
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat dan kini waktunya Mamanya Farrell pamit dan pergi meninggalkanku sendiri. Sebenarnya aku takut sendirian Di kota asing yang tidak pernah aku kunjungi ini. Bahkan aku tidak tahu arah kalau aku ingin pergi membeli makan atau ke toko.
" Rissa, Tante pulang dulu ya. Sekali lagi maafin Tante tidak bisa menemani kamu bermalam Di kosan. Tante mau Rissa belajar mandiri dan berani sendirian mulai malam ini. "
" Apa Tante tidak pulang besok saja Tante ???. Bukankah besok Rissa mendaftarkan diri Di kampus ???. Rissa sama sekali tidak mengerti alurnya mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa seperti apa. "
" Sekali lagi maafin Tante ya Riss, seperti yang sudah Tante katakan tadi kalau mulai malam ini Rissa harus belajar mandiri ya. Tante yakin Rissa pasti bisa, Rissa adalah anak yang pintar kan, " Jawab Mamanya Farrell sambil mengelus-elus rambut ku.
" Kalau Rissa tidak bisa gimana Tante ???. Ini kan kota besar Tante, Rissa tidak tahu arah dan takut nyasar gimana Tante ??? "
" Rissa harus berani mencoba. Sudah ya sayang Tante pulang dulu ya. "
" Tapi Tante, " Aku mencoba menahan tangan Mamanya Farrell untuk tidak pergi.
" Rissa, kamu harus belajar menjadi anak yang serba bisa dan kuat. Tante yakin perlahan kamu akan bisa beradaptasi Di kota besar ini. "
" Ya sudah Tante, Rissa akan mencoba. "
" Nah bagus sayang, ya sudah Tante pamit dulu ya. "
" Hati-hati ya Tante, terima kasih untuk semua ini. Rissa tidak tahu harus membalasnya dengan cara seperti apa. Yang pasti apa yang sudah Tante lakukan buat Rissa ini sungguh amat berarti buat Rissa. "
" Iya sayang, dan maaf kalau ada sikap Tante yang tidak berkenan di hati Rissa. "
" Tidak ada satupun sikap Tante yang tidak berkenan di hati Rissa, justru dengan sikap Tante yang seperti ini membuat Rissa bisa menghadapi masa depan Rissa. "
" Iya sayang, jaga diri kamu ya sayang. Ingat kamu disini belajar mandiri bukan belajar pasrah akan keadaan. Jangan mudah percaya akan orang lain, belajar lebih percaya pada dirimu sendiri saja. "
" Iya Tante. "
" Ya sudah Tante pamit dulu ya sayang. "
" Iya Tante hati-hati ya di jalan, Bukankah hari ini sudah larut malam ya Tante ?? "
" Tidak apa-apa sayang. "
__ADS_1
Kami pun berpelukan dan kembali menangis untuk perpisahan ini. Entah kapan Mamanya Farrell akan mengunjungi ku kembali disini bersama Ibuku. Dan aku pun mengantar beliau sampai depan pintu gerbang.
Aku melambaikan tangan padanya, dan aku baru sadar kalau aku sendirian di kota yang asing bagiku ini. Sejenak aku merasa sangat sedih, aku tidak memiliki kenalan satu pun disini. Hingga akhirnya aku pun segera menuju kamarku.
Aku melihat Kos-kosan baru ku ini dan baru sadar kosannya memiliki garasi yang luas dan mewah, dipenuhi mobil-mobil mewah berjejer. Dan sebagian ada juga motor-motor yang juga tak kalah bagusnya. Aku bertanya-tanya dalam hati ku.
" Apa aku tidak salah tempat berada ditempat ini ???????? " Aku mulai mengkawatirkan diriku.
Aku melihat sekeliling, dan mencoba mencari teman baru. Namun aku merasa sepertinya orang-orang disana individual sekali.
Hingga pada akhirnya aku mencoba menyapa teman yang berada di sebelah kamar ku.
