Kupu Kupu Tak Bersayap

Kupu Kupu Tak Bersayap
BAB 85 TINGGAL MENUNGGU WAKTU


__ADS_3

Semakin hari kondisi Farrell makin memburuk saja, dan ini membuat kami kawatir. Mamanya Farrell masih terus berusaha untuk membujuk Dokter untuk melakukan yang terbaik yang Tim Medis bisa. Karena Mamanya Farrell masih belum bisa mengikhlaskan kepergian Farrell.


Dokter sudah angkat tangan dan memberi saran untuk melepas semua alat-alat bantu yang menempel di badan Farrell. Dokter sudah memberi tahu bahwa nyawa Farrell sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Hanya Tinggal Menunggu Waktu.


Kami tampak masih syok dengan penjelasan Dokter. Kalau pihak keluarga juga sudah menyetujui untuk melepas semua alat bantu pada pasien, maka saat ini juga pasien akan dipindah ke ruangan kamar VIP seperti sebelumnya.


" Tante, bagaimana dengan saran Dokter Tante ???. Rissa juga tidak tega lama-lama melihat Farrell tersiksa seperti ini Tante. "


" Tapi Tante masih belum siap Riss. Tante masih belum siap kehilangan Farrell, anak laki-laki Tante satu-satunya. "


" Iya Tante, sama halnya dengan Rissa. Rissa juga berat banget kehilangan Farrell. Tapi kalau kita seperti ini terus apa Farrell tidak makin merasakan kesakitan terus Tante ??? "


" Tante juga bingung Rissa, Apa memang ini waktunya buat Tante belajar mengikhlaskan kepergian Farrell. Apa Tante harus mengikuti saran dari Dokter untuk menyetujuinya saat ini juga. "


" Coba Tante lihat Farrell, dia terbaring tidak berdaya. Dia sedang berjuang hidup dan mati Tante. Kalau boleh jujur Rissa masih berharap akan ada keajaiban buat Farrell Tante. Tapi kemungkinannya sangat tipis sekali Tante. "


" Kalau begitu Tante mau mencoba menghubungi Papanya Farrell sekali lagi dan Kakaknya Farrell. Di situasi sulit seperti ini, Tante tidak bisa memutuskan sendiri. "


" Iya Tante, silahkan Tante. Lebih baik memang seperti itu Tante. "


Mamanya Farrell langsung menghubungi Papanya Farrell dan Kakaknya Farrell. Sembari menunggu keputusan yang akan diambil Mamanya Farrell, aku memandangi Farrell lewat kaca ruang ICU. Melihatnya seperti itu aku tidak tega dia terus berjuang antara hidup dan mati. Apalagi Dokter sudah angkat tangan akan kesembuhan Farrell.


Akhirnya Mamanya Farrell datang dan sepertinya sudah siap dengan keputusan yang akan diambil demi kebaikan Farrell.


" Riss, Papanya Farrell tetap tidak bisa dihubungi. Tapi Tante sudah sepakat sama Kakaknya Farrell untuk menyetujui saran Dokter. Kami juga tidak tega melihat Farrell seperti ini. Karena kalau kami egois mempertahankan Farrell untuk tetap hidup, yang ada setiap hari Farrell akan merasakan sakit yang tidak tampak di mata kita. "


" Iya Tante apapun keputusan Tante, Rissa akan selalu mendukung Tante. Tante adalah Mamanya Farrell, dan Tante juga adalah surganya Farrell. Keputusan yang Tante ambil ini adalah demi kebaikan Farrell pastinya."


" Iya Riss, Bismillah Tante menyetujui saran Dokter untuk melepas semua alat bantu yang menempel pada tubuh Farrell. Tante pasrah yang penting Farrell bisa tenang dan tidak merasakan sakit yang teramat sakit lagi Riss. "


" Iya Tante. "

__ADS_1


Akhirnya Mamanya Farrell segera menandatangani persetujuan pelepasan semua alat bantu pada Farrell dan membiarkan Farrell untuk tinggal di kamar VIP hingga selama dia mampu bertahan untuk hidup.


Kami menyaksikan dengan mata kepala kami sendiri bagaimana para Dokter dan perawat melepaskan beberapa alat bantu dari tubuh Farrell. Dari kaca kami melihat sambil menangis dan mencoba bersahabat dengan keadaan yang sangat sulit ini.


