat bayar kosannya. Nanti saja kalau kepepet baru aku mau menerima tawaranmu. "


" Aku sama sekali tidak keberatan kamu minta tolong sama aku Riss, selama aku bisa pasti aku akan bantu kamu kok Riss. "


" Iya Rell, tapi tidak untuk saat ini ya bantuanmu aku terima. Ijinkan aku berusaha dulu ok. "


" Kamu masih tetap sama dan selalu paling susah menerima bantuanku Riss. Tapi itu yang membuatku makin kagum padamu. Wanita sepertimu ini sungguh langkah di bumi ini Riss. "


Aku membalasnya dengan senyuman yang mengandung arti, Terima Kasih Farrell.

__ADS_1


__ADS_2