
Akhirnya kami tiba Di kosan juga, aku benar-benar lelah sekali hari ini. Namun aku lebih mengkawatirkan keadaan Farrell, aku tahu Farrell masih kepikiran masalah kedua orang tuanya.
" Rell, kamu tidak apa-apa kan ???? "
" Kenapa Riss ??? "
" Maksudku mengenai masalah rumah tangga orang tuamu Rell. "
" Ya mau bagaimana lagi Riss, semua sudah terjadi kan Riss. Aku bisa apa. "
" Jangan sedih dan putus asa Rell, semoga saja hubungan orang tua kamu bisa membaik kembali seperti sedia kala Rell. "
" Aku tidak yakin Riss. "
" Mengapa kamu begitu pesimis seperti itu Rell ??? "
" Karena kesalahan Papaku tidak bisa dimaafkan Riss."
" Kenapa Rell ????. Kalau boleh tahu kesalahan apa yang sudah di perbuat Papa kamu ?????? "
" Kesalahan yang sangat fatal Riss. "
" Silahkan kalau kamu mau cerita sama aku Rell, tapi kalau kamu keberatan menceritakan masalahmu padaku, aku juga tidak mengapa Rell. "
" Papaku tega menyakiti hati Mamaku yang begitu mencintainya. Aku tidak menyangka Papaku sebejat itu kelakuannya. "
" Maksudnya Rell ???? "
" Papaku selingkuh dengan perempuan lain Riss. Dan betapa bejatnya dia, dia ketahuan tidur dengan selingkuhannya Riss. Kesalahan yang sangat fatal bukan ???? "
Aku syok mendengar penjelasan mengenai masalah rumah tangga orang tua Farrell. Aku tidak menyangka status sosial mereka yang berasal dari keluarga terpandang, bisa melakukan perbuatan serendah itu. Pasti ada penyebab yang melatarbelakangi semua kejadian ini. Dan semua jawabannya hanya ada pada Papa dan Mamanya Farrell.
" Rell, aku tahu ini tidak mudah buat kamu dan juga keluarga kamu. Tapi kamu harus kuat ya Rell, semoga segera ada jalan keluar buat keluarga kamu Rell. "
" Iya Riss, semoga saja. Aku hanya tidak tega melihat Mama yang selalu menangis setiap hari. Mama tidak seceria dulu lagi Riss, dia berubah setelah Papa melakukan kesalahan fatal tersebut. Jujur aku takut sekali Riss. "
" Takut kenapa Rell ???? "
" Takut kalau sampai mereka bercerai Riss, aku belum siap kalau harus kehilangan salah satu dari mereka. Aku tidak mau hal itu terjadi Riss. "
__ADS_1
" Kamu harus positive thinking ya Rell, percayalah Allah itu tidak akan memberi ujian di batas kemampuan umatnya. "
" Iya Riss. Ya sudah aku pulang dulu ya Riss. "
" Tapi Rell, apa kamu sudah merasa agak baikan ????. Tidak baik kalau kamu mengendarai motor dengan keadaan yang seperti ini. "
" Tenang saja Riss, aku sudah agak baikan kok sekarang. Dan semua itu berkat kamu, makasih ya. "
" Iya Rell, ya sudah kalau begitu hati-hati ya. "
" Iya Riss, aku pulang dulu ya. "
" Iya Rell hati-hati ya. Jangan ngebut, pelan-pelan saja ya Rell. "
" Iya Riss. "
Aku menatap kepergian Farrell dengan harap-harap cemas. Aku berharap agar Farrell selamat sampai Di rumahnya. Masalah yang dihadapi Farrell saat ini tidak mudah, sehingga wajar kalau aku begitu memikirkannya.
Akhirnya aku masuk kedalam kamar kosku. Aku langsung membersihkan diriku dan pergi tidur. Aku tertidur sangat pulas sekali. Di dalam tidurku aku bermimpi Farrell mengendarai motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Farrell benar-benar merasa marah dan meluapkan emosinya Di jalanan. Dia ugal-ugalan mengendarai motornya. Pada akhirnya ada truk yang dalam kecepatan yang sangat tinggi tidak bisa mengendalikan kendaraannya.