Kini Farrell pun hanya bertahan dengan selang infus saja. Kami tidak tahu berapa hari dia mampu bertahan dengan keadaan seperti ini. Yang pasti semoga keputusan yang kami ambil ini adalah yang terbaik.


Farrell pun dibawa ke ruang perawatan VIP, kami mengikutinya dari belakang. Lalu aku mengelap badan Farrell dengan penuh cinta. Setidaknya ini bukti cinta aku padanya dan balasan kebaikan yang diberikannya selama ini pada ku.


Tidak terasa air mata ini menetes, sepertinya perpisahan ini semakin dekat. Seandainya saja waktu bisa ku putar kembali, aku ingin mengulang hari-hari indah ku saat bersama Farrell. Banyak sekali kenangan indah bersamanya yang melekat dalam-dalam di memori ku. Mungkin butuh waktu yang sangat lama untuk bisa menghapus dan melupakannya.


" Rissa, " Suara Mamanya Farrell membuyarkan lamunan ku.


" Iya Tante. "


" Kamu harus berjanji di depan Farrell sekarang, bahwa apapun yang terjadi pada Farrell kamu harus terus melanjutkan hidup kamu. Kamu harus terus berjuang untuk masa depan kamu. Jangan pernah berhenti melangkah. Teruskan perjuangan mu meskipun tanpa ada Farrell disisi mu. Tante yakin Farrell pun pasti juga menginginkan kebahagiaan mu. "


" Iya Tante, di depan Farrell ini Rissa berjanji untuk terus melanjutkan hidup Rissa ada atau tiadanya Farrell. Rissa juga berjanji akan terus berjuang untuk masa depan Rissa. Semuanya Rissa lakukan demi Farrell Tante. "


" Iya Tante. "


Mamanya Farrell langsung memelukku dan kami sama-sama meneteskan air mata.


Malam ini kami tidur bertiga, dan entah kenapa aku merasa kalau sebentar lagi aku akan kehilangan Farrell. Aku menatap lekat-lekat wajah yang selalu aku rindukan tersebut.


" Farrell, kalau pun perpisahan adalah jalan terakhir dan terbaik buat kita. Setidaknya aku ingin kamu sadar meskipun hanya sebentar, agar kamu tahu kalau aku juga mencintaimu. Jangan biarkan aku menyesal karena kamu tidak tahu perasaan ku ini. Biarkan aku tidak merasa bersalah terus menerus karena cinta kita yang tidak bisa bersatu ini, " Aku berkata dengan suara lirih dan sesak di hati.


Entah kenapa wajah Farrell terlihat lebih teduh malam ini, aku mengusap wajahnya dengan lembut dan tersenyum perih untuk menghibur diri ku sendiri.


" Rissa, ayo kita makan malam dulu, " Suara Mamanya Farrell membuyarkan lamunan ku.


" Iya Tante. "

__ADS_1


" Ayo dihabiskan makanannya Rissa, biar kuat menghadapi kenyataan. "


" Ah, Tante bisa saja. "


" Biar kamu tidak sakit, dan bisa terus menemani Tante disini dengan Farrell Riss. "


" Iya Tante. "


" Sudah jangan sedih ya Riss, simpan saja kesedihan mu untuk saatnya tiba. "


" Maksudnya Tante ??? "


" Apa yang harus di sedihkan sekarang ??? Farrell masih ada bersama kita. Setidaknya dia memberi kita waktu untuk bersamanya. Jadi simpan saja kesedihan kita pada waktunya. "


" Iya Tante, Tante benar. Kalau kita terus-terus an sedih, pastinya Farrell juga ikutan sedih ya Tante. "


" Iya Riss. "


Kami pun akhirnya menikmati makan malam kami, ternyata Mamanya Farrell membelikan ku nasi goreng. Sangat pas sekali mengisi perut ku yang sudah sangat lapar sedari tadi.


" Terima kasih Tante makanannya, enak sekali. "


" Sama-sama Rissa. "


" Iya Tante. "


" Kalau begini berasa seperti punya menantu beneran Tante Riss. "


" Tante bisa saja, Rissa jadi malu ni Tante. "


" Beneran Rissa, seandainya Farrell sembuh Tante orang pertama yang memberikan restu kalau kalian berjodoh dan menikah nanti. "

__ADS_1


Mata ku berbinar-binar dan terharu mendengar kata-kata Mamanya Farrell..


__ADS_2