" Hai kak, kenalin aku Rissa. Saya penghuni baru di kamar sebelah, kalau boleh tahu nama Kakak siapa ya ???? "
" Apaan sih sok akrab banget sih lo, udah deh sana gue lagi sibuk banget ni !!! " Jawab teman sebelah kamar ku yang sepertinya judes banget.
" Maaf kalau mengganggu waktunya ya Kak, saya baru mau daftar kuliah besok Kak. Saya hanya ingin tanya-tanya sebentar Kak. "
" Hello, memangnya gue ini pusat informasi !!!! Lo **** banget ya, kan Lo besok bisa tanya-tanya Di kampus !!"
" Bruak !!!!!! " Teman sebelah kamar ku membanting pintunya dengan kasar dan keras.
Aku benar-benar kaget dengan sikap teman sebelah kamar ku tersebut, apa memang seperti itu karakternya atau mungkin dia sedang ada masalah. Aku mencoba bersabar dan tidak memasukkan ke dalam hati ku.
" Hidup ini keras, apalagi di kota besar seperti ini. Aku tidak boleh menyerah. Semangat ya Rissa, " Aku memotivasi diriku sendiri.
Akhirnya aku masuk ke dalam kamar dan ku dapati ponselku berbunyi dan ku lihat ternyata Mamanya Farrell.
" Hallo, Rissa. "
" Iya Tante, ada apa Tante ???. Tante baik-baik saja kan ??? "
" Tante tidak apa-apa Rissa, kamu jangan kawatir ya. Justru Tante yang kawatir sama kamu. Kamu darimana saja Tante hubungi tidak diangkat ??? "
" Aku baru saja mencari teman baru Tante ??? "
__ADS_1
" Lalu bagaimana sayang, apa mereka semua baik-baik sama kamu ???. Karena biasanya anak orang kaya itu sombong-sombong banget. "
" Gak kok Tante, mereka baik-baik semua pada Rissa, " Aku terpaksa berbohong.
" Oh syukurlah kalau begitu, Riss maafkan Tante terpaksa berbohong sama kamu. "
" Maksudnya Tante ???. Rissa gak ngerti Tante. "
" Jujur sebenarnya Tante gak pulang Riss, Tante menginap di penginapan. Tante pulang besok pagi. "
" Kenapa tidak menginap Di kosan saja Tante ?? "
" Tidak Riss, Tante ingin kamu harus mandiri. Oiya masalah kosan Tante sudah bayarkan selama tiga bulan. Jadi kamu tidak perlu kawatir untuk itu, oiya Tante sudah bawakan sekotak makanan buat kamu di tas plastik berwarna putih, jadi untuk malam ini kamu gak perlu keluar kosan. Selain itu Tante juga sudah bawakan keperluan untuk sehari-hari kamu di kardus, gak usah belanja lagi ke toko ya. "
" Ya Allah Tante, Tante terima kasih ya Tante sangat peduli pada Rissa. Makasih ya Tante, Rissa terharu sekali. "
" Iya sudah Riss, Tante tutup dulu ya. Tante mau istirahat Riss. "
" Iya sudah kalau begitu, Rissa juga mau istirahat juga Tante. "
" Iya Riss. "
Aku pun merebahkan diri ini ke kasur, aku sangat lelah sekali malam ini. Perjalanan panjang ku hari ini membuatku ingin lekas tidur secepatnya.
Namun sebelumnya aku berkata dalam hati ku mengenai tempat ku yang baru ini bahwasanya Disini Mimpi Ini Akan Aku Mulai. Aku akan memulai hidupku yang baru di tempat ini, bagaimanapun keras dan terjalnya kehidupan ini aku akan berjuang sekuat tenagaku.
Mimpi itu memang harus selalu di perjuangkan, genggam lah dan jangan pernah engkau lepas. Meskipun jalannya tidak mudah, jangan menyerah dengan keadaan.
Air mata...
Dialah bukti saksi bisu kita yang mengartikan sebuah rasa sakit..
Namun...
Dialah juga yang kelak menjadi saksi bisu kebahagiaan abadi yang kita dapatkan.
__ADS_1
Dan kini aku percaya, aku akan bisa bangkit dari keterpurukan ini. Mencoba berdiri dengan tegap menatap masa depan....