Kecelakaan pun tidak bisa dihindari. Farrell menabrak truk tersebut hingga motornya rusak parah. Bahkan keadaan Farrell mengalami luka parah yang sangat serius. Nyawanya tidak dapat tertolong, dia meninggal Di tempat kejadian saat itu juga.
Aku menangis menyesali kepergian Farrell, aku tidak percaya kalau kini antara aku dan Farrell berada dalam dunia yang berbeda.
Aku tidak sanggup kehilangan Farrell untuk saat ini. Aku masih sangat membutuhkannya, aku tidak rela Farrell meninggalkanku sendirian Di dunia ini. Aku terus menangis sesenggukan, aku berharap ada keajaiban yang akan datang.
Aku menangis saat pemakaman Farrell berlangsung. Gundukan tanah pemakaman yang masih basah dan taburan bunga-bunga semakin membuatku tidak berdaya. Aku menangis pilu memeluk pusara Farrell. Semuanya ini terasa nyata, Farrell meninggalkanku selama-lamanya.
Tiba-tiba bunyi handphone ku membuyarkan Mimpi Burukku ini. Aku membuka mataku, aku masih mencoba mencerna apa yang terjadi barusan. Aku menepuk-nepuk pipiku, berarti yang terjadi barusan adalah hanyalah sebuah mimpi ????. Berarti Farrell tidak meninggal, dia masih hidup dan aku masih bisa bertemu dengannya.
Aku baru sadar ada yang menghubungiku tadi. Saat kulihat handphoneku ternyata nomor yang tidak aku kenal. Sehingga aku abaikan saja telefon tersebut.
Lantas aku langsung menghubungi Farrell, aku berharap dia langsung mengangkatnya.
" Hallo, Rell kamu baik-baik saja kan ??? "
" Hallo, iya Riss aku baik-baik saja. Aku sudah sampai Di rumah ini Riss. Memangnya ada apa Riss, kok kayaknya kamu kawatir seperti itu Riss. "
" Iya Rell, aku habis mimpi buruk Rell. Mimpi buruk sekali dan berharap mimpi itu tidak akan pernah menjadi kenyataan Rell. "
__ADS_1
" Mimpi buruk apa Riss. "
" Aku bermimpi kalau kamu... kalau kamu... "
" Aku kenapa Riss ???? "
" Kamu kecelakaan dan meninggal Rell. "
" Oh gitu Riss. "
" Kok kamu biasa saja Rell. "
" Terus aku harus bagaimana Riss, apa aku harus syok dan menambah kepanikan kamu Riss ???. Gak kan ??? "
" Tapi aku beneran takut Rell. "
" Jodoh, maut, rezeki itu sudah diatur Riss. Kalau memang sebentar lagi waktunya aku harus kembali kepada pangkuan Sang Illahi, mau tidak mau aku harus kembali Riss. "
" Jangan Rell. "
" Jangan gimana Riss, kita hidup Di dunia ini kan hanya sementara Riss. Ibaratnya dunia ini adalah tempat singgah kita untuk sementara sambil mencari amal sebaik-baiknya sebelum menuju alam keabadian Riss. "
" Kok kata-kata kamu jadi Horor gitu dan bikin aku merinding ya Rell. "
" Ada-ada saja kamu ini Riss. Sudah sana, kamu istirahat lagi. "
" Tapi Rell. "
" Apalagi Riss ???. Aku ngantuk ini Riss, capek banget. Kita sambung besok lagi ya Riss ??? "
" Ya sudah kalau begitu Rell, kamu istirahat saja. "
" Ya sudah kalau begitu. Kamu juga cepat tidur lagi, jangan mikir macam-macam lagi. Tenang saat ini aku baik-baik saja kok Riss. "
" Iya Rell. "
Sambungan telefon pun terputus. Jujur gara-gara mimpi buruk tadi, sekarang aku tidak bisa tidur lagi. Mimpi buruk tadi seperti benar-benar nyata. Aku masih belum siap menerima pil pahit lagi kalau harus kehilangan orang yang sangat berarti buatku.
Farrell, aku mulai memiliki rasa pada sahabat terbaikku tersebut. Meskipun rasa cintaku ini baru tumbuh, justru aku takut kalau Farrell tidak akan pernah mengetahui perasaanku ini sampai akhir hayatnya.
__ADS_1