
Tidak terasa hari ini adalah acara malam puncak OSPEK yaitu party. Aku bingung akan memakai gaun dan sepatu apa nanti, karena aku pun tidak memiliki gaun yang indah. Sebenarnya aku ingin menghubungi Erika untuk meminta bantuannya, tapi aku malu dan tidak enak. Namun kalau aku berangkat sendiri untuk membeli gaun, aku tidak bisa memilih gaun apa yang cocok untuk aku pakai.
Aku sedih dan bimbang, aku jadi teringat sosok almarhum Farrell. Dulu ketika masih masa SMA dialah yang membantuku menjadi gadis cantik, dialah yang memilihkan gaun cantik untukku. Kali ini aku harus berjuang sendiri, dan aku mencoba lagi membuka lemari ku dan memang tidak ada satupun gaun yang aku punya. Jadi mau tidak mau aku harus membeli gaun untuk acara nanti malam.
" Tok tok tok, " Pintu kamar kosanku diketuk seseorang dari luar.
" Siapa ??? "
" Aku, Erika. "
Pucuk dicinta ulampun tiba, Erika datang disaat yang tepat. Sungguh aku sangat senang sekali karena aku bisa meminta bantuan padanya.
" Ayo. " Erika tiba-tiba langsung mengajakku pergi.
" Kemana ??? "
" Persiapan buat acara nanti malam. "
" Tapi.... "
" Tapi apanya, aku tahu kok lagi bingung kan sekarang buat acara nanti malam ??? "
" Kok kamu tahu sih ??? "
" Kan aku sahabatmu, sahabat terbaik yang kamu miliki saat ini. Jadi aku tahu semuanya tentang kamu. Ya sudah ayo cepat berangkat. "
" Ok, ayo Rik. "
Kami segera menuju Mall tempat pertama kali kami kesana.
" Rik, disana nanti bajunya gak mahal-mahal banget kan ??? Kalau kiranya mahal aku beli di toko saja. "
" Tenang saja Riss, hari ini di Mall yang kemarin kita kesana lagi ada diskon gede-gedean. Jadi kamu gak usah kawatir, kamu cuma mau gaun saja ??? "
" Rencananya ya beli gaun dan sepatu high heels sih Rik, tapi lihat nanti deh Rik. "
" Iya nanti kamu lihat-lihat dulu sudah ya. "
" Iya Rik. "
__ADS_1
Akhirnya kami tiba di Mall yang kapan hari kami pernah kesini, sebenarnya aku agak canggung hari ini bersama Erika. Kenapa ??? Karena hari ini penampilan Erika gaul dan cantik banget, jauh banget sama aku yang hanya memakai kaos oblong dan celana jeans saja bahkan sandal jepit !!!
Norak kan ?????.
" Ayo kita mulai shopping Rissa, duh udah gatel nih kaki aku pengen milih-milih baju. "
" Biasa deh kamu Rik, padahal kamu sudah punya baju banyak tapi masih pengen beli baju terus. "
" Hehehe, ya gak apa-apa lah Riss. "
Sesampainya di tempat galeri baju dan berbagai jenis gaun kami langsung memilih-milih gaun yang sesuai. Erika lihai sekali dalam memilih gaun, karena dalam sekejap dia bisa langsung dapat gaun bagus. Gaun cantik berwarna hijau toska yang sesuai dengan keanggunan Erika. Sedangkan aku terus memilih karena banyak ketidakcocokan dalam artian kebanyakan gaun tersebut harganya sangat mahal sekali.
" Riss, kamu sudah dapat gaun yang cocok belum ??? "
" Gimana ya Rik, sebenarnya ada sih yang cocok tapi harganya itu lo. "
" Memangnya kenapa Riss, mahal-mahal ya. "
" Iya Rik, mahal banget ya. Harganya rata-rata diatas lima ratus ribu rupiah keatas. "
" Iya sesuai dengan kualitasnya Riss. "
" Aduh masalahnya aku gak tahu dimana tempatnya Riss, yang aku tahu disini harganya yang paling murah. Biasanya aku malah beli gaun di butik itu harganya Satu juta keatas. "
" Wawwww itu kamu belinya pakai uang Rik ??? "
" Bukan, pakai daun Riss. "
" Hahahaha lucu kamu Rik. "
" Ya kamu sih pakai tanya kayak gitu. "
" Iya, iya gak kaget aku soalnya kamu orang kaya raya yang bergelimang harta ya. Uang segitu gak ada harganya, beda sekali denganku. "
" Jangan begitu, gini aja gaun kamu biar aku yang bayar, kamu tinggal beli sepatunya saja. "
" Eh gak gitu juga lah Rik, aku gak mau. Aku masih punya uang kok. "
" Please, jangan tolak Riss. Aku ikhlas kok bantu kamu, aku ingin kamu terlihat istimewa malam nanti. Aku ingin melihat sahabatku bahagia di saat acara puncak nanti. Atau gini saja kalau kamu gak mau menerimanya dengan cuma-cuma, kamu bisa membalasnya dengan apapun yang kamu bisa. Mau ya Riss. "
__ADS_1
" Maksudnya gimana Rik, aku gak paham. "
" Kamu bantu aku dalam mengerjakan setiap tugas saat nanti kita sudah mulai kuliah, kamu tahu kan IQ aku pas-pasan Riss. "
" Tetap saja aku tidak enak Rik. "
" Ngapain gak enak, kan hitungannya aku Bimbel sama kamu. Ya gak Riss ??? "
" Tapi tetap saja aku gak enak Rik sama kamu. "
" Sudah di enak-enak in saja la Riss. Ok !! "
" Tapi Rik.... "
Sebelum aku berkata-kata lebih jauh Erika sudah pergi berlalu memilihkan gaun untukku. Jujur aku sebenarnya tidak enak dengan Erika, tapi mau bagaimana lagi Erika yang memaksaku dengan imbalan aku harus mengajari setiap ada tugas yang tidak dia mengerti.
Setelah sibuk memilih-milih beberapa gaun tiba-tiba Erika berteriak bahagia mendapatkan gaun yang sangat cocok untukku.
" Hei Riss, bukankah gaun ini sangat cocok sekali denganmu ???? Lihat deh, sini Riss. "
" Ini Rik, tapi aku gak percaya diri Rik. Gaunnya terlalu bagus untukku, yang modelnya biasa-biasa saja la. "
" Ini model sekarang Riss, gaun brukat kombinasi cantik yang warnanya juga cerah banget Riss. "
Aku lalu mengambilnya dan Erika menyuruhku untuk mencobanya. Awalnya aku tidak percaya diri, tapi ketika Erika memujiku aku mengiyakan saja. Namun saat aku melihat harganya aku sangat syok sekali dan hampir pingsan. Kalian tahu harga gaunnya ????
Gaun Cantik Merah Jambu itu seharga Tujuh ratus ribu lebih !!!!. Hanya sebuah gaun harganya selangit bagiku. Sebelum aku protes, Erika langsung membayarnya.
" Rik, harga gaunnya kok mahal banget ya. "
" Sudah tenang saja kan kita tadi sudah buat perjanjian. Harga segitu gak sebanding nanti saat kamu jadi Tutor bimbel ku. Ok sekarang kita tinggal membeli sepatu yang senada dengan warna gaunnya."
" Kamu kok baik banget sama aku Rik. "
" Kamu juga gak kalah baiknya sama aku Riss. "
Akhirnya Erika memilihkan sepatu high heels yang cocok untuk gaunku dengan harga Tiga ratusan lebih itu pun sudah mendapat diskon. Karena harga normalnya adalah Enam ratusan. Benar kata Erika harga menentukan kualitas. Dan sepatunya memang sangat bagus sekali, dan aku pun sangat menyukainya.
Sungguh aku beruntung memiliki sahabat sebaik Erika yang sangat memperhatikanku. Tidak hanya wajahnya yang cantik, hatinya pun tidak kalah cantiknya. Kekayaan yang dimiliki tidak membuatnya menjadi orang yang sombong, justru dia selalu berbagi dan peduli pada orang lain.
__ADS